Apakah Itu Bayi Tabung, Tahapan dan Kelebihannya

bayi tabung

Animo masyarakat di Tanah Air untuk menjalani program bayi tabung tampak semakin tinggi. Tren ini tidak terlepas dari perkembangan teknologi reproduksi berbantu yang kian canggih sehingga, pada gilirannya, meningkatkan peluang kehamilan bagi para pasutri yang sebelumnya terkendala untuk punya momongan. Banyak dari Ayah atau Bunda sudah mengenal istilah Bayi Tabung, tapi apakah itu Bayi Tabung? Bagaimana prosesnya? Apa saja keuntungan dari Bayi Tabung?

Apakah Itu Bayi Tabung (IVF)?

Pikiran awam kita ketika mendengar istilah bayi tabung mungkin akan menggambarkan proses kelahiran bayi yang berasal dari dalam tabung. Namun apakah benar itu bayi tabung? Anggapan ini sebenarnya tidak sepenuhnya salah. Karena pada program bayi tabung sperma dan sel telur disatukan di laboratorium pada sebuah tabung (cawan petri) hingga tumbuh menjadi embrio. Embrio itu nantinya akan dipindahkan ke rahim bunda agar dapat berkembang di sana hingga siap dilahirkan. Berbeda dengan kehamilan melalui metode konvensional (hubungan intim antara suami dan istri). Jadi pada dasarnya proses lahirnya buah hati dengan program bayi tabung tidak ada bedanya dengan bayi lainnya yang lahir secara alamiah. Selain itu masih banyak juga mitos ataupun fakta IVF lainnya yang beredar di masyarakat dan jarang dibahas.

Sejarah Bayi Tabung

Sejarah panjang bayi tabung (in vitro fertilization, IVF) di dunia tentu bermula dari penelitian para ilmuan pada pertengahan abad ke-19 yang memastikan bahwa kehamilan berlangsung sebagai akibat pertemuan sperma dan sel telur. Berbagai eksperimen dilakukan untuk menciptakan kehamilan. Sampai kemudian, ringkas cerita, pada tahun 1975 di Inggris Edwards dan Steptoe mengumumkan keberhasilan kehamilan pertama yang dihasilkan melalui program bayi tabung. Namun pencapaian itu berakhir menyedihkan begitu diketahui bahwa sang ibu mengalami kehamilan di luar rahim (ectopic pregnancy). Baru pada tahun 1978, seorang bayi bernama Louise Joy Brown lahir dari sepasang suami istri bernama John Brown dan Lesley Brown.  Louise Joy Brown adalah manusia pertama yang lahir dari program bayi tabung. Pastinya, itu kebahagiaan luar biasa bagi kedua orang tua Louise, sekaligus kegemparan bagi dunia. Hingga kini sudah lebih dari delapan juta bayi tabung yang dilahirkan dalam keadaan sehat. Penyebutan “bayi tabung” sendiri merupakan terjemahan dari “test tube baby”. Test tube baby adalah istilah yang populer sebelum kalangan medis menggunakan istilah in vitro fertilization.

Bayi Tabung di Indonesia

Di Indonesia sendiri, sejarah bayi tabung dimulai pada tahun 1987. Dari program tersebut, lahir bayi tabung pertama di Indonesia, bernama Nugroho Karyanto, pada tahun 1988. Keberhasilan itu menjadi momentum bagi kelahiran bayi-bayi tabung berikutnya di Tanah Air.

