Proses Bayi Tabung dan Persiapan Pasangan Sebelum Menjalani Bayi Tabung

proses bayi tabung

Bayi tabung atau in vitro fertilization (IVF) merupakan salah satu pilihan mengatasi masalah kesuburan. Bayi tabung merupakan prosedur menggabungkan sel telur dan sperma yang disatukan pada sebuah wadah yang memiliki media tanam di laboratorium khusus. Proses bayi tabung yang harus dijalani mulai dari pemeriksaan awal hingga transfer embrio dan menunggu hasilnya.

Media tanam ini akan diberi nutrisi membantu pembuahan dan pengembangan embrio. Proses pembuahan akan diobservasi selama 3-5 hari di laboratorium. Setelah itu, embrio akan dipindahkan ke rahim wanita.

Bayi tabung menjadi solusi bagi para pasangan yang ingin memiliki keturunan namun terkendala masalah kesuburan atau infertilitas. Pasangan yang dinyatakan infertilitas adalah yang telah melakukan hubungan intim tanpa alat kontrasepsi teratur selama satu tahun.

Tindakan bayi tabung biasanya disarankan bagi wanita yang memiliki masalah kesuburan atau dengan kondisi medis seperti:

  • Kerusakan atau penyumbatan tuba falopi. Kerusakan atau penyumbatan tuba falopi membuat sel telur sulit untuk dibuahi atau embrio untuk melakukan perjalanan ke rahim.
  • Gangguan ovulasi. Jika ovulasi jarang atau tidak ada, lebih sedikit telur yang tersedia untuk pembuahan.
  • Endometriosis. Endometriosis terjadi ketika jaringan rahim berimplantasi dan tumbuh di luar rahim – sering mempengaruhi fungsi ovarium, rahim dan saluran tuba.
  • Fibroid rahim. Fibroid adalah tumor jinak di dinding rahim dan umum terjadi pada wanita berusia 30-an dan 40-an. Fibroid dapat mengganggu implantasi sel telur yang telah dibuahi.
  • Sterilisasi atau pengangkatan tuba sebelumnya. Jika pernah menjalani ligasi tuba – sejenis sterilisasi di mana saluran tuba dipotong atau diblokir untuk mencegah kehamilan secara permanen – dan ingin hamil, IVF mungkin menjadi alternatif untuk pembalikan ligasi tuba.
  • Gangguan produksi atau fungsi sperma. Konsentrasi sperma di bawah rata-rata, pergerakan sperma yang lemah (mobilitas yang buruk), atau kelainan pada ukuran dan bentuk sperma dapat membuat sperma sulit untuk membuahi sel telur. Jika ditemukan kelainan air mani, pasangan Anda mungkin perlu menemui spesialis untuk menentukan apakah ada masalah yang dapat diperbaiki atau masalah kesehatan yang mendasarinya.
  • Infertilitas yang tidak dapat dijelaskan. Infertilitas yang tidak dapat dijelaskan berarti tidak ada penyebab infertilitas yang ditemukan meskipun evaluasi untuk penyebab umum.
  • Sebuah kelainan genetik.
  • Pelestarian kesuburan untuk kanker atau kondisi kesehatan lainnya. Jika Anda akan memulai pengobatan kanker – seperti radiasi atau kemoterapi – yang dapat membahayakan kesuburan, IVF untuk menjaga kesuburan dapat menjadi pilihan. Wanita dapat memiliki telur yang diambil dari indung telur mereka dan dibekukan dalam keadaan tidak dibuahi untuk digunakan nanti. Sel telur dapat dibuahi dan dibekukan sebagai embrio yang dapat digunakan di masa depan.

Tahapan Proses Bayi Tabung

Menjalani prosedur bayi tabung harus melalui beberapa tahapan, mulai dari stimulasi ovulasi, pengambilan sel telur pasien wanita, pengambilan sel sperma pasien pria, pembuahan sel telur, hingga transfer embrio.

Pemeriksaan

Tahapan awal yang dilakukan pada saat bayi tabung adalah pemeriksaan melalui USG. USG dilakukan pada hari kedua haid untuk menghitung jumlah sel telur yang ada. Pemeriksaan hormonal dimulai setelah pemeriksaan dasar.

Penyuntikan Obat Pembesar Sel Telur

Pada tahapan ini, dokter akan mulai memberikan suntikan pembesar sel telur yang dosisnya disesuaikan dengan kondisi pasien saat menjalani program.

