▶️ You might be interested

Bedanya Fertilisasi Alami dan Buatan (In Vitro Fertilization/IVF)

Ini Bedanya Fertilisasi Alami dan Buatan

Fertilisasi atau pembuahan adalah proses pertemuan sel sperma (23 kromosom) dan sel telur (23 kromosom) yang menghasilkan zigot (46 kromosom). Zigot kemudian berkembang menjadi embrio dan janin.

Pada manusia, fertilisasi bisa terjadi:

  • Secara alami (in vivo) → di dalam tubuh wanita

  • Secara buatan (in vitro) → di laboratorium, dikenal sebagai bayi tabung/IVF

Proses Terjadinya Fertilisasi Alami

Proses terjadinya fertilisasi alami

Fertilisasi yang terjadi di dalam tubuh wanita adalah proses yang alami. Keseluruhan proses ini terjadi melalui beberapa tahapan yang sifatnya kompleks dan runut.


Tanya Mincah tentang Promil?

New CTA WA

Mula-mula, pria harus berejakulasi di dalam vagina wanita. Dari situ, sperma akan memulai perjalanannya di dalam saluran reproduksi wanita hingga mencapai tuba falopii, tempat sel telur berada.

Dari jutaan sperma yang dikeluarkan saat ejakulasi, hanya sekitar 200-300 sperma yang bertemu dengan sel telur di tuba falopii. Dan pada akhirnya, hanya satu sel sperma yang mampu membuahi sel telur.

Tahapan fertilisasi alami:

  1. Ejakulasi → sperma masuk ke vagina.

  2. Perjalanan sperma → melewati vagina (asam), serviks, rahim, hingga tuba falopii.

  3. Kapasitasi sperma → perubahan biokimia agar sperma siap membuahi.

  4. Penetrasi korona radiata → lapisan luar sel telur ditembus enzim sperma.

  5. Reaksi akrosom & zona pelusida → enzim dari kepala sperma membantu menembus lapisan pelindung sel telur.

  6. Fusi sel sperma & sel telur → inti sel bergabung, membentuk zigot (46 kromosom).

Fakta: Dari jutaan sperma, hanya 1 sperma yang berhasil membuahi sel telur.

Pembentukan zigot

Proses pada fertilisasi buatan

Fertilisasi disebut “buatan” apabila prosesnya dari awal tidak natural, yaitu ada intervensi eksternal untuk meningkatkan peluang keberhasilannya. Hingga kini, dikenal dua macam fertilisasi buatan, yakni inseminasi buatan (intrauterine insemination/IUI) dan bayi tabung (in vitro fertilization/IVF). 

Inseminasi buatan atau IUI adalah prosedur di mana sperma bisa langsung masuk ke dalam rahim tanpa harus melalui hambatan-hambatan pada vagina dan serviks. Perjalanan menuju tuba falopii menjadi jauh lebih mudah sehingga lebih banyak sperma yang berkesempatan untuk membuahi sel telur. Selanjutnya, proses pembuahan itu sendiri berjalan secara alami di dalam tubuh wanita. 

Tentu saja, proses awalnya tidak alami. Dalam hal ini, pria dan wanita tidak melakukan hubungan intim. Cairan sperma pria diambil dengan cara masturbasi setelah “puasa” berhubungan intim selama 3-5 hari. Setelah itu, cairan ini menjalani proses kapasitasi sperma di laboratorium dengan tujuan memaksimalkan konsentrasi sperma yang berkualitas tinggi dan siap membuahi sel telur di dalam satu sampel. Di sisi lain, wanita perlu menjalani stimulasi ovarium selama 10-12 hari agar dapat mengembangkan sel telur yang matang dan siap dibuahi.

Saat sel telur sudah mencapai ukuran yang dianggap matang, proses ovulasi diinisiasi oleh injeksi hormon human chorionic gonadotropin (hCG). Ovulasi akan terjadi sekitar 36 jam pasca penyuntikan. Di dalam saluran reproduksi wanita, sperma mampu bertahan hidup selama 3-5 hari, sedangkan sel telur hanya bertahan selama 24 jam. Oleh sebab itu, inseminasi dilakukan setelah wanita mendapat suntikan hormon hCG atau satu hari sebelum ovulasi terjadi.

