Fibroid dan polip merupakan salah satu penyebab gangguan infertilitas yang dialami oleh wanita. Berikut pemeriksaan yang dapat dilakukan untuk mengetahui kondisi tersebut.
Tahukah Bunda, jika gangguan kesuburan bisa disebabkan oleh fibroid dan polip? Fibroid dan polip merupakan dua hal yang berbeda, namun keduanya bisa terjadi pada organ reproduksi. Lantas, seperti apa pemeriksaan serta penanganan fibroid dan polip pada wanita?
Fibroid atau yang disebut mioma uteri adalah tumor jinak yang tumbuh pada organ reproduksi wanita, biasanya di rahim. Meskipun tidak bersifat ganas, fibroid merupakan salah satu gangguan kesehatan pada organ reproduksi wanita.
Fibroid rahim merupakan pertumbuhan sel otot rahim secara abnormal. Jumlah dan ukurannya pun bervariasi. Kondisi ini sering kali tidak menimbulkan gejala yang signifikan sehingga sering tidak disadari wanita.
Sementara itu, polip merupakan jaringan yang tumbuh tidak normal pada lapisan dinding rahim (endometrium). Sama seperti fibroid, polip umumnya bersifat jinak. Namun, pada beberapa kasus, polip bisa berkembang menjadi ganas.
Polip memiliki bentuk bulat maupun lonjong serta ukuran yang bervariasi, mulai dari kecil hingga besar. Benjolan ini memiliki tangkai sehingga terlihat seperti menggantung atau tumbuh melebar pada dinding rahim. Kondisi ini juga merupakan salah satu gangguan pada organ reproduksi yang dialami wanita.
Mengingat fibroid rahim dan polip jarang menimbulkan gejala khusus sehingga kerap tidak diketahui oleh wanita, maka ada beberapa pemeriksaan yang dapat dilakukan. Namun, sebelumnya dokter akan menanyakan sejumlah pertanyaan, seperti gejala yang dialami, riwayat penyakit yang diderita sendiri maupun oleh anggota keluarga, serta riwayat obat yang dikonsumsi.
Dokter juga akan menanyakan hal-hal yang berkaitan dengan menstruasi, seperti siklus, lamanya periode menstruasi, hingga volume perdarahannya. Berikut beberapa pemeriksaan yang dapat dilakukan untuk mendeteksi fibroid dan polip:
1. USG Transvaginal
USG transvaginal merupakan pemeriksaan awal yang dilakukan untuk melihat adanya kelainan di dalam rahim seperti miom dan polip. Pemeriksaan ini dilakukan dengan cara memasukkan probe USG melalui vagina untuk melihat gambaran organ reproduksi dengan memancarkan gelombang suara yang akan muncul menjadi tampilan visual di layar monitor.
Cara deteksi polip dan fibroid juga bisa dilakukan melalui histeroskopi. Tindakan ini dilakukan dengan memasukkan alat yang disebut histeroskop melalui vagina ke dalam rahim.
Pemeriksaan histeroskopi bisa dilakukan untuk mencari miom yang menonjol ke rongga rahim serta mendeteksi adanya polip pada rahim.
Prosedur biopsi akan dilakukan oleh dokter untuk memastikan apakah jaringan yang tumbuh memiliki potensi berkembang menjadi kanker atau tidak. Tindakan ini dilakukan dengan mengambil sampel jaringan dinding rahim.
Nah, itu dia Bunda beberapa pemeriksaan yang dapat dilakukan untuk mendeteksi adanya polip maupun miom pada rahim. Jika Bunda mengalami gejala yang tidak wajar, segera periksakan diri ke dokter. Jangan anggap sepele kondisi ini, periksakan diri untuk mendapatkan penanganan yang tepat.
Jadwalkan Konsultasi
Jika Anda belum hamil setelah satu tahun usia pernikahan, kami menyarankan Anda untuk melakukan pemeriksaan kesuburan dengan spesialis fertilitas kami.
Buat janji konsultasi dengan menghubungi kami di Whatsapp melalui tombol di bawah.
Bocah Indonesia adalah klinik kesuburan yang melayani konsultasi hingga tindakan operatif. Bocah Indonesia berada di bawah naungan PT Ibu Daya Lestari. Berada di Lantai 7 Rumah Sakit Primaya, Jl. MH Thamrin No.3, Cikokol, Tangerang, Banten, Indonesia.
Latest posts by Team Content Medis Bocah Indonesia (see all)