Pertumbuhan Embrio Dalam Program Bayi Tabung

Pertumbuhan Embrio Dalam Program Bayi Tabung

In-vitro fertilization (IVF) alias program bayi tabung merupakan salah satu cara paling efektif untuk meningkatkan peluang Ayah dan Bunda dalam memiliki anak. 

Berdasarkan Cleveland Clinic, diperkirakan lebih dari 8 juta anak dilahirkan lewat program bayi tabung sejak tahun 1978.

Program bayi tabung sendiri memiliki beberapa tahapan prosedur. Salah satunya adalah pemantauan pertumbuhan embrio yang berperan krusial terhadap keberhasilan program bayi tabung.

Proses ini bisa mengurangi kualitas embrio. Karena itu, peluang keberhasilan dan kegagalannya sama-sama besar.

Beruntungnya, seiring dengan perkembangan teknologi, tingkat keberhasilan program bayi tabung meningkat karena adanya pemantauan pertumbuhan embrio lewat time-lapse embryo monitoring, apa itu? Simak penjelasan di bawah ini, yuk Ayah-Bunda!

Tanya Ferly tentang Promil?

New CTA WA

Baca Juga: Mengenal Fase Blastula pada Perkembangan Embrio Bunda

Pemantauan Pertumbuhan Embrio

Seperti diketahui, program bayi tabung merupakan kehamilan yang diawali dengan pembuahan sel telur dan sperma di luar tubuh. Prosesnya sangat kompleks dan memakan waktu sekitar 4-6 minggu. 

Program bayi tabung diawali dengan pengambilan sel telur dari ovarium. Kemudian, pembuahan secara manual dilakukan dengan cara menyuntikkan sel sperma secara langsung ke setiap sel telur matang di luar rahim. Sementara itu, sel telur yang belum matang ditempatkan ke dalam wadah berisi sperma dan nutrisi. 

Ketika sudah matang, sel sperma akan membuahi sel telur dalam wadah tersebut. Sekitar 70% sel telur matang akan dibuahi.

Sel telur yang berhasil dibuahi berkembang menjadi embrio. Embrio kemudian ditempatkan ke dalam inkubator. Selanjutnya, pertumbuhan embrio akan dipantau. 

Terdapat dua macam pemantauan pertumbuhan embrio, antara lain:

1. Pemantauan Pertumbuhan Embrio Tradisional

Pemantauan pertumbuhan embrio membutuhkan waktu sekitar 5-6 hari. Perkembangan embrio akan dipantau secara cermat oleh embriolog di laboratorium. Nah, pertumbuhan embrio ini sangat dinamis. Ada banyak perubahan yang terjadi dalam hitungan jam dan hari. 

Dalam proses evaluasi pertumbuhan embrio tradisional, embriolog harus mengeluarkan embrio dari inkubator. Padahal, sel embrio sangat sensitif terhadap perubahan suhu dan pH. 

Saat berada di luar inkubator, kualitas embrio bisa menurun atau bahkan berisiko mengalami kerusakan. Karena itu, pemantauan pertumbuhan embrio tradisional sangat singkat dan dibatasi hanya satu kali dalam sehari. 

Karena proses pemantauannya sangat singkat, embriolog juga berisiko melewatkan ciri-ciri perkembangan embrio yang bisa jadi petunjuk mengenai tanda-tanda kelangsungan hidup embrio. Selain itu, penurunan kualitas embrio bisa mengurangi peluang kehamilan Bunda. 

Baca Juga: Transfer Embrio – Definisi, Prosedur, Waktu dan Risiko

2. Pemantauan Pertumbuhan Embrio Time-Lapse

Pemantauan pertumbuhan embrio lewat teknologi time-lapse embryo monitoring atau  teknologi time-lapse incubator bisa meningkatkan peluang kehamilan. Karena teknologi ini memungkinkan embriolog untuk memilih embrio dengan kualitas terbaik.

Time-lapse incubator adalah inkubator khusus yang dilengkapi dengan kamera internal untuk mengambil gambar perkembangan embrio secara berkala. Kamera ini terhubung dengan sistem mikroskop.

