Program Hamil - Cara Menentukan Promil yang Tepat - Bocah Indonesia
program hamil tepat

Menentukan Program Hamil yang Tepat

Perhatikan Langkah-langkah Berikut Sebelum Menentukan Program Hamil yang Tepat

Ingin segera memiliki keturunan? Berikut langkah-langkah yang harus dilakukan agar program hamil sukses.

Bagi sebagian pasangan suami istri, kehamilan tampaknya mudah dicapai. Namun sebagian lainnya membutuhkan upaya lebih untuk bisa hamil. Salah satunya, melalui program hamil.

Secara definisi, program hamil adalah upaya yang “sengaja” dilakukan pasangan untuk mempercepat terjadinya kehamilan. Sebenarnya, program hamil lebih diperuntukkan bagi pasangan yang telah mengalami infertilitas, yakni sulit hamil meski telah berhubungan intim secara teratur (2-3 kali seminggu) selama satu tahun tanpa menggunakan kontrasepsi. Namun, kini semakin banyak pasangan yang ingin segera mendapatkan keturunan setelah menikah.

Lantas, bagaimana cara memulai program hamil yang benar?

Program hamil yang baik harus terencana, terstruktur, serta memiliki target yang jelas. Berikut langkah-langkahnya:

Berkonsultasi pada ahlinya

Ketika Anda memutuskan untuk menjalani program hamil, hal pertama yang perlu dilakukan yakni mencari dokter yang ahli dalam bidang fertilitas dan fasilitas kesehatan khusus yang menangani hal ini. Anda dapat memulainya dengan berkonsultasi dengan dokter spesialis kebidanan dan kandungan, dokter konsultan fertilitas, atau dokter kandungan yang memiliki pelatihan khusus dalam hal infertilitas.

Alternatifnya, carilah klinik fertilitas, yang memang bertujuan untuk membantu pasangan mencapai kehamilan. Klinik seperti ini biasanya menawarkan beragam jenis program hamil, termasuk inseminasi intrauteri (IIU) dan bayi tabung. Di dalamnya, terdapat tenaga kesehatan terlatih seperti dokter spesialis kebidanan dan kandungan, ahli fertilitas, embriolog, dan androlog.

Menjalani evaluasi penyebab infertilitas

Setelah berkonsultasi, dokter akan menentukan apakah terdapat masalah infertilitas pada pasangan. Bila ada, penyebab infertilitas perlu dievaluasi dan diobati. Infertilitas dapat disebabkan oleh faktor pria (35 persen) maupun wanita (35 persen). Sisanya, merupakan faktor kombinasi atau idiopatik (tidak didapatkan penyebab yang jelas). 

Pada pria, infertilitas biasanya berkaitan dengan kualitas cairan sperma yang buruk. Sedangkan pada wanita, biasanya disebabkan oleh gangguan produksi sel telur, sumbatan saluran telur, atau kelainan pada rahim. Untuk itu, dokter akan meminta kedua belah pihak untuk menjalani beberapa pemeriksaan dan penilaian kesuburan. Hasilnya akan menjadi dasar penentuan jenis program hamil yang paling cocok untuk pasangan tersebut.

Pada pria, evaluasi mencakup:

  • Analisis semen (cairan sperma) untuk melihat jumlah, pergerakan, dan bentuk sel sperma.
  • Pemeriksaan darah untuk mengukur kadar hormon-hormon yang berperan dalam proses pembentukan sperma, seperti kadar total testosteron, luteinizing hormone (LH), follicle-stimulating hormone (FSH), dan prolaktin.
  • Pemeriksaan ultrasonografi (USG) skrotum (kantong zakar) untuk mencari kelainan pada testis (buah zakar) atau USG transrektal (melalui dubur) bila dicurigai adanya sumbatan pada saluran sperma.
  • Tes genetik untuk mencari kelainan kromosom.
  • Biopsi testis bila sama sekali tidak ditemukan sel sperma pada analisis semen.

