7 Tanda Ovulasi Berhasil Dibuahi, Bisa Jadi Gejala Awal Kehamilan!

tanda ovulasi berhasil dibuahi

Jika ovulasi berhasil dibuahi itu berarti sebuah tanda Anda mengalami kehamilan. Ovulasi umumnya terjadi sekitar dua minggu sebelum hari pertama menstruasi berikutnya. Tidak jarang, banyak yang menganggap tanda ovulasi berhasil sama dengan menstruasi.

Tanda ovulasi berhasil dibuahi

Tanda ovulasi yang berhasil dibuahi beragam. Hal ini harus diketahui untuk mendeteksi awal kehamilan dan dapat diperiksa sejak dini. Gejala dari ovulasi yang berhasil dibuahi mirip dengan menstruasi. Bagi yang tidak menyadari menggap gejala-gejala tersebut awal dari menstruasi.

1. Pendarahan implantasi

Salah satu tanda ovulasi berhasil dibuahi adalah terjadinya pendarahan. Berbeda dengan pendarahan pada saat menstruasi, ovulasi yang berhasil dibuahi akan mengalami pendarahan implantasi. Pendarahan implantasi merupakan pendarahan ringan berupa flek berwarna kecoklatan.

Gejala ini mirip dengan tanda-tanda awal menstruasi. Biasanya pendarahan implantasi terjadi pada saat sel telur yang dibuahi pada hari ke-6 hingga 12 setelah pembuahan.

2. Perubahan suasana hati/mood swing

Perubahan suasana hati bisa menjadi salah satu tanda-tanda ovulasi yang berhasil dibuahi. Ovulasi yang berhasil dibuahi tentu menjadi awal kehamilan untuk Anda. Perubahan suasana hati ini disebabkan oleh perubahan hormon pada awal kehamilan.

3. Payudara bengkak dan terasa nyeri

Jika ovulasi berhasil dibuahi dapat ditandai dengan payudara yang membengkak dan terasa nyeri dari biasanya. Bagi beberapa wanita, gejala ini akan dirasakan pada minggu pertama hingga kedua setelah pembuahan.

Perubahan hormon pada saat awal kehamilan juga menyebabkan payudara terasa lebih perih dan terasa lebih penuh.

4. Mudah Lelah

Salah satu tanda ovulasi berhasil dibuahi adalah mudah lelah. Meski terkadang gejala ini sering dilewatkan para wanita yang tengah ovulasi. Mudah kelelahan ini menandakan awal kehamilan yang disebabkan tubuh memproduksi hormon progesterone. Hormon ini yang juga membantu menjaga kehamilan dan meningkatkan pertumbuhan kelenjar untuk memproduksi asi.

Selain itu, mudah lelah pada awal kehamilan juga disebabkan karena tubuh memompa lebih banyak darah untuk membawa nutrisi ke janin. Biasanya, wanita mengalami kelelahan pada minggu pertama setelah pembuahan.

5. Mulai merasakan mual

Gejala lain yang menandakan ovulasi berhasil dibuahi adalah mulai merasakan mual. Gejala ini biasanya dimulai pada minggu kedua hingga minggu kedelapan setelah pembuahan dan dapat berlanjut saat kehamilan.

6. Sakit kepala

Jika Anda merasakan sakit kepala pada masa ovulasi yang telah berakhir, bisa jadi ini salah satu tanda ovulasi berhasil dibuahi dan menandakan terjadinya awal kehamilan. Hal ini disebabkan terjadinya peningkatan hormon yang tiba-tiba memicu sakit kepala pada saat awal kehamilan.

7. Sering buang air kecil

Salah satu tanda ovulasi berhasil dibuahi adalah frekuensi buang air kecil semakin sering. Pada awal kehamilan, tubuh akan memproduksi hormon yang disebut human chorionic gonadotropin, hormon untuk meningkatkan aliran darah ke daerah panggul yang dapat menyebabkan wanita hamil menjadi lebih sering untuk buang air kecil.

Tanda ovulasi gagal Terjadi

Selain ovulasi yang berhasil dibuahi, proses ovulasi yang gagal juga memiliki tanda-tanda yang bisa diketahui. Berikut tanda-tanda ovulasi yang gagal dibuahi.

