Bunda, Begini Warna ASI Saat Hamil Menyusui

warna asi saat hamil menyusui

Warna ASI pada ibu menyusui bisa berubah yang disebabkan oleh beberapa faktor tertentu.

Air susu ibu (ASI) merupakan salah satu nutrisi yang diperlukan bayi. Pada prinsipnya, ASI ekslusif diberikan hingga usia 6 bulan. Selama usia bayi 6 bulan maka hanya diperbolehkan mengonsumsi ASI yang nutrisinya diperoleh dari asupan yang dikonsumsi sang ibu.

Secara alami, air susu diproduksi oleh tubuh yang mengandung berbagai nutrisi seperti protein, vitamin, karbohidrat, dan lemak yang baik untuk tumbuh kembang bayi. Tidak selalu sama, warna, tekstur, hingga kandungan ASI bisa berbeda. Pada umumnya, warna ASI berwarna putih seperti kebanyakan susu yang diberikan pada bayi.

Tanya Ferly tentang Promil?

CTA Form Global

Bocah 4 Langkah adalah Paket lengkap pemeriksaan awal (Analisa Sperma, USG, Fertility WorkUp Obgyn dan Fertility WorkUp Andrology) yang komprehensif untuk mempersiapkan langkah optimal program hamil Ayah dan Bunda.

Fertility WorkUp adalah layanan konsultasi awal untuk 1 (satu) orang Ayah/Bunda dalam mempersiapkan langkah optimal program hamil maupun program fertilitas.

Embryology Couseling (EC) adalah Layanan konsultasi online yang komprehensif untuk mengevaluasi program IVF yang pernah dilakukan oleh Ayah Bunda sebelumnya di fasilitas kesehatan lain.

Jenis dan Warna Air Susu Ibu yang Normal

Air susu ibu memiliki jenis warna dan tekstur yang berubah seiring berjalannya waktu. Hal ini berlangsung sejak bayi lahir hingga beberapa waktu kemudian.

1. Kolostrum (putih kekuningan)

Ketika ASI keluar untuk pertama kalinya memiliki warna putih kekuningan. Jenis ASI inilah yang disebut sebagai kolostrum. Selain warnanya yang agak kekuningan, jenis ASI kolostrum juga memiliki tekstur yang kental.

Banyak yang menganggap jika kolostrum adalah ASI yang kurang baik. Padahal kolostrum mengandung sejumlah nutrisi yang baik dan penting untuk bayi. Kolostrum mengandung protein tinggi, vitamin A, vitamin larut lemak, mineral, sel darah putih, dan immunoglobulin.

Selain itu, imunitas pasif yang terkandung dalam kolostrum membantu melindungi dari serangan bakteri serta virus penyebab penyakit pada bayi.

Menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), kolostrum diproduksi sekitar hari pertama hingga kelima sejak bayi lahir. Kolostrum inilah yang nantinya akan diberikan untuk bayi melalui inisiasi menyusui dini (IMD).

2. ASI Transisi (transisi berwarna putih)

Berbeda dari kolostrum warna ASI transisi ini kombinasi antara ASI kolostrum dan ASI matur. ASI transisi berwarna kekuningan di awal dan memiliki tekstur yang agak kental. ASI transisi diproduksi sekitar 7-14 hari setelah bayi lahir, lebih tepatnya setelah produksi kolostrum habis. Proses ini yang disebut sebagai transisi.

Berbeda dengan kolostrum, ASI transisi mengandung karbohidrat tinggi khususnya kandungan laktosa. Jika kolostrum mengandung protein tinggi maka ASI transisi mengandung lebih banyak lemak dan gula susu (laktosa).

4 Manfaat Bayi Tabung, Solusi Masalah Kesuburan

Teksturnya pun lebih cair dan mulai berwarna putih seiring berjalannya waktu dan makin banyak produksinya.

Perubahan warna ASI ini berlangsung selama 10-14 hari sehingga tergolong sebagai air susu ibu yang bagus dan baik untuk bayi.

3. ASI matur (putih)

Jenis ASI ini juga disebut sebagai ASI matang yang diproduksi di tahap terakhir. ASI jenis ini keluar setelah ASI transisi habis atau dua minggu setelah bayi lahir. ASI matur mengandung banyak air yang dapat menjaga bayi agar tetap terhidrasi dengan baik.

Menurut American Pregnancy Association, kandungan air dalam ASI matur sebesar 90 persen dan 10 persen mengandung protein, karbohidrat, serta lemak.

Jenis air susu ibu ini memiliki warna putih sama seperti ini susu pada umumnya. Warna ASI dapat berubah terlihat kuning, oranye, hijau, kemerahan atau cokelat. Hal ini bisa disebabkan adanya puting atau saluran ASI terluka masuk ke dalam alirannya sehingga memengaruhi warna air susu.

