Hati-hati, Torsio Testis yang Perlu Diwaspadai Pria

torsio-testis

Mungkin bagi para pria sudah tidak asing lagi mendengar torsio testis. Torsio testis merupakan kondisi di mana testis atau yang dikenal sebagai buah zakar terpelintir dan menyebabkan nyeri pada testis. Kondisi ini bisa dialami oleh pria dengan usia berapapun. Apa penyebab dari kondisi ini?

Penyebab Torsio Testis

Torsio testis dapat terjadi ketika pembuluh darah yang menuju testis terpelintir. Hal ini menyebabkan aliran darah ke skrotum menjadi tidak lancar. Aliran darah yang tidak lancar inilah yang dapat menimbulkan beberapa gejala, seperti rasa nyeri hingga pembengkakan yang parah.

Kondisi ini biasanya dialami oleh pria di antara usia 12 – 16 tahun. Namun, tidak menutup kemungkinan masalah reproduksi ini dapat dialami oleh pria dengan rentang usia berapapun. Menurut American Urological Association, kondisi ini dapat dialami sekitar 1 dari 4.000 pria di bawah 25 tahun dan cenderung terjadi secara tiba-tiba.

Meski belum diketahui pasti penyebabnya namun kondisi ini bisa disebabkan oleh beberapa hal, yakni faktor bawaan atau genetik, pernah menderita torsio testis, hingga cedera.

1. Faktor genetik

Torsio testis dapat disebabkan oleh faktor genetik atau yang disebut kelainan bell clapper. Akibat kelainan genetik ini, anak-anak yang lahir dengan kondisi bell clapper memiliki risiko mengalami torsio testis.

Selain itu, jika Anda memiliki ayah atau saudara laki-laki dengan riwayat torsio testis maka kemungkinan risiko mengalami gangguan tersebut juga tinggi.

2. Memiliki riwayat torsio testis sebelumnya

Jika Anda memiliki riwayat testis yang terpelintir sebelumnya maka Anda juga memiliki risiko tersebut kambuh kembali di kemudian hari. Terlebih jika rasa sakit pada torsio testis yang sebelumnya tidak dilakukan pengobatan maka dapat meningkatkan risiko kambuh.

3. Mengalami cedera

Kondisi ini dapat dialami oleh pria yang mengalami cedera pada testis atau setelah melakukan aktivitas yang berat atau olahraga. Cedera yang menyebabkan kondisi ini bisa terjadi pada pangkal paha dan sekitar area testis.

Selain itu, testis yang terpapar suhu udara dingin dan lonjakan pertumbuhannya selama masa pubertas juga dapat meningkatkan risiko tersebut.

Gejala torsio testis

Gejala Torsio Testis

Torsio testis umumnya memiliki gejala berupa nyeri yang hebat pada area testis. Nyeri hebat ini bisa muncul secara tiba-tiba pada testis. Selain itu terdapat beberapa gejala lain yang mungkin Anda alami, seperti:

  • Pembengkakan pada salah satu kantong buah zakar (skrotum).
  • Testis terpelintir dengan posisi yang lebih tinggi.
  • Demam.
  • Sakit perut.
  • Mual dan muntah.
  • Terdapat darah pada cairan mani.

Pada kondisi ini, biasanya gejala akan muncul dalam waktu beberapa jam atau bahkan berhari-hari. Semakin sering rasa sakitnya maka semakin tinggi risiko kerusakan testis. Hal ini lantaran testis dan saluran yang menyuplai darah di dalamnya terpelintir sehingga aliran darah pun menjadi terhambat.

Kapan Harus Melakukan Pemeriksaan ke Dokter?

Torsio testis merupakan kondisi masalah reproduksi yang cukup serius jika tidak segera ditangani karena dapat menurunkan fungsi testis. Masalah ini dapat menyebabkan rasa tidak nyaman. Apabila kondisi ini dibiarkan maka bisa menyebabkan jaringan tubuh mati karena kurangnya peredaran darah ke testis.

