Peran Penting Hormon Beta-hCG Pada Terapi Mencapai Kehamilan

hormon hCG

Beta-hCG atau hormon hCG tidak hanya bermanfaat untuk mendeteksi kehamilan, tetapi juga sebagai terapi untuk mencapai kehamilan. 

Sebagian besar dari Anda yang sedang hamil atau berusaha mencapai kehamilan tentu tidak asing dengan istilah beta-hCG. Beta-hCG adalah hormon human chorionic gonadotropin (hCG), yang produksinya meningkat drastis kala hamil. Keberadaan hormon ini bisa terdeteksi melalui test pack kehamilan maupun pemeriksaan darah. Dalam hal ini, bila kadar beta-hCG didapati jauh di atas normal, artinya kehamilan betul terjadi. 

Dalam bentuk sintetik, hormon beta-hCG juga digunakan sebagai salah satu terapi fertilitas (fertility treatment) untuk membantu pematangan folikel sel telur dan memicu ovulasi. Pada sebagian wanita, pemeriksaan beta-hCG diperlukan untuk mendeteksi komplikasi pada kehamilan.

Apa itu hormon hCG?

Beta-hCG atau hormon hCG adalah hormon glikoprotein yang dibentuk oleh sel-sel trofoblast embrio, khususnya sinsitiotrofoblast. Hormon ini terdiri dari dua subunit rantai, yakni alfa (α) dan beta (ß). Subunit beta hanya dimiliki oleh hormon hCG, sedangkan subunit alfanya identik dengan subunit afla dari hormon lain seperti luteinizing hormone (LH), follicle-stimulating hormone (FSH) dan thyroid stimulating hormone (TSH).

produksi hormon hCG

Kapan hormon hCG diperiksa?

Pemeriksaan hormon beta-hCG identik dengan kehamilan. Namun sebetulnya, hormon ini juga kerap diperiksa untuk tujuan lain.

1. Beta-hCG untuk menentukan kehamilan

Pemeriksaan untuk mengonfirmasi kehamilan umumnya didasarkan pada deteksi beta-hCG, yang dihasilkan oleh embrio. Hormon ini dapat dideteksi melalui urin atau darah. 

Pemeriksaan urin tergolong pemeriksaan kualitatif, yakni hanya bisa menyatakan positif atau negatif untuk beta-hCG. Sedangkan pemeriksaan darah tergolong pemeriksaan kuantitatif, yakni mampu menyatakan keberadaan hormon dan kadarnya di dalam darah. Kadar beta-hCG diukur dalam satuan milli-international unit per milliliter (mIU/mL).

Kadar hormon ini terdeteksi di sepanjang masa kehamilan, akan tetapi kadarnya bervariasi seiring dengan pertumbuhan janin. Pada kehamilan, beta-hCG mulai diproduksi tubuh setelah implantasi embrio, yang terjadi sekitar 6 hari pasca pembuahan. Sejak itu, kadarnya akan meningkat dua kali lipat setiap 2-3 hari (48-72 jam). 

Di dalam darah, beta-hCG dapat terdeteksi sekitar 11 hari setelah pembuahan. Sedangkan di dalam urin, dapat terdeteksi sekitar 12-14 hari setelah pembuahan. Oleh sebab itu, pemeriksaan beta-hCG untuk mengonfirmasi kemungkinan kehamilan sebaiknya dilakukan ketika haid sudah terlambat atau paling sedikit 15 hari setelah hubungan intim—di mana terjadi pembuahan. Ini memberikan waktu pada hormon untuk mencapai kadar yang bisa terdeteksi oleh pemeriksaan.

Sejak mulai meningkat dan di sepanjang trimester pertama kehamilan, kadar beta-hCG akan terus meningkat hingga mencapai puncaknya di minggu ke-8 hingga ke-11 kehamilan. Setelah itu, kadarnya akan menurun, dan cenderung konstan mulai minggu ke-12 hingga ke-14 kehamilan. 

Berikut adalah rentang kadar normal hormon beta-hCG sesuai dengan usia kehamilan:

  • 3 minggu 5 – 50 mIU/mL
  • 4 minggu 5 – 426 mIU/mL
  • 5 minggu 18 – 7.340 mIU/mL
  • 6 minggu 1.080 – 56.500 mIU/mL
  • 7 – 8 minggu 7.650 – 229.000 mIU/mL
  • 9 – 12 minggu 25.700 – 288.000 mIU/mL
  • 13 – 16 minggu 13.300 – 254.000 mIU/mL
  • 17 – 24 minggu 4.060 – 165.400 mIU/mL
  • 25 – 40 minggu 3.640 – 117.000 mIU/mL
  • Tidak hamil <5.0 mIU/mL

Kadar beta-hCG bisa bervariasi antar ibu hamil. Ini karena ada banyak faktor yang memengaruhi kadar hCG total. Di antaranya, kebiasaan merokok, indeks massa tubuh, ras/etnis, paritas (berapa kali wanita telah melahirkan), dan hiperemesis gravidarum. Oleh sebab itu, untuk mengonfirmasi suatu kehamilan, yang lebih dilihat adalah pola peningkatan beta-hCG dan bukan kadar totalnya. 

