Ukuran Penis Normal Pria dan Hubungannya Dengan Kesuburan

ukuran penis normal

Banyak pria yang memiliki ukuran penis kecil merasa khawatir tidak dapat memuaskan pasangan mereka. Selain itu, tidak sedikit yang menganggap jika ukuran penis kecil dapat berdampak pada masalah kesuburan. Padahal, ukuran penis yang kecil belum terbukti menyebabkan pria tidak subur. Lantas, berapa ukuran penis normal pria?

Ukuran Penis Normal

Ukuran penis pada pria bervariasi. Meski ukuran pastinya masih diperdebatkan oleh para ahli namun umumnya, ukuran kelamin pria berdasarkan usia dewasa di Indonesia rata-rata sekitar 10,5 – 12 cm dalam keadaan normal. Namun, pada saat ereksi, ukuran penis pria rata-rata mencapai 13,5 cm. Bagi beberapa pria akan mengalami perubahan ukuran penis yang signifikan pada saat ereksi namun tidak sedikit pria yang hanya memanjang 1 – 2 cm saja.

Ukuran penis pun dapat berubah pada saat kondisi tertentu, seperti saat kedinginan, berenang di air dingin, atau grogi, penis dapat mengerut. Namun, penis akan kembali memanjang pada saat mendapat kehangatan. Kondisi tersebut merupakan hal yang normal.

Ukuran penis kecil atau yang sering disebut mikropenis biasanya disebabkan karena faktor genetik atau hormonal. Meski ukurannya kecil, mikropenis tetap memiliki fungsi yang sama seperti penis pada ukuran normalnya.

Cara Mengukur Penis

Cara untuk mengukur penis secara tepat tidak dilakukan pada saat ereksi namun dalam keadaan normal. Teknik ini disebut dengan Stretched Penis Length (SPL) yang merupakan metode pengukuran penis yang bisa diandalkan.

Pertama, regangkan penis secara perlahan-lahan. Kemudian ukur panjangnya mulai dari pangkal tulang kemaluan sampai ujung kepala penis menggunakan penggaris elastis atau tali meteran. Cara ini sangat membantu jika ukuran penis Anda memiliki ukuran di bawah normal. Untuk mendapatkan angka akurat, pastikan tidak hanya mengukur penis dari persimpangan penis dan buah zakar.

Semakin besar skor SPL maka semakin panjang ukuran penis Anda pada saat ereksi. Jika Anda mendapatkan skor normal maka bisa dikatakan ukuran penis Anda normal. Namun, jika Anda mendapatkan skor SPL di bawah normal maka kemungkinan Anda memiliki micropenis.

Apakah Ukuran Penis Memengaruhi Kesuburan?

Banyak yang beranggapan jika ukuran penis yang kecil berpengaruh kepada kesuburan. Pasalnya, hingga saat ini ukuran penis tidak memiliki kaitan langsung dengan masalah kesuburan. Penyebab infertilitas bisa disebabkan oleh beberapa faktor lain, seperti kualitas sperma yang rendah, masalah pada area testis, hingga gangguan ejakulasi.

Meski tidak menjadi penyebab utama masalah kesuburan, penis kecil mungkin memiliki kontribusi penyebab masalah infertilitas. Hal ini terjadi jika penis menghasilkan jumlah sperma yang sedikit sehingga dapat berpengaruh pada kesuburan dan program hamil yang telah Anda rencanakan. Ukuran penis yang kurang normal dapat menyebabkan kondisi kesehatan lain, seperti sulit buang air kecil atau melakukan hubungan seksual.

Ukuran penis tidak memengaruhi kesuburan pria sebab ada banyak faktor yang memengaruhi kondisi kesuburan pria. Terlepas dari besar kecil penis Anda, tidak menutup kemungkinan Anda tetap subur dan bisa memiliki keturunan.

penis sehat pria

Ciri-Ciri Penis Sehat

Jika ukuran penis normal, lantas bagaimana cara mengetahui penis yang sehat? Penis yang sehat dapat diketahui dari beberapa karakteristik ini.

1. Warna

Salah satu ciri-ciri penis sehat adalah warnanya yang sama dengan warna kulit tubuh. Namun, sebagian besar memiliki warna penis dengan 1 – 2 tingkat lebih gelap atau lebih terang daripada bagian tubuh lainnya. Warna penis akan menggelap selama beberapa saat saat mendapat rangsangan.

Penis juga bisa mengalami memar. Umumnya, memar bisa hilang dengan cepat dan tidak berbahaya. Namun, memar berwarna biru gelap atau ungu akibat cedera memerlukan penanganan medis karena dapat menandakan kerusakan jangka panjang. Jika terdapat bercak atau noda yang baru muncul dan tidak kunjung menghilang maka lakukan pemeriksaan ke dokter.

2. Bentuk

Umumnya, penis memiliki sedikit lekukan bahkan pada saat ereksi. Hal tersebut merupakan kondisi umum dan tidak perlu dikhawatirkan. Namun jika penis tiba-tiba bengkok dan menimbulkan rasa nyeri pada saat berhubungan, segera periksakan diri ke dokter. Hal ini bisa disebabkan penyakit peyronie.