  • Anda dapat melakukan pemeriksaan ke dokter jika mengalami hal-hal, seperti:
  • Rasa nyeri hebat pada area testis secara tiba-tiba.
  • Alami demam atau perdarahan.
  • Nyeri hebat yang tiba-tiba hilang dengan sendirinya.

Apakah Torsio Testis Memengaruhi Kesuburan?

Testis yang terpelintir dapat menyebabkan aliran darah menuju testis menjadi terhambat. Meski gangguan ini terjadi pada salah satu testis saja namun jika terjadi pada keduanya, hal  ini bisa menyebabkan kerusakan fungsi pada testis. Jika tidak segera diatasi, kondisi ini dapat menyebabkan masalah infertilitas termasuk salah satunya memproduksi sperma.

Maka jika Anda merasakan nyeri hebat pada area testis sebaiknya segera melakukan pemeriksaan agar segera mendapat penanganan yang tepat.

Pengobatan Torsio Testis

Pengobatan testis terpelintir dapat dilakukan melalui tindakan pembedahan atau operasi. Nantinya, pasien akan dibius sebelum menjalani tindakan. Dokter akan membuat sayatan kecil pada skrotum dan mengembalikan posisi testis.

Jika jaringan testis tidak mendapat aliran darah dalam waktu lama maka dapat menyebabkan kerusakan atau kematian pada jaringan testis. Prosedur pengangkatan testis akan dilakukan melalui operasi orchiectomy.

  • Setelah melakukan tindakan operasi, dokter akan memberikan obat pereda nyeri untuk pasien. Pasien akan dianjurkan untuk melakukan beberapa upaya proses pemulihan, seperti:
  • Mengompres dingin pada area yang dioperasi selama beberapa menit.
  • Menjaga area bekas jahitan operasi tetap steril atau bersih.
  • Hindari melakukan aktivitas berat, termasuk olahraga.
  • Melakukan aktivitas fisik ringan, misalnya jalan santai.
  • Istirahat yang cukup.

Semakin cepat kondisi ini ditangani maka semakin tinggi peluang kesembuhan. Penanganan yang terlambat dapat menyebabkan jaringan testis rusak atau mati.

Kesimpulan

Torsio testis merupakan salah satu masalah pada organ reproduksi yang dapat dialami pada pria dengan usia berapapun. Kondisi ini bisa diatasi dengan tindakan operasi. Jika Anda mengalami kondisi ini, jangan malu dan segera melakukan pemeriksaan agar segera mendapat penanganan yang tepat.

cheer

Jika Anda mengalami gejala-gejala di atas, kami menyediakan layanan penunjang untuk pemeriksaan. Silakan isi formulir di bawah ini. Tim kami akan segera menghubungi Anda!

Torsio testis bisa menyebabkan masalah infertilitas pada pria. Jangan anggap sepele jika Anda mengalami nyeri pada testis. Segera lakukan pemeriksaan!

  1. Testicular Torsion. 2019. American Urological Asociation. 
  2. Jacobsen, F. M., et al. (2020). The Impact of Testicular Torsion on Testicular Function. World J Mens Health. 2020 Jul;38(3):298-307. 
  3. Nassiri, M., Zhu, T., Asanad, K., Vasquez, E. (2021). Testicular Torsion From Bell-clapper Deformity. Urology. 2021 Jan; 147:275. 
  4. Hyun, G. S. (2018). Testicular Torsion. Rev Urol. 2018; 20(2): 104–106. 
  5. Al-Muqsith. (2017). Anatomi dan Gambaran Klinis Torsio Testis. Jurnal Aceh Medika, 1 (2). pp. 74-78. 
  6. Ringdahl, E., Teague, L. (2006). Testicular Torsion. Am Fam Physician. 2006 Nov 15;74(10):1739-1743.
bocah indonesia green
Share:
  • 176
    Shares

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

doctors

Silahkan isi data berikut untuk mengetahui Paket/Layanan yang cocok untuk Ayah/Bunda.

Cek layanan?
ferly slime