Tes Kesuburan untuk Rencanakan Program Hamil Sebelum Menikah

program hamil sebelum menikah

Banyak persiapan yang dilakukan bagi pasangan sejoli yang ingin melaksanakan pernikahan. Mulai dari persiapan gedung, gaun pernikahan, hingga catering. Namun, ada satu hal yang tidak kalah penting, yakni melakukan tes kesuburan untuk program hamil sebelum menikah. Lantas, apa saja pemeriksaan yang harus dilakukan?

Program Hamil Sebelum Menikah

Menyiapkan rencana pernikahan tentu bukan hal yang mudah. Banyak hal yang harus dipersiapkan calon kedua mempelai, mulai dari finansial, kesehatan, hingga mental. Namun, banyak yang tidak menyadari bahwa pemeriksaan organ reproduksi juga menjadi hal yang penting bagi pasangan calon pengantin.

Perencanaan program hamil sebelum menikah memang bagus, terlebih bagi pasangan yang mendambakan ingin segera mendapatkan keturunan pasca menikah. Meski begitu, demi tercapainya program hamil yang direncanakan harus memastikan kondisi masing-masing pasangan dalam keadaan optimal. Sayangnya, banyak yang tidak menyadari hal tersebut dan justru melewatkannya.

Salah satu persiapan pernikahan yang tidak kalah penting adalah pemeriksaan kesehatan dan kesuburan sebelum menikah. Hal ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kesuburan baik dari sisi pria maupun wanita.

Pemeriksaan kesuburan sebelum menikah merupakan hal yang penting untuk mengetahui kondisi kesuburan sedini mungkin. Pasalnya, jika tingkat kesuburan rendah maka akan memengaruhi peluang kehamilan pasangan.

Kapan Prosedur Tes Kesuburan Dilakukan?

Prosedur ini dilakukan bagi pasangan yang sudah merencanakan pernikahan. Meski banyak yang tidak menyadari hal tersebut, nyatanya pemeriksaan kesuburan menjadi salah satu hal yang penting. Hal ini untuk mengetahui kondisi kesuburan masing-masing pasangan demi impian memiliki momongan di masa mendatang.

Selain itu, mengetahui kondisi kesuburan sedini mungkin juga penting dilakukan agar mendapatkan penanganan yang tepat.

Apa Saja Pemeriksaan Kesuburan yang Dilakukan?

Perlu diketahui, pemeriksaan kesuburan dilakukan oleh kedua belah pihak, baik pria maupun wanita. Terdapat beberapa rangkaian pemeriksaan yang perlu dilakukan.

Pemeriksaan darah lengkap

Salah satu tes kesehatan yang perlu dilakukan bagi pasangan yang akan menikah adalah pemeriksaan darah. Pemeriksaan darah yang lengkap, di antaranya:

Pemeriksaan hematologi lengkap

Pemeriksaan hematologi adalah pemeriksaan darah yang meliputi sel darah merah, sel darah putih, dan trombosit. Pemeriksaan ini dilakukan untuk mengetahui adanya gangguan kesehatan yang memengaruhi kondisi sel-sel darah.

Tes urine lengkap

Pemeriksaan urine lengkap dilakukan untuk mengetahui adanya gangguan pada tubuh melalui urine. Melalui tes urine, Anda dapat mendeteksi kondisi kesehatan Anda, seperti diabetes, infeksi saluran kemih, hingga penyakit ginjal. Pemeriksaan ini dilakukan oleh kedua pihak calon pengantin.

Golongan darah

Pemeriksaan darah lainnya yang dilakukan adalah tes golongan darah. Tes ini dilakukan untuk mengetahui jenis golongan darah yang dimiliki seseorang. Pemeriksaan ini dilakukan oleh masing-masing pasangan.

Tes glukosa darah puasa

Salah satu pemeriksaan darah lainnya adalah glukosa darah puasa. Tes glukosa darah puasa adalah pemeriksaan yang dilakukan untuk mendeteksi kadar gula darah ketika tubuh tidak memiliki glukosa dari makanan dan minuman.

Pemeriksaan ini dilakukan untuk mengukur kadar gula darah Anda apakah normal atau tinggi. Biasanya, tes ini dilakukan untuk mengetahui risiko penyakit, seperti diabetes tipe 1 dan 2.

Tes VDRL

Pemeriksaan darah lainnya yang harus dijalani calon pasangan pengantin adalah tes venereal disease research laboratory (VDRL). Tes VDRL adalah pemeriksaan yang dilakukan untuk mendeteksi penyebab sifilis. Pemeriksaan ini dilakukan dengan cara mencari adanya antibodi yang merupakan respon tubuh pada zat asing, dalam hal ini penyebab sifilis.

Tes antibodi ini terbagi menjadi dua macam, yakni tes non treponema dan treponema. Tes VDRL merupakan tes non treponema yang mana hasil tesnya harus disertai tes treponema agar hasilnya akurat.

