Syarat Bayi Tabung, Promil Makin Untung

Syarat Bayi Tabung, Promil Makin Untung

Meski menjadi salah satu pilihan program hamil, terdapat beberapa syarat bayi tabung yang perlu diketahui oleh Ayah Bunda.

Bagi pasangan suami istri yang sulit mendapatkan keturunan, program bayi tabung menjadi salah satu opsi. Pasalnya, pada beberapa kasus tertentu, masalah infertilitas yang dialami tidak dapat diatasi dengan program hamil lainnya, seperti program hamil alami maupun inseminasi.

Sesuai namanya, bayi tabung (IVF) ini salah satu promil yang membutuhkan waktu dan biaya yang tidak sedikit.

Baca juga: Segala Hal yang Perlu Anda Tahu Soal Bayi Tabung

Prosedur Bayi Tabung

Program bayi tabung termasuk salah satu jenis teknologi reproduksi berbantu (TRB). Prosedur ini dilakukan dengan mengambil sel telur dari Bunda dan sperma Ayah, kemudian pembuahan dilakukan di laboratorium (in vitro).

Tanya Ferly tentang Promil?

New CTA WA

Sel telur yang dibuahi sperma akan berkembang menjadi embrio. Selanjutnya, embrio akan dipantau perkembangannya di laboratorium. Nantinya, embrio akan dimasukkan kembali ke dalam rahim Bunda. Prosedur ini dinamakan embryo transfer atau transfer embrio.

Pasca dilakukannya transfer embrio, Bunda perlu menunggu selama 2 minggu atau yang disebut sebagai 2 weeks waiting. Setelah menunggu selama 2 minggu, Bunda bisa melakukan tes kehamilan dengan mengukur kadar hormon betaHCG.

Syarat Program Bayi Tabung

Ayah Bunda, perlu diketahui jika ingin menjalani program bayi tabung maka terdapat beberapa syarat yang harus dilakukan, seperti:

1. Pasangan suami istri yang sah

Salah satu syarat bayi bayi tabung yang paling utama adalah merupakan pasangan suami istri yang sah. Mengapa demikian? Di Indonesia sendiri, teknologi reproduksi berbantu (TRB) diatur dalam UU Republik Indonesia Nomor 36 Tahun 2009 tentang kesehatan.

Meski pembuahan bayi tabung dilakukan di laboratorium namun sel telur dan sperma harus diambil dari tempatnya berasal atau milik Ayah Bunda. Maka dari itu, donor sperma maupun surogasi atau titip rahim tidak bisa dilakukan di Indonesia.

2. Kondisi sel telur dan sperma yang sehat

Ayah Bunda, sebelum menjalani program bayi tabung, sebaiknya pastikan kondisi sel telur dan sperma yang sehat. Oleh sebab itu, Ayah Bunda perlu melakukan pemeriksaan kesuburan untuk mengetahui kondisi sel telur, sperma, maupun kondisi organ reproduksi lainnya.

Berbagai pemeriksaan perlu dilakukan seperti USG transvaginal serta analisis sperma. Selain itu, jika Ayah Bunda merencanakan program bayi tabung perlu dilakukan pemeriksaan hormon, seperti follicle stimulating hormone (FSH), Luteinizing Hormone (LH), progesteron, dan estradiol.

3. Pemahaman prosedur, risiko, serta biaya bayi tabung

Salah satu syarat yang tidak kalah penting lainnya adalah Ayah Bunda perlu mengetahui rangkaian prosedur, risiko, hingga biaya yang perlu dikeluarkan. Seperti yang dijelaskan di atas, bayi tabung merupakan program hamil yang memerlukan prosedur dan membutuhkan waktu yang panjang. Biaya yang dikeluarkan pun tidak sedikit.

Meski memiliki peluang keberhasilan yang tinggi namun ada beberapa faktor yang bisa menyebabkan bayi tabung gagal. Oleh sebab itu, penting bagi Ayah Bunda untuk memahami prosedur dan risiko yang akan dihadapi nantinya.

4. Mengubah pola hidup menjadi lebih sehat

Jika Ayah Bunda ingin memulai program bayi tabung, maka salah satu syarat yang perlu dilakukan adalah mengubah pola hidup menjadi lebih sehat. Biasakan untuk mengonsumsi makanan dengan gizi seimbang, olahraga yang teratur, serta berhenti melakukan kebiasaan buruk seperti merokok dan mengonsumsi alkohol.