Siklus menstruasi tidak teratur

Jika Anda mengalami siklus menstruasi tidak teratur, bisa jadi ini salah satu tanda ovulasi gagal dibuahi. Hal ini ditandai dengan siklus menstruasi yang terjadi dua kali dalam sebulan.  Normalnya, siklus menstruasi adalah 28 hari hari dengan masa haid selama 7 – 8 hari. Gejala ini sering terlewatkan sepele karena siklus menstruasi yang tidak teratur dianggap normal terjadi pada wanita.

Jika siklus Anda lebih pendek dari 21 hari, atau lebih lama dari 36 hari, Anda mungkin mengalami disfungsi ovulasi.

Volume darah berlebihan pada saat menstruasi

Pada saat menstruasi, volume darah berlebihan memang umum terjadi. Namun, hal ini bisa saja menandakan bahwa ovulasi Anda gagal dibuahi. Jika Anda mengalami masa menstruasi lebih dari 7 hari dengan pendarahan yang tidak bisa dihentikan, segera periksakan diri Anda ke dokter.

Suhu basal tubuh tidak teratur

Suhu basal tubuh merupakan suhu normal tubuh pada saat istirahat/tidur. Normalnya, suhu basal tubuh 35,5 – 36,5 derajat celcius. Pada saat proses ovulasi, suhu basal akan mengalami peningkatan. Sedangkan ketika proses ovulasi gagal maka suhu basal tubuh menjadi tidak teratur.

Tidak mengalami Pre Menstrual Syndrom (PMS)

Gejala pra menstruasi sindrom (PMS) biasanya terjadi saat menjelang masa menstruasi. PMS merupakan gejala fisik dan perilaku yang terjadi selama fase luteal akhir dari menstruasi. Bagi wanita yang sudah menikah harus memahami perbedaan gejala menstruasi dan PMS. Jika Anda tidak mengalami PMS dan diikuti dengan siklus menstruasi yang tidak teratur, bisa jadi hal tersebut merupakan tanda-tanda ovulasi yang gagal dibuahi.

gagal hamil

Penyebab gagal ovulasi

Setelah mengetahui tanda-tanda ovulasi gagal, beberapa hal lain juga bisa menyebabkan gagalnya ovulasi. Beberapa penyebab ovulasi gagal, seperti:

Sindrom ovarium polikistik (PCOS)

Sindrom ovarium polikistik (PCOS) merupakan kondisi kantung kista yang berisi cairan yang terbentuk di ovarium. PCOS bisa menjadi salah satu penyebab gagalnya ovulasi. Wanita yang mengalami PCOS memiliki kadar insulin dan progesterone yang tinggi.

Hal ini diakibatkan oleh ketidakseimbangan hormon sehingga hormone tidak dapat mengatur pelepasan telur yang dapat menyebabkan ovulasi gagal.

Insufisiensi ovarium prematur (POI)

Salah satu yang menyebabkan gagalnya ovulasi gagal dibuahi adalah insufisiensi ovarium prematur (POI). Kondisi ini terjadi ketika indung telur seorang wanita gagal di bawah usia 40 tahun. Beberapa kondisi medis dapat menyebabkan POI namun bagi beberapa wanita tidak ada penyebab yang dapat dijelaskan.

Sekitar 5% hingga 10% wanita dengan POI akan hamil secara alami dan memiliki kehamilan normal.

Berat badan terlalu rendah 

Memiliki berat badan terlalu rendah dapat menyebabkan tubuh berhenti memproduksi hormon estrogen. Hal ini yang dapat menyebabkan siklus menstruasi menjadi tidak teratur akibat ketidakseimbangan hormon.

Obesitas 

Berat badan berlebihan juga bisa menjadi salah satu penyebab gagalnya proses ovulasi. Sama halnya dengan berat badan yang terlalu rendah, obesitas juga bisa menyebabkan hormon tidak seimbang sehingga menghambat produksi hormon estrogen.

