Bagaimana Proses Kehamilan dan Tahapan-Tahapannya

Proses Kehamilan

Mula kehamilan adalah saat sel telur yang telah dibuahi berhasil tertanam pada dinding rahim. 

Kehamilan sejatinya adalah suatu proses yang sangat rumit dan memiliki banyak tahapan. Semuanya dimulai dari sel sperma dan sel telur.

Sel sperma diproduksi oleh testis pria. Dalam perjalanannya, sperma bercampur dengan air mani dan membentuk semen (cairan sperma), yang dikeluarkan saat pria berejakulasi. Ada berjuta-juta sel sperma yang keluar setiap kali pria berejakulasi. Namun, hanya dibutuhkan satu sel sperma untuk membuahi sel telur dan menghasilkan suatu kehamilan.

Sementara itu, sel telur dihasilkan oleh ovarium wanita. Setiap bulannya, hormon-hormon pengendali siklus menstruasi akan memicu beberapa folikel sel telur menjadi matang, yang artinya siap dibuahi oleh sel sperma. Meski demikian, hanya akan ada satu sel telur yang dilepaskan setiap bulannya. Hormon-hormon ini juga membuat lapisan dinding rahim menebal, menyiapkan “lahan” yang subur untuk suatu kehamilan. 

Tahap pertama dalam serangkaian proses kompleks kehamilan adalah pembuahan atau istilah medisnya, fertilisasi. Ini merupakan bersatunya sel telur dan sel sperma menjadi sebuah sel tunggal. Dalam beberapa hari setelahnya, sel tunggal ini membelah menjadi beberapa sel. Di waktu yang sama, sekelompok kecil sel yang terus membelah ini bergerak melewati tuba falopii (saluran telur) dan masuk ke rongga rahim untuk berimplantasi pada dinding rahim. 

Tanya Ferly tentang Promil?

New CTA WA

Bila sel ini berhasil berimplantasi dan mulai bertumbuh, barulah seorang wanita dikatakan hamil. Pada 8 minggu pasca pembuahan, sel tersebut disebut dengan embrio. Dan setelah 9 minggu hingga dilahirkan, disebut fetus atau janin.

Proses terjadinya kehamilan

Pada dasarnya, untuk bisa hamil, tahapan-tahapan berikut harus terjadi:

1. Transpor sperma

Sperma harus dikumpulkan dan ditranspor ke tempat pembuahan. 

Proses transpor sperma ini bergantung pada beberapa faktor:

  • Sperma harus mampu berenang secara optimal di dalam lingkungan vagina dan serviks wanita.
  • Lingkungan ini, yang dikendalikan oleh hormon-hormon wanita, harus memungkinkan sperma untuk bertahan hidup.
  • Sperma harus memiliki kemampuan untuk mengubah bentuknya agar dapat menembus membran sel telur (melalui proses kapasitasi).

Setelah ejakulasi, semen membentuk gel yang melindunginya dari lingkungan asam vagina. Gel ini akan mencair dengan sendirinya dalam waktu 20-30 menit. Tujuannya, agar sperma “bebas” dan proses transpor sperma bisa terjadi. Cairan akan tetap tertinggal di vagina, sementara sel sperma terus melaju ke tempat sel telur berada.

Sel sperma dengan pergerakan terbaik mampu berenang melewati lapisan lendir serviks yang menjaga pintu masuk ke rahim. Di masa subur (saat ovulasi terjadi), lendir ini menjadi lebih tipis, menciptakan lingkungan yang lebih “ramah” bagi sperma. 

Begitu sperma memasuki rahim, kontraksi otot-otot rahim akan mendorong sperma ke atas menuju tuba falopii. Beberapa menit setelah ejakulasi, sperma pertama masuk ke saluran ini. Namun, kemungkinan besar ini bukanlah sperma yang membuahi sel telur. Sperma yang motil (pergerakan baik) dapat bertahan hidup di saluran reproduksi wanita hingga lima hari.

2. Transpor sel telur

Ovulasi harus terjadi dan sel telur harus “diangkat” oleh. 

Di pertengahan siklus haid, satu folikel ovarium akan melepaskan sel telur dan bergerak melalui tuba falopii menuju rahim. Transpor sel telur ini dimulai saat ovulasi dan berakhir saat sel telur mencapai rahim. 