3. Tekstur

Umumnya, penis memiliki tekstur yang tidak mulus dengan pembuluh darah pada penis terlihat dan bahkan sedikit timbul di permukaan. Penis akan tampak seperti berotot pada saat terangsang.

Bagi beberapa pria, penis yang sehat juga memiliki folikel rambut pada batangnya seperti benjolan kecil. Selama ukuran benjolan pada penis tidak mengkhawatirkan, seperti kemerahan atau iritasi, mungkin benjolan tersebut merupakan bagian dari kulit alami Anda, seperti pearly penile papules (PPP) atau bintik Fordyce.

4. Kemampuan saat ejakulasi

Cairan ejakulasi umumnya berwarna putih keruh dengan konsistensi dan tekstur yang kental. Jika tekstur dan warna air mani berubah. Hal tersebut bisa disebabkan oleh pola makan, asupan nutrisi, kadar air tubuh, hingga waktu terakhir kali ejakulasi.

Jika pada saat ejakulasi terasa sakit atau cairan ejakulasi mengandung darah maka segera melakukan pemeriksaan ke dokter.

5. Sensitivitas

Sensitif penis diukur oleh sedikitnya jumlah stimulasi yang bisa dirasakan, disebut ambang sensorik. Seiring bertambahnya usia, penurunan sensitivitas penis merupakan hal yang normal terjadi. Penurunan sensitivitas akibat usia sering dikaitkan dengan penurunan kadar hormone testosterone dan reseptor androgen.

Penurunan sensitivitas akibat usia sering dikaitkan dengan penurunan jumlah hormon testosteron dan perubahan sensitivitas reseptor androgen.

Risiko Penyakit yang Dapat Menyerang Penis

Sama seperti wanita, organ reproduksi pria juga bisa memiliki faktor risiko penyakit yang dapat memengaruhi kesehatan dan fungsinya. Oleh sebab itu, menjaga kebersihan organ reproduksi pria juga perlu diperhatikan. Berikut beberapa penyakit yang dapat dialami pria pada organ intimnya.

Disfungsi ereksi

Disfungsi ereksi merupakan kondisi di mana pria tidak bisa mencapai ereksi atau mempertahankan ereksi sehingga tidak mencapai gairah seksual. Disfungsi ereksi tidak selalu disebabkan oleh masalah medis namun juga bisa dipicu masalah psikologis.

Penyakit peyronie

Kondisi di mana terbentuknya jaringan parut pada penis. Jaringan parut yang menumpuk dapat membuat penis bengkok atau menekuk.

Priapismus

Priapismus merupakan kondisi ereksi yang menyakitkan yang berlangsung selama lebih dari empat jam.

Masalah ejakulasi

Penyakit lain yang dapat memengaruhi fungsi penis pria adalah masalah ejakulasi, seperti ejakulasi dini, ejakulasi retrograde, serta nyeri pada saat ejakulasi.

Anorgasmia

Anosgarmia merupakan kondisi di mana pria tidak dapat mengalami orgasme walaupun mendapat rangsangan yang cukup.

Kanker penis

Kanker penis merupakan salah satu penyakit yang dapat menyerang organ vital pria. Kanker penis biasanya menyerang pada bagian kulup, kepala, atau batang penis. Jika tidak segera diobati, penyakit ini dapat menyebar ke area tubuh lain.

Fraktur penis

Fraktur penis atau penis patah terjadi ketika terdapat luka atau jaringan yang membuat penis Anda keras saat ereksi. Jika Anda mengalami penis patah maka harus segera melakukan perawatan untuk menghindari komplikasi jangka panjang atau kerusakan permanen.

Infeksi menular seksual (IMS)

Penyakit yang disebabkan oleh infeksi yang menyebar pada saat berhubungan intim atau aktivitas seksual, seperti HIV, klamidia, sifilis, atau herpes genital.

  1. Debby Herbenick. Erect penile length and circumference dimensions of 1,661 sexually active men in the United States. J Sex Med. 2014 Jan;11(1):93-101. URL.
  2. N Mondaini. Penile length is normal in most men seeking penile lengthening procedures. International Journal of Impotence Research volume 14, pages283–286 (2002). URL.
  3. Bruce M King. Average-Size Erect Penis: Fiction, Fact, and the Need for Counseling. Sex Marital Ther. 2021;47(1):80-89. URL.
  4. Rajiah, S. Veettil. Psychological impotence: Psychological erectile dysfunction and erectile dysfunction causes, diagnostic methods and management options. Scientific Research and Essays Vol. 7(4), pp. 446-452, 30 January, 2012. URL.
  5. Jeremy Wiygul, Lane S. Palmer, “Micropenis”, The Scientific World Journal, vol. 11, Article ID 348457, 8 pages, 2011. URL.
  6. Margareth de Mello Ferreira dos Reis. Perceptions about penis size among supposedly healthy 40 to 60-year-old Brazilian men: a cross-sectional pilot study. Sao Paulo Med J. Mar-Apr 2015;133(2):84-90. URL.
  7. David Veale. Am I normal? A systematic review and construction of nomograms for flaccid and erect penis length and circumference in up to 15 521 men. Volume115, Issue6. June 2015. Pages 978-986. URL.
Share:

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Reservasi