Kemajuan Teknologi Bayi Tabung

Seiring dengan kemajuan program IVF, perkembangan-perkembangan medis berikutnya juga menyusul. Kualitas obat-obatan kesuburan kian meningkat. Proses pemetikan sel telur bisa dilakukan baik dengan laparoskopi maupun melalui vagina. Intracytoplasmic sperm injection (ICSI) memungkinkan para pria dengan kadar sperma yang rendah menjadi ayah. Kemampuan klinik kesuburan menumbuhkembangkan embrio lebih lama di dalam laboratorium, sehingga proses transfer embrio juga dapat dilakukan dalam jeda yang lebih panjang. Layanan pembekuan sekaligus bank penyimpanan sperma, sel telur, dan embrio. Proses pembelahan sel dapat dipantau secara 24 jam. Teknik biopsi embrio memungkinkan dokter melakukan pemeriksaan genetika guna memastikan kualitas embrio terbaik yang akan ditanam ke dalam rahim istri. Itulah sejumlah kemajuan dalam dunia kedokteran yang semuanya berpangkal dari teknologi ini.

Tahapan Program Bayi Tabung

Sebelum diputuskan untuk melakukan program bayi tabung, Ayah dan Bunda akan melakukan tahap persiapan. Pada tahap persiapan akan dilakukan beberapa pemeriksaan berturut-turut meliputi anamnesa lengkap (peninjauan kembali data pasien), pemeriksaan ginekologi, USG, pemeriksaan hormonal, analisa sperma, pemeriksaan serologis dan konseling.

Baca Juga: Tahapan Program IVF

Persiapan

USG pada hari ke-2 haid untuk menghitung jumlah sel telur yang ada Pemeriksaan hormonal dimulai setelah pemeriksaan dasar.

Stimulasi Ovulasi

Dokter mulai memberikan suntikan pembesar sel telur yang dosisnya disesuaikan dengan kondisi Bunda saat menjalani program. Lazimnya, setiap wanita menghasilkan hanya satu sel telur per bulannya. Namun, ketika diberikan obat-obatan stimulasi sel telur yang matang bisa lebih dari satu sel telur. Dokter juga dapat meresepkan obat-obatan tertentu sebagai pelengkap pemberian hormon buatan tadi. Obat-obatan itu ditujukan untuk memperkuat proses kematangan sel telur, mencegah ovulasi prematur, dan menebalkan lapisan rahim.

Pengambilan Sel Telur

Ketika sel telur Bunda berukuran minimal 13mm-14mm, obat anti pecah akan disuntikkan. Pemicu akan dilakukan ketika 3 buah sel telur Bunda berukuran minimal 17-18mm. Berikutnya adalah pengambilan oosit. Seluruh follicle akan diambil dengan menggunakan jarum yang terhubung ke alat pengisap. Sel telur dipetik (Ovum Pick UP – OPU) dilakukan minimal 36 jam setelah suntikan trigger diberikan.

folikel

Pengambilan Sel Sperma

Karena sel telur membutuhkan sperma, maka suami juga akan menjalani tahap pengambilan sperma. Caranya, suami dapat melakukan masturbasi. Alternatif lain, pengambilan sperma langsung dari testis dengan menggunakan metode MESA, PESA, TESA dan Micro TESE.

Pembuahan Sel Telur

Bersama embriolog, sel telur yang dipetik akan diperiksa dan dipersiapkan untuk pembuahan sehingga nantinya tumbuh menjadi embrio. Pembuahan dapat dilakukan secara IVF Konvensional atau Intracytoplasmic Sperm Injection (ICSI).

Transfer Embrio Ke Dalam Rahim

Perkembangan embrio akan dipantau (khususnya pada hari ke-1, 3, dan 5 pasca pembuahan). Penanaman Embrio dapat dilakukan mulai hari ke-3 sampai ke-5 setelah pembelahan. Proses pembekuan embrio akan dilakukan bila penanaman embrio tidak dapat dilakukan.

Setelah Transfer

2 minggu setelah Penanaman Embrio, Bunda akan menjalani pemeriksaan darah (kadar hormon kehamilan, b-HCG dan Progesteron) untuk menilai apakah embrio berhasil menempel di rahim atau tidak.

Keuntungan Program Bayi Tabung

Pertanyaan yang sering muncul juga di benak kita adalah alasan kenapa kita harus memilih prosedur bayi tabung. Lantas, apa saja kelebihan program bayi tabung bagi pasutri yang ingin memiliki anak?

