Mau Promil yang Terbukti Berhasil? Ini Tips yang Bisa Anda Coba!

promil yang terbukti berhasil

Program hamil atau promil yang terbukti berhasil merupakan impian bagi pasangan yang ingin memiliki keturunan. Berbagai cara pun dilakukan agar program hamil berjalan dengan optimal. Lantas, apa saja yang perlu dilakukan pasangan suami istri agar program hamil berhasil?

Tips Promil yang Terbukti Berhasil

Menjalani program hamil menjadi salah satu impian bagi pasangan yang mendambakan kehadiran buah hati. Demi kehadiran buah cinta, berbagai cara dilakukan agar program hamil yang direncanakan berhasil. Berikut tips yang bisa Anda coba bersama pasangan.

1. Hindari menggunakan alat kontrasepsi

Salah satu kunci promil yang terbukti berhasil adalah hindari menggunakan alat kontrasepsi apapun saat melakukan hubungan seksual. Hal ini lantaran menggunakan alat kontrasepsi seperti kondom atau berbagai jenis KB dapat menghambat pasangan dalam memiliki keturunan.

Jika Anda berpikir, pil KB dapat membantu program hamil nyatanya KB justru dapat membuat kadar hormone progesterone dan estrogen mengalami ketidakseimbangan. Hal ini dapat menurunkan peluang kehamilan sehingga menghambat pasangan untuk memiliki keturunan.

2. Frekuensi melakukan hubungan intim

Frekuensi melakukan hubungan intim juga perlu diperhatikan agar program hamil yang dijalani berbuah manis. Melakukan hubungan suami istri secara teratur dapat dilakukan 2-3 kali dalam seminggu. Hal ini baik untuk membantu meningkatkan peluang kehamilan.

Namun perlu diperhatikan juga, tidak dianjurkan untuk melakukan hubungan suami istri setiap hari. Hal ini justru bisa membuat kualitas sperma menurun. Jika hal tersebut terjadi maka akan mengalami peluang kehamilan yang sedikit.

3. Waktu yang tepat melakukan hubungan intim

Salah satu kunci agar program hamil yang terbukti berhasil adalah waktu yang tepat pada saat berhubungan. Agar program hamil optimal, Anda dapat melakukan hubungan seksual pada saat masa subur wanita. Hal ini tentu merupakan waktu yang tepat untuk Anda dan pasangan memiliki peluang kehamilan.

4. Konsumsi asam folat

Seperti yang diketahui, asam folat merupakan suplemen yang diperlukan pada saat sebelum, saat menjalani program hamil, hingga setelah melahirkan. Asam folat adalah bentuk sintetis dari vitamin B9 (yang dihasilkan secara alami dari folat). Biasanya, asam folat terdapat pada suplemen dari makanan.

Asam folat bermanfaat tidak hanya bagi wanita tetapi juga pada pria yang merencanakan program hamil. Selain untuk meningkatkan kesuburan, meningkatkan tumbuh kembang janin, mencegah preeklampsia, mencegah bayi cacat lahir, hingga mengurangi risiko keguguran dan kelahiran bayi prematur.

5. Konsumsi makanan sehat

Salah satu cara untuk promil yang terbukti berhasil adalah mengonsumsi makanan sehat. Mengonsumsi makanan sehat kaya akan nutrisi dapat membentuk sumber energi pada tubuh Anda. Makanan yang dianjurkan dalam satu piring makanan meliputi kandungan karbohidrat, serat, dan protein. Ketiga jenis makanan tersebut baik bagi kesehatan serta dapat meningkatkan kesuburan.

berhasil promil

Jenis Program Hamil

Umumnya, di Indonesia sendiri terdapat 2 jenis pilihan program hamil, yakni hamil alami dan hamil dengan dengan teknologi berbantu. Program hamil alami adalah program hamil yang dapat dilakukan pasangan suami istri jika kondisi sperma dan sel telur dalam kondisi optimal dan tidak adanya gangguan seksual.

Sementara itu, program hamil berbantu teknologi di Indonesia sendiri ada 2 yaitu, inseminasi intrauterine (IUI) dan bayi tabung (IVF). Perkembangan teknologi reproduksi berbantu di Indonesia dimulai sejak tahun 1988 bagi pasangan yang memiliki momongan karena alasan medis tertentu.

Sebelum mencari tahu mengenai program hamil mana yang tepat, Anda harus tahu mengenai keuntungan dan kelebihan dari masing-masing program hamil.

Program hamil alami

Pembuahan secara alami dapat terjadi ketika sperma pria yang baik bertemu dengan sel telur Bunda yang juga baik di dalam lingkungan tumbuh kembang embrio yang optimal. Hubungan seksual merupakan titik awal dari proses pembuahan, di mana pada umumnya, suami istri yang rutin melakukan hubungan seksual secara rutin setelah menikah (2-3 kali per minggu) akan berhasil hamil dalam kurun waktu 6 bulan sampai 1 tahun.

Sebelum Anda melakukan program hamil alami, ada beberapa hal yang harus Anda ketahui, yakni:

  • Menghitung panjang siklus menstruasi
  • Perkiraan datangnya siklus haid
  • Perhatian ketika berhubungan seksual
  • Mengetahui masa subur

Kelebihan:

Program hamil alami akan terjadi ketika kondisi sperma dan sel telur optimal, sehingga tidak memerlukan proses panjang ataupun biaya perawatan dengan nominal yang cukup besar.

