Sel Telur Kecil tapi Haid Teratur, Apakah PCOS?

sel telur kecil tapi haid teratur

Sel telur yang sudah matang akan dilepaskan setiap bulannya oleh ovarium. Ukuran sel telur sendiri mencapai rata-rata 22 – 24 mm. Selain PCOS, ukuran sel telur kecil tapi haid teratur bisa disebabkan oleh beberapa kondisi.

Ovarium merupakan salah satu organ reproduksi yang memiliki fungsi untuk memproduksi sel telur dan hormon reproduksi. Sel telur akan mulai berkembang ketika seorang wanita telah mengalami menstruasi.

Sel telur akan berkembang karena dipengaruhi oleh hormon follicle-stimulating hormone (FSH) yang diproduksi oleh kelenjar pituitary di otak hingga mencapai ukuran normal. Ketika sel telur telah matang maka akan dilepas oleh ovarium menuju tuba falopi.

Namun, ukuran sel telur tidak selalu mencapai ukuran normal pada umumnya. Sel telur yang tidak berkembang mencapai ukuran normal bisa menyebabkan tidak terjadinya ovulasi. Ovulasi yang tidak teratur inilah yang bisa membuat wanita sulit hamil.

Apakah Sel Telur Kecil Tanda PCOS?

Salah satu penyebab ukuran sel telur tidak berkembang adalah sindrom ovarium polikistik (PCOS). Ukuran sel telur PCOS umumnya kecil-kecil karena tidak berkembang dengan sempurna. PCOS bisa merupakan gangguan hormon yang terjadi pada wanita. Biasanya, kondisi ini ditandai dengan siklus menstruasi yang tidak teratur, pertumbuhan rambut berlebihan di beberapa area, hingga berat badan meningkat.

Meski salah satu gejalanya haid tidak teratur namun jika hasil pemeriksaan tidak menunjukkan adanya polikistik atau kondisi yang merujuk pada kondisi tersebut maka Anda tidak dapat dikatakan mengalami PCOS.

Bagi Anda yang memiliki siklus haid teratur ada kemungkinan mengalami PCOS namun tidak terjadi ovulasi setiap bulannya

Ukuran sel telur yang kecil bisa disebabkan oleh PCOS jika hasil pemeriksaan lainnya menunjukkan adanya polikistik.

Namun, ukuran sel telur kecil juga bisa disebabkan oleh kondisi lainnya seperti gangguan hormon atau adanya ketidakseimbangan hormon, memiliki resistensi insulin, dan genetik atau keturunan.

Ketidakseimbangan hormon bisa disebabkan oleh berat badan yang berlebihan. Hal ini lantaran berat badan berlebihan dapat meningkatkan hormone insulin meningkat. Kadar insulin yang meningkat ini juga bisa memicu kondisi PCOS.

Kondisi ini bisa diatasi dengan mengonsumsi obat-obatan yang diberikan dokter agar hormon dapat seimbang kembali. Selain itu, Anda juga disarankan menurunkan berat badan agar obat-obatan dapat bekerja secara efektif.

Sel telur kecil

Bagaimana Cara Diagnosis PCOS?

Ukuran sel telur kecil memang bisa menandakan PCOS namun untuk mengetahui pasti mengenai kondisi tersebut, terdapat beberapa pemeriksaan untuk mengetahui diagnosis PCOS tersebut, seperti:

  • Pemeriksaan fisik

Salah satu cara diagnosis PCOS dilakukan melalui pemeriksaan fisik. Beberapa pemeriksaan fisik yang dilakukan berupa mencatat sejumlah informasi pasien seperti tinggi badan, berat badan, tekanan darah, riwayat penyakit, genetik, atau perawatan yang pernah dialami sebelumnya.

  • Pemeriksaan darah

Selain pemeriksaan mengenai riwayat dan latar belakang pasien, diagnosis PCOS juga dilakukan melalui pemeriksaan darah untuk mengetahui kadar Anti-Mullerian Hormone (AMH). Jika kadar AMH tinggi maka bisa dinyatakan Anda mengalami PCOS.

