Varikokel dan Kesuburan Pria: Kapan Perlu Ditangani dan Apa Opsinya
Varikokel adalah penyebab infertilitas pria yang paling umum sekaligus paling bisa diperbaiki secara medis, namun pertanyaan yang paling sering diajukan pasangan adalah: apakah harus operasi dulu sebelum IVF? Jawabannya: tidak selalu. Keputusan ini sangat bergantung pada kondisi klinis spesifik Ayah dan faktor waktu dari sisi Bunda. Yang paling penting dimulai dari evaluasi menyeluruh, bukan dari asumsi bahwa satu jalur berlaku untuk semua kasus.
Apa Itu Varikokel dan Mengapa Ini Penting bagi Kesuburan?
Varikokel adalah pelebaran pembuluh darah vena di dalam skrotum yang menyebabkan darah menggenang dan menaikkan suhu di sekitar testis. Kondisi inilah yang menjadi akar masalah kesuburannya.
Testis bekerja optimal pada suhu sekitar 2-4 derajat Celsius di bawah suhu inti tubuh. Ketika varikokel menyebabkan penumpukan darah, panas yang dihasilkan merusak proses produksi sperma (spermatogenesis) secara bertahap, bukan sekaligus, melainkan selama berbulan-bulan atau bertahun-tahun.
Panas berlebih meningkatkan produksi Reactive Oxygen Species (ROS) atau radikal bebas yang menyerang membran sel sperma, merusak DNA sperma, dan mengganggu pergerakan serta bentuk sperma. Hasilnya terlihat dalam analisis sperma sebagai jumlah sperma rendah (oligozoospermia), motilitas buruk (astenozoospermia), morfologi tidak normal (teratozoospermia), atau kombinasi ketiganya.
| Varikokel ditemukan pada sekitar 15% pria dewasa umum, namun angkanya melonjak menjadi lebih dari 35% pada pria dengan infertilitas primer, dan bahkan lebih tinggi pada pria dengan infertilitas sekunder.1 Ini adalah kondisi yang sangat umum, namun juga sangat bisa ditangani. |
Apakah Varikokel Harus Dioperasi Dulu Sebelum IVF/ICSI?
Tidak selalu. Inilah yang paling penting untuk Ayah dan Bunda ketahui.
Mulai Road to 7 Wonders
Keputusan antara operasi varikokel (varikokelektomi) terlebih dahulu versus langsung IVF/ICSI bukan soal mana yang ‘benar secara umum,’ melainkan soal mana yang paling tepat untuk kondisi spesifik Ayah dan Bunda. Ada tiga faktor kunci yang menentukan keputusan ini:
| A
FAKTOR |
Faktor Usia Bunda
Ini adalah faktor yang paling kritis. Perbaikan sperma setelah operasi varikokel membutuhkan waktu rata-rata 3-6 bulan sebelum hasilnya terlihat secara klinis.2 Jika Bunda berusia di bawah 35 tahun dengan cadangan sel telur yang baik, menunggu 6 bulan pasca operasi masih bisa ditoleransi secara biologis. Namun jika Bunda berusia 37 tahun ke atas atau cadangan sel telurnya sudah mulai berkurang, setiap siklus yang berlalu adalah peluang yang tidak bisa dikembalikan. Dalam situasi ini, langsung IVF/ICSI bisa menjadi pilihan yang lebih efisien dari sisi waktu. |
| B
FAKTOR |
Kualitas Sperma Saat Ini
Jika konsentrasi sperma sangat rendah atau fragmentasi DNA sperma sangat tinggi, operasi varikokel bisa membantu meningkatkan kualitas sperma ke level yang lebih memadai sebelum IVF/ICSI. Sebuah studi yang melibatkan 242 pria infertil dengan varikokel menemukan bahwa kelompok yang menjalani operasi sebelum ART memiliki angka kehamilan 1,82 kali lebih tinggi dan angka kelahiran hidup 1,87 kali lebih tinggi dibandingkan yang tidak menjalani operasi.3 Temuan ini menunjukkan bahwa pada pasien yang tepat, operasi varikokel bisa meningkatkan peluang keberhasilan program secara bermakna. |
| C
FAKTOR |
Grade Varikokel
Varikokel Grade III (terlihat dengan mata tanpa pemindaian Doppler) umumnya memberikan dampak lebih besar dan potensi perbaikan yang lebih signifikan dari operasi dibandingkan Grade I yang hanya terdeteksi melalui pemindaian ultrasonografi. Ini mempengaruhi pertimbangan antara manfaat operasi versus langsung IVF. |
| Sebuah systematic review menemukan bahwa hampir 60% pria yang awalnya hanya memenuhi syarat untuk IVF/ICSI karena kualitas sperma yang buruk, berhasil ‘naik tingkat’ menjadi kandidat IUI atau bahkan hamil alami setelah operasi varikokel berhasil memperbaiki parameter sperma mereka.1 Ini adalah argumen kuat bahwa operasi varikokel, bila dilakukan pada pasien yang tepat, bisa mengurangi kebutuhan untuk menjalani teknologi reproduksi berbantu yang lebih invasif. |
Pilihan Penanganan Varikokel
Ketika keputusan untuk memperbaiki varikokel sudah diambil berdasarkan evaluasi klinis, ada dua pilihan utama yang tersedia:
| Varikokelektomi Mikrobedah (Microsurgical Varicocelectomy)
Ini adalah standar terbaik (gold standard) saat ini. Prosedur dilakukan melalui sayatan kecil di selangkangan menggunakan mikroskop operasi. Presisi tinggi memungkinkan dokter mengidentifikasi dan mengikat pembuluh vena yang bermasalah sambil menjaga arteri testis dan saluran limfatik tetap utuh. Angka kekambuhan lebih rendah dibandingkan teknik konvensional, dan komplikasi lebih minimal. |
| Embolisasi Varikokel
Prosedur minimal invasif yang dilakukan oleh dokter radiologi intervensi. Melalui kateter dari pembuluh darah leher atau selangkangan, zat khusus disuntikkan untuk menyumbat aliran darah ke vena varikokel. Tidak ada sayatan terbuka, waktu pemulihan lebih singkat. Cocok untuk pasien yang memerlukan alternatif dari bedah konvensional. |
Kapan Langsung IVF/ICSI Menjadi Pilihan yang Lebih Tepat?
