5 Kelainan Sperma pada Pria yang Dapat Memengaruhi Kesuburan

kelainan sperma

Kesuburan pada pria dipengaruhi oleh sel sperma. Sel sperma yang baik memiliki jumlah, bentuk, serta pergerakan yang baik untuk mendapatkan kehamilan. Namun, terdapat kelainan sperma yang juga dapat memengaruhi kesuburan. Apa saja kelainan sperma yang dialami pria?

Jenis Kelainan Sperma yang Dialami Pria

Ada beberapa jenis kelainan sperma yang dapat menjadi faktor infertilitas. Masing-masing jenis kelainan sperma tersebut memiliki cara berbeda dalam penanganannya. Untuk mengetahui kelainan sperma dapat dilakukan melalui analisis sperma. Setelah mendapatkan hasilnya, baru ditentukan cara penanganan kelainan sperma yang tepat.

Azoospermia 

Azoospermia merupakan kondisi di mana air mani tidak mengandung sperma pada saat ejakulasi. Kondisi azoospermia merupakan salah satu kelainan sperma yang paling sering dialami pria. Biasanya, dari 10 kasus infertilitas, terdapat 1% di antaranya disebabkan oleh azoospermia. 

Kondisi ini menjadi faktor yang menyebabkan pasangan sulit hamil karena tidak adanya sperma pada pria untuk proses pembuahan.

Penyebab azoospermia 

Kondisi azoospermia memiliki faktor penyebab yang berbeda-beda. Berdasarkan penyebab yang berbeda, azoospermia terbagi menjadi dua jenis, azoospermia obstruktif dan azoospermia non-obstruktif, seperti: epididymitis, vasektomi, tidak adanya testis, testis gagal produksi, kelainan genetic, hingga akibat penyakit tertentu.

Oligozoospermia

Oligozoospermia merupakan kondisi air mani yang dikeluarkan pada saat ejakulasi mengandung sperma dalam jumlah sedikit. Seorang pria dikatakan mengalami oligozoospermia ketika memiliki jumlah sperma kurang dari 15 juta per milimeter air mani. 

Oligozoospermia dapat diklasifikasikan menjadi berbagai jenis tergantung pada jumlah sperma yang ada:

  • Ringan: Antara 5 dan 14 juta sperma per milimeter air mani
  • Sedang: Antara 1 dan 5 juta sperma per milimeter air mani
  • Parah: Di bawah 1 juta sperma per milimeter air mani

Penyebab oligozoospermia

  • Obstruksi parsial pada saluran yang dilalui sperma dari testis ke uretra.
  • Kelainan pada pembuluh darah testis (varikokel)
  • Kondisi epididimis
  • Gangguan hormon
  • Trauma atau peradangan pada testis
  • Kelainan dalam air mani yang disebabkan oleh konsumsi obat-obatan tertentu
  • Gaya hidup berupa mengonsumsi alkohol, merokok, atau obat-obatan
  • Aktivitas yang meningkatkan suhu testis, seperti penggunaan sauna terlalu sering dan mengenakan pakaian ketat.

Cryptozoospermia

Salah satu jenis kelainan sperma lainnya adalah cryptozoospermia. Cryptozoospermia merupakan kondisi air mani yang dikeluarkan pada saat ejakulasi mengandung sperma kurang dari 100.000 per milimeter. Semakin sedikit sperma yang terdapat pada cairan air mani maka kategori kelainan sperma semakin parah. Jika hal ini terjadi maka pengobatan harus segera dilakukan sebelum jumlah sperma terus mengalami defisit.

Penyebab cryptozoospermia 

Sama seperti azoospermia dan oligospermia, jumlah sperma yang sedikit bisa disebabkan oleh penyumbatan di saluran ejakulasi, gangguan pada testis, hingga penyakit tertentu.

Teratozoospermia

Teratozoospermia atau teratospermia merupakan kelainan sperma berupa peningkatan persentase sperma dengan bentuk abnormal dalam air mani. Dalam kasus teratozoospermia, sperma mengalami cacat pada kepala, tubuh, hingga ekor.

Teratozoospermia merupakan kelainan dapat menyebabkan sulit hamil karena sperma tidak dapat berenang menuju saluran kelamin untuk mencapai sel telur sehingga tidak dapat terjadinya pembuahan.

Penyebab teratozoospermia

Meski belum diketahui pasti penyebab teratozoospermia namun ada beberapa kondisi yang dianggap dapat menjadi penyebab teratozoospermia, seperti:

  • Varikokel
  • Trauma testis
  • Infeksi air mani
  • Obesitas
  • Diabetes
  • Perawatan kanker
  • Genetik
  • Mengonsumsi alkohol

Asthenozoospermia

Asthenozoospermia merupakan kondisi di mana sel sperma tidak memiliki bentuk atau motilitas yang baik. Kondisi ini dapat menyebabkan sperma sulit mencapai sel telur sehingga proses kehamilan sulit terjadi.

Penyebab asthenozoospermia

Kelainan sperma asthenozoospermia dapat disebabkan oleh beberapa hal, seperti gangguan hormonal, infeksi pada organ reproduksi pria, varikokel, paparan radiasi, kelainan metabolik, dan idiopatik (tidak dapat dijelaskan).

Selain 5 jenis kelainan sperma di atas, terdapat kelainan sperma lain yang merupakan gabungan dari tiga kelainan sperma, yaitu oligoasthenoteratozoospermia. Oligoasthenoteratozoospermia merupakan kondisi gabungan dari tiga jenis sperma, seperti oligozoospermia (jumlah sperma sedikit), asthenoteratozoospermia (pergerakan sperma yang tidak normal, dan teratozoospermia (bentuk sperma yang abnormal)

Subfertilitas memengaruhi masalah kesuburan satu dari 20 pria. Oligoasthenozoospermia idiopatik adalah penyebab paling umum dari subfertilitas. Menurut sebuah studi, 30 kasus infertilitas disebabkan oleh oligoasthenozoospermia atau OAT idiopatik. 