Setelah ovulasi, bagian ujung tuba falopii yang berfimbria (seperti jari) akan menyapu ovarium. Silia (bulu-bulu halus) di permukaan fimbria, bertanggung jawab untuk mengambil dan menggerakkan sel telur ke dalam saluran tuba. Selanjutnya, silia dan kontraksi otot di dalam tuba falopii akan menciptakan gerakan maju. Transpor sel telur di dalam tuba falopii ini memakan waktu sekitar 30 jam. 

3. Pembuahan dan perkembangan embrio

Pembuahan harus terjadi untuk suatu kehamilan.

Setelah ovulasi, sel telur hanya bisa dibuahi selama 12-24 jam berikutnya. Pembuahan terjadi di bagian spesifik tuba, yang disebut persambungan ampula-isthmus. Kontak antara sel telur dan sel sperma bersifat acak. 

Membran yang menyelubungi sel telur—disebut zona pelusida—memiliki dua fungsi utama dalam pembuahan. Pertama, zona pelusida mengandung reseptor sperma yang spesifik untuk sperma manusia. Kedua, begitu ada satu sel sperma yang berhasil masuk (penetrasi) , membran ini menjadi tidak bisa ditembus oleh sperma lain.

Sel telur yang telah dibuahi kini bernama zigot. Selama 7 hari berikutnya, embrio bersel tunggal ini terus membelah melalui proses mitosis. Di akhir periode transisi ini, embrio menjadi sebuah bola sel yang sangat terorganisasi, dan disebut blastokista

4. Implantas

Embrio harus berimplantasi dan bertumbuh di dalam rahim. 

Setelah embrio mencapai tahapan blastokista, kurang lebih 5-6 hari setelah pembuahan, dimulailah proses implantasi ke dalam dinding rahim. Secara alami, 50 persen dari semua sel telur yang berhasil dibuahi gagal berimplantasi. Reseptivitas dinding rahim dan kualitas embrio menjadi dua faktor penting yang menentukan keberhasilan proses implantasi ini.

Linimasa proses kehamilan

Proses kehamilan berkaitan erat dengan waktu terjadinya ovulasi, yang bisa diperkirakan melalui siklus haid. Kapan waktu persisnya seorang wanita berovulasi berbeda-beda, bergantung pada panjang siklus haid yang bisa berkisar antara 21-35 hari dengan rata-rata 28 hari. Siklus haid itu sendiri dihitung dari hari pertama haid hingga hari pertama haid pada siklus berikutnya.

_proses kehamilan

Proses mencapai kehamilan pada siklus haid 28 hari kurang lebih sebagai berikut:

  • Hari pertama adalah hari pertama terjadinya haid.
  • Hari ke-14 sejak hari pertama haid, ovulasi terjadi.
  • Pembuahan terjadi antara 12-24 jam setelah ovulasi. Dua faktor penting untuk terjadinya pembuahan adalah waktu berhubungan intim yang sesuai dengan waktu ovulasi, serta kualitas sel sperma dan sel telur. Pembuahan dapat terjadi paling cepat lima hari sebelum ovulasi setelah berhubungan intim tanpa pengaman. Ini karena sebagian sperma mampu hidup selama itu di dalam organ reproduksi wanita.
  • Sekitar 6 hari setelah pembuahan, sel telur yang telah dibuahi berimplantasi ke dalam dinding rahim.
  • Sekitar hari ke-21 sejak hari pertama haid, bila terjadi pembuahan dan implantasi berhasil, wanita dikatakan hamil. Namun, tes kehamilan baru akan positif 5-7 hari setelahnya.

Hanya karena sel telur dan sperma saling berdekatan tak berarti pembuahan akan terjadi. Statistik menemukan bahwa dari waktu ke waktu, pembuahan hanya terjadi sekitar 25-30%. Persentase ini menurun begitu wanita mencapai usia 35 tahun.

Setelah proses implantasi berhasil, plasenta akan mulai dibentuk. Selanjutnya, plasenta akan mulai memproduksi dan melepaskan hormon beta-human chorionic gonadotropin (beta-hCG) ke dalam darah dan urin. Hormon ini mulai ada di dalam darah sekitar 11 hari setelah pembuahan. Dan, membutuhkan waktu sedikit lebih lama untuk bisa dideteksi di urin melalui testpack kehamilan.