Pada wanita, evaluasi mencakup:

  • Pemeriksaan kadar luteinizing hormone (LH) urin untuk melihat kapan dan apakah seorang wanita mengalami ovulasi (pelepasan sel telur).
  • Pemeriksaan darah untuk mengukur:
    • Kadar hormon progesteron untuk melihat apakah seorang wanita telah mengalami ovulasi.
    • Ovarian reserve test yang mencakup pemeriksaan kadar follicle-stimulating hormone (FSH), estradiol, anti-Müllerian hormone (AMH). Kadar hormon-hormon ini menggambarkan suplai sel telur seorang wanita.
    • Kadar hormon prolaktin, di mana kadarnya yang tinggi dapat mengganggu ovulasi.
    • Kadar hormon tiroid, di mana gangguan pada hormon ini dapat menyebabkan infertilitas.
  • Pemeriksaan USG kandungan untuk melihat kondisi organ reproduksi dan jumlah sel telur melalui pemeriksaan antral follicle count (AFC) pada ovarium (indung telur).
  • Prosedur khusus, seperti histerosalpingografi (HSG), histeroskopi, sonohisterografi, dan laparoskopi untuk mengevaluasi organ kandungan lebih lanjut bila dicurigai terdapat kondisi yang menyebabkan infertilitas, seperti mioma, polip, hiperplasia endometrium (penebalan dinding rahim), sumbatan saluran telur, atau endometriosis (pertumbuhan dinding rahim di luar rahim).

Ikuti anjuran dokter untuk memperbaiki kesuburan

Sebelum menentukan program hamil yang sesuai, dokter akan melakukan pengobatan terlebih dulu terhadap faktor-faktor yang menyebabkan infertilitas. Pilihan jenis pengobatan umumnya mencakup beberapa hal berikut, dan bergantung pada penyebab, durasi infertilitas, usia suami/istri, serta preferensi pribadi:

  • Perubahan gaya hidup. Ini mencakup menurunkan atau menaikkan hingga tercapai berat badan yang sehat, mengonsumsi makanan bergizi seimbang, mengelola stres, serta menghindari rokok, alkohol, dan narkoba.
  • Pembedahan. Pada pria, pembedahan biasanya dilakukan pada kasus varikokel (pembengkakan pembuluh vena skrotum), yang sering menyebabkan infertilitas. Sedangkan pada wanita, pembedahan dilakukan pada kasus sumbatan saluran telur, endometriosis, serta pengangkatan polip atau mioma.
  • Pemberian obat-obat kesuburan. Pada pria, obat-obat ini bertujuan untuk memperbaiki jumlah, bentuk dan pergerakan sel sperma. Sedangkan pada wanita, obat-obat ini berfungsi mengatur atau menstimulasi pertumbuhan sel telur yang baik. Sebagian besar obat-obat kesuburan berfungsi seperti hormon alami yang ada  di dalam tubuh.

Proses pengobatan ini kadang membutuhkan waktu yang tidak sebentar. Oleh sebab itu, pasangan perlu bersabar dan tetap mengikuti anjuran pengobatan dokter hingga tuntas agar hasilnya optimal.

Menentukan metode kehamilan yang cocok

Setelah penyebab infertilitas diobati, pasangan dapat bersiap untuk melakukan program hamil yang sesungguhnya. Sebagian pasangan tetap harus mempertahankan gaya hidup yang sehat dan melanjutkan obat-obatan yang dianjurkan dokter sampai tercapai kehamilan.

Secara umum, ada dua macam cara untuk mencapai kehamilan pada kasus infertilitas, yaitu melalui:

  • Program hamil alami. Pada cara ini, proses pembuahan tetap terjadi secara alami, yakni melalui hubungan intim. Hanya saja, frekuensi hubungan intim dan penentuan waktu (timing) yang optimal untuk mencapai pembuahan perlu diatur. Studi menunjukkan bahwa angka kehamilan tertinggi pada pasangan yang rutin berhubungan intim 2-3 kali seminggu, yang dimulai segera setelah haid berhenti. Ini meningkatkan peluang pembuahan terjadi di masa subur dan kualitas cairan sperma optimal.
  • Teknologi reproduksi berbantu (TRB), yang mencakup:
    • Inseminasi intrauteri (IIU). Ini adalah prosedur di mana cairan sperma pria dimasukkan ke dalam rahim wanita melalui selang khusus serupa sedotan tipis. Cara ini dapat digunakan secara kombinasi dengan obat-obatan yang menstimulasi ovulasi.
    • Fertilisasi In Vitro (FIV) atau dikenal dengan sebutan bayi tabung. Melalui FIV, pembuahan dilakukan di laboratorium. Selanjutnya, embrio yang terbentuk ditransfer ke dalam rahim wanita. Tahapan FIV umumnya mencakup stimulasi atau induksi ovarium, pengambilan sel telur atau ovum pick up, fertilisasi (pembuahan) dan kultur embrio, dan transfer embrio. Embrio yang tersisa dari tahap akhir FIV dapat diawetkan (cryopreservation) untuk proses transfer berikutnya.
    • TRB cara lain, seperti donasi sperma, donasi sel telur, donasi embrio, dan surrogacy (ibu pengganti).

