Bagi Ayah Bunda yang sedang menjalani program bayi tabung (IVF), istilah “blastokista” mungkin sering terdengar saat dokter membahas hasil kultur embrio. Tapi sebenarnya, apa itu blastokista, dan kenapa tahap ini begitu penting dalam menentukan keberhasilan program hamil?
Secara singkat, blastokista adalah tahap perkembangan embrio pada hari ke-5 hingga ke-6 setelah pembuahan. Pada tahap inilah embrio sudah memiliki struktur yang lebih kompleks dan dianggap paling siap untuk menempel (implantasi) di dinding rahim. Karena itulah, transfer blastokista menjadi salah satu strategi yang banyak digunakan klinik fertilitas untuk meningkatkan peluang kehamilan.
Di artikel ini, Ayah Bunda akan memahami lebih dalam tentang apa itu blastokista, bagaimana kualitasnya dinilai, hingga seberapa besar perannya terhadap keberhasilan program bayi tabung.
Apa Itu Blastokista?
Blastokista adalah embrio yang telah berkembang hingga hari ke-5 atau ke-6 setelah fertilisasi (pembuahan). Pada usia ini, embrio bukan lagi sekadar kumpulan sel, melainkan sudah membentuk rongga berisi cairan dan dua kelompok sel dengan fungsi yang berbeda.
Mulai Promil Sekarang
Proses pembentukan blastokista bermula dari sebuah sel telur yang dibuahi sperma. Untuk memahami posisinya, ada baiknya Ayah Bunda mengenal tahapan perkembangan embrio secara berurutan.
Usia
Tahap
Ciri Utama
Hari 1
Zigot
Sel telur yang berhasil dibuahi sperma dan mulai membelah
Hari 2–3
Embrio cleavage (belah)
Terdiri dari 2–8 sel (blastomer)
Hari 4
Morula
Kumpulan sekitar 16–32 sel yang mulai memadat
Hari 5–6
Blastokista
Terbentuk rongga berisi cairan (blastosol), massa sel dalam, dan trofoblas
Menariknya, setelah melewati tahap blastokista, embrio akan melanjutkan perkembangannya ke tahap berikutnya yang disebut tahap gastrulasi. Namun untuk topik program bayi tabung, tahap blastokista-lah yang menjadi titik krusial karena di sinilah embrio paling umum ditransfer ke rahim.
Struktur Blastokista: Massa Sel Dalam, Trofoblas, dan Blastosol
Blastokista memiliki tiga komponen utama, yaitu:
· Massa sel dalam (inner cell mass/ICM): kelompok sel yang nantinya akan berkembang menjadi janin.
· Trofoblas (trophectoderm): lapisan sel terluar yang akan membentuk plasenta.
· Blastosol (blastocoel): rongga berisi cairan di dalam blastokista.
Ketiga komponen inilah yang menjadi dasar penilaian kualitas blastokista oleh embriolog sebelum memutuskan embrio mana yang akan ditransfer.
Kenapa Blastokista Penting dalam Program Bayi Tabung?
Seleksi Embrio yang Lebih Akurat
Tidak semua embrio mampu bertahan hingga tahap blastokista. Embrio yang berhasil mencapai hari ke-5 hingga ke-6 umumnya memiliki potensi perkembangan yang lebih baik. Dengan membiarkan embrio tumbuh hingga tahap blastokista, embriolog dapat memilih embrio berkualitas terbaik untuk ditransfer.
Waktu Transfer yang Lebih Selaras dengan Rahim
Pada kehamilan alami, embrio memasuki rahim saat berada di tahap blastokista. Dengan meniru kondisi ini, transfer blastokista dianggap lebih selaras dengan waktu rahim paling siap menerima embrio (jendela implantasi), sehingga peluang implantasi menjadi lebih tinggi.
Mengurangi Risiko Kehamilan Kembar
Karena kualitas blastokista sudah terseleksi dengan baik, biasanya cukup satu blastokista berkualitas baik yang ditransfer. Pendekatan ini membantu menurunkan risiko kehamilan kembar yang kerap dikaitkan dengan transfer lebih dari satu embrio.
Sebagai gambaran, kualitas embrio juga sangat ditentukan oleh kualitas ovum dan sperma Ayah Bunda sebelum menjalani program.
Perbedaan Transfer Embrio Hari 3 dan Transfer Blastokista (Hari 5)
Aspek
Transfer Embrio Hari 3
Transfer Blastokista (Hari 5–6)
Usia embrio
3 hari
5–6 hari
Struktur
6–8 sel (cleavage)
Rongga + massa sel dalam + trofoblas
Dasar seleksi
Kecepatan & pola pembelahan
Perkembangan struktur yang lebih kompleks
Potensi implantasi per embrio
Lebih rendah
Lebih tinggi
Risiko tidak ada embrio untuk ditransfer
Lebih kecil
Lebih besar (pada kasus tertentu)
Pilihan antara transfer hari ke-3 atau blastokista akan disesuaikan dengan jumlah dan kualitas embrio, riwayat program sebelumnya, serta rekomendasi dokter fertilitas.
Bagaimana Kualitas Blastokista Dinilai?
Kualitas blastokista umumnya dinilai menggunakan skala Gardner, yang melihat tiga aspek: tingkat ekspansi, kualitas massa sel dalam, dan kualitas trofoblas.