Secara umum, kadar beta-hCG di bawah 5 mIU/mL dianggap tidak hamil dan di atas 25 mIU/mL adalah positif hamil. Bila kadarnya antara 6-24 mIU/mL, maka perlu diperiksa ulang. Bila kadarnya meningkat, maka kehamilan dapat dikonfirmasi. Pemeriksaan ini seringkali perlu dilakukan beberapa kali dengan interval beberapa hari untuk memberikan interpretasi yang lebih akurat.

Pada kehamilan dengan teknologi reproduksi berbantu, pemeriksaan beta-hCG biasanya dilakukan 10-15 hari pasca inseminasi buatan atau pasca transfer embrio pada siklus bayi tabung. Bila hasil beta-hCG di atas 50 mIU/mL, maka dokter akan menjadwalkan ultrasonografi (USG) transvaginal untuk mengonfirmasi adanya kantung kehamilan. Sebaliknya, bila hasil beta-hCG di bawah 50 mIU/mL, pemeriksaan perlu diulang beberapa kali untuk memastikan kehamilan berkembang dengan semestinya.

2. Beta-hCG untuk mengevaluasi keguguran

Pemeriksaan beta-hCG juga dilakukan bila terdapat kecurigaan terhadap keguguran. Pada kasus ini, pemeriksaan perlu dilakukan setiap 2-3 hari untuk menilai seberapa cepat peningkatan kadar hCG. Di awal kehamilan, laju peningkatan hCG lebih bernilai ketimbang kadar aktual hormon di dalam darah. Kadar hCG yang lambat naik dapat memberi indikasi adanya risiko tinggi kejadian keguguran.

3. Beta-hCG untuk mengevaluasi terapi fertilitas

Pemeriksaan beta-hCG juga kerap dilakukan tepat sebelum atau saat waktunya haid untuk melihat apakah terapi fertilitas berhasil. Pada wanita yang mendapat suntikan hCG, timing pemeriksaan ini harus tepat untuk memastikan bahwa obat-obatan telah keluar dari tubuh sehingga tidak memengaruhi hasilnya.

4. Beta-hCG sebagai penanda tumor

Di luar kehamilan, pemeriksaan beta-hCG dapat membantu diagnosis beberapa kanker, seperti kanker testis

Bagaimana bila kadar hormon beta-hCG tidak normal?

Seperti sudah disebutkan sebelumnya, kadar beta-hCG bervariasi antar wanita. Namun, bila deviasinya sangat bermakna, terlalu tinggi atau terlalu rendah dari apa yang dianggap normal, mungkin disebabkan oleh salah satu kondisi berikut:

  • Kadar beta-hCG di atas rata-rata normal dapat mengindikasi kehamilan multipel, koriokarsinoma rahim, mola hidatidosa (hamil anggur), atau kanker tertentu.
  • Kadar beta-hCG di bawah rata-rata normal dapat mengindikasikan ancaman keguguran, keguguran sebagian (aborsi inkomplit), kehamilan ektopik, atau kematian janin di dalam rahim.

Hasil yang tidak normal biasanya ditindaklanjuti dengan pemeriksaan ulang dan/atau pemeriksaan lain, seperti USG transvaginal, untuk mengetahui apa yang sebetulnya terjadi.

Bisakah hasil pemeriksaan hormon beta-hCG tidak akurat?

Tentu saja, pemeriksaan beta-hCG bisa positif palsu atau negatif palsu tergantung kasusnya.

Hasil positif palsu beta-hCG bisa terjadi pada kasus kehamilan ektopik, tumor atau kanker yang menghasilkan hormon ini. Pada wanita yang menjalani terapi fertilitas, hasil positif palsu bisa terjadi ketika ia mendapat suntikan beta-hCG sintetik untuk memicu ovulasi. Hormon buatan ini dapat bertahan beberapa hari di dalam tubuh sehingga memengaruhi hasil pemeriksaan.

Sedangkan hasil negatif palsu beta-hCG bisa terjadi bila pemeriksaan dilakukan terlalu dini. Ini karena kadar beta-hCG masih terlalu rendah untuk bisa terdeteksi kit pemeriksaan. Solusinya adalah mengulangi pemeriksaan beberapa hari setelahnya.

Hormon beta-hCG dan siklus bayi tabung

Bentuk sintetik hormon beta-hCG juga digunakan dalam terapi fertilitas. Hormon ini disuntikkan pada wanita untuk memicu pematangan folikel sel telur dan ovulasi sebelum dilakukan inseminasi buatan atau memulai siklus bayi tabung. 