Stres berlebihan 

Stres merupakan salah satu penyebab disfungsi reproduksi yang paling umum. Stres bisa menyebabkan keseimbangan hormon sehingga hormone gonadotropin-releasing hormone (GnRH) luteinizing hormone (LH) dan follicle-stimulating hormone (FSH) menjadi terhambat. Dalam hal ini, stres bisa memengaruhi proses terjadinya kehamilan sehingga ciri-ciri ovulasi gagal terjadi.

Mendekati menopause 

Wanita yang mendekati menopause, dalam hal ini wanita yang berusia 40 – 50an, memiliki risiko yang lebih besar dari perubahan hormon. Hal ini pula yang dapat menyebabkan ovulasi gagal dibuahi.

Mengonsumsi obat-obatan tertentu 

Mengonsumsi obat-obatan yang mengandung antipsikotik tertentu dapat mengganggu siklus menstruasi dan dapat memengaruhi ovulasi. Salah satu contohnya pil KB hormonal yang dikonsumsi untuk menghambat atau mencegah ovulasi.

Cacat genetik

Beberapa mutasi gen tunggal dianggap terkait dengan ovulasi yang gagal, terutama pada orang dengan sindrom ovarium polikistik.

dr. Thomas Chayadi, Sp.OG

Tanda ovulasi berhasil dibuahi ya saat waktunya mens terlambat datang haidnya dan saat test pack hasilnya positif
seminar
cheer

Jadwalkan Konsultasi

Kami dengan senang hati akan mendiskusikan opsi finansial yang ada dan membantu menjawab pertanyaan Anda.

Jadwalkan konsultasi dengan menghubungi kami di (021) 50200800 atau dengan mengisi formulir melalui tombol dibawah.

  1. Katie F Foxcroft, Leonie K Callaway, Nuala M Byrne, and Joan Webster. Development and validation of a pregnancy symptoms inventory. BMC Pregnancy Childbirth. 2013; 13: 3. Published online 2013 Jan 16. doi: 10.1186/1471-2393-13-3. URL.
  2. E.W. Harville, A.J. Wilcox, D.D. Baird, C.R. Weinberg. Vaginal bleeding in very early pregnancy. Human Reproduction, Volume 18, Issue 9, September 2003, Pages 1944–1947, Published: 01 September 2003. URL.
  3. Early Signs of Pregnancy. URL.
  4. Christopher R. McCartney, M.D., and John C. Marshall, M.B., Ch.B., M.D. The New England Journal of Medicine. Polycystic Ovary Syndrome. N Engl J Med 2016; 375:54-64. DOI: 10.1056/NEJMcp1514916. URL.
  5. Christiane R Giviziez, Eliane G M Sanchez, Mário S Approbato, Monica C S Maia, Eliamar Aparecida B Fleury, and Reinaldo S A Sasaki. Obesity and anovulatory infertility: A review. JBRA Assist Reprod. 2016 Oct-Dec; 20(4): 240–245. doi: 10.5935/1518-0557.20160046. URL.
  6. Kristin L. Rooney, BA and Alice D. Domar, PhD. The relationship between stress and infertility. Dialogues Clin Neurosci. 2018 Mar; 20(1): 41–47. doi: 10.31887/DCNS.2018.20.1/klrooney. URL.
  7. S L Berga and T L Loucks. Stress Induced Anovulation. P. 169. URL.
  8. V. Seeman. Acta Psychiatrica Scandinavica. Menstrual exacerbation of schizophrenia symptoms. Volume125, Issue5. May 2012. Pages 363-371 URL.
  9. Muhammad Jaseem Khan, Anwar Ullah, and Sulman Basit. Genetic Basis of Polycystic Ovary Syndrome (PCOS): Current Perspectives. Appl Clin Genet. 2019; 12: 249–260. Published online 2019 Dec 24. doi: 10.2147/TACG.S200341. URL
  10. Jacqueline A. Boyle and Helena J. Teede. Irregular menstrual cycles in a young woman. CMAJ August 05, 2014 186 (11) 850-852; DOI:URL
  11. Siladitya Bhattacharya, Neil Johnson, Hammed Akanji Tijani, Roger Hart, Shilpi Pandey, Ahmed Fathy Gibreel. Female infertility. MJ Clin Evid. 2010 Nov 11;2010:0819. URL.
Share:

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Reservasi