Kekurangan:

Namun, bagi pasangan yang memiliki masalah infertilitas, program hamil alami bukan menjadi solusi yang terbaik. Jika pasangan suami istri yang dinyatakan memiliki masalah infertilitas maka cara yang dapat dilakukan dengan program hamil berbantu.

Inseminasi Intrauterine (IUI)

Inseminasi Intra Uterine merupakan salah satu program kehamilan dengan teknik memasukkan sperma pria yang paling baik ke dalam rahim wanita untuk memudahkan proses pembuahan secara alami.

Indikasi wanita yang dapat menjalani program hamil Inseminasi Intra Uterine (IUI):

  • Wanita yang memiliki gangguan ovulasi (PCOS)
  • Wanita yang memiliki endometriosis derajat ringan
  • Infertilitas dari pasangan suami istri yang tidak diketahui penyebabnya
  • Memiliki riwayat medis tertentu
  • Mengalami gangguan hubungan seksual karena kondisi tertentu
  • Pria yang mengalami masalah fertilitas

Kelebihan IUI:

  • Teknik ini dinilai lebih aman
  • Prosesnya lebih sederhana tidak sekompleks bayi tabung
  • Dari segi ekonomi, biaya IUI lebih ekonomis dibandingkan program hamil bayi tabung (IVF)

Kekurangan IUI:

  • Tingkat keberhasilan metode inseminasi tidak sebesar bayi tabung
  • Peluang bagi wanita yang mengalami penyumbatan tuba falopi kecil

Bayi tabung (IVF)

Program Bayi Tabung atau In Vitro Fertilization (IVF) merupakan proses pembiakan embrio di laboratorium melalui hasil pembuahan sel telur wanita oleh sperma pria di luar tubuh (in vitro).

Indikasi pasangan yang melakukan program hamil bayi tabung:

  • Faktor sperma suami yang tidak dapat dikoreksi dengan obat atau operasi
  • Oklusi tuba bilateral Bunda yang tidak dapat dikoreksi
  • Wanita yang tidak kunjung hamil pasca 3 – 4 kali Inseminasi Intra Uterine (IUI)
  • 6 bulan pasca koreksi tuba falopi, Anda tidak membuahkan kehamilan
  • Wanita yang memiliki gangguan Endometriosis derajat sedang-berat
  • Infertilitas idiopatik (selama 3 tahun tidak kunjung hamil)
  • Wanita yang mengalami gangguan ovulasi dan penurunan cadangan telur
  • Wanita yang mengalami gangguan cadangan ovarium
  • Wanita yang mengalami keguguran idiopatik berulang
  • Adanya kondisi medis turunan yang dapat ditapis dengan Preimplantation Genetic Testing (PGT)

Kelebihan IVF:

  • Tingkat keberhasilan bayi tabung lebih tinggi daripada inseminasi intra uterine (IUI)
  • Metode bayi tabung lebih memberikan peluang bagi wanita yang mengalami penyumbatan pada tuba falopi
  • Pembuahan bayi tabung dilakukan di laboratorium khusus, sehingga perkembangan embrio dapat dipantau oleh ahli embriologi sebelum dilakukan proses embryo transfer

Kekurangan IVF:

  • Biaya bayi tabung lebih mahal dibandingkan program hamil alami dan Inseminasi Intra Uterine (IUI)
  • Teknik metode bayi tabung lebih kompleks dibandingkan dua program hamil lainnya

Cara Menentukan Program Hamil

Jika Anda dan pasangan ingin menjalani program hamil alami maka Anda perlu melakukan hubungan seksual secara teratur (dua hingga tiga kali per minggu). Jika Anda dan pasangan telah melakukan hubungan suami istri selama satu tahun tanpa alat kontrasepsi namun belum juga berhasil hamil maka Anda harus segera melakukan pemeriksaan ke dokter.

Jika ditemukan tanda-tanda masalah infertilitas, maka Anda bisa melakukan program hamil Inseminasi Intrauterine (IUI) atau bayi tabung (IVF). Hal ini tergantung pada hasil pemeriksaan dokter.

Sudahkah Anda merencanakan program hamil?

cheer

Jadwalkan Konsultasi

Kami dengan senang hati akan mendiskusikan opsi finansial yang ada dan membantu menjawab pertanyaan Anda.

Jadwalkan konsultasi dengan menghubungi kami di (021) 50200800 atau dengan mengisi formulir melalui tombol dibawah.

  1. Panda B, Mohapatra L, Sahu MC, Padhy RN. Success in pregnancy through intrauterine insemination at first cycle in 300 infertile couples: An analysis. J Obstet Gynaecol India. 2014;64(2):134-142. doi:10.1007/s13224-013-0484-1
  2. Merviel P, Heraud MH, Grenier N, Lourdel E, Sanguinet P, Copin H. Predictive factors for pregnancy after intrauterine insemination (IUI): An analysis of 1038 cycles and a review of the literature. Fertil Steril. 2010;93(1):79-88. doi:10.1016/j.fertnstert.2008.09.058
  3. Ali Darvishi, Reza Goudarzi , Viktoria Habib Zadeh, Mohsen Barouni. Cost-benefit Analysis of IUI and IVF based on willingness to pay approach; case study: Iran. Published: July 14, 2020
  4. Anita Kuriya, Chioma Agbo, and Michael H. Dahan. Do pregnancy rates differ with intra-uterine insemination when different combinations of semen analysis parameters are abnormal?. J Turk Ger Gynecol Assoc. 2018 Jun; 19(2): 57–64. Published online 2018 Jun 4. doi: 10.4274/jtgga.2017.0082
Share:

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Reservasi