Program hamil inseminasi dipengaruhi oleh beberapa faktor yang dapat memengaruhi keberhasilannya.
Inseminasi buatan adalah salah satu cara bagi pasangan suami istri yang ingin memiliki keturunan namun terkendala dengan gangguan kesuburan. Sebelum melakukan inseminasi, Ayah Bunda tentunya perlu melakukan pemeriksaan terlebih dahulu.
Salah satu jenis inseminasi buatan yang umum dilakukan adalah inseminasi intrauterine (IUI). Inseminasi intrauterine (IUI) merupakan program hamil yang dilakukan dengan menyemprotkan sperma ke dalam rahim untuk membantu mempercepat sperma mencapai sel telur sehingga terjadi pembuahan.
Terdapat beberapa indikasi bagi pasangan suami istri yang merencanakan program hamil inseminasi, seperti:
Tanya Mincah tentang Promil?
Wanita yang mengalami sindrom ovarium polikistik (PCOS)
Wanita yang mengalami endometriosis derajat ringan
Pria yang mengalami gangguan kesuburan, seperti kualitas sperma abnormal, gangguan ereksi, gangguan ejakulasi, dan lainnya
Adanya masalah hubungan seksual akibat kondisi tertentu
Masalah kesuburan yang tidak diketahui penyebabnya
Faktor yang Memengaruhi Keberhasilan Inseminasi
Program hamil inseminasi memiliki tingkat keberhasilan mencapai 15 persen. Hal ini juga ditegaskan oleh dr. Febriyan Nicolas, Sp.OG., M.Kes., dokter spesialis kandungan dan kebidanan Bocah Indonesia, mengungkapkan bahwa tidak ada program hamil yang menjamin keberhasilannya hingga 100 persen.
“Angka keberhasilan program inseminasi mencapai 10-15 persen karena sperma dibantu masuk ke dalam rahim serta diberikan nutrisi. Jadi, memang belum ada program hamil yang benar-benar dijamin keberhasilannya hingga 100 persen,” ujar dr. Nico.
Sama seperti program bayi tabung, keberhasilan program inseminasi juga didukung oleh berbagai faktor, di antaranya:
1. Usia Bunda
Usia masih menjadi salah satu faktor yang dapat memengaruhi keberhasilan program inseminasi. Pasalnya, usia wanita sangat memengaruhi kualitas sel telur.
2. Jenis gangguan kesuburan
Faktor keberhasilan inseminasi juga dipengaruhi oleh jenis gangguan kesuburan yang dialami. Sebelum melakukan inseminasi, Bunda perlu melakukan pemeriksaan serta perawatan infertilitas terlebih dahulu. Pasalnya, tidak semua pasien dapat menjalani program inseminasi, melainkan hanya yang sesuai dengan indikasi di atas.
3. Kualitas sperma yang diinseminasi
Kualitas sperma juga memiliki peranan penting dalam keberhasilan program inseminasi. Pasalnya, pada program inseminasi, sperma tetap harus berenang untuk mencapai sel telur sehingga kualitasnya harus optimal.
Ketika Bunda telah melakukan program inseminasi, tidak ada pantangan untuk melakukan aktivitas sehari-hari. Perlu diingat, untuk tidak melakukan aktivitas fisik yang berat.
Ada beberapa tips yang bisa dilakukan sebelum maupun setelah melakukan program inseminasi, seperti:
1. Kelola stres dengan baik
Ayah Bunda perlu mengelola stres dengan baik sebelum maupun setelah melakukan inseminasi. Stres yang berlebihan bisa mengganggu kesehatan mental dan fisik sehingga berpengaruh terhadap keberhasilan inseminasi.
2. Konsumsi makanan sehat
Mengonsumsi makanan sehat bisa membantu memenuhi kebutuhan nutrisi dalam tubuh yang baik untuk kesehatan reproduksi. Hal ini juga bisa membantu meningkatkan peluang keberhasilan inseminasi.
3. Istirahat yang cukup
Waktu istirahat yang cukup dapat meningkatkan peluang keberhasilan inseminasi yang optimal. Pastikan untuk memiliki waktu istirahat yang cukup, kurangi kebiasaan begadang yang dapat menurunkan kualitas tidur.
Meskipun tingkat keberhasilan inseminasi hanya mencapai 10–15 persen, Namun, menurut dr. Nico, angka tersebut tentu lebih tinggi 2-3 kali lipat dari program hamil alami.
Untuk Ayah Bunda yang sedang mempertimbangkan program hamil inseminasi, segera konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter.
FAQ Seputar Program Hamil Inseminasi
1. Apa itu inseminasi intrauterine (IUI)?
Inseminasi intrauterine (IUI) adalah program hamil dengan memasukkan sperma langsung ke dalam rahim untuk membantu sperma lebih cepat mencapai sel telur sehingga peluang terjadinya pembuahan meningkat.
2. Berapa tingkat keberhasilan program hamil inseminasi?
Tingkat keberhasilan inseminasi berkisar 10–15 persen per siklus, tergantung pada usia, kondisi kesuburan, dan kualitas sperma.
3. Siapa saja yang dianjurkan menjalani program inseminasi?
Program inseminasi dapat direkomendasikan untuk pasangan dengan kondisi seperti PCOS, endometriosis derajat ringan, gangguan kesuburan pada pria, masalah hubungan seksual, atau infertilitas yang tidak diketahui penyebabnya, setelah evaluasi dokter.
4. Faktor apa saja yang memengaruhi keberhasilan inseminasi?
Beberapa faktor utama meliputi usia Bunda, jenis gangguan kesuburan, serta kualitas sperma yang diinseminasi.
5. Apa yang dapat dilakukan agar peluang keberhasilan inseminasi lebih optimal?
Mengelola stres dengan baik, mengonsumsi makanan sehat dan bergizi, serta mencukupi waktu istirahat dapat membantu meningkatkan peluang keberhasilan program inseminasi.
Jadwalkan Konsultasi
Jika Anda belum hamil setelah satu tahun usia pernikahan, kami menyarankan Anda untuk melakukan pemeriksaan kesuburan dengan spesialis fertilitas kami.
Buat janji konsultasi dengan menghubungi kami di Whatsapp melalui tombol di bawah.
Bocah Indonesia adalah klinik kesuburan yang melayani konsultasi hingga tindakan operatif. Bocah Indonesia berada di bawah naungan PT Ibu Daya Lestari. Berada di Lantai 7 Rumah Sakit Primaya, Jl. MH Thamrin No.3, Cikokol, Tangerang, Banten, Indonesia.
Latest posts by Team Content Medis Bocah Indonesia (see all)