Perlu diingat bahwa tidak ada satu cara tertentu yang bisa cocok untuk semua pasangan. Setiap pilihan akan disesuaikan dengan kondisi infertilitas dan preferensi pribadi tiap pasangan.

Tips agar program hamil sukses

Cara-cara pola hidup sehat berikut dapat memperbaiki kualitas sel sperma dan sel telur, sehingga meningkatkan kesuburan dan peluang Anda untuk lebih cepat hamil. Pria dan wanita perlu:

  • Berhenti merokok, mengonsumsi alkohol dan narkoba.
  • Membatasi konsumsi kafein yakni 200 mg per hari atau setara dengan 2 cangkir kopi per hari.
  • Menghindari mandi berendam di air panas oleh karena dapat mengganggu produksi dan pergerakan sperma.
  • Memakai alat pelindung diri (APD) bila bekerja pada lingkungan dengan paparan fisik/kimia berbahaya. 
  • Berolahraga rutin dengan intensitas sedang. Dianjurkan untuk berolahraga 30 menit per hari, paling sedikit 5 hari dalam seminggu. Jenis olahraga dapat berupa berjalan pagi, jogging, bersepeda, dan berenang. Wanita perlu menghindari olahraga yang terlalu intens karena dapat mengganggu siklus menstruasi.
  • Menjaga berat badan di rentang normal. Terlalu kurus atau terlalu gemuk dapat mempengaruhi produksi hormon reproduksi dan menyebabkan infertilitas.
  • Mengelola stres dengan melakukan terapi relaksasi seperti yoga, meditasi atau deep breathing.
  • Membatasi obat-obatan yang dapat mengganggu kesuburan. Konsultasikan hal ini dengan dokter Anda.

Di samping cara-cara di atas, pasangan juga perlu memperhatikan frekuensi dan waktu yang tepat untuk berhubungan intim. Untuk meningkatkan peluang hamil, lakukan hubungan intim secara teratur, yakni 2-3 kali seminggu. Juga, lakukan hubungan intim di masa subur, yakni 2 hari sebelum hingga 3 hari setelah ovulasi. Ovulasi biasanya terjadi di tengah-tengah siklus atau kurang lebih 2 minggu (14 hari) sebelum haid berikutnya.

Agar program hamil sukses, diperlukan niat, komitmen, dan kesabaran yang besar. Tidak ada hasil yang instan. Kerap kali, Anda pun harus berhadapan dengan kegagalan. Akan tetapi ingat, bahwa Anda tidak sendiri, banyak pasangan lain yang juga mengalaminya. Yang pasti, lakukan program hamil bersama dokter yang berkompeten dan membuat Anda merasa nyaman.

Referensi
  1. Kuohung W, Hornstein MD. Overview of infertility. In: UpToDate, Post, TW (Ed), UpToDate, Waltham, MA, 2021.
  2. Hornstein MD, et al. Optimizing natural fertility in couples planning pregnancy. In: UpToDate, Post, TW (Ed), UpToDate, Waltham, MA, 2021.
  3. Kuohung W, Hornstein MD. Patient education: Evaluation of the infertile couple (Beyond the Basics). In: UpToDate, Post, TW (Ed), UpToDate, Waltham, MA, 2021.
  4. Mayo Clinic. (2019, July 25). Infertility. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/infertility/symptoms-causes/syc-20354317
  5. Frequently asked questions. Infertility. World Health Organization. https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/infertility. Updated 14 September 2020.
  6. Frequently asked questions. Gynecologic problems FAQ137. Treating infertility. American College of Obstetricians and Gynecologists. https://www.acog.org/womens-health/faqs/treating-infertility.
  7. Frequently asked questions. Gynecologic problems FAQ136. Evaluating infertility. American College of Obstetricians and Gynecologists. https://www.acog.org/womens-health/faqs/evaluating-infertility.
  8. Infertility: An overview — A guide for patients. American Society for Reproductive Medicine. https://www.reproductivefacts.org/news-and-publications/patient-fact-sheets-and-booklets/documents/fact-sheets-and-info-booklets/infertility-an-overview-booklet/.
  9. Assisted reproductive technologies: A guide for patients. American Society for Reproductive Medicine. https://www.reproductivefacts.org/news-and-publications/patient-fact-sheets-and-booklets/documents/fact-sheets-and-info-booklets/assisted-reproductive-technologies-booklet.
1 Comment
  • Ratna
    Juni 23, 2021 at 1:49 pm

    Penjelasanya sanagat jelas dan tidak bikin gagal paham
    Bagus banget buat edukasi ayah bunda yang berjuang garis 2
    Terimakasih @bocahindonesia_

Leave a Reply