Ciri-Ciri Mandul pada Pria yang Perlu Ayah Waspadai

Ciri-Ciri Mandul pada Pria yang Perlu Ayah Waspadai

Mulai dari kondisi fisik tertentu hingga anggapan bahwa air mani yang encer menjadi tanda sulit memiliki keturunan. Tak jarang, asumsi-asumsi ini justru menimbulkan kekhawatiran berlebih dan berujung pada saling menyalahkan pasangan. Namun, apakah semua anggapan tersebut benar secara medis?

Masalah kesuburan memang sering kali baru disadari ketika Ayah dan Bunda sudah cukup lama menjalani program hamil namun belum juga dikaruniai momongan. Kondisi ini bisa menjadi tekanan tersendiri dalam rumah tangga, apalagi jika tidak dibarengi dengan pemahaman yang tepat. 

Dari sisi pria, gangguan kesuburan dapat disebabkan oleh berbagai faktor, seperti jumlah dan kualitas sperma yang tidak optimal, adanya sumbatan pada saluran sperma, hingga gangguan fungsi seksual.

Secara medis, kemandulan pada pria biasanya ditandai ketika pasangan yang rutin berhubungan intim tanpa alat kontrasepsi belum juga hamil setelah lebih dari 12 bulan menjalani Promil. Meski begitu, ciri-ciri Ayah mandul tidak bisa ditentukan hanya dari satu tanda saja. 

Baca juga: Ayah Mandul, Minder Ngumpul


Tanya Mincah tentang Promil?

New CTA WA

Ciri-ciri Penyebab Ayah Mandul

Selain tanda-tanda fisik dan hormonal, ada beberapa faktor lain yang sering luput diperhatikan namun ternyata berpengaruh besar terhadap kesuburan pria, terutama bagi Ayah yang sedang menjalani program hamil bersama Bunda.

1. Jumlah dan kualitas sperma yang rendah

Sperma dengan jumlah yang cukup dan kualitas yang baik berperan penting dalam terjadinya pembuahan. Pada sebagian pria, gangguan kesuburan dapat ditandai dengan tidak ditemukannya sperma sama sekali (azoospermia), jumlah sperma yang rendah (oligospermia), atau bentuk sperma yang tidak normal. 

Air mani yang tampak sangat encer juga bisa menjadi salah satu petunjuk adanya masalah pada jumlah sperma. Kondisi-kondisi ini dapat menurunkan peluang kehamilan saat program hamil dijalani.

2. Gangguan ereksi

Disfungsi ereksi terjadi ketika pria kesulitan mempertahankan ereksi atau tidak dapat ereksi sama sekali. Kondisi ini bisa dipicu oleh stres, kelelahan, konsumsi alkohol berlebihan, hingga gangguan hormon. Walaupun tidak secara langsung menyebabkan kemandulan, disfungsi ereksi dapat menghambat proses ejakulasi sehingga sperma tidak dapat dikeluarkan secara optimal untuk membuahi sel telur.

3. Pembesaran payudara pada pria

Pembesaran payudara pada pria atau ginekomastia dapat menjadi tanda ketidakseimbangan hormon, khususnya antara testosteron dan estrogen. Kadar estrogen yang terlalu tinggi disertai penurunan testosteron dapat mengganggu proses produksi sperma, yang tentu berpengaruh pada keberhasilan Promil.

4. Nyeri atau benjolan pada testis

Testis berperan penting dalam produksi sperma. Gangguan seperti varikokel atau kanker testis dapat menurunkan kesuburan pria. Gejala yang sering muncul berupa nyeri, rasa tidak nyaman, atau benjolan pada area testis. Jika Ayah merasakan keluhan ini, sebaiknya segera memeriksakan diri.

Baca juga: Mandul atau Infertilitas, Apa Bedanya?

5. Rambut rontok dan pertumbuhan rambut yang minim

Hormon testosteron memengaruhi pertumbuhan rambut, jenggot, dan kumis. Rambut yang mudah rontok atau minimnya pertumbuhan rambut di area wajah bisa menjadi tanda rendahnya kadar testosteron, yang juga berkaitan dengan produksi sperma.

