Bagaimana Proses Pembuahan Hingga Terjadinya Kehamilan?

proses pembuahan

Kehamilan dapat terjadi jika sel telur berhasil dibuahi oleh sperma atau yang disebut sebagai proses pembuahan atau konsepsi. Sel telur yang berhasil dibuahi atau ovum inilah yang nantinya menjadi cikal bakal janin. Namun, tahukah Anda bagaimana proses pembuahan terjadi?

Proses Produksi dan Sperma

Proses pembuahan terjadi ketika sel telur dan sperma bertemu. Kedua unsur tersebut mengalami pembentukan awal masing-masing sebelum menjadi sel telur dan sperma.

Wanita akan melepaskan satu sel telur yang sudah matang dari ovarium setiap bulannya. Proses ini terjadi bersamaan dengan masa subur yang dialami wanita sehingga terjadi ovulasi. Sel telur yang dilepaskan akan melewati saluran tuba falopi menuju rahim.

Jika seorang wanita melepaskan sel telur setiap bulan berbeda dengan pria yang dapat terus menghasilkan sperma. Tubuh pria dapat secara teratur menghasilkan sperma. Pembentukan sel sperma baru atau spermatogenesis diperlukan waktu 2 – 3 bulan. Selama proses pembentukan berlangsung, ada 300 juta lebih spermatozoa yang diproduksi. Namun, hanya dibutuhkan satu sel sperma untuk terjadinya pembuahan.

Proses Pembuahan

Pada saat suami istri melakukan hubungan intim, pria akan mencapai orgasme dengan mengeluarkan cairan mani yang kaya akan sperma. Cairan mani tersebut mengandung minimal 15 sperma per milimeter yang akan memasuki vagina. Cairan sperma akan menuju rahim untuk bertemu sel telur. Sperma akan melewati leher rahim dan menuju tuba falopi untuk bertemu sel telur.

Dari banyaknya sperma yang mencapai tuba falopi, hanya ada satu yang bertemu sel telur. Setelah keduanya bertemu, barulah proses pembuahan terjadi. Biasanya, pembuahan terjadi dalam 24 jam setelah sel telur dihasilkan.

Agar memiliki peluang kehamilan yang tinggi, Anda bisa melakukan hubungan intim pada saat masa subur. Masa subur ini terjadi selama masa ovulasi berlangsung. Pada saat ovulasi inilah merupakan waktu yang paling subur untuk melakukan hubungan seksual karena dapat meningkatkan peluang kehamilan.

Pasca Proses Pembuahan

Ketika sperma berhasil bertemu dengan sel telur maka tahap selanjutnya yang terjadi adalah terjadinya proses kehamilan. Setelah pembuahan terjadi, sel telur akan berubah menjadi zigot yang kemudian nantinya akan membentuk sel-sel baru. Sel-sel yang terbentuk inilah yang akan bergerak menuju rahim.

Sel-sel tersebut akan membelah diri menjadi lebih dari 100 sel atau yang disebut sebagai embrio. Proses kehamilan akan terjadi ketika embrio blastokista tertanam di dinding rahim. Proses inilah disebut sebagai implantasi.

Tidak ada cara pasti untuk menjaga agar pembuahan berhasil namun untuk meningkatkan peluang pembuahan berhasil maka Anda dapat melakukan hubungan seksual pada saat masa subur. Selain itu, penting menjalani pola hidup sehat dengan mengonsumsi makanan yang kaya akan nutrisi; istirahat yang cukup; hingga mengelola stres dengan baik. Anda juga dapat mengonsumsi asam folat untuk meningkatkan kesuburan, mendukung pertumbuhan dan perkembangan janin nantinya. Asam folat dapat terus dikonsumsi hingga masa kehamilan trimester pertama.

test pack kehamilan

Ciri Fisik Pembuahan Berhasil

Pembuahan yang berhasil biasanya menimbulkan sejumlah ciri fisik. Ciri fisik pembuahan yang berhasil ini dapat membantu wanita mengetahui gejala kehamilan sejak dini. Apa saja ciri fisik pembuahan berhasil yang dapat diketahui?