Fertiliasasi buatan

1. Inseminasi Buatan (IUI)

  • Sperma diproses di laboratorium → dipilih yang terbaik.

  • Sperma langsung dimasukkan ke rahim, melewati hambatan vagina & serviks.

  • Pembuahan tetap terjadi secara alami di tuba falopii.

2. Bayi Tabung (IVF – In Vitro Fertilization)

  • Sel telur dikeluarkan melalui prosedur ovum pick up (OPU).

  • Pembuahan terjadi di luar tubuh wanita, di cawan petri laboratorium.

  • Dua teknik IVF:

    • IVF konvensional → sperma “dibiarkan” membuahi sel telur.

    • ICSI (Intracytoplasmic Sperm Injection) → satu sperma terbaik disuntikkan langsung ke sel telur.

Fakta: “In vitro” artinya “di dalam kaca/gelas”, merujuk pada proses laboratorium.

Kenapa Fertilisasi Bisa Gagal?

Penyebab kegagalan fertilisasi alami maupun buatan antara lain:

  • Kualitas sperma buruk (gerak lambat, bentuk abnormal, DNA rusak)

  • Sel telur tidak matang/abnormal

  • Gagal aktivasi sel telur setelah sperma masuk (sering terjadi pada ICSI)

  • Endometriosis → penyumbatan tuba falopii

  • Gangguan teknis laboratorium pada IVF/ICSI

Jika gagal, zigot tidak terbentuk → sel telur luruh → menstruasi terjadi.

Cara Meningkatkan Keberhasilan Fertilisasi

Tentu ada cara-cara untuk mengoptimalkan peluang keberhasilan pembuahan yang berujung pada kehamilan. Cara-cara ini spesifik untuk tiap jenis fertilisasi.

  • Untuk meningkatkan peluang fertilisasi alami, pasangan yang mencoba untuk hamil harus fokus pada timing berhubungan intim di sekitar waktu ovulasi dan menjalani gaya hidup yang sehat. Sesuai rekomendasi American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG), hubungan intim dianjurkan untuk dilakukan 2 hari sekali selama masa subur, yang berlangsung sejak 5 hari sebelum ovulasi hingga hari ovulasi, untuk meningkatkan peluang hamil.
  • Untuk meningkatkan keberhasilan pembuahan melalui inseminasi buatan, fokusnya pada mengoptimalkan timing prosedur seperti stimulasi ovarium dan proses inseminasi yang disesuaikan dengan waktu ovulasi, memastikan sperma yang disuntikkan berkualitas tinggi, serta menjaga gaya hidup sehat yang mendukung pembuahan terjadi secara alami.
  • Untuk meningkatkan keberhasilan pembuahan melalui prosedur bayi tabung, yang menjadi fokus adalah optimalisasi kualitas sel telur dan sperma, mengkondisikan dinding rahim agar optimal untuk implantasi, dan mengelola stres. Ini mencakup menerapkan gaya hidup sehat, intervensi medis bila perlu, dan dukungan psikologis.

Kesimpulan

  • Fertilisasi alami (in vivo): terjadi di tubuh wanita, melalui proses biologis kompleks.

  • Fertilisasi buatan (in vitro/IUI/IVF/ICSI): dibantu teknologi medis, meningkatkan peluang hamil.

  • Keberhasilan dipengaruhi kualitas sel telur, sperma, kondisi rahim, dan kesehatan pasangan.

cheer

Jadwalkan Konsultasi

Jika Anda belum hamil setelah satu tahun usia pernikahan, kami menyarankan Anda untuk melakukan pemeriksaan kesuburan dengan spesialis fertilitas kami.

Buat janji konsultasi dengan menghubungi kami di (021) 50200800 atau chat melalui Whatsapp melalui tombol di bawah.

Referensi
Avatar photo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

doctors
Buat Janji