4 Cara Mencegah Dehidrasi untuk Mendukung Kesuburan

4 Cara Menghindari Dehidrasi untuk Kesuburan

Dehidrasi atau kekurangan cairan dalam tubuh dapat mengganggu fungsi tubuh secara optimal. Oleh sebab itu, penting bagi Ayah dan Bunda untuk menjaga keseimbangan cairan, terutama saat menjalani program hamil (promil).

Meskipun belum ada penelitian yang secara langsung mengaitkan dehidrasi dengan kesuburan, kondisi ini dapat memengaruhi keseimbangan hormon estrogen dan progesteron yang berperan dalam siklus menstruasi. Penelitian dalam jurnal Frontiers in Physiology menyebutkan bahwa kadar progesteron dan estrogen lebih rendah pada fase folikular (hari pertama menstruasi hingga ovulasi).

Pada fase tersebut, kadar Arginine Vasopressin (AVP), hormon yang berfungsi membantu tubuh menyimpan air, juga dapat menurun. Jika kadar hormon-hormon ini rendah, rasa haus bisa berkurang sehingga berisiko menyebabkan dehidrasi.

Agar tubuh tetap optimal dalam mendukung kesuburan, berikut beberapa cara mencegah dehidrasi yang bisa dilakukan:

Cara Mencegah Dehidrasi

Dehidrasi bisa terjadi ketika tubuh kehilangan banyak cairan dibandingkan dengan cairan yang harus diterima. Kondisi tersebut membuat tubuh kesulitan dalam menjalankan fungsinya secara normal. Oleh sebab itu, penting menjaga cairan yang cukup setiap harinya agar tubuh dapat berfungsi dengan baik.


Tanya Mincah tentang Promil?

New CTA WA

Berikut beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengatasi dehidrasi, seperti:

1. Minum Air Putih yang Cukup

Cara paling sederhana dan efektif untuk mencegah dehidrasi adalah dengan mencukupi kebutuhan air putih setiap hari. Saat tubuh kekurangan cairan, fungsi organ dapat terganggu dan tubuh terasa lemas.

Kementerian Kesehatan RI menganjurkan konsumsi air putih sekitar 2 liter atau kurang lebih 8 gelas per hari untuk membantu menjaga hidrasi tubuh.

2. Konsumsi Buah dan Sayur yang Kaya Air

Selain air putih, sekitar 20 persen asupan cairan harian dapat berasal dari makanan. Buah dan sayur dengan kandungan air tinggi (hingga 90 persen atau lebih) sangat membantu menjaga hidrasi tubuh.

Beberapa pilihan yang baik antara lain:

  • Melon

  • Stroberi

  • Semangka

  • Selada

  • Timun

  • Kembang kol

Selain membantu memenuhi cairan, buah dan sayur juga memberikan tambahan vitamin, mineral, serta energi yang dapat mengurangi kelelahan akibat dehidrasi.

Baca Juga : 4 Tips Aman Puasa Saat Hamil yang Mudah Dicoba

3. Kurangi Asupan Kafein

Kafein bersifat diuretik, yaitu dapat merangsang peningkatan frekuensi buang air kecil. Kondisi ini menyebabkan tubuh kehilangan lebih banyak cairan dan natrium melalui urine.

Jika dikonsumsi berlebihan, kafein dapat memperparah dehidrasi. Oleh karena itu, sebaiknya batasi konsumsi kopi, teh berkafein, dan minuman energi, terutama saat sedang menjalani promil.

Baca juga : 5 Cara Mengurangi Kafein untuk Kesuburan

4. Penuhi Kebutuhan Elektrolit

Saat tubuh mengalami dehidrasi, kadar elektrolit seperti natrium, kalium, kalsium, magnesium, dan fosfat juga dapat menurun.

Penelitian dalam jurnal Current Gastroenterology Reports menyebutkan bahwa larutan rehidrasi oral (oralit) dapat membantu penyerapan natrium dan glukosa di usus halus sehingga mempercepat pemulihan cairan tubuh.

Mengonsumsi minuman elektrolit saat tubuh banyak kehilangan cairan (misalnya karena diare atau aktivitas berat) dapat membantu menjaga keseimbangan cairan tubuh.

Tanda Tubuh Terhidrasi dengan Baik

Salah satu cara sederhana untuk mengecek status hidrasi adalah dengan memperhatikan warna urine:

  • Kuning muda atau bening → Tubuh terhidrasi dengan baik

  • Kuning tua → Tanda awal dehidrasi, perlu menambah asupan cairan

Menjaga tubuh tetap terhidrasi merupakan langkah sederhana tetapi penting dalam mendukung kesehatan secara keseluruhan, termasuk saat merencanakan kehamilan.

Jika Ayah dan Bunda sedang menjalani promil, pastikan kebutuhan cairan tercukupi setiap hari dan konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan saran yang sesuai dengan kondisi kesehatan masing-masing.

FAQ: Cara Mencegah Dehidrasi untuk Mendukung Kesuburan

1. Berapa banyak air yang perlu diminum untuk mencegah dehidrasi?

Umumnya orang dewasa dianjurkan minum sekitar 2 liter atau kurang lebih 8 gelas air per hari. Namun, kebutuhan cairan bisa berbeda tergantung aktivitas, berat badan, dan kondisi cuaca. Saat cuaca panas atau banyak berkeringat, kebutuhan cairan bisa meningkat.

Belum ada penelitian yang secara langsung menyebutkan dehidrasi menyebabkan gangguan kesuburan. Namun, kekurangan cairan dapat memengaruhi keseimbangan hormon seperti estrogen dan progesteron yang berperan dalam siklus menstruasi, sehingga hidrasi tetap penting saat menjalani promil.

Selain mencukupi air putih, cara mencegah dehidrasi lainnya adalah:

  • Mengonsumsi buah dan sayur tinggi kandungan air

  • Mengurangi minuman berkafein

  • Memenuhi kebutuhan elektrolit saat tubuh kehilangan banyak cairan

Salah satu cara paling mudah adalah melihat warna urine. Jika berwarna kuning muda atau bening, tubuh terhidrasi dengan baik. Jika kuning tua atau pekat, itu bisa menjadi tanda awal dehidrasi dan perlu menambah asupan cairan.

Kafein memiliki efek diuretik ringan yang dapat meningkatkan frekuensi buang air kecil. Jika dikonsumsi berlebihan dan tidak diimbangi dengan asupan air yang cukup, hal ini dapat meningkatkan risiko dehidrasi.

cheer

Jadwalkan Konsultasi

Jika Anda belum hamil setelah satu tahun usia pernikahan, kami menyarankan Anda untuk melakukan pemeriksaan kesuburan dengan spesialis fertilitas kami.

Buat janji konsultasi dengan menghubungi kami di Whatsapp melalui tombol di bawah.

Referensi
Team Content Medis Bocah Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

doctors
Buat Janji