7 Penyakit Menular Seksual yang Bisa Dialami Pria dan Wanita, Kenali Gejalanya!

penyakit menular seksual

Penyakit menular seksual merupakan salah satu penyakit yang dapat menular melalui aktivitas hubungan seksual. Penyakit menular seksual dapat ditandai dengan luka atau ruam pada area kelamin. Jika tidak segera diobati maka dapat menyebabkan kondisi yang cukup serius.

Pengertian Penyakit Menular Seksual

Penyakit menular seksual atau yang juga disebut infeksi menular seksual (IMS) adalah infeksi yang ditularkan melalui hubungan seksual, baik secara anal, oral, maupun vaginal. Namun, tidak hanya melalui aktivitas seksual saja, IMS juga bisa menyebar lewat penggunaan jarum secara bersama ataupun melalui transfusi darah.

Pada wanita hamil, infeksi menular seksual juga bisa ditularkan ibu ke janin yang dikandung atau pada saat proses persalinan.

IMS biasanya ditandai dengan ruam, nyeri, hingga luka pada alat kelamin. Namun, ada pula IMS yang tidak menimbulkan gejala apapun sehingga banyak yang tidak sadar mengenai hal ini.

Ciri-Ciri Penyakit Menular Seksual

Penyakit menular seksual tidak selalu menunjukkan gejala ataupun hanya menimbulkan gejala yang ringan. Oleh sebab itu, banyak yang tidak sadar mengenai kondisi ini. Namun, Anda perlu waspada jika mengalami gejala penyakit menular seksual, seperti:

  • Terdapat benjolan atau luka pada area kelamin, seperti vagina, penis, atau anus.
  • Rasa nyeri saat berhubungan intim atau buang air kecil.
  • Keluarnya cairan abnormal dari alat kelamin, baik vagina atau penis.
  • Vagina mengeluarkan cairan disertai bau tidak sedap.
  • Adanya benjolan atau pembengkakan kelenjar getah bening di selangkangan.
  • Timbul nyeri pada perut bagian bawah.
  • Terdapat ruam pada tangan, kaki, dan badan.
  • Gejala umum, seperti demam dan menggigil.

Gejala lain yang mungkin dialami pria adalah rasa nyeri hingga pembengkakan pada testis. Perlu diingat, IMS sering disebut sebagai infeksi “tersembunyi” sehingga tidak selalu menimbulkan gejala-gejala khusus.

Penyebab Penyakit Menular Seksual

Sesuai namanya, aktivitas seksual menjadi salah satu penyebab terbesar penularan IMS. Penyakit menular seksual biasanya disebabkan oleh infeksi bakteri atau virus yang menyebar. Namun, infeksi menular seksual dapat disebarkan tanpa melalui kontak seksual, seperti pemakaian jarum suntik secara bersama atau transfusi darah.

tes penyakit menular seksual

Jenis-Jenis Penyakit Menular Seksual

Ada banyak jenis IMS yang berbeda dengan penyebab dan gejala yang berbeda pula. Namun, Anda harus mengetahui yang termasuk penyakit menular seksual adalah gonore, klamidia, infeksi virus HIV/AIDS, infeksi HPV, sifilis, dan herpes.

1. Gonore

Salah satu jenis IMS yang umum terjadi adalah gonore. Gonore disebabkan oleh infeksi yang berkembang dari virus Neisseria Gonorrhoeae. Jenis penyakit ini bisa menyebar lewat aktivitas seksual secara oral, vaginal, maupun anal. Selain itu gonore juga bisa menyebar pada saat persalinan.

Bakteri Neisseria Gonorrhoeae tumbuh subur di bagian tubuh yang hangat dan lembab, seperti vagina, penis, mulut, rektum, dan mata. Penyakit ini juga dikenal sebagai kencing nanah yang menyebabkan rasa sakit pada saat buang air kecil.

2. Klamidia

Klamidia disebabkan oleh infeksi bakteri Chlamydia trachomatis. Jenis IMS ini dapat menyebar lewat aktivitas seksual secara anal, oral, atau vaginal. Gejala yang dialami pada wanita, seperti keputihan yang abnormal hingga sensasi seperti terbakar saat buang air kecil.

Sedangkan gejala yang dialami pria, berupa keluarnya cairan tidak normal dari penis, sensasi seperti terbakar pada saat buang air kecil, hingga nyeri dan bengkak pada testis. Jika tidak segera ditangani, klamidia bisa menyebabkan seseorang sulit hamil.

3. HIV

HIV merupakan salah satu jenis penyakit menular seksual yang paling umum. Jenis penyakit ini disebabkan oleh virus human immunodeficiency virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh. HIV bisa menyebar lewat hubungan seksual tanpa kondom, penggunaan jarum secara bersamaan, hingga transfusi darah.

Jika tidak segera ditangani, HIV bisa menyebabkan acquired immunodeficiency syndrome (AIDS). Kondisi di mana kekebalan tubuh sudah tidak mampu melawan infeksi/stadium parah dari HIV.

4. HPV

Infeksi HPV disebabkan oleh virus human papilloma virus (HPV) yang memengaruhi kulit dan selaput lendir, seperti tenggorokan, leher rahim, anus, dan mulut. Beberapa jenis HPV bisa menyebabkan kutil kelamin hingga menyebabkan risiko kanker serviks pada wanita.

Jenis IMS ini kerap tidak menimbulkan gejala khusus sehingga banyak yang tidak sadar mengenai kondisi tersebut. HPV bisa menyebar lewat kontak secara langsung atau melalui hubungan seksual secara vaginal, oral, maupun anal.