Langsung IVF/ICSI tanpa operasi varikokel terlebih dahulu adalah keputusan yang valid dan medis ketika kondisi klinis mendukungnya.
Teknologi ICSI (Intracytoplasmic Sperm Injection) memungkinkan pembuahan bahkan dengan jumlah sperma yang sangat sedikit atau kualitas yang tidak optimal. Satu sperma terbaik yang dipilih secara selektif disuntikkan langsung ke dalam sel telur di laboratorium, melewati hambatan kualitas sperma yang mungkin ada.
Situasi di mana langsung IVF/ICSI lebih tepat:
- Bunda berusia 37 tahun ke atas dengan cadangan sel telur yang sudah berkurang
- Ada faktor infertilitas signifikan dari sisi Bunda (kondisi tuba, endometriosis) yang membuat IVF lebih efisien
- Kondisi azoospermia (tidak ada sperma dalam ejakulat) di mana pengambilan sperma bedah (PESA/TESE) bisa dikombinasikan langsung dengan ICSI
- Pasangan yang secara klinis dan logistik lebih memilih jalur yang lebih langsung mengingat faktor waktu
Di Bocah Indonesia, teknologi ICSI dan IMSI (Intracytoplasmic Morphologically Selected Sperm Injection) yang menggunakan perbesaran sangat tinggi untuk memilih sperma terbaik tersedia untuk kasus-kasus ini, dengan standar laboratorium yang sudah mendapat akreditasi RTAC dari Australia.
Mengapa Evaluasi Andrologi Sejak Awal Adalah Kunci
Evaluasi andrologi yang komprehensif adalah langkah yang tidak boleh dilewatkan, bahkan ketika sudah ada rencana untuk langsung IVF.
Sekitar 40-50% kasus infertilitas pasangan melibatkan faktor dari sisi Ayah. Varikokel sendiri ditemukan pada lebih dari 35% pria dengan infertilitas primer.1 Mengevaluasi hanya sisi Bunda adalah evaluasi yang tidak lengkap, dan keputusan program apapun yang diambil tanpa mengetahui kondisi Ayah adalah keputusan yang dibangun di atas informasi yang tidak utuh.
Evaluasi andrologi yang komprehensif mencakup:
- Analisis sperma (semen analysis) lengkap: konsentrasi, motilitas, morfologi
- Pemindaian Doppler skrotum untuk mendeteksi dan mengklasifikasikan grade varikokel
- Pemeriksaan hormonal: FSH, LH, testosteron, prolaktin
- Fragmentasi DNA sperma (sperm DNA fragmentation) jika diperlukan berdasarkan temuan analisis sperma
| Di Bocah Indonesia, evaluasi andrologi dilakukan oleh spesialis andrologi in-house dalam satu atap dengan tim spesialis fertilitas Bunda. Tidak ada waktu terbuang untuk rujukan, tidak ada pengulangan anamnesis, dan rencana program bisa disusun secara terintegrasi sejak hari pertama untuk kedua pasangan sekaligus. |
Varikokel adalah kondisi yang bisa diperbaiki secara medis, namun keputusan tentang jalur penanganannya, apakah operasi terlebih dahulu, langsung IVF/ICSI, atau kombinasi keduanya, harus berdasarkan evaluasi individual yang mempertimbangkan kondisi klinis Ayah dan faktor waktu dari sisi Bunda. Tidak ada satu jawaban yang berlaku untuk semua pasangan. Yang pasti, evaluasi yang tepat di awal adalah investasi waktu yang paling efisien.
| Ayah Didiagnosis Varikokel dan Belum Tahu Harus Mulai dari Mana?
Langkah pertama yang paling tepat adalah evaluasi andrologi menyeluruh. Di Bocah Indonesia, Ayah diperiksa oleh spesialis andrologi in-house dalam satu kunjungan yang sama dengan evaluasi sisi Bunda. Dari evaluasi itu, rencana yang paling tepat untuk kondisi kedua pasangan bisa disusun bersama dokter sejak awal, tanpa asumsi dan tanpa membuang waktu. |
Referensi
- Shiraishi K. Role of varicocele repair in the era of assisted reproductive technologies: Lessons from 2000 cases of microsurgical varicocele repair. Reproductive Medicine and Biology. 2024;23:e12589. doi:10.1002/rmb2.12589
- Takacs TZ, Szabo A, Kopa Z. Recent Trends in the Management of Varicocele. Journal of Clinical Medicine. 2025;14(15):5445. doi:10.3390/jcm14155445
- Esteves SC, Miyaoka R, Roque M, Agarwal A. Outcome of varicocele repair in men with nonobstructive azoospermia: systematic review and meta-analysis. Asian Journal of Andrology. 2016;18(2):246-253. doi:10.4103/1008-682X.163269













