Siklus Kedua Bayi Tabung Nggak Bikin Buntung

Mau Siklus ke 2 Bayi Tabung Hal ini yang Harus di Perhatikan

Ada banyak faktor yang memengaruhi keberhasilan program hamil bayi tabung (IVF) pada siklus kedua seperti faktor usia Bunda, kualitas sel telur, kualitas sperma, serta gaya hidup.

Program hamil bayi tabung (IVF) menjadi salah satu opsi bagi pasangan suami istri yang memiliki gangguan kesuburan. Biasanya, kondisi ini terjadi ketika pasangan sulit mendapatkan keturunan melalui pembuahan alami.

Peluang keberhasilan bayi tabung sendiri tergantung dari beberapa faktor. Tidak hanya dari sisi istri namun juga sisi suami memengaruhi tingkat keberhasilan promil bayi tabung yang dijalani.

Berdasarkan data Victorian Assisted Reproduction Treatment Authority (VARTA) tahun 2022, tingkat keberhasilan program bayi tabung terbagi berdasarkan kategori usia, yaitu di bawah 35 tahun; 35-39 tahun, dan usia 40 tahun atau lebih.

Menurut VARTA, rata-rata tingkat keberhasilan bayi tabung sebagai berikut:

Tanya Ferly tentang Promil?

New CTA WA

  • Usia kurang dari 35 tahun mencapai 44,04%
  • Usia 35-39 tahun mencapai 37,77%
  • Usia 40 tahun atau lebih mencapai 23,99%

Banyak cerita maupun kisah sukses dari mereka yang mengalami keberhasilan maupun kegagalan ketika menjadi promil ini. Mulai dari mereka yang berhasil pada siklus pertama, pada siklus kedua, maupun yang pantang menyerah hingga lebih dari 3 kali berjuang demi mendapatkan buah hati.

Baca juga: Segala Hal yang Perlu Anda Tahu Soal Bayi Tabung 

Apa yang Perlu Dilakukan Jika Gagal IVF dan Ingin Melakukan IVF di Siklus Kedua?

Menurut dr. Thomas Chayadi, Sp.OG, dokter spesialis obstetri dan ginekologi Bocah Indonesia, menyebutkan jika ingin melakukan siklus kedua maka pasien akan mengulang siklusnya dari awal dan jika embrio masih ada. Nantinya dokter akan melakukan evaluasi bersama tim dokter dan ahli embriologi untuk mencari masalah yang perlu diperbaiki.

Ketika Ayah Bunda gagal melakukan program hamil bayi tabung (IVF) maka dokter spesialis akan meninjau ulang kondisi pada siklus pertama. Proses evaluasi tentu dilakukan dengan sangat hati-hati dalam setiap siklus IVF yang gagal untuk mencari tahu dan mempelajari letak masalahnya.

Terdapat beberapa faktor kegagalan IVF yang bisa disebabkan oleh Ayah maupun Bunda, seperti:

  • Usia Bunda
  • Kualitas embrio yang kurang baik
  • Adanya kelainan kromosom pada embrio
  • Gaya hidup yang tidak sehat (misalnya berat badan berlebihan, merokok, konsumsi alkohol)
  • Gagalnya embrio menempel pada dinding rahim (disfungsi implantasi)
  • Respons tubuh Bunda yang tidak sejalan selama program hamil dilakukan

Pada umumnya, dokter spesialis obstetri dan ginekologi, tim dokter spesialis andrologi, hingga tim embriologi akan bekerja secara tim untuk mengevaluasi pada riwayat siklus pertama IVF, untuk mengurangi atau menghilangkan kemungkinan yang akan terjadi pada siklus kedua.

Baca juga: Proses Bayi Tabung dan Persiapan Pasangan Sebelum Menjalani Bayi Tabung 

Peluang Keberhasilan di Siklus Kedua IVF

Peluang keberhasilan di siklus kedua IVF ini tentu memiliki kemungkinan keberhasilan yang berbeda. Hal ini ditentukan oleh kondisi masing-masing pasangan.

Menurut dr. Cynthia Agnes Susanto, BMedSc, Sp.OG, dokter spesialis obstetri dan ginekologi Bocah Indonesia, menyebutkan jika ada beberapa faktor yang memengaruhi peluang keberhasilan program bayi tabung.

1. Usia Bunda

Salah satu faktor penting yang memengaruhi keberhasilan bayi tabung adalah usia Bunda. 