Serial Kontrol

Ketika sel telur berukuran minimal 13mm, obat anti pecah akan disuntikkan. Pemicu akan dilakukan ketika tiga buah sel telur berukuran minimal 17 – 18mm.

Pengambilan Sel Telur

Pengambilan sel telur juga dikenal sebagai aspirasi folikel. Pada tahapan ini, pasien wanita akan menjalani prosedur pembedahan dengan anestesi untuk pengambilan sel telur. Sel telur dipetik Ovum Pick Up – OPU) dilakukan minimal 36 jam setelah trigger dilakukan.

Pembuahan

Bersama embryology, sel telur yang dipetik akan diperiksa dan dipersiapkan untuk pembuahan. Pembuahan data dilakukan secara IVF konvensional atau ICSI.

Perkembangan Embrio

Perkembangan embrio akan dipantau (khususnya pada hari ke-1, 3, dan 5 pasca pembuahan).

Penanaman Embrio

Penanaman embrio dapat dilakukan mulai hari kedua sampai kelima setelah pembelahan. Proses pembekuan embrio akan dilakukan bila penanaman embrio tidak dapat dilakukan.

Menunggu Hasil

Dua minggu setelah penanaman embrio, pasien akan menjalani pemeriksaan darah untuk menilai apakah embrio berhasil menempel di rahim atau tidak.

ivfPersiapan Sebelum Menjalani Proses Bayi Tabung

Sebelum menjalani prosedur bayi tabung, pasien akan melakukan beberapa persiapan. Hal ini dilakukan untuk menyiapkan kondisi tubuh jelang kehamilan. Mulai dari mengonsumsi makanan sehat, olahraga teratur, mengonsumsi vitamin prenatal, mengurangi konsumsi kafein, hingga berhenti mengonsumsi alkohol dan rokok.

Konsumsi Makanan Sehat

Mengonsumsi makanan sehat menjadi salah satu persiapan sebelum melakukan prosedur bayi tabung. Selain dapat memberikan nutrisi untuk tubuh, mengonsumsi makanan sehat juga mempengaruhi kesehatan sperma pada pria yang akan menjalani proses ivf.

Salah seorang ahli endokrinologi reproduksi, dr. Aimee Eyvazzadeh, merekomendasikan diet gaya Mediterania. Penelitian menunjukkan bahwa diet Mediterania dapat meningkatkan tingkat keberhasilan IVF di rentang usia di bawah 35 tahun.

Baca Juga: Diet Mediterania, Pola Makan Sehat untuk Promil Bayi Tabung 

Olahraga Teratur

Sebelum melakukan prosedur bayi tabung, kondisi tubuh harus sehat dan bugar. Oleh sebab itu, olahraga secara teratur dapat dilakukan sebelum menjalani proses bayi tabung. American Heart Association, sebuah organisasi di Amerika Serikat yang melakukan penelitian mengenai medis kardiovaskuler, menganjurkan untuk melakukan olahraga minimal 30 menit per hari dengan frekuensi waktu 5 hari per minggu.

Olahraga teratur juga dapat meningkatkan detak jantung, menurunkan tekanan darah, mengurangi diabetes, hingga meningkatkan peluang sukses untuk proses  ivf.

Mengurangi Konsumsi Kafein

Penelitian menunjukkan kelebihan kafein dapat menurunkan peluang untuk hamil melalui proses bayi tabung sebanyak 50 persen. Studi merekomendasikan untuk mengonsumsi kafein kurang dari tiga cangkir per hari.

Mengonsumsi Vitamin Prenatal

Sebelum menjalani prosedur bayi tabung, mengonsumsi vitamin prenatal selama 30 hari sebelumnya untuk meningkatkan asam folat. Vitamin prenatal juga penting untuk melindungi janin terhadap cacat lahir otak dan tulang belakang. Bagi pasien pria, vitamin prenatal dapat membantu meningkatkan kualitas sperma.

Berhenti Mengonsumsi Alkohol dan Merokok

Mengonsumsi alkohol dan rokok dapat mengganggu kesuburan. Alkohol dan rokok juga dapat menurunkan kualitas sperma pria sehingga hal ini akan berdampak bagi hasil proses ivf mendatang.

Menghindari Stres Berlebihan

Selain beberapa persiapan di atas, stres berlebihan harus dihindari sebelum menjalani proses bayi tabung. Tidak hanya mempengaruhi kondisi kesehatan, stres dapat mengganggu kesuburan dan keberhasilan proses bayi tabung.