Durasi kehamilan

Kehamilan normal berlangsung sekitar 40 minggu sejak hari pertama haid terakhir (HPHT). Kehamilan diasumsikan mulai 2 minggu setelah HPHT ini. Oleh sebab itu, ada tambahan 2 minggu dalam perhitungan usia kehamilan, yang mana sebenarnya wanita belum hamil saat itu. Kehamilan “secara resmi” berlangsung selama 10 bulan (40 minggu) karena adanya tambahan 2 minggu ini.

Perkiraan waktu bayi lahir disebut dengan hari perkiraan lahir (HPL). Waktu ini ditentukan berdasarkan HPHT atau pemeriksaan ultrasonografi (USG) selama trimester pertama. HPL diperlukan untuk menentukan usia kehamilan sehingga pertumbuhan janin bisa dinilai. Selain itu, untuk memberikan patokan-patokan waktu kapan melakukan pemeriksaan atau tes-tes tertentu selama kehamilan.

Tahap-tahap kehamilan

Kehamilan dibagi menjadi tiga tahap yang disebut dengan trimester. Satu trimester berlangsung sekitar 12 sampai 14 minggu. Di setiap trimester, janin akan mencapai tonggak perkembangan tertentu, wanita juga akan merasakan perubahan tertentu pada tubuhnya.

1. Trimester pertama (0-13 minggu)

Ini adalah periode ketika pembuahan dan perkembangan organ utama janin terjadi. Periode ini merupakan masa-masa terpenting untuk perkembangan janin. Selama trimester pertama, sistem-sistem organ tubuh berikut mulai terbentuk:

  • Otak dan tulang belakang
  • Telinga bagian dalam
  • Jantung
  • Organ kelamin
  • Kuku
  • Hati
  • Kelopak mata
  • Pankreas
  • Ginjal
  • Tulang rawan tangan, kaki, dan anggota tubuh
  • Otot mulut, mata, dan hidung
  • Jari tangan dan kaki (masih berselaput)
  • Paru-paru

Pertumbuhan janin dapat sangat bervariasi antarindividu, namun selama trimester pertama janin umumnya akan tumbuh dari sekitar 0,64 cm di akhir bulan pertama (lebih kecil dari sebutir beras) hingga sekitar 10 cm di akhir minggu ke-12 dan beratnya sekitar 50-60 gram. 

Selama trimester pertama, wanita akan memerlukan lebih banyak istirahat dari biasanya. Gejala mual dan muntah juga sering dialami.

2. Trimester kedua (14-27 minggu)

Ini adalah periode pertumbuhan dan perkembangan janin yang pesat. Organ dalam dan fungsi tubuh sudah lebih kompleks. Selama minggu-minggu ini:

  • Tulang-tulang mulai mengeras
  • Kulit mulai menebal
  • Kuku kaki terbentuk
  • Sistem saraf mulai berkembang
  • Pendengaran mulai berkemabng
  • Bagian otak yang mengontrol gerakan motorik sudah terbentuk sempurna
  • Kelopak mata dapat membuka dan menutup
  • Tendangan janin terasa lebih kuat
  • Sistem pencernaan mulai bekerja
  • Paru-paru sudah terbentuk sempurna

Di akhir trimester kedua, janin telah berkembang jauh dari 10 cm menjadi 35 cm dan beratnya mencapai 1-1,2 kg. Di trimester ini, jenis kelamin bayi bisa diketahui melalui pemeriksaan USG di sekitar usia kehamilan 20 minggu.

Bagi wanita hamil, trimester kedua merupakan masa-masa paling nyaman. Tingkat energi biasanya membaik dan keluhan mual muntah menghilang. Gerakan janin pun mulai bisa dirasakan di usia kehamilan 18-22 minggu.

3. Trimester ketiga (28-40 minggu)

Ini adalah periode di mana berat janin meningkat pesat dan organ-organ menjadi matang sehingga siap berfungsi saat lahir. Selama tahap akhir perkembangan ini, janin bersiap untuk meninggalkan rahim. Perkembangan yang terjadi, antara lain:

  • Mata dapat merasakan perubahan cahaya
  • Kepala mulai berambut
  • Dapat menendang, menggenggam, meregangkan anggota tubuh
  • Tungkai mulai terlihat berisi
  • Tulang-tulang semakin mengeras
  • Sistem peredaran darah dan otot terbentuk sempurna
  • Paru, otak, dan sistem saraf telah berkembang sempurna
  • Jaringan lemak bawah kulit masih terus bertambah

Di akhir trimester ketiga menjelang waktu kelahiran, janin memiliki panjang sekitar 46-51 cm dan beratnya bisa di atas 3 kg.