Alternatif Terakhir

Terkadang program ini dijadikan sebagai pilihan berikutnya setelah opsi-opsi lain tidak memberikan hasil seperti yang diharapkan. Pada sisi lain, setelah melakukan pemeriksaan cermat terhadap kondisi pasien, tidak tertutup kemungkinan dokter merekomendasikan pasutri untuk langsung menjalani program bayi tabung sebagai opsi pertama. Ketika itu jalan yang ditentukan dokter dan disetujui pasien, program ini akan memudahkan pasutri untuk menabung pada kebutuhan-kebutuhan lainnya menyongsong datangnya hari bahagia bersama buah hati mereka. 

Alasan dokter memilih program ivf untuk pasien adalah saluran telur yang tersumbat, adanya faktor ketidaksuburan pada sperma, endometriosis yang sudah diterapi secara lengkap tapi belum berhasil hamil, infertilitas imunologi, kegagalan inseminasi berulang dan penyebab yang belum diketahui (Unexplained Infertility).

Rencana Karir dan Kehamilan Yang Harmonis

Program IVF memungkinkan pasutri untuk mempertemukan dunia karir dan dunia pengasuhan secara harmonis. Tidak sedikit pasutri yang memandang bahwa mereka harus terlebih dahulu membangun kemapanan finansial sebelum berubah status sebagai ayah dan bunda. Tapi rencana matang itu tak jarang ‘terganggu’ oleh usia pasutri—utamanya istri— karena, betapa pun keinginan punya anak bisa ditunda, usia pasutri terus saja menua. Bahkan pada usia tertentu, pasutri akan mulai mengalami kondisi-kondisi fisik yang sedikit banyak akan menjadi kendala bagi mereka untuk hamil.

Mengantisipasi hal tersebut, pasutri dapat menggunakan bank sperma, bank sel telur, dan bank embrio yang ada di klinik fertilitas. Selagi sehat, pasutri dapat menitipkan benih mereka dan dirawat dengan teknologi cryopreservation. Jika pasutri telah siap untuk menjalani program kehamilan, sperma dan sel telur beku itu akan dicairkan (dilelehkan), dipertemukan, lalu—setelah tumbuh menjadi embrio—ditanamkan di dalam rahim istri.

Meningkatkan Peluang Bayi Lahir Sehat

Teknologi kehamilan berbantu memungkinkan dokter melakukan penyaringan genetika. Penyaringan ini merupakan teknologi dahsyat yang akan meningkatkan peluang bayi lahir dalam keadaan sehat, karena memang hanya embrio-embrio terbaik saja yang akan dokter pilih untuk digunakan dalam program IVF. Penyaringan genetika dapat menurunkan kondisi-kondisi medis tertentu yang nantinya dapat berisiko bagi kelangsungan hidup janin, yaitu cystic fibrosis, Down syndrome, penyakit Tay Sachs, anemia sel sabit (sickle cell anemia), dan lain-lain.

Menurunkan Kemungkinan Keguguran

Nilai tambah lainnya dari program ini adalah menurunkan kemungkinan keguguran. Salah satu penyebab paling umum keguguran adalah abnormalitas genetika. Dengan menerapkan preimplantation genetic testing, abnormalitas genetika pada embrio bisa diketahui sejak dini. Dengan embrio pilihan yang sehat, bunda akan dapat melalui masa kehamilan dengan lebih baik dan bersalin pada waktunya.

Kehamilan Yang Berkualitas

Program IVF yang disertai preimplantation genetic testing (PGT) memiliki peluang keberhasilan tertinggi dibandingkan program-program kehamilan lainnya. Jika diperlukan, pasutri juga dapat mengkombinasikannya dengan pengulangan siklus program bayi tabung (multiple cycle) guna meningkatkan peluang pembuahan, kehamilan yang lebih berkualitas, dan bayi yang lebih sehat pula.

Share:

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Reservasi