“Pastinya nomor satu adalah usia Bunda. Semakin muda usia Bunda maka keberhasilan IVF itu tentunya akan lebih tinggi. Karena usia menentukan kualitas. Semakin muda usia Bunda maka kualitas sel telurnya akan lebih baik,” ujar dr. Cynthia.

Meski begitu, kondisi tersebut belum tentu selalu terjadi seperti itu. Pasalnya, bagi wanita yang mengalami endometriosis dan kondisi sel telur yang kecil-kecil (PCO) bisa memengaruhi kualitas sel telur.

“Kalau kondisi Bunda ternyata ada endometriosis, ada PCO atau sel telur kecil-kecil itu juga bisa memengaruhi kualitas sel telur,” tambahnya.

2. Pola hidup sehat

Selain usia, pola hidup juga memengaruhi keberhasilan setiap program hamil. Pasalnya, konsumsi makanan bergizi dan mengandung nutrisi lengkap dapat membantu meningkatkan peluang keberhasilan promil.

“Jangan lupa menjaga pola hidup sehat. Satu, lifestyle. Kurangi makanan yang berlemak, kurangi karbohidrat, konsumsi makanan bergizi dan protein untuk menunjang keberhasilan program hamil itu sendiri,” ucap dr. Cynthia Agnes Susanto, BMedSc, Sp.OG.

3. Kondisi rahim

Faktor lain yang tidak kalah penting adalah kondisi rahim dari Bunda itu sendiri. Pasalnya, embrio akan berkembang menjadi janin di dalam rahim sehingga kondisi rahim yang sehat sangat penting untuk mendukung keberhasilan promil.

“Kondisi rahim Bunda bagaimana? Apakah ada polip, ada infeksi yang sebenarnya tidak terlihat saat USG tapi bisa kita tunjang dengan pemeriksaan yang namanya histeroskopi,” tambahnya.

Baca juga: 6 Penyebab Program Bayi Tabung Gagal yang Harus Anda Ketahui! 

4. Jangan pernah meninggalkan Ayah

Jika beberapa penyebab di atas, sebagian besar dialami Bunda namun jangan sampai melupakan peran Ayah. Keberhasilan program bayi tabung didukung dari kedua sisi, Ayah maupun Bunda. Pasalnya kualitas sperma juga memengaruhi keberhasilan bayi tabung. 

“Ini merupakan faktor penting bagi Bunda, jangan sampai meninggalkan Ayahnya. Karena kita memerlukan sperma yang sangat optimal dan sangat baik. Jadi lakukan Analisa sperma dan juga DNA fragmentasi karena kedua hal itu belum tentu secara kuantitas bagus dan baik secara kualitas. Jadi perlu melakukan pemeriksaan diri keduanya,” tutup dr. Cynthia.

Demikian penjelasan terkait peluang keberhasilan promil IVF tergantung dari kondisi masing-masing pasien. Umumnya, bagi Ayah Bunda yang pernah mengalami kegagalan pada IVF sebelumnya dan ingin memulai kembali, dapat melakukan embryology counseling.

Embryology counseling ini merupakan layanan konsultasi yang komprehensif untuk mengevaluasi promil IVF sebelumnya untuk menunjang persiapan dalam mewujudkan impian memiliki keturunan pada siklus berikutnya. Konsultasi ini dilakukan bersama ahli embriologi tentunya.

Di Bocah Indonesia sendiri, embryology counseling dilakukan bersama dr. Maitra Djiang Wen, Sp.And., Subsp. F.E.R., M.ClinEmbryol. Konsultasi dilakukan dengan menelaah hasil laporan medis Ayah Bunda maupun embrio pada siklus sebelumnya.

Beberapa laporan data yang perlu disiapkan sebelum melakukan embryology counseling, seperti:

  • Laporan atau data medis dasar kondisi Ayah Bunda
  • Data stimulasi indung telur (jumlah dan jenis obat stimulasi)
  • Data laboratorium embriologi (perkembangan embrio dalam laboratorium embriologi)

Ingin Berhasil pada siklus IVF berikutnya? Jangan lupa untuk melakukan pemeriksaan karena #SelaluAdaHarapan untuk masa depan.

Artikel ini ditinjau secara medis oleh dr. Chitra Fatimah

Referensi
  • Victorian Assisted Reproductive Treatmnet Authority (VARTA). How likely are you to have a baby after one, two or three IVF cycles? 
  • Arizona Associates for Reproductive Health. How Long To Wait Between Failed IVF Cycles?
Avatar photo
Share:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

doctors
Buat Janji