Ejakulasi dini merupakan kondisi yang cukup sering dialami pria. Diperkirakan, sekitar 1 dari 3 pria pernah mengalami ejakulasi dini setidaknya sekali dalam hidupnya.
Kondisi ejakulasi dini biasanya ditandai dengan keluarnya sperma kurang dari 1 menit setelah hubungan intim dimulai, sehingga bisa menurunkan rasa percaya diri dan memengaruhi keharmonisan rumah tangga, termasuk saat Ayah dan Bunda sedang menjalani program hamil (promil).
Secara medis, seorang pria dikatakan mengalami ejakulasi dini bila selalu atau hampir selalu tidak mampu menahan ejakulasi lebih dari 1–3 menit setelah penetrasi. Penyebabnya bisa beragam, mulai dari faktor biologis seperti gangguan hormon dan peradangan prostat, hingga faktor psikologis seperti stres, kecemasan, depresi, atau pengalaman traumatis di masa lalu.
Sebagai alternatif, sebagian pria memilih obat alami untuk ejakulasi dini karena dinilai lebih minim efek samping dan relatif aman digunakan, termasuk bagi pasangan yang sedang promil. Berikut beberapa pilihan herbal yang sering digunakan.
Ginseng, terutama ginseng merah Korea (Panax ginseng), dikenal luas sebagai herbal peningkat stamina dan vitalitas pria. Kandungan aktifnya membantu melancarkan aliran darah dan mendukung produksi hormon testosteron.
Selain itu, ginseng juga memiliki efek menenangkan sistem saraf, sehingga membantu Ayah mengontrol refleks ejakulasi dan bertahan lebih lama saat berhubungan intim. Ginseng bisa dikonsumsi dalam bentuk seduhan irisan kering atau kapsul sesuai aturan pakai.
2. Ashwagandha
Ashwagandha merupakan tanaman herbal yang banyak digunakan dalam pengobatan Ayurveda. Herbal ini dikenal efektif membantu mengurangi stres dan kecemasan, dua faktor yang sering memicu ejakulasi dini.
Penelitian menunjukkan bahwa konsumsi ashwagandha secara rutin dapat membantu menstabilkan hormon kortisol (hormon stres). Ashwagandha umumnya tersedia dalam bentuk kapsul atau bubuk, dengan dosis sekitar 250–600 mg per hari.
3. Minyak Cengkeh
Minyak cengkeh mengandung senyawa eugenol yang memiliki efek anestesi ringan. Efek ini membantu menurunkan sensitivitas penis sehingga Ayah tidak mudah terangsang dan ejakulasi bisa tertunda.
Cara pakainya, minyak cengkeh dioleskan tipis pada kepala penis sekitar 10–15 menit sebelum berhubungan intim, lalu dibilas hingga bersih. Perhatikan kemungkinan iritasi seperti rasa perih atau kemerahan.
4. Tribulus Terrestris (Rujak Polo)
Herbal yang juga dikenal dengan nama rujak polo ini telah lama digunakan untuk meningkatkan fungsi seksual pria. Beberapa penelitian menyebutkan bahwa ekstrak Tribulus terrestris dapat membantu memperpanjang waktu ejakulasi.
Herbal ini juga dikaitkan dengan peningkatan hormon FSH yang berperan dalam pembentukan sperma, sehingga kerap dipilih oleh Ayah yang sedang menjalani program hamil. Meski demikian, efektivitasnya untuk ejakulasi dini masih memerlukan penelitian lanjutan.
5. Gambir
Gambir merupakan tanaman herbal yang telah digunakan secara turun-temurun di Asia Tenggara. Kandungan katekin di dalamnya memiliki efek kebas ringan yang membantu menurunkan sensitivitas penis.
Biasanya digunakan dengan cara membuat pasta dari bubuk gambir dan air, lalu dioleskan tipis sebelum berhubungan intim dan dibilas hingga bersih. Gunakan dengan hati-hati untuk menghindari reaksi alergi.
Aman Digunakan Saat Program Hamil?
Beberapa obat alami ejakulasi dini di atas tidak hanya membantu menunda ejakulasi, tetapi juga berpotensi mendukung kualitas hubungan intim Ayah dan Bunda selama promil. Meski demikian, respons setiap orang bisa berbeda.
Teknik Khusus untuk Membantu Mengatasi Ejakulasi Dini
Selain menggunakan obat alami ejakulasi dini, Ayah juga bisa mencoba beberapa teknik sederhana yang bertujuan membantu mengontrol ejakulasi dan meningkatkan ketahanan saat berhubungan intim.
1. Teknik Menekan Pangkal Penis
Teknik ini dilakukan dengan memberikan tekanan lembut pada bagian pangkal penis ketika sensasi ejakulasi mulai terasa. Tujuannya adalah meredam rangsangan agar ejakulasi bisa tertunda. Ayah bisa mencoba melakukannya sendiri terlebih dahulu untuk menemukan titik yang paling efektif, lalu melibatkan pasangan agar dilakukan dengan lebih nyaman.
2. Menggunakan Kondom atau Tisu Khusus
Pemakaian kondom lateks atau tisu khusus yang mengandung anestesi ringan, seperti lidokain atau benzokain, dapat membantu mengurangi sensitivitas penis. Dengan berkurangnya rangsangan, Ayah bisa menahan ejakulasi lebih lama saat berhubungan intim.
3. Menerapkan Teknik Berhenti–Mulai
Teknik ini dilakukan dengan cara menghentikan sementara aktivitas seksual ketika dorongan ejakulasi mulai muncul. Setelah rangsangan berkurang, aktivitas bisa dilanjutkan kembali secara perlahan. Dengan latihan rutin, teknik ini dapat membantu Ayah mengenali dan mengendalikan respons tubuh saat mencapai klimaks.
Ayah tidak perlu merasa rendah diri atau malu jika mengalami ejakulasi dini. Rasa cemas dan stres justru bisa memperburuk kondisi ini. Cobalah menerapkan teknik-teknik di atas secara konsisten, dikombinasikan dengan pengobatan alami bila diperlukan.
Agar lebih aman dan sesuai kondisi kesehatan Ayah, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter sebelum menggunakan obat atau metode tertentu untuk mengatasi ejakulasi dini.
Jika ejakulasi dini terus berulang, berlangsung lama, atau mulai mengganggu keharmonisan dan keberhasilan program hamil, sangat disarankan untuk berkonsultasi ke dokter atau tenaga medis agar mendapatkan penanganan yang tepat dan aman. Cari tahu informasi lain seputar program hamil di situs Bocah Indonesia.
Jadwalkan Konsultasi
Jika Anda belum hamil setelah satu tahun usia pernikahan, kami menyarankan Anda untuk melakukan pemeriksaan kesuburan dengan spesialis fertilitas kami.
Buat janji konsultasi dengan menghubungi kami di Whatsapp melalui tombol di bawah.
Bocah Indonesia adalah klinik kesuburan yang melayani konsultasi hingga tindakan operatif. Bocah Indonesia berada di bawah naungan PT Ibu Daya Lestari. Berada di Lantai 7 Rumah Sakit Primaya, Jl. MH Thamrin No.3, Cikokol, Tangerang, Banten, Indonesia.
Latest posts by Team Content Medis Bocah Indonesia (see all)