Huruf pertama (A/B/C): kualitas massa sel dalam. A = sangat baik, C = kurang baik.
Huruf kedua (A/B/C): kualitas trofoblas. A = sangat baik, C = kurang baik.
Contohnya, blastokista dengan grade “4AA” berarti blastokista yang sudah mengembang penuh dengan massa sel dalam dan trofoblas berkualitas sangat baik. Semakin baik grade, semakin besar pula potensi implantasinya.
Tingkat Keberhasilan Transfer Blastokista
Secara umum, transfer blastokista memiliki tingkat implantasi per embrio yang lebih tinggi dibandingkan transfer embrio hari ke-2 atau ke-3. Namun, tingkat keberhasilan setiap pasangan bisa berbeda-beda, tergantung usia Bunda, kualitas embrio, kondisi rahim, dan faktor lainnya.
Untuk melihat data tingkat keberhasilan yang lebih spesifik di Bocah Indonesia, Ayah Bunda bisa mengunjungi halaman tingkat keberhasilan bayi tabung.
Blastokista Beku: Apa Itu Frozen Blastocyst Transfer (FET)?
Blastokista berkualitas baik yang tidak langsung ditransfer dapat dibekukan melalui proses vitrifikasi untuk digunakan pada siklus berikutnya. Prosedur transfer blastokista beku (FET) memiliki tingkat keberhasilan yang kompetitif, sekaligus memberi Ayah Bunda fleksibilitas lebih.
Pembekuan ini memungkinkan Ayah Bunda untuk menunggu kondisi rahim paling optimal, atau menjalani pemeriksaan tes genetik PGT-A terlebih dahulu sebelum transfer. Untuk memahami lebih jauh, Ayah Bunda juga bisa membaca perbedaan embryo freezing (pembekuan embrio) dengan egg freezing.
Siapa yang Cocok Menjalani Transfer Blastokista?
Transfer blastokista umumnya direkomendasikan untuk pasangan yang memiliki beberapa embrio berkualitas baik. Namun, untuk kasus tertentu—misalnya jumlah embrio yang sangat sedikit—dokter mungkin mempertimbangkan transfer di hari ke-3 agar embrio tidak berisiko gagal berkembang di luar rahim.
Oleh karena itu, keputusan kapan dan embrio mana yang akan ditransfer sebaiknya didiskusikan secara langsung bersama dokter fertilitas yang menangani program Ayah Bunda.
FAQ Seputar Blastokista
Apa bedanya blastokista dan embrio?
Blastokista sebenarnya juga embrio—hanya saja berada pada tahap perkembangan yang lebih lanjut, yaitu hari ke-5 hingga ke-6. Istilah “embrio” mencakup semua tahap mulai dari pembuahan, sedangkan blastokista adalah salah satu tahap spesifiknya.
Apakah semua embrio bisa berkembang menjadi blastokista?
Tidak semua. Sebagian embrio berhenti berkembang sebelum mencapai tahap blastokista. Inilah alasan mengapa kultur hingga blastokista sekaligus menjadi proses seleksi alami terhadap embrio dengan potensi terbaik
Berapa tingkat keberhasilan transfer blastokista?
Tingkat keberhasilan bervariasi antar individu dan dipengaruhi banyak faktor seperti usia dan kualitas embrio. Secara umum, potensi implantasi blastokista lebih tinggi dibanding embrio hari ke-3. Data spesifik dapat dilihat pada halaman tingkat keberhasilan bayi tabung Bocah Indonesia.
Apakah blastokista beku sama baiknya dengan blastokista segar?
Ya, dengan teknologi vitrifikasi modern, tingkat kelangsungan hidup dan keberhasilan blastokista beku sangat kompetitif dan bisa setara dengan transfer segar pada banyak kasus.
Referensi
Glujovsky D, Quinteiro Retamar AM, Alvarez Sedo CR, Ciapponi A, Cornelisse S, Blake D. Cleavage-stage versus blastocyst-stage embryo transfer in assisted reproductive technology. Cochrane Database of Systematic Reviews. 2022. doi.org/10.1002/14651858.CD002118.pub6
Alpha Scientists in Reproductive Medicine and ESHRE Special Interest Group of Embryology. The Istanbul consensus workshop on embryo assessment: proceedings of an expert meeting. Human Reproduction. 2011;26(6):1270–1283. doi.org/10.1093/humrep/der037
Zegers-Hochschild F, Adamson GD, Dyer S, et al. The International Glossary on Infertility and Fertility Care, 2017. Fertility and Sterility. 2017;108(3):393–406. doi.org/10.1016/j.fertnstert.2017.06.005
Wong KM, van Wely M, Mol F, Repping S, Mastenbroek S. Fresh versus frozen embryo transfers in assisted reproduction. Cochrane Database of Systematic Reviews. 2017;3(3):CD011184. doi.org/10.1002/14651858.CD011184.pub2
Centers for Disease Control and Prevention (CDC). Assisted Reproductive Technology (ART). cdc.gov/art
Bocah Indonesia adalah klinik kesuburan yang melayani konsultasi hingga tindakan operatif. Bocah Indonesia berada di bawah naungan PT Ibu Daya Lestari. Berada di Lantai 7 Rumah Sakit Primaya, Jl. MH Thamrin No.3, Cikokol, Tangerang, Banten, Indonesia.
Latest posts by Team Content Medis Bocah Indonesia (see all)