Gangguan kesuburan atau infertilitas merupakan kondisi yang bisa dialami oleh pria maupun wanita. Kondisi ini bisa terjadi karena beberapa faktor risiko.
Infertilitas adalah kondisi ketika pasangan suami istri yang telah menikah selama 1 tahun atau lebih dan berhubungan intim tanpa menggunakan alat kontrasepsi belum berhasil memperoleh kehamilan.
Umumnya, pasangan suami istri yang mengalami gangguan kesuburan akan menjalani pengobatan untuk mengatasi masalah tersebut sebelum memulai program hamil.
Faktor Risiko Infertilitas
Terdapat beberapa faktor yang bisa meningkatkan risiko bagi pasangan suami istri mengalami gangguan kesuburan, seperti:
Pada wanita, usia yang terus bertambah akan berpengaruh terhadap kondisi kesuburan. Hal ini lantaran menurunnya kualitas serta jumlah sel telur. Menurut penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Upsala Journal of Medical Sciences, semakin bertambah usia seorang wanita, maka peluang untuk hamil akan semakin menurun. Kualitas sel telur pada wanita pun akan terus menurun.
2. Kebiasaan merokok atau terpapar asap rokok
Kebiasaan merokok bisa menjadi salah satu faktor risiko infertilitas yang dialami pria maupun wanita. Pada wanita, kebiasaan merokok dapat meningkatkan risiko mengalami kehamilan ektopik hingga keguguran. Paparan asap rokok juga dapat merusak organ reproduksi dan menyebabkan indung telur (ovarium) mengalami penuaan dini sehingga cadangan sel telur berkurang lebih cepat.
Sementara Pada pria, merokok dapat menurunkan kualitas sperma. Hal ini lantaran zat-zat kimia berbahaya yang terkandung pada rokok bisa menurunkan tingkat produksi sperma, bentuk (morfologi), maupun pergerakan (motilitas) sperma yang normal. Bahkan jika intensitasnya cukup sering bisa menyebabkan kerusakan pada DNA sperma.
3. Kebiasaan konsumsi alkohol
Faktor risiko infertilitas lainnya adalah kebiasaan mengonsumsi alkohol secara berlebihan. Pada wanita, mengonsumsi alkohol dalam jangka waktu yang panjang dapat menyebabkan gangguan ovulasi.
Pada pria, konsumsi alkohol berlebihan dalam jangka panjang dapat menurunkan libido, menyebabkan disfungsi ereksi (impotensi), serta memengaruhi kualitas sperma.
4. Stres
Sering dianggap sepele, namun stres dapat menjadi salah satu faktor risiko infertilitas. Stres dapat berpengaruh terhadap sistem hormon serta kinerja organ reproduksi wanita.
Pada pria, stres berlebihan bisa menyebabkan tekanan pada hormon testosteron sehingga mengganggu proses produksi sperma.
Jangan khawatir, mengalami masalah infertilitas bukan berarti harapan Ayah Bunda untuk memiliki keturunan sirna begitu saja. Berikut beberapa tes yang dapat dilakukan untuk mengevaluasi kesuburan.
USG transvaginal. Pemeriksaan ini dilakukan untuk mengetahui kondisi organ reproduksi Bunda dengan cara memasukkan probe USG melalui vagina.
Konsultasi dengan dokter spesialis obgyn. Pada sesi konsultasi ini dokter akan menanyakan terkait keluhan yang dialami serta membacakan hasil USG yang telah dilakukan.
Analisa sperma. Sampel cairan mani yang telah dikumpulkan akan dianalisis apakah mengandung sperma atau tidak. Pemeriksaan ini dilakukan untuk mengetahui kondisi sperma Ayah yang meliputi jumlah, bentuk, serta gerakan sperma tersebut.
Konsultasi dengan dokter spesialis andrologi. Sama seperti pada konsultasi dengan dokter spesialis obgyn, Ayah akan mendiskusikan hasil analisis sperma bersama dokter spesialis andrologi.
Didukung oleh tim dokter spesialis berpengalaman serta fasilitas pemeriksaan yang lengkap, Bocah Indonesia siap membantu mewujudkan impian Ayah dan Bunda memiliki buah hati.
Add Your Heading Text Here
1. Apa yang dimaksud dengan infertilitas?
Infertilitas adalah kondisi ketika pasangan suami istri yang telah menikah selama 1 tahun atau lebih dan rutin berhubungan intim tanpa menggunakan alat kontrasepsi belum berhasil memperoleh kehamilan.
2. Apa saja faktor risiko yang dapat menyebabkan infertilitas?
Beberapa faktor risiko infertilitas antara lain pertambahan usia, kebiasaan merokok atau terpapar asap rokok, konsumsi alkohol berlebihan, serta stres yang memengaruhi keseimbangan hormon dan fungsi organ reproduksi.
3. Mengapa usia memengaruhi kesuburan wanita?
Seiring bertambahnya usia, kualitas dan jumlah sel telur wanita akan menurun. Hal ini menyebabkan peluang untuk hamil menjadi lebih rendah dibandingkan usia yang lebih muda.
4. Bagaimana merokok memengaruhi kesuburan pria dan wanita?
Pada wanita, merokok dapat mempercepat penuaan ovarium dan meningkatkan risiko keguguran. Pada pria, merokok dapat menurunkan kualitas sperma, termasuk jumlah, bentuk (morfologi), dan pergerakannya (motilitas).
5. Pemeriksaan apa saja yang dapat dilakukan untuk mengetahui kesuburan?
Beberapa tes kesuburan yang dapat dilakukan meliputi USG transvaginal untuk wanita, analisis sperma untuk pria, serta konsultasi dengan dokter spesialis obgyn dan andrologi guna mengetahui penyebab dan penanganan yang tepat.
Jadwalkan Konsultasi
Jika Anda belum hamil setelah satu tahun usia pernikahan, kami menyarankan Anda untuk melakukan pemeriksaan kesuburan dengan spesialis fertilitas kami.
Buat janji konsultasi dengan menghubungi kami di Whatsapp melalui tombol di bawah.
Bocah Indonesia adalah klinik kesuburan yang melayani konsultasi hingga tindakan operatif. Bocah Indonesia berada di bawah naungan PT Ibu Daya Lestari. Berada di Lantai 7 Rumah Sakit Primaya, Jl. MH Thamrin No.3, Cikokol, Tangerang, Banten, Indonesia.
Latest posts by Team Content Medis Bocah Indonesia (see all)