Pendahuluan

Pemeriksaan Kesuburan

Sebelum melakukan prosedur IVF, Ayah Bunda dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan kesuburan. Bunda akan melakukan rangkaian pemeriksaan seperti konsultasi obgyn, USG Transvaginal, tes AMH, HyFoSy (jika diperlukan). Sedangkan Ayah akan melakukan rangkaian pemeriksaan seperti Analisa sperma dan konsultasi andrologi.

Persiapan Program IVF

Sebelum memulai siklus bayi tabung, ada beberapa persiapan yang perlu Ayah Bunda lakukan, di antaranya:
  1. Skrining virus
  2. Stimulasi sel telur
  3. Monitoring sel telur
  4. Persiapan Ovum Pick-Up

Prosedur Bayi Tabung (IVF)

Setelah semua persiapan dilakukan, Ayah Bunda akan menjalani rangkaian prosedur bayi tabung yang meliputi:
  1. Ovum Pick Up (OPU).
  2. Proses Pembuahan
  3. Embryo Transfer (ET).

Pemeriksaan Kesuburan

Sebelum melakukan prosedur IVF, Ayah Bunda dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan kesuburan. Bunda akan melakukan rangkaian pemeriksaan seperti konsultasi obgyn, tes AMH, HyFoSy (jika diperlukan). Sedangkan Ayah akan melakukan rangkaian pemeriksaan seperti Analisa sperma dan konsultasi andrologi.

Indikasi Bayi Tabung

Setelah melakukan kesuburan, ada beberapa indikasi yang mengharuskan Ayah dan Bunda melakukan program bayi tabung, seperti:
  • Faktor sperma Ayah yang tidak dapat dikoreksi dengan obat atau operasi.
  • Oklusi tuba bilateral Bunda yang tidak dapat dikoreksi.
  • Endometriosis derajat sedang - berat.
  • Gangguan ovulasi dan penurunan cadangan sel telur.
  • Gangguan cadangan ovarium.
  • Keguguran idiopatik berulang.
  • Kondisi Bunda yang tidak kunjung hamil pasca 3 - 4 kali Inseminasi Intrauterine (IUI).
  • Kondisi Bunda yang tidak membuahkan kehamilan setelah 6 bulan pasca koreksi tuba falopi.
  • Adanya kondisi medis turunan yang dapat diatasi dengan Preimplantation Genetic Testing (PGT).
  • Gangguan Kesuburan yang tidak diketahui penyebabnya (Unknown Infertility).
Pemeriksaan kesuburan Ayah dan Bunda dapat dilakukan kapan saja.

Skrining Virus

Ayah Bunda diminta untuk melakukan skrining virus satu bulan sebelum memulai siklus IVF. Siklus IVF akan dimulai ketika skrining virus, hasil analisa sperma, dan pemeriksaan obgyn telah disetujui oleh dokter spesialis yang bersangkutan.

Stimulai Sel Telur

Pada hari ke-2 haid, Ayah Bunda akan diminta melakukan kontrol. Bunda melakukan pemeriksaan berupa konsultasi obgyn, USG transvaginal, pemeriksaan darah, dan swab PCR untuk Bunda serta swab antigen untuk Ayah. Pada hari yang sama, Bunda akan diberikan obat untuk stimulasi sel telur yang akan diberikan untuk 9 - 12 kali. Obat akan disuntikkan sebanyak satu hari satu kali. Namun Pada kondisi tertentu, pasien bukan disuntikkan sebanyak lebih dari dua kali dalam sehari. Tapi bisa disuntikkan beberapa obat dalam sehari. Ketika ukuran folikel bertambah, Bunda akan disuntikkan anti pecah untuk sel telur.

Monitoring Sel Telur

Pada hari ke-6 haid, Bunda akan melakukan kontrol kedua. Prosedur ini dilakukan setelah dilakukan pemantauan sel telur pasca stimulasi. Rangkaian pemeriksaan yang dilakukan berupa konsultasi obgyn, USG transvaginal, dan cek hormon. Pada hari ke-8 dan ke-10 haid atau tepat 3 hari setelah kontrol kedua, Bunda akan melakukan USG transvaginal dan konsultasi obgyn untuk monitoring sel telur.

Persiapan Ovum Pick-Up (OPU)

Pada hari ke-12 haid atau dua hari setelah monitoring sel telur, Bunda akan melakukan persiapan pengambilan sel telur atau Ovum Pick Up (OPU). Bunda akan melakukan USG transvaginal, cek lab hormon, dan disuntikkan pematang sel telur.

Prosedur Ovum Pick-Up (OPU)

Pada hari ke-14 haid atau 36 jam setelah persiapan OPU, Bunda akan menjalani proses pengambilan sel telur atau Ovum Pick Up (OPU). Sementara Ayah akan menjalani preparasi sperma.

Proses Pembuahan

Proses pembuahan akan dilakukan melalui prosedur Intracytoplasmic Sperm Injection (ICSI) di mana sperma akan suntikan pada sel telur yang telah diambil dari ovarium Bunda. Selanjutnya sel telur yang telah dibuahi dan telah menjadi embrio akan dipantau perkembangannya 16 - 18 jam setelah pembuahan.

Prosedur Embryo Transfer (ET)

Pada hari ke-18 haid, tepatnya pada hari ke-3 atau ke-5 setelah embrio berkembang akan dilakukan prosedur embryo transfer (ET). Proses di mana embrio akan dimasukkan ke dalam rahim Bunda. Setelah proses ET, Bunda akan diberikan obat-obatan lanjutan yang sebelumnya dikonsumsi selama awal siklus.

Tes Kehamilan

2 minggu setelah embryo transfer (ET) Bunda akan diminta untuk melakukan tes kehamilan menggunakan test pack, cek hormon progesteron, dan cek hormon beta HCG. Jika hasil test pack positif, Bunda akan diminta kontrol kembali ke dokter satu hari setelah melakukan tes kehamilan. Jika hasil test pack negatif maka dapat disimpulkan program bayi tabung Anda belum berhasil.