Merokok dapat menurunkan peluang kehamilan sehingga bisa menghambat program bayi tabung yang dijalani.

Baca juga: 4 Manfaat Bayi Tabung, Solusi Masalah Kesuburan

Tips Bagi Ayah Bunda yang Menjalani Program Bayi Tabung

Dalam satu siklus bayi tabung, waktunya tidak dapat diprediksi sebab disesuaikan dengan kondisi masing-masing pasangan suami istri. Ada yang hanya memerlukan beberapa waktu namun ada pula yang membutuhkan waktu lebih lama seiring kondisi dan perawatan yang dijalaninya.

Namun, Ayah Bunda tidak perlu khawatir. Terdapat beberapa tips untuk meningkatkan peluang keberhasilan bayi tabung yang bisa dilakukan, seperti:

1. Mengonsumsi makanan bergizi

Penting bagi Ayah Bunda untuk mengonsumsi makanan bergizi yang mengandung protein, lemak sehat, serat, seperti ikan, susu, alpukat, gandum, dan kacang-kacangan. Jenis makanan tersebut dapat membantu meningkatkan peluang keberhasilan program bayi tabung. Pasalnya, makanan-makanan tersebut dinilai dapat meningkatkan kualitas sperma dan menjaga berat badan.

2. Menerapkan pola tidur yang baik

Tahukah Ayah Bunda, pola tidur penting untuk meningkatkan peluang keberhasilan bayi tabung? Pasalnya, pola tidur yang baik adalah 7-9 jam setiap malamnya. Jika waktu tidur Ayah Bunda kurang dari itu maka bisa menyebabkan ketidakseimbangan pada hormon sehingga menurunkan peluang keberhasilan.

3. Kelola stres dengan baik

Stres yang berlebihan juga bisa menyebabkan peluang keberhasilan bayi tabung menurun. Sebisa mungkin bagi Ayah Bunda yang hendak menjalani promil, mengelola stress dengan baik agar tidak mengganggu kesehatan dan menghambat proses reproduksi.

4. Menghindari penggunaan produk yang mengandung bahan kimia

Saat menjalani program bayi tabung, sebaiknya Ayah Bunda menghindari penggunaan produk yang mengandung bahan kimia. Perlu diingat, paparan bahan kimia yang berlebihan bisa mengganggu kesuburan dan calon janin nantinya.

Itu dia Ayah Bunda, apa saja syarat yang perlu diketahui jika ingin melakukan program bayi tabung. Sebelum memutuskan untuk melakukan jenis promil ini, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter, ya.

cheer

Jadwalkan Konsultasi

Jika Anda belum hamil setelah satu tahun usia pernikahan, kami menyarankan Anda untuk melakukan pemeriksaan kesuburan dengan spesialis fertilitas kami.

Buat janji konsultasi dengan menghubungi kami di (021) 50200800 atau chat melalui Whatsapp melalui tombol di bawah.

Referensi
  • Rooney, K.L., Domar, A.D. (2018). The relationship between stress and infertility. Dialogues Clin Neurosci. 2018 Mar; 20(1): 41–47. 
  • American Pregnancy Association. IVF – In Vitro Fertilization. 
  • Connell, M.T., et al. (2015). Timing luteal support in assisted reproductive technology: a systematic review. Timing luteal support in assisted reproductive technology: a systematic review. Fertility and Sterility, 103(4), 939–946.e3. 
  • Rodprasert, W., et al. (2019). Associations between male reproductive health and exposure to endocrine-disrupting chemicals. Current Opinion in Endocrine and Metabolic Research, Volume 7, August 2019, Pages 49-61. 
  • Karayiannis, D., et al. (2017). Association between adherence to the Mediterranean diet and semen quality parameters in male partners of couples attempting fertility. Human Reproduction, Volume 32, Issue 1, 1 January 2017, Pages 215–222. 
  • Rossi, B.V., et al. (2011). Effect of Alcohol Consumption on In Vitro Fertilization. Obstetrics & Gynecology 117(1):p 136-142, January 2011
Avatar photo
Share:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

doctors
[caldera_form id="CF6195e2bd61123"]
Buat Janji