Selain itu, pemeriksaan darah lainnya dilakukan untuk mengetahui kadar hormon androgen, kadar toleransi terhadap gula darah, dan kadar kolesterol.

  • USG transvaginal

Cara diagnosis PCOS lainnya bisa melalui USG transvaginal. USG transvaginal bertujuan untuk pemeriksaan kondisi ketebalan dinding rahim, kista produksi hormon androgen yang berlebihan, serta apakah adanya kista di dalam indung telur.

Pemeriksaan ini dapat membantu dokter untuk mendiagnosis PCOS dengan secara detail kondisi rahim dan ovarium. Sehingga pemeriksaan ini menjadi salah satu cara diagnosis yang dilakukan untuk mendeteksi PCOS.

Apakah Sel Telur Kecil Bisa Hamil?

Meski kondisi sel telur kecil bukan berarti Anda tidak memiliki harapan untuk memiliki keturunan. Wanita yang memiliki sel telur kecil atau mengalami PCOS bisa memiliki kesempatan untuk hamil dengan melakukan perawatan kesuburan.

Setelah melakukan rangkaian perawatan kesuburan dan PCOS dapat diatasi maka Anda bisa diskusikan mengenai program hamil yang tepat bersama dokter spesialis kandungan.

Wanita yang didiagnosis PCOS mengalami ketidakseimbangan hormon yang dapat membuat folikel sel telur tidak dapat berkembang dan matang. Folikel sel telur yang tidak matang ini dapat menyebabkan tidak terjadinya ovulasi. Hal ini membuat sel telur tidak dapat dibuahi oleh sperma.

Siklus haid yang tidak teratur juga dapat menyulitkan wanita menentukan kapan waktu ovulasi. Kondisi ini juga yang menyebabkan wanita sulit hamil.

Kondisi sel telur kecil tidak mengurangi kesempatan Anda untuk memiliki keturunan. Anda dapat mengatasinya dengan melakukan pemeriksaan kesuburan secara komprehensif dengan layanan Fertility Workup.

Fertility Workup merupakan layanan konsultasi yang komprehensif untuk mengevaluasi atau tindakan kesuburan yang pernah dilakukan oleh Ayah dan/atau Bunda sebelumnya. Jangan berkecil hati walau ukuran sel telur kecil, segera periksakan diri Anda ke dokter.

cheer

Jika Anda membutuhkan pemeriksaan kesuburan yang komprehensif, kami memiliki layanan yang tepat untuk Anda. Silakan isi form di bawah ini, tim kami akan menghubungi Anda!

Ukuran sel telur kecil dapat disebabkan oleh beberapa faktor. Sebelum melakukan program hamil, sebaiknya segera periksakan diri Anda melalui pemeriksaan kesuburan yang komprehensif.

  1. John C. Marshall, MD, Ph.D. All Women with PCOS Should Be Treated for Insulin Resistance. Fertil Steril. 2012 Jan; 97(1): 18–22. 
  2. Richard S Legro. Diagnosis and Treatment of Polycystic Ovary Syndrome: An Endocrine Society Clinical Practice Guideline. J Clin Endocrinol Metab. 2013 Dec; 98(12): 4565–4592. 
  3. Susan Sam, MD. Obesity and Polycystic Ovary Syndrome. Obes Manag. 2007 Apr; 3(2): 69–73. 
  4. Polycystic Ovary Syndrome (PCOS). The American College of Obstetricians and Gynecologists. 
  5. Mohammad, M. B., Seghinsara, A. M. 2017. Polycystic Ovary Syndrome (PCOS), Diagnostic Criteria, and AMH. Asian Pac J Cancer Prev. 2017; 18(1): 17–21. 
bocah indonesia green
Share:
  • 176
    Shares

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

doctors

Silahkan isi data berikut untuk mengetahui Paket/Layanan yang cocok untuk Ayah/Bunda.

Cek layanan?
ferly slime