Mengenal Lebih Dalam Spesialis Andrologi, Ahli Masalah Reproduksi Pria

dokter andrologi

Pernahkah Anda atau kerabat diminta mengunjungi dokter spesialis andrologi? Banyak orang yang masih awam dengan spesialis andrologi. Padahal salah satu bidang spesialis kedokteran ini merupakan bagian penting untuk permasalah reproduksi pria. Lantas, kapan harus melakukan kunjungan? Masalah apa saja yang bisa ditangani? Berikut simak informasinya.

Apa Itu Dokter Spesialis Andrologi?

Andrologi berasal dari bahasa Yunani, yakni andro dan logos. Andros artinya pria dan logos artinya pengetahuan. Andrologi adalah cabang ilmu kedokteran yang fokus menangani masalah yang berkaitan dengan sistem reproduksi pria.

Dokter spesialis andrologi secara khusus menangani beberapa kondisi yang berkaitan dengan anatomi – fisiologis dan kesehatan sistem reproduksi pria. Perlu diketahui, dokter spesialis andrologi memiliki gelar Sp.And di belakangnya.

Dalam praktiknya, dokter spesialis andrologi dapat bekerja sama dengan dokter spesialis obstetri dan ginekologi (obgyn) untuk menangani pasien yang hendak melakukan program hamil.

Cabang ilmu ini juga berkaitan dengan masalah pada urologis yang ditemukan pada pria. Namun, apa perbedaan dokter spesialis andrologi dan dokter spesialis urologi?

Perbedaan Andrologi dan Urologi

Meski sama-sama berada di bidang masalah reproduksi, nyatanya andrologi dan urologi memiliki keahlian yang berbeda. Jika Andrologi fokus pada permasalahan sistem reproduksi pria, urologi secara khusus membahas saluran kemih dan sistem reproduksi, baik yang terjadi pada pria maupun wanita.

Beberapa kondisi kesehatan yang ditangani oleh dokter urologi, seperti gangguan prostat, penyakit ginjal (batu ginjal atau gagal ginjal), disfungsi ereksi, infeksi saluran kemih, inkontinensia, dan prolaps pada wanita.

lambang pria

Masalah yang Ditangani Dokter Spesialis Andrologi

Tidak hanya untuk pria yang mengalami masalah kesuburan, pemeriksaan andrologi dapat dilakukan oleh pria yang memiliki masalah pada penis dan sistem urogenital. Hal ini lantaran, dokter spesialis andrologi berkaitan menangani kondisi yang berkaitan dengan anatomi – fisiologis.

Beberapa masalah yang ditangani oleh dokter spesialis andrologi, meliputi:

1. Gangguan kesuburan (infertilitas)

Masalah kesuburan tidak hanya dialami oleh wanita tetapi juga pada pria. Masalah kesuburan yang ditemukan pada faktor pria mencapai 30 – 50%. Beberapa kondisi yang memengaruhi infertilitas pria adalah jumlah sperma yang sedikit, bentuk sperma abnormal, hingga pergerakan (motilitas) sperma. Salah satu pemeriksaan yang dilakukan untuk mendeteksi kesuburan adalah tes analisis sperma.

2. Disfungsi ereksi

Gangguan seksual pria berkaitan dengan disfungsi ereksi (impotensi). Kondisi ini merupakan di mana ketidakmampuan pria mendapatkan atau mempertahankan ereksi.

3. Masalah pada penis dan testis

Beberapa masalah yang berkaitan dengan penis dan testis yang ditangani oleh dokter spesialis andrologi adalah varikokel, penyakit Peyronie, balanitis, trauma, dan torsio testis. Nantinya dokter akan memberikan penanganan serta pengobatan yang tepat.

4. Gangguan pada sistem urogenital atau genitourinari

Kondisi ini berkaitan dengan sistem reproduksi dan sistem kemih pada pria, seperti penyakit kandung kemih dan penyakit prostat.

5. Gangguan hormon

Salah satu gangguan sistem hormon yang terjadi pada pria. Masalah hormon yang terjadi seperti kekurangan hormon ataupun kelebihan hormon. Melakukan konsultasi dengan dokter andrologi dapat membantu menemukan penyebab hingga perawatan yang tepat.

Kapan Perlu Melakukan Pemeriksaan ke Dokter Spesialis Andrologi?

Mungkin Anda penasaran kapan harus melakukan pemeriksaan ke dokter spesialis andrologi. Anda dapat melakukan konsultasi apabila:

  • Pria yang khawatir dengan masalah kesuburan akibat sulit hamil setelah melakukan hubungan seksual dengan pasangan.
  • Ujung penis terasa sakit seperti terbakar. Kondisi ini biasanya disertai dengan keluarnya cairan putih. Hal tersebut merupakan gejala dari balanitis (infeksi kepala penis) atau gejala penyakit kelamin.
  • Kelainan bentuk penis, misalnya penis bengkok dapat ditimbulkan oleh penyakit Peyronie atau cedera penis.
  • Mengalami ejakulasi dini atau menderita disfungsi ereksi.
  • Testis menimbulkan rasa nyeri yang disebabkan oleh torsio testis, yakni kondisi testis yang terpelintir sehingga aliran darah dan oksigen tidak lancar.
  • Skrotum terasa pegal atau berat. Hal tersebut bisa menjadi sebuah gejala dari varikokel atau pembesaran pembuluh darah vena pada testis.

Kompetensi yang Dimiliki Dokter Andrologi

Memiliki keahlian khusus mengenai sistem reproduksi pria, seorang dokter andrologi memiliki kompetensi dalam melakukan berbagai prosedur medis. Terdapat beberapa prosedur dan tindakan medis yang dapat dilakukan oleh dokter andrologi.

  • Analisis air mani dan sperma.
  • Kriopreservasi atau metode yang digunakan untuk menyimpan dan membekukan sperma.
  • Perawatan yang dilakukan untuk membantu proses pembuahan.
  • Terapi hormon.
  • Prosedur bayi tabung (in vitro fertilization).
  • Kontrasepsi pria.

Kesimpulan

Pemeriksaan ke dokter spesialis andrologi tidak hanya dilakukan oleh pria yang mengalami masalah kesuburan namun juga untuk pria yang mengalami gejala atau masalah pada sistem reproduksi. Melakukan pemeriksaan sistem reproduksi secara berkala juga penting untuk mengetahui kondisi kesehatan reproduksi Anda.

cheer

Jika Anda ingin mencari alternatif untuk pemeriksaan sistem reproduksi pria. Silakan isi formulir di bawah ini. Tim kami akan menghubungi Anda!

Sistem reproduksi pria memiliki organ yang penting. Jika Anda mengalami gejala di atas, bisa jadi menandakan suatu kondisi medis tertentu. Segera periksakan diri Anda!

  1. Isidorus, D. The history of modern andrology. Med Secoli. 2001;13(2):255-68. 
  2. Mulawkar, P. M., Maheshwari, P. N., Agrawal, S. G. Clinical Andrologists: Do We Really Need Them in the Era of ART? J Hum Reprod Sci. Apr-Jun 2021;14(2):105-112. 
  3. American Society of Andrology. Handbook of Andrology – Second Edition. 
  4. International Andrology London. Urology and Andrology: What’s the difference? 
  5. Wahyudi, A., et al. Male Infertility: An Epidemiological and Clinical Profile at the Andrology Unit of Dr. Soetomo Hospital, Surabaya, Indonesia. Journal of Global Pharma Technology | 2020, Vol. 12. Issue 06, 375-379.
Share:

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Reservasi