Faktor penyebab oligoasthenozoospermia atau OAT dapat dibagi menjadi empat, seperti: faktor genetik, faktor gaya hidup, faktor testis, dan disfungsi testis/ejakulasi.

sperma sehatCara menjaga sperma tetap sehat

Kualitas sperma yang rendah dapat memengaruhi kesuburan pria. Hal ini menyebabkan pembuahan sel telur menjadi lebih sulit. Namun hal ini dapat diatasi dengan beberapa cara penanganannya.

Olahraga secara teratur

Melakukan olahraga secara teratur dapat dilakukan untuk meningkatkan kualitas dan motilitas sperma. Olahraga dapat meningkatkan hormon reproduksi pria, yaitu testosteron. Selain itu, olahraga juga menurunkan risiko penyakit diabetes. Diabetes merupakan salah satu penyakit yang dapat menyebabkan gangguan penetrasi.

Perlu dicatat, olahraga berat harus dihindari karena dapat mengganggu kesuburan pria. Olahraga yang berlebihan dapat menurunkan kualitas sperma, baik  jumlah maupun kemampuan bergerak sperma. Hal ini bisa menyebabkan peluang kecil sperma untuk membuahi sel telur sehingga kehamilan sulit terjadi.

Menjaga berat badan

Memiliki berat badan berlebihan dapat menjadi faktor penyebab kelainan sperma sehingga menjaga berat badan tetap ideal adalah salah satu cara untuk mengatasi kelainan pada sperma.

Mengurangi pemakaian celana ketat

Mengenakan celana ketat bagi pria dapat memberikan dampak yang kurang baik bagi sperma pria. Mengenakan celana ketat dapat meningkatkan suhu skrotum atau kantung testis. Jika suhu tinggi dapat mengganggu produksi sperma. Selain itu, mengenakan celana  ketat juga dapat meningkatkan suhu pangkal paha dapat menurunkan jumlah sperma. 

Konsumsi makanan dengan gizi seimbang

Mengonsumsi makanan yang mengandung protein, asam folat, dan seng dapat menghasilkan kualitas sperma yang baik. Makanan yang mengandung gizi seimbang juga dapat membentuk sperma.

Berhenti merokok dan kurangi konsumsi alkohol

Kedua zat yang terkandung dalam rokok dan alkohol dapat menurunkan kualitas sperma. Jika kualitas sperma memburuk maka pembuahan sel telur tidak dapat dilakukan.

Solusi penanganan kelainan pada sperma

Penanganan kelainan pada sperma tergantung pada penyebab infertilitas. Beberapa kelainan sperma dapat ditangani dengan obat-obatan tertentu atau melalui operasi. Perawatan di bawah ini dibagi menjadi 3 kategori:

  • Terapi non-bedah
  • Tindakan operasi
  • Pengobatan untuk penyebab infertilitas pria yang tidak diketahui.
  1. Alayman Hussein. Overview Treatment and Male Reproductive Medicine. Encyclopedia of Reproduction (Second Edition). Volume 4, 2018, Pages 307-313. URL
  2. Seda Karabulut, İlknur Keskin, Pelin Kutlu, and corresponding authors. Male infertility, azoozpermia and cryptozoospermia incidence among three infertility clinics in Turkey. Turk J Urol. 2018 Mar; 44(2): 109–113. Published online 2018 Mar 1. doi: 10.5152/tud.2018.59196. URL
  3. Jonathan Fainberg, James A Kashanian. Recent advances in understanding and managing male infertility. F1000Res. 2019 May 16;8:F1000 Faculty Rev-670. doi: 10.12688/f1000research.17076.1. eCollection 2019. URL
  4. Marc De Braekeleer,corresponding author Minh Huong Nguyen, Frédéric Morel, and Aurore Perrin. Genetic aspects of monomorphic teratozoospermia: a review. J Assist Reprod Genet. 2015 Apr; 32(4): 615–623. Published online 2015 Feb 25. doi: 10.1007/s10815-015-0433-2. URL.
  5. Anthony Hirsh. Male subfertility. BMJ. 2003 Sep 20; 327(7416): 669–672. doi: 10.1136/bmj.327.7416.669. URL.
  6. Giorgio Cavallini. Male idiopathic oligoasthenoteratozoospermia. Volume 8, Issue 2 (March 2006) 8, 143–157; 10.1111/j.1745-7262.2006.00123.x URL.
  7. Punab, O. Poolamets, P. Paju, and contributor authors. Causes of male infertility: a 9-year prospective monocentre study on 1737 patients with reduced total sperm counts. Human Reproduction, Volume 32, Issue 1, 1 January 2017, Pages 18–31, URL
  8. Jason R. Kovac,Abhinav Khanna &Larry I. Lipshultz. The effects of cigarette smoking on male fertility. Pages 338-341 | Received 18 Jun 2014, Accepted 06 Aug 2014, Published online: 19 Feb 2015. URL
  9. Nicole O. Palmer,Hassan W. Bakos,Tod Fullston &Michelle Lane. Impact of obesity on male fertility, sperm function and molecular composition. Pages 253-263 | Published online: 01 Dec 2012. URL
  10.  Genç, et al. (2019). Investigation of The Endometrial Thickness and Estrogen Level in Athletes and Sedentary. Clinical and Experimental Obstetrics & Gynecology. 46(1), pp. 123-126. URL.
Share:

 

One Response

  1. Heni purwanti berkata:

    Cara penyembuhan azospermia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Reservasi