Persiapan Sebelum Prosedur OPU

  • Injeksi HCG (Ovidrel / Superfact) secara IM/SC 2-3 jari di bawah pusar
  • Puasa makan dan minum sampai selesai tindakan
  • Prosedur Ovum Pick Up dilaksanakan
  • Bunda perlu mencukur rambut kemaluan dan sekitar sampai bersih.
  • Bunda tidak diperbolehkan menggunakan make up, parfum, gigi palsu, perhiasan, nail polish, dan lensa kontak.
  • Bunda disarankan buang air kecil 10 menit sebelum tindakan.
  • Pengambilan sperma Ayah dapat dilakukan 1-2 jam setelah OPU atau mendapat konfirmasi dari perawat.

Mempersiapkan Biaya untuk Proses Bayi Tabung

Merencanakan prosedur bayi tabung tentu harus mempersiapkan biaya untuk segala perawatan dan pengobatan yang akan dilakukan. Biasanya biaya tabung di luar dengan biaya obat-obatan dan vitamin yang diperlukan untuk pasien wanita. Sehingga menyiapkan biaya bayi tabung juga perlu dilakukan.

Baca Juga: Manfaat Akupuntur Bagi Kesehatan dan Kesuburan

Tingkat Keberhasilan Bayi Tabung

Meski memiliki kesempatan berhasil yang cukup baik, ada beberapa faktor yang dapat menyebabkan program Bayi Tabung gagal, yaitu:

  • Respons tubuh Bunda tidak sejalan dengan pengobatan selama program
  • Usia sel telur bergantung pada usia ibu dan menjadi faktor kualitas dan kuantitas
  • Kualitas embrio kurang baik
  • Kelainan kromosom pada embrio
  • Gaya hidup merokok, minum minuman keras, dan berat badan berlebih
  • Disfungsi implantasi atau gagalnya penempelan embrio pada rahim

43% Pasangan berusia di bawah 35 tahun bisa berhasil menjalani program bayi tabung. Namun seiring pertambahan usia, maka tingkat keberhasilan bayi tabung juga menurun.

  • Pasangan berusia 35 – 37 tahun, tingkat keberhasilan menurun menjadi 36%.
  • Pasangan berusia 38 – 40 tahun, tingkat keberhasilan menurun menjadi 27%.
  • Pasangan berusia di atas 40 tahun, tingkat keberhasilan menurun menjadi 18%.
cheer

Jadwalkan Konsultasi

Kami dengan senang hati akan mendiskusikan opsi finansial yang ada dan membantu menjawab pertanyaan Anda.

Jadwalkan konsultasi dengan menghubungi kami di (021) 50200800 atau dengan mengisi formulir melalui tombol dibawah.

  1. 9 THINGS YOU NEED TO DO BEFORE STARTING IVF. LAIVF Clinic – 08.13.2020 | Fertility Diet, In Vitro Fertilization, IVF General Information, IVF Self Care Tips. URL: Source
  2. Bener A, et al. (2014). Is high prevalence of vitamin D deficiency evidence for autism disorder? In a highly endogamous population. URL:Source
  3. Dimitrios Karayiannis, Meropi D Kontogianni, Christina Mendorou, Minas Mastrominas, Nikos Yiannakouris. Adherence to the Mediterranean diet and IVF success rate among non-obese women attempting fertility. Human Reproduction, Volume 33, Issue 3, March 2018, Pages 494–502. URL: Source
  4. Rossi, Brooke V. MD; Berry, Katharine F. MA; Hornstein, Mark D. MD; Cramer, Daniel W. MD, ScD; Ehrlich, Shelley MD, MPH; Missmer, Stacey A. ScD. Effect of Alcohol Consumption on In Vitro Fertilization. January 2011 – Volume 117 – Issue 1 – p 136-142. URL: Source
  5. Dimitrios Karayiannis, Meropi D. Kontogianni, Christina Mendorou, Lygeri Douka, Minas Mastrominas, Nikos Yiannakouris. Association between adherence to the Mediterranean diet and semen quality parameters in male partners of couples attempting fertility. Human Reproduction, Volume 32, Issue 1, 1 January 2017, Pages 215–222. URL: Source
  6. Fertility problems: assessment and treatment. Clinical guideline [CG156]Published: 20 February 2013 Last updated: 06 September 2017. URL:Source
  7. Preparing for IVF. CCRM FERTILITY. Source
  8. Healthline: The 30-Day Guide to IVF Success: Diet, Chemicals, Sex, and More. URL: Source
Share:
  • 176
    Shares

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

doctors
Reservasi