1. Bercak darah implantasi

Bercak darah implantasi atau juga yang dikenal sebagai flek merupakan salah satu ciri fisik dari pembuahan yang berhasil. Biasanya, ciri fisik ini muncul pada 6 – 12 hari setelah berhubungan seksual. Gejala ini muncul ketika embrio atau sel telur yang berhasil dibuahi menempel pada dinding rahim.

Namun pendarahan implantasi berbeda dengan pendarahan menstruasi. Volume pendarahan hanya terjadi dalam bentuk bercak sehingga Anda tidak perlu khawatir untuk mengganti pembalut. Biasanya, darah flek berwarna cokelat gelap sedangkan darah menstruasi merah cerah.

2. Kram perut

Ciri fisik lainnya yang menandakan pembuahan berhasil adalah kram perut. Kram perut terjadi ketika embrio mulai menempel pada dinding rahim. Meski ciri fisik ini sama seperti gejala awal menstruasi namun kram perut hanya terjadi beberapa jam atau sehari.

3. Morning sickness

Salah satu ciri fisik lainnya yang biasa terjadi adalah morning sickness atau mual-mual dan muntah. Morning sickness menjadi tanda awal kehamilan yang bisa terjadi pada pagi, malam, atau sepanjang hari. Pada kasus yang lebih parah, morning sickness bisa menyebabkan wanita sulit mengonsumsi makanan atau minuman.

4. Cepat lelah

Jika Anda merasa menjadi lebih mudah lelah, bisa jadi ini merupakan salah satu ciri fisik pembuahan yang berhasil. Hal ini bisa disebabkan oleh karena adanya perubahan hormon, mengingat wanita hamil akan mengalami perubahan fisik selama mengandung. Meski begitu, jangan jadikan ini sebagai patokan gejala kehamilan.

Kapan Harus Melakukan Tes Kehamilan?

Tes kehamilan menggunakan alat test pack bisa dilakukan 3 – 4 minggu setelah hari pertama menstruasi terakhir atau 2 – 3 minggu setelah Anda berhubungan di masa subur. Agar hasil test pack lebih akurat, Anda bisa melakukan tes kehamilan 1 – 2 minggu setelah terlambat menstruasi.

Melakukan pemeriksaan dengan test pack juga harus ada beberapa hal yang harus diperhatikan, seperti kondisi test pack dalam keadaan baik, waktu yang tepat dalam menggunakan test pack, hingga menggunakan test pack sesuai dengan tata caranya.

Kesimpulan

Begitulah kira-kira proses pembuahan terjadi hingga menuju proses kehamilan. Jika Anda ingin meningkatkan peluang kehamilan maka Anda dapat menerapkan pola hidup yang sehat serta waktu yang tepat untuk melakukan hubungan seksual.

cheer

Jika Anda mengalami gejala-gejala di atas, kami menyediakan layanan pemeriksaan penunjang. Silakan isi formulir di bawah. Tim kami segera menghubungi Anda!

Jika hasil test pack menunjukkan positif, hal tersebut bisa jadi merupakan ciri pembuahan yang berhasil. Segera periksakan diri Anda untuk mendapatkan hasil yang akurat!

  1. Deutchman, M., Tubay, A. T., Turok, D. (2009). First trimester bleeding. Am Fam Physician. 2009 Jun 1;79(11):985-94. 
  2. Kim, S. M., Kim, J. S. (2017). A Review of Mechanisms of Implantation. Dev Reprod. 2017 Dec; 21(4): 351–359. 
  3. Foxcroft, K. F., Callaway, L. K., Byrne, N. M., Webster, J. (2013). Development and validation of a pregnancy symptoms inventory. BMC Pregnancy and Childbirth, volume 13, Article number: 3. 
  4. F, Gilbert S. Developmental Biology. 6th edition. Spermatogenesis. Sunderland (MA): Sinauer Associates; 2000. 
  5. White YA, Woods DC, Takai Y, Ishihara O, Seki H, Tilly JL. Oocyte formation by mitotically active germ cells purified from ovaries of reproductive-age women. Nat Med. 2012;18(3):413–421. Published 2012 Feb 26.
Share:

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Reservasi