Hormon ini memiliki struktur dan aktivitas biologis yang serupa dengan luteinizing hormone (LH). Kedua hormon juga memiliki reseptor yang sama di dalam sel-sel theca dan granulosa folikel ovarium. Oleh karena itu, pemberian hCG dari luar tubuh dapat mensimulasi kenaikan LH sebelum terjadinya ovulasi pada siklus haid normal.

Tahapan efek yang muncul akibat pemberian suntikan beta-hCG sintetik adalah sebagai berikut:

  • Pematangan folikel sel telur.
  • Ovulasi atau pelepasan sel telur. Proses ini dapat diperkirakan melalui pemberian beta-hCG sintetik. Ovulasi umumnya terjadi dalam waktu 36-40 jam pasca pemberian beta-hCG.
  • Pembentukan korpus luteum (sebagai luteal phase support) yang menghasilkan hormon progesteron. Hormon ini diperlukan untuk mempertahankan kehamilan.

Beta-hCG diberikan sebagai suntikan intramuskular (IM) di area bokong atau suntikan subkutan di bawah kulit perut.

Hormon beta-hCG juga digunakan sebagai terapi untuk mengatasi infertilitas pada pria oleh karena memberikan efek serupa LH, yang memicu produksi sperma dan hormon testosteron.

Risiko penggunaan hormon beta-hCG dalam siklus bayi tabung

Kekurangan utama dari penggunaan hormon beta-hCG sebagai terapi fertilitas adalah risiko sindrom hiperstimulasi ovarium (ovarian hyperstimulation syndrome/OHSS) pada wanita. Ini adalah keadaan di mana ovarium menjadi sangat membesar dan banyak folikel berkembang di dalamnya. Pada kasus yang berat, wanita dapat mengalami nyeri perut hebat, muntah-muntah, gumpalan darah pada kaki atau paru, dan ketidakseimbangan cairan di dalam darah. 

Sebagian besar kasus OHSS dapat dicegah dengan menunda siklus bayi tabung ketika kadar estrogen darah terlalu tinggi atau terlalu banyak folikel yang tampak pada pemeriksaan USG. Bila siklus ditunda, beta-hCG tidak akan diberikan lagi. Terapi lain mungkin juga perlu ditambahkan tergantung seberapa besar ukuran folikel ovarium yang nampak. Siklus berikutnya dapat dilanjutkan ketika folikel ovarium telah kembali ke ukuran normal.

Efek samping lain dari suntikan beta-hCG, di antaranya sakit kepala, nyeri, bengkak atau iritasi pada lokasi penyuntikkan, hingga reaksi alergi, seperti ruam kulit, lidah atau bibir membengkak, hingga sesak nafas.

Kesimpulan

Bisa dilihat bahwa ternyata hormon beta-hCG memiliki banyak manfaat. Tak hanya untuk menentukan apakah suatu kehamilan betul terjadi, tetapi juga untuk membantu proses kehamilan itu sendiri. 

Dalam situasi hamil, hindari menarik kesimpulan sendiri ketika hasil pemeriksaan beta-hCG Anda tidak normal. Meski informatif, hasil ini hanyalah salah satu cara untuk menentukan status kehamilan. Bila terdapat keraguan, maka pemeriksaan perlu diulang atau dikonfirmasi melalui pemeriksaan lain yang lebih definitif.

cheer

Jadwalkan Konsultasi

Jika Anda belum juga hamil setelah berupaya selama dua belas bulan atau lebih (atau enam bulan jika usia perempuan di atas 35 tahun), kami menyarankan Anda untuk melakukan penilaian kesuburan dengan spesialis fertilitas kami.

Jadwalkan konsultasi dengan menghubungi kami di (021) 50200800 atau dengan mengisi formulir melalui tombol dibawah.

  1. Harvey, RA. Human chorionic gonadotropin: Biochemistry and measurement in pregnancy and disease. In: UpToDate, Post, TW (Ed), UpToDate, Waltham, MA, 2021.
  2. Fauser, BCJM. Patient education: Infertility treatment with gonadotropins (Beyond the Basics). In: UpToDate, Post, TW (Ed), UpToDate, Waltham, MA, 2021.
  3. Ogino MH, Tadi P. Physiology, Chorionic Gonadotropin. [Updated 2021 Nov 14]. In: StatPearls [Internet]. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing; 2022 Jan-. 
  4. Betz D, Fane K. Human Chorionic Gonadotropin. [Updated 2021 Aug 11]. In: StatPearls [Internet]. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing; 2022 Jan-. 
  5. Lunenfeld B, Bilger W, Longobardi S, Alam V, D’Hooghe T, Sunkara SK. The development of gonadotropins for clinical use in the treatment of infertility. Frontiers in endocrinology. 2019 Jul 3;10:429.
Share:
  • 176
    Shares

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

doctors

Silahkan isi data berikut untuk mengetahui Paket/Layanan yang cocok untuk Ayah/Bunda.

Cek layanan?
ferly slime