Embriolog lantas memantau secara rinci video time-lapse dari setiap tahap penting pertumbuhan embrio, seperti dinamika proses pembelahan embrio hingga bentuk embrio. Dengan begitu, kelainan perkembangan embrio bisa dideteksi sejak dini.

Teknologi time-lapse embryo monitoring juga memungkinkan pemantauan dilakukan tanpa harus mengeluarkan embrio dari inkubator. Dalam lingkungan inkubasi yang lebih stabil, risiko kerusakan embrio bisa dikurangi. Potensi untuk memperoleh embrio dengan kualitas terbaik pun makin besar.

Meski begitu, pemantauan pertumbuhan embrio lewat time-lapse embryo incubator tidak lantas 100% menjamin keberhasilan program bayi tabung, ya! Sebab ada banyak faktor yang bisa picu kegagalan program bayi tabung, misalnya: ada masalah pada proses transfer embrio, hingga embrio berhenti tumbuh atau tidak dapat ditanamkan.

Setelah Pemantauan Pertumbuhan Embrio

Embrio terbaik kemudian akan melewati fase selanjutnya, yaitu transfer embrio. Sementara, sisa embrio yang belum digunakan bisa dibekukan pada hari kelima atau keenam dan digunakan untuk transfer embrio di masa mendatang. 

Transfer embrio ada dua jenis, yaitu transfer embrio segar dan transfer embrio beku. Transfer embrio segar berarti embrio akan dimasukkan ke dalam rahim Bunda sekitar 5-7 hari setelah pengambilan sel telur. Embrio yang masih segar ini belum dibekukan.

Sementara, embrio beku diambil dari embrio yang dibekukan dari program bayi tabung sebelumnya. Embrio kemudian dicairkan dan dimasukkan ke dalam rahim Bunda. 

Seperti telah disebutkan, transfer embrio beku juga bisa dilakukan bertahun-tahun setelah pembuahan.

Nah, sebelum transfer embrio, Bunda biasanya akan melakukan persiapan dengan mengonsumsi hormon secara oral, suntik, vagina, atau transdermal. Penggunaan hormon bantu mempersiapkan rahim Bunda dalam menerima embrio.

Ketika rahim Bunda dinyatakan siap, selanjutnya Bunda akan menjalani prosedur transfer embrio. Prosedurnya dilakukan dengan menyuntikkan embrio melalui kateter ke dalam rahim. 

Transfer embrio biasanya membutuhkan waktu sekitar 10 menit. Jika tidak ada masalah dalam proses transfer embrio, selanjutnya Bunda tinggal menanti proses kehamilan selama 9-14 hari setelah transfer embrio.

Kehamilan terjadi ketika embrio berhasil menanamkan dirinya ke dalam lapisan dinding rahim Bunda.

Kini Bunda sudah tahu kan pentingnya pemantauan pertumbuhan embrio untuk keberhasilan program bayi tabung? Beberapa klinik IVF di Jakarta udah ada yang menyediakan teknologi time-lapse incubator, lho.

Jika Bunda ingin melakukan program bayi tabung, bisa kunjungi Pusat Fertilitas Bocah Indonesia!

Artikel ini ditinjau secara medis oleh dr. Chitra Fatimah

cheer

Jadwalkan Konsultasi

Jika Anda belum hamil setelah satu tahun usia pernikahan, kami menyarankan Anda untuk melakukan pemeriksaan kesuburan dengan spesialis fertilitas kami.

Buat janji konsultasi dengan menghubungi kami di (021) 50200800 atau chat melalui Whatsapp melalui tombol di bawah.

Referensi
  • Nova IVF Fertility. What is Time-lapse Embryo Monitoring? 2024
  • Cleveland Clinic. IVF (In Vitro Fertilization). 2024
  • Prague Fertility Centre. Time-lapse monitoring. 2024
  • Reproductive Biology and Endocrinology. Embryo selection: the role of time-lapse monitoring. 2024
  • FKMK UGM. Mengulik Lebih Dalam Tentang Program Bayi Tabung. 2022
Avatar photo
Share:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

doctors
[caldera_form id="CF6195e2bd61123"]
Buat Janji