Saat promil, kadar hormon seperti estrogen dan progesteron dapat mengalami fluktuasi. Perubahan ini dapat memengaruhi proses ovulasi sehingga haid datang lebih lambat dari biasanya.
Telat haid sering kali menjadi momen yang penuh harap sekaligus cemas bagi Bunda yang sedang menjalani program hamil (promil). Setiap perubahan siklus terasa berarti, apalagi jika sebelumnya haid selalu datang teratur.
Namun, perlu dipahami bahwa telat haid saat promil tidak selalu menandakan kehamilan. Ada banyak faktor yang dapat memengaruhi siklus menstruasi, terutama ketika tubuh sedang beradaptasi.
Yuk, Bunda, pahami penyebabnya agar tidak salah menafsirkan sinyal dari tubuh.
Siklus menstruasi normal berkisar antara 21–35 hari. Haid dapat dikatakan terlambat apabila:
Sudah lebih dari 35 hari sejak hari pertama haid terakhir, atau
Bunda biasanya sangat teratur, tetapi haid terlambat lebih dari 3–5 hari
Perbedaan 1–2 hari masih tergolong wajar dan tidak perlu dikhawatirkan.
Penyebab Telat Haid Pada Bunda
1. Perubahan Hormon selama Promil
Saat promil, tubuh mengalami penyesuaian hormon, terutama hormon estrogen dan progesteron. Fluktuasi hormon ini dapat memengaruhi proses ovulasi sehingga haid datang lebih lambat. Hal ini sering terjadi pada Bunda yang:
Sedang dalam fase adaptasi tubuh untuk persiapan kehamilan
2. Stres dan Tekanan Emosional
Tanpa disadari, promil dapat menimbulkan tekanan mental. Harapan untuk segera hamil, rasa takut gagal, atau membandingkan diri dengan orang lain dapat memicu stres.
Stres berlebih dapat mengganggu hormon di otak yang mengatur siklus haid dan ovulasi, sehingga haid bisa terlambat atau bahkan tidak datang.
Kenaikan atau penurunan berat badan secara drastis dapat memengaruhi keseimbangan hormon reproduksi.
Berat badan yang terlalu rendah dapat menghambat ovulasi.
Berat badan berlebih juga berisiko menyebabkan siklus haid tidak teratur.
Menjaga berat badan ideal sangat penting untuk keberhasilan promil.
4. Pola Makan dan Asupan Nutrisi
Kekurangan nutrisi seperti asam folat, zat besi, dan vitamin B dapat memengaruhi kerja hormon. Saat promil, perubahan pola makan yang mendadak juga bisa membuat tubuh membutuhkan waktu adaptasi, sehingga haid menjadi terlambat.
Pastikan Bunda mengonsumsi makanan bergizi seimbang untuk mendukung kesehatan reproduksi.
5. Aktivitas Fisik Berlebihan
Olahraga memang dianjurkan, tetapi olahraga terlalu berat atau intens dapat menurunkan kadar hormon estrogen dan mengganggu ovulasi.
Untuk Bunda yang sedang promil, sebaiknya pilih olahraga ringan seperti:
Jalan kaki
Yoga
Peregangan ringan
6. Kondisi Medis Tertentu
Beberapa kondisi kesehatan yang sering menyebabkan telat haid, antara lain:
Jika telat haid terjadi berulang atau disertai gejala lain seperti jerawat berlebih, pertumbuhan rambut tidak normal, atau haid sangat tidak teratur, sebaiknya segera konsultasi ke dokter.
Telat Haid sebagai Tanda Awal Kehamilan
Tentu saja, telat haid juga bisa menjadi salah satu tanda awal kehamilan, terutama jika disertai gejala seperti:
Mudah lelah
Payudara terasa nyeri atau sensitif
Mual ringan
Perubahan mood
Untuk memastikan, Bunda dapat melakukan tes kehamilan atau pemeriksaan ke dokter.
Bunda sedang promil dan ingin memastikan kondisi kesehatan reproduksi
Bunda, telat haid saat program hamil adalah hal yang cukup sering terjadi dan tidak selalu menjadi tanda masalah serius. Tubuh membutuhkan waktu untuk beradaptasi, terutama saat sedang dipersiapkan untuk kehadiran buah hati.
Jika Bunda sedang menantikan kehamilan, jangan ragu untuk memeriksakan diri ke dokter agar mendapatkan penanganan dan pendampingan promil yang tepat. Dengan pemantauan medis, promil bisa dijalani dengan lebih tenang dan penuh harapan. Baca artikel lainnya seputar promil di website Bocah Indonesia.
FAQ Seputar Telat Haid Saat Program Hamil
1. Apakah telat haid saat promil pasti menandakan kehamilan?
Tidak selalu. Telat haid saat program hamil bisa disebabkan oleh banyak faktor, seperti perubahan hormon, stres, pola makan, atau aktivitas fisik. Kehamilan adalah salah satu kemungkinan, tetapi perlu dikonfirmasi dengan tes kehamilan atau pemeriksaan dokter.
2. Berapa lama telat haid yang masih tergolong normal?
Siklus menstruasi normal berkisar antara 21–35 hari. Perbedaan 1–2 hari masih tergolong wajar. Namun, jika haid terlambat lebih dari 3–5 hari pada siklus yang biasanya teratur, kondisi ini sudah bisa disebut telat haid.
3. Apakah stres bisa menyebabkan telat haid saat promil?
Ya. Stres emosional dapat memengaruhi hormon di otak yang mengatur ovulasi dan siklus haid. Stres berlebih selama promil dapat menyebabkan haid terlambat, tidak teratur, atau bahkan tidak datang sama sekali.
4. Kapan sebaiknya Bunda melakukan tes kehamilan?
Tes kehamilan sebaiknya dilakukan setelah haid terlambat minimal 5–7 hari untuk mendapatkan hasil yang lebih akurat. Jika hasilnya masih negatif tetapi haid belum juga datang, tes dapat diulang beberapa hari kemudian atau konsultasi ke dokter.
5. Kapan telat haid perlu diperiksakan ke dokter?
Bunda disarankan ke dokter jika haid terlambat lebih dari 1–2 minggu, terjadi berulang setiap bulan, atau disertai gejala lain seperti nyeri hebat, perdarahan tidak normal, atau tanda gangguan hormon.
Jadwalkan Konsultasi
Jika Anda belum hamil setelah satu tahun usia pernikahan, kami menyarankan Anda untuk melakukan pemeriksaan kesuburan dengan spesialis fertilitas kami.
Buat janji konsultasi dengan menghubungi kami di Whatsapp melalui tombol di bawah.
Bocah Indonesia adalah klinik kesuburan yang melayani konsultasi hingga tindakan operatif. Bocah Indonesia berada di bawah naungan PT Ibu Daya Lestari. Berada di Lantai 7 Rumah Sakit Primaya, Jl. MH Thamrin No.3, Cikokol, Tangerang, Banten, Indonesia.
Latest posts by Team Content Medis Bocah Indonesia (see all)