5. Sifilis

Salah satu jenis penyakit menular seksual lainnya adalah sifilis. Sifilis disebabkan oleh infeksi bakteri Treponema pallidum. Infeksi ini biasa menimbulkan luka di sekitar alat kelamin. Jika tidak segera ditangani, sifilis bisa memicu kondisi serius, kerusakan permanen, hingga komplikasi jangka panjang.

Penularan sifilis dapat melalui hubungan seksual tanpa menggunakan kondom. Infeksi ini bisa menyebar dengan cepat dan hidup di mana saja.

6. Herpes

Herpes disebabkan oleh herpes simplex virus (HSV) yang dapat menyebar pada kulit, leher rahim, dan alat kelamin. Terdapat dua jenis HSV yakni HSV tipe 1 (HSV-1) dan HSV tipe 2 (HSV-2).

HSV-1 terjadi pada area mulut. Infeksi ini dapat menyebar melalui air liur atau jika ada luka terkait herpes pada orang lain. Hal ini dapat menular ke area genital melalui seks oral.

HSV-2 terjadi pada alat kelamin dan anus. Cara penyebarannya pun bisa melalui hubungan seksual secara oral, vaginal, dan anal.

7. Trikomoniasis

Infeksi jenis ini disebabkan oleh virus Trichomonas vaginalis. Trikomoniasis bisa terjadi pada area genital wanita dan menyebabkan keputihan. Namun, pada pria, infeksi tersebut dapat berkembang di uretra. Jenis IMS ini tidak menimbulkan gejala khusus sehingga sering tidak disadari jika seseorang menularkan melalui aktivitas seksual.

Penyakit Menular Seksual Bisa Memengaruhi Kesuburan?

Penyakit menular seksual bisa memengaruhi kondisi kesuburan sehingga menyebabkan pasangan sulit hamil. Pasalnya, jika IMS tidak terdeteksi dan tidak segera mendapat pengobatan yang tepat maka dapat menyebabkan kondisi kronis dan kemandulan.

Maka dari itu, penting bagi pasangan melakukan pemeriksaan organ reproduksi dan tes kesuburan sejak dini.

Faktor Risiko Penyakit Menular Seksual

Risiko infeksi dapat dialami oleh siapa saja yang aktif secara seksual. Meski tidak hanya melalui hubungan seksual saja, terdapat beberapa faktor risiko yang dapat meningkatkan risiko infeksi menular seksual.

  • Melakukan hubungan seksual tanpa alat pengaman.
  • Melakukan hubungan seksual dengan berganti-ganti pasangan.
  • Pernah memiliki riwayat menderita penyakit menular seksual sebelumnya.
  • Berbagi jarum suntik.
  • Mengonsumsi obat-obatan terlarang (narkoba).

Cara Diagnosis Penyakit Menular Seksual

Penyakit menular seksual tidak selalu menimbulkan gejala khusus namun jika Anda mengalami gejala-gejala serupa, Anda dapat segera melakukan pemeriksaan ke dokter. Selanjutnya, dokter akan melakukan beberapa tes untuk mendeteksi keberadaan bakteri atau virus melalui tes darah dan tes urine.

Selain itu, dokter akan melakukan tes usap melalui sampel cairan pada area kelamin untuk diperiksa di laboratorium.

Cara Mencegah Penyakit Menular Seksual

Untuk menghindari penyebaran infeksi menular seksual, pastikan Anda melakukan aktivitas seksual secara aman.

  • Gunakan alat pengaman saat melakukan hubungan seksual.
  • Hindari melakukan hubungan seksual dengan berganti-ganti pasangan.
  • Tidak mengonsumsi obat-obatan terlarang.
  • Melakukan pemeriksaan organ reproduksi secara rutin.
  • Melakukan vaksin hepatitis B dan HPV.

Salah satu cara yang dapat dilakukan pria dalam mencegah infeksi ini adalah sunat. Sunat dapat mengurangi risiko penyakit menular seksual.

Kesimpulan

Penyakit menular seksual bisa dialami siapa saja tanpa batasan usia. Sebaiknya, hindari aktivitas seksual tanpa menggunakan alat pengaman.

cheer

Jadwalkan Konsultasi

Jika Anda belum juga hamil setelah berupaya selama dua belas bulan atau lebih (atau enam bulan jika usia perempuan di atas 35 tahun), kami menyarankan Anda untuk melakukan penilaian kesuburan dengan spesialis fertilitas kami.

Jadwalkan konsultasi dengan menghubungi kami di (021) 50200800 atau dengan mengisi formulir melalui tombol dibawah.

  1. Wagenlehner, Florian M.E; Brockmeyer, Norbert H; Discher, Thomas. The Presentation, Diagnosis, and Treatment of Sexually Transmitted Infections. Dtsch Arztebl Int. 2016 Jan; 113(1-2): 11–22. 
  2. Workowski, Kimberly A; Bolan, Gail A. Sexually transmitted diseases treatment guidelines, 2015. MMWR Recomm Rep. 2015 Jun 5;64(RR-03):1-137. 
  3. Davis, Alissa; Gaynor, Anne. Testing for Sexually Transmitted Diseases in US Public Health Laboratories, 2016. Sexually Transmitted Diseases: February 2020 – Volume 47 – Issue 2 – p 122-127. 
  4. WHO. Sexually transmitted infections (STIs). 
  5. Brown, David L; Frank, Jennifer E. Diagnosis and Management of Syphilis. Am Fam Physician. 2003 Jul 15;68(2):283-290.
  6. McQuillan, Geraldine; Moran, Deanna Kruszon; Flagg, Elaine W; Ram, Ryne Paulose. Prevalence of Herpes Simplex Virus Type 1 and Type 2 in Persons Aged 14-49: United States, 2015-2016. NCHS Data Brief. 2018 Feb;(304):1-8.
Share:

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Reservasi