Tes TPHA

Tes treponemal pallidum hemagglutination (TPHA) adalah pemeriksaan darah yang dilakukan untuk mengetahui apakah tubuh menghasilkan antibodi penangkal bakteri penyebab sifilis.

Hal tersebut bertujuan untuk membedakan apakah infeksi pada tubuh merupakan infeksi aktif atau infeksi yang pernah terjadi di masa lalu namun sudah berhasil disembuhkan. Tes TPHA ini termasuk tes treponema yang mana harus diikuti dengan tes non treponema.

Hemoglobin Elektroforesis (Hb Elp)

Pemeriksaan darah hemoglobin elektroforesis (Hb Elp) adalah pemeriksaan untuk mengetahui tipe-tipe hemoglobin dalam darah. Perlu diketahui, hemoglobin adalah protein yang terdapat dalam sel darah merah. 

Tes HBsAg

Tes hepatitis B surface antigen (HBsAg) adalah tes yang dilakukan untuk mendeteksi penyakit hepatitis B. Prosedur tes HBsAg dilakukan dengan pengambilan darah di lengan Anda oleh petugas kesehatan. Pemeriksaan ini penting dilakukan mengingat virus hepatitis B dapat menular melalui hubungan seksual meskipun sedang tidak sakit.

USG abdomen

USG abdomen

Salah satu pemeriksaan yang dilakukan wanita sebelum menikah adalah melakukan USG abdominal atau yang biasa disebut USG abdomen. Pemeriksaan ini dilakukan pada bagian luar perut dengan cara mengoleskan gel ke seluruh area perut. Kemudian dokter akan melakukan pemeriksaan menggunakan stik bernama tranduser yang akan digerakkan di atas perut untuk mengetahui seluruh organ di dalamnya.

Konsultasi obstetri dan ginekologi (ObGyn)

Calon mempelai wanita juga akan melakukan konsultasi dengan dokter spesialis obstetri dan ginekologi (ObGyn). Meski melakukan pemeriksaan dengan dokter spesialis kandungan namun bukan konsultasi ini tidak hanya diperuntukkan bagi yang hamil, pemeriksaan ini juga bisa dilakukan oleh wanita yang belum menikah untuk mengetahui kondisi dan kesehatan sistem reproduksi wanita.

Analisis sperma

Analisis sperma adalah jenis tes kesuburan pria yang dilakukan untuk mengetahui kualitas dan kuantitas sperma. Jenis tes ini juga dilakukan untuk mendeteksi apakah ada gangguan sperma yang menyebabkan sulit punya anak.

Konsultasi andrologi

Calon mempelai pria akan melakukan konsultasi dengan dokter spesialis andrologi. Pemeriksaan ini dilakukan untuk mengetahui kondisi dan kesehatan sistem reproduksi pria.

Persiapan Lain Bagi Pasangan Sebelum Menikah

Selain melakukan sejumlah pemeriksaan untuk mengetahui kondisi kesehatan dan kesuburan, Anda dan calon pasangan harus menjalani pola hidup sehat, seperti:

  • Mengonsumsi makanan bergizi yang mengandung vitamin E, vitamin C, asam folat, kacang-kacangan, sayuran hijau, dan buah buahan.
  • Melakukan olahraga teratur.
  • Mengonsumsi air putih yang cukup.
  • Istirahat yang cukup dan hindari begadang.

Tips Agar Cepat Hamil Pasca Menikah

Bagi pasangan yang ingin segera mendapatkan keturunan di tengah keluarga maka Anda dan pasangan bisa melakukan beberapa tips berikut ini:

  • Melakukan hubungan intim secara rutin.
  • Melakukan hubungan intim pada saat masa subur wanita berlangsung.
  • Pola hidup sehat.
  • Hindari stres.
cheer

Jadwalkan Konsultasi

Kami menyediakan layanan paket pranikah untuk anda yang ingin melakukan tes kesuburan untuk merencanakan program hamil sebelum menikah

Jadwalkan konsultasi dengan menghubungi kami di (021) 50200800 atau dengan mengisi formulir melalui tombol dibawah.

  1. Candotti, Daniel; Laperche, Syria. Hepatitis B Virus Blood Screening: Need for Reappraisal of Blood Safety Measures? Frontiers in Medicine. Front Med (Lausanne). 2018 Feb 21; 5:29.
  2. Nayak, Surajit; Acharjya, Basanti. VDRL test and its interpretation. Indian J Dermatol. 2012 Jan; 57(1):3-8.
  3. Vasan, S. Semen analysis and sperm function tests: How much to test? Indian J Urol. 2011 Jan-Mar; 27(1): 41–48.
  4. Workowski, KA, Bachmann, LH, Chang, PA, et. al. Sexually Transmitted Infections Treatment Guidelines, 2021. MMWR Recomm Rep 2021; 70(No. 4): 1-187. 
  5. Geraldine, M; Justin, V; Sheila, U; Venkatesh, T. Haemoglobin electrophoresis in diagnosing a case of sickle cell anaemia associated with β-thalassemia. Indian J Clin Biochem. 2001 Jul; 16(2): 211–212.
Share:

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Reservasi