Ada dua jenis ASI matur yang bagus, yakni foremilk hindmilk.

  • Hindmilk

Jenis air susu ini memiliki warna cenderung putih agak kekuningan dan memiliki tekstur yang lebih kental. Hal ini karena jenis air susu ini mengandung lemak yang tinggi namun baik untuk tumbuh kembang bayi.

Semakin banyak dipompa maka kandungan lemak di dalamnya terus meningkat sehingga membuat tekstur susu semakin kental.

  • Foremilk

Berbeda dengan hindmilk, jenis asi ini memiliki warna kebiru-biruan dan jernih. Hal ini menandakan jika air susu ibu mengandung lebih sedikit lemak sehingga teksturnya pun cenderung lebih encer. Meski begitu, foremilk tetap jenis air susu yang baik dan bagus untuk bayi.

Warna Air Susu Ibu yang Tidak Normal

Air susu ibu juga bisa mengalami perubahan warna yang tidak normal. Perlu diingat, jika warna ASI dapat berubah tergantung pada asupan yang dikonsumsi sehingga kandungannya berubah. Namun, warna ASI juga bisa berubah yang disebabkan oleh hal lain di luar proses alami tubuh.

1. Kehijauan

Warna ASI bisa berubah warna menjadi kehijauan, lho. Perubahan ASI ini terjadi jika ibu menyusui terlalu banyak mengonsumsi makanan berwarna hijau, seperti bayam atau rumput laut. Namun, perubahan warna ini juga bisa diakibatkan mengonsumsi obat diet atau suplemen lainnya.

2. Kemerahan

Jika warna air susu ibu kemerahan maka bisa disebabkan mengonsumsi makanan atau minuman yang mengandung pewarna. Namun, kondisi ini juga bisa terjadi apabila puting atau saluran ASI luka sehingga darah masuk ke dalam saluran tersebut.

3. Kecoklatan

Perubahan warna kecokelatan juga bisa disebabkan akibat adanya luka. Namun, jika warnanya cokelat muda dan berlangsung sementara maka kandungan darah di dalamnya hanya sedikit dan tidak membahayakan bayi. Namun, jika warnanya cokelat tua maka Anda perlu waspada dan segera lakukan pemeriksaan ke dokter.

4. Kehitaman

Bagi ibu menyusui yang mengalami perubahan warna ASI menjadi hitam, kondisi ini bisa diakibatkan efek samping dari antibiotik jenis minosiklin. Pada prinsipnya, jenis antibiotik ini sangat tidak dianjurkan bagi ibu menyusui. Meski jarang terjadi, namun ada beberapa ibu menyusui yang mengalami perubahan warna tersebut.

Bagaimana Warna ASI Bagi Ibu Hamil yang Menyusui?

Ibu hamil yang sedang menyusui akan mengalami perubahan hormon sehingga dapat memengaruhi produksi ASI. Kadar prolaktin akan meningkat, sebaliknya kadar progesteron dan estrogen menurun yang dapat memicu tubuh memproduksi ASI kolstrum.

Seperti yang diketahui, kolostrum memiliki warna kekuningan dengan tekstur yang lebih kental. Rasa air susu ibu juga dapat berubah selama kehamilan. Jangan khwatir, hal ini normal terjadi. Namun, jika perubahannya tidak normal atau tidak biasa maka disarankan untuk segera lakukan pemeriksaan ke dokter.

Pada dasarnya, ibu hamil memerlukan asupan nutrisi yang tidak sedikit untuk memenuhi kebutuhan nutrisi untuk dirinya dan janin yang dikandung. Oleh sebab itu, jika bayi yang disusui sudah berusia lebih dari 1 tahun maka tidak lagi menggantungkan ASI sebagai nutrisi utama. Lebih baik jika Anda menyapih bayi Anda lebih dini untuk fokus menjaga kehamilan.

Itulah Bunda, jenis-jenis ASI dan perubahan warnanya. Tidak perlu khawatir, jika tidak ada perubahan yang signifikan. Namun, segera periksakan diri ke dokter jika ASI mengalami perubahan yang mengkhawatirkan.

Jadwalkan Konsultasi

cheer

Jika Anda belum hamil setelah satu tahun usia pernikahan, kami menyarankan Anda untuk melakukan pemeriksaan kesuburan dengan spesialis fertilitas kami.

Buat janji konsultasi dengan menghubungi kami di (021) 50200800 atau chat melalui Whatsapp melalui tombol di bawah.

  • Yi, D. Y., Kim, S. Y. (2021). Human Breast Milk Composition and Function in Human Health: From Nutritional Components to Microbiome and MicroRNAs. Nutrients. 2021 Sep; 13(9): 3094. 
  • Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI). Nilai Nutrisi Air Susu Ibu. 
  • American Pregnancy Association. Breastfeeding Overview.
Avatar photo
Share:
  • 176
    Shares

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

doctors
Buat Janji