6. Gangguan penciuman

Hilangnya kemampuan mencium bau (anosmia) dapat terjadi pada kondisi tertentu, seperti sindrom Kallmann. Kondisi ini berkaitan dengan gangguan produksi hormon seksual dan dapat meningkatkan risiko kemandulan pada pria.

7. Massa otot sulit terbentuk

Testosteron berperan dalam pembentukan otot. Jika Ayah sudah rutin berolahraga dan menjaga pola makan namun massa otot sulit bertambah, hal ini bisa menjadi salah satu tanda kadar testosteron yang rendah, yang juga dapat memengaruhi kesuburan.

8. Riwayat penyakit atau infeksi tertentu

Beberapa penyakit, seperti infeksi saluran kemih, infeksi menular seksual (IMS), gondongan yang menyerang testis (orkitis), hingga penyakit kronis seperti diabetes, dapat memengaruhi produksi dan kualitas sperma. Infeksi yang tidak ditangani dengan baik bahkan bisa menyebabkan peradangan atau sumbatan pada saluran sperma, sehingga menghambat terjadinya pembuahan.

9. Gaya hidup tidak sehat

Kebiasaan merokok, konsumsi alkohol berlebihan, penggunaan narkotika atau zat adiktif, kurang tidur, serta jarang berolahraga dapat menurunkan kualitas sperma. Selain itu, paparan panas berlebih pada area testis, seperti terlalu sering memangku laptop, sauna, atau mandi air panas juga dapat mengganggu produksi sperma. 

10. Berat badan berlebih atau terlalu rendah

Berat badan yang tidak ideal dapat memengaruhi keseimbangan hormon dalam tubuh pria. Obesitas diketahui dapat menurunkan kadar testosteron dan meningkatkan hormon estrogen, yang akhirnya berdampak pada kualitas sperma

Sebaliknya, berat badan yang terlalu rendah juga dapat mengganggu produksi hormon reproduksi. Menjaga berat badan ideal menjadi bagian penting dalam mendukung keberhasilan Promil.

Perlu Ayah dan Bunda pahami, ciri-ciri di atas bukanlah penentu mutlak kemandulan. Untuk memastikan kondisi kesuburan pria, diperlukan pemeriksaan medis seperti analisis sperma dan tes hormon di fasilitas kesehatan.

Apabila Ayah dan Bunda telah menjalani program hamil atau Promil selama satu tahun atau lebih namun belum juga mendapatkan kehamilan, sangat disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter. 

Pemeriksaan sejak dini dapat membantu mengetahui penyebab gangguan kesuburan serta menentukan langkah penanganan yang tepat, sehingga peluang memiliki momongan tetap terbuka.

FAQ Ciri-Ciri Mandul pada Pria

1. Apa saja ciri-ciri mandul pada pria yang perlu diwaspadai?

Ciri-ciri mandul pada pria dapat meliputi jumlah dan kualitas sperma yang rendah, gangguan ereksi, nyeri atau benjolan pada testis, perubahan hormon seperti pembesaran payudara, hingga gaya hidup tidak sehat yang memengaruhi kesuburan.

Air mani yang tampak encer tidak selalu menandakan pria mandul. Namun, kondisi ini bisa menjadi salah satu petunjuk adanya jumlah sperma yang rendah dan perlu dipastikan melalui pemeriksaan medis seperti analisis sperma.

Secara medis, pria dapat dicurigai mengalami kemandulan jika pasangan rutin berhubungan intim tanpa kontrasepsi selama lebih dari 12 bulan namun belum juga terjadi kehamilan.

Gangguan ereksi tidak secara langsung menyebabkan kemandulan, tetapi dapat menghambat proses ejakulasi sehingga sperma tidak dapat dikeluarkan secara optimal untuk membuahi sel telur.

Jika Ayah dan Bunda sudah menjalani program hamil selama satu tahun atau lebih tanpa hasil, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter untuk melakukan pemeriksaan kesuburan, seperti tes sperma dan tes hormon.

cheer

Jadwalkan Konsultasi

Jika Anda belum hamil setelah satu tahun usia pernikahan, kami menyarankan Anda untuk melakukan pemeriksaan kesuburan dengan spesialis fertilitas kami.

Buat janji konsultasi dengan menghubungi kami di Whatsapp melalui tombol di bawah.

Referensi
Team Content Medis Bocah Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

doctors
Buat Janji