Bagi wanita hamil, trimester ini merupakan masa-masa yang paling tidak nyaman akibat perut yang semakin membesar dan perubahan pada tubuh yang sedang bersiap untuk melahirkan. Keluhan yang sering dialami, yaitu kesulitan tidur, nyeri punggung, hingga cepat lelah saat berjalan atau melakukan aktivitas rutin.

Faktor-faktor yang memengaruhi keberhasilan kehamilan

Untuk terjadinya suatu kehamilan, proses pembuahan mutlak terjadi. Namun, ada sejumlah faktor yang memengaruhi peluang terjadinya pembuahan ini, di antaranya:

  • Usia wanita. Secara umum, peluang pembuahan lebih besar pada wanita berusia di bawah 30 tahun.
  • Ada tidaknya riwayat kehamilan sebelumnya.
  • Waktu dan frekuensi berhubungan intim di masa subur. Untuk meningkatkan peluang hamil, hubungan intim disarankan untuk dilakukan 1-2 hari sekali di 3 hari sebelum hingga 2 hari setelah ovulasi.
  • Lama waktu mencoba untuk hamil. Peluang terjadinya pembuahan lebih besar bila pasangan masih dalam kurun waktu kurang dari tiga tahun mencoba untuk hamil.
  • Indeks massa tubuh. Wanita dengan indeks massa tubuh <20 kg/m2atau >30 kg/m2 lebih sulit untuk hamil.
  • Kebiasaan merokok (baik pada pria/wanita, atau keduanya), konsumsi alkohol, dan konsumsi narkoba akan menurunkan peluang hamil.

Beberapa faktor di atas memang tidak bisa dimodifikasi, seperti usia, waktu mencoba, dan kehamilan sebelumnya), namun yang lainnya dapat dikelola. Secara khusus, mengidentifikasi masa subur wanita dan memfokuskan hubungan intim di waktu-waktu ini tentu dapat meningkatkan kemungkinan hamil secara bermakna.

cheer

Jadwalkan Konsultasi

Jika Anda belum hamil setelah satu tahun usia pernikahan, kami menyarankan Anda untuk melakukan pemeriksaan kesuburan dengan spesialis fertilitas kami.

Buat janji konsultasi dengan menghubungi kami di (021) 50200800 atau chat melalui Whatsapp melalui tombol di bawah.

  • American College of Obstetricians and Gynecologists. [Last reviewed December 2021]. How your fetus grows during pregnancy. FAQ 032. URL: https://www.acog.org/womens-health/faqs/a-partners-guide-to-pregnancy
  • American College of Obstetricians and Gynecologists. [Last reviewed December 2021]. How your fetus grows during pregnancy. FAQ 156. URL: https://www.acog.org/womens-health/faqs/how-your-fetus-grows-during-pregnancy#:~:text=Trimesters%3A%20The%203%2Dmonth%20periods,used%20to%20check%20the%20fetus.
  • Cleveland Clinic. [Last reviewed 3 Mar 2023]. Fetal development. URL: https://my.clevelandclinic.org/health/articles/7247-fetal-development-stages-of-growth
  • Cleveland Clinic. [Last reviewed 6 Sep 2023]. Conception. URL: https://my.clevelandclinic.org/health/articles/11585-conception.
  • UNICEF Parenting. Pregnancy milestones. URL: https://www.unicef.org/parenting/pregnancy-milestones.
Share:

 

2 Responses

  1. Elisa berkata:

    Hallo dok
    Saya mau tanya,,,setelah masa haid lebih kurang 1 minggu saya berhubungan intim bersama suami,namun tidak seperti biasanya saya lemas dan langsung tertidur,,setelah 5 hari kemudian perut saya terasa cenat cenut bagian bawah perut dan sesekali seprti keram,,payudara saya gatal di pentil.apakah saya berkemungkinan hamil atau bagai mana

    • Avatar photo Bocah Indonesia berkata:

      Hallo Bunda Elisa,

      untuk mendapatkan jawaban yang lebih akurat sebaiknya konsultasi lebih lanjut ke Ferly (Admin Bocah Indonesia) untuk penjadwalan Dokter yang tepat bunda

      Klik disini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

doctors
Buat Janji