Kisah Sukses Perjuangan Natta Reza & Wardah Maulina Program Hamil Anak Pertama

program hamil bayi tabung natta wardah

Jakarta, 28 April 2021 – Ada jutaan prosa tentang cinta. Juga tak terhitung tembang tentang romansa. Tapi semua itu tak bisa mewakili perasaan pasangan suami istri belia, Wardah dan Natta. Pasalnya, setelah empat tahun mengarungi bahtera rumah tangga, melalui perjalanan program hamil bayi tabung (IVF), akhirnya Wardah dinyatakan hamil. “Keajaiban” dalam hidup mereka ternyata memang telah datang sejak semula.

 

Awal Cerita Cinta

Berawal dari interaksi di Instagram. Dari sekian banyak post yang di-publish Natta di Instagramnya, Wardah menekan icon hati (like) untuk salah satu post itu. Natta, tak kuasa memalingkan kepala dari sapaan virtual Wardah, mengikuti satu demi satu posts Wardah. Hingga kemudian Natta terpesona pada satu tulisan Wardah yang bertajuk “Hanya Wanita Biasa, Bercita-Cita Menikah Muda.”

Tak berselang lama, 17 Februari 2017 menjadi hari bersejarah bagi Wardah dan Natta. Dinaungi nama Allah, kedua sejoli itu berikrar dalam sebuah kiasan, “Di mana ada Natta, di situ ada Wardah. Ke mana pun Wardah pergi, ke situ pula Natta mengikuti.”

Bocah Indonesia natta reza wardah maulina
dok. Bocah Indonesia

 

Perjuangan Bahagia Bersama

Betapa pun usia pernikahan masih dalam hitungan hari, sejumlah problematika mendatangi pasutri belia ini. Ketidakpastian karir Natta, Wardah yang masih harus berjuang menuntaskan studinya, dan serbaneka masalah fundamental lainnya membawa keduanya ke titik terendah dalam kehidupan rumah tangga mereka. Tidak cukup sampai disitu. Hati dan pikiran mereka terkuras oleh satu persoalan: masalah “dua garis’”. Tiga kali gagal melakukan inseminasi, melalui perjalanan roller coster dari satu rumah sakit ke rumah sakit lainnya, Wardah dan Natta akhirnya memutuskan untuk mengikuti program bayi tabung di Pusat Fertilitas Bocah Indonesia.

“Saya respek pada semua dokter dan tenaga kesehatan. Mereka bukan sebatas kerja. Terasa kentara, inilah panggilan hidup mereka. Tapi terus terang, dalam perjalanan untuk punya momongan ini, saya punya permintaan khusus. Saya cuma ingin dibantu sepenuhnya oleh dokter perempuan,” aku Wardah. “Ini perjuangan kami berdua. Karena itulah, saya mengharapkan kesetaraan layanan, bagi saya dan—tentunya—bagi istri saya. Fasilitas serta suasana klinik yang nyaman dan menentramkan juga menjadi kriteria mutlak,” timpal Natta.

 

Baca Juga: Program Bayi Tabung Saat Bulan Puasa? Bermanfaat Atau Tidak?

 

Program Hamil Bayi Tabung (IVF) di Pusat Fertilitas Bocah Indonesia

Pusat Fertilitas Bocah Indonesia memenuhi harapan Wardah dan Natta. Tiga dokter ditugaskan untuk melayani mereka. Ketiganya adalah dr. Cynthia Agnes Susanto, BMedSc, Sp.OG, dr. Tiara Kirana, Sp.And, serta dr. Mira Krishtania, Sp.And. “Tiga diva” Bocah Indonesia itu mendampingi Wardah dan Natta selama berlangsungnya program bayi tabung.

Pada kunjungan pertama Wardah dan Natta di bulan Oktober 2020, para dokter melakukan anamnesis dan pemeriksaan fisik dan USG (ultrasonografi) guna mendalami kendala-kendala yang dialami oleh keduanya. Setelah menjalani pemeriksaan lengkap dan observasi selama tiga bulan, proses In Vitro Fertilization (IVF) dilakukan pada Januari 2021 dan diikuti dengan pemindahan embrio beku (frozen embryo transfer) dua bulan kemudian. 12 Maret 2021.

“Interaksi yang penuh keramahan dan keterbukaan, ditopang teknologi medis terdepan, memang menguatkan harapan. Bahkan sejujurnya, kami merasa ini bukan lagi sebatas perjuangan untuk memiliki anak. Ini adalah cara Allah agar kami kian dekat dari hari ke hari, sekaligus menempa kami untuk menjadi orang yang berpasrah diri pada Dia yang Maha Mencipta,” kenang Wardah. Di sampingnya, Natta menundukkan kepala. Tapi tatapannya seolah ke menerawang angkasa.

USG Anak Pertama Wardah Maulina
Instagram: @wardahmaulina_

 

Buah Bahagia Sebuah Perjuangan

Proses tersebut berujung suka cita. Satu kata dari “tiga diva” Bocah Indonesia diucapkan kepada Wardah dan Natta, “Selamat, ya.” Seketika, perasaan haru penuh syukur memenuhi hati dua pasutri muda itu. Di layar USG, terlihat objek kecil berdenyut halus.

Wardah dan Natta juga menyebut doa dan dukungan keluarga sebagai penumbuh kekuatan dalam perjuangan mereka. Sebagaimana pasutri lainnya yang juga tengah berjuang untuk hamil, selalu ada pertanyaan bahkan saran yang sesungguhnya justru menggelisahkan. Kapan nih? Jangan terlalu capek kerja. Sudah berobat ke mana saja? Itu di antaranya.

Keberhasilan Wardah dan Natta untuk hamil adalah satu dari sekian banyak kisah sukses pasutri lainnya yang juga mengikuti program bayi tabung di Bocah Indonesia. Kisah-kisah itu dihiasi oleh satu alinea yang serupa, tentang pentingnya kesamaan gelombang berupa tekad dan doa dari suami dan istri selama sejak awal hingga akhir. Mereka juga menjadi sumber inspirasi bagi beribu-ribu pasien Bocah Indonesia yang saat ini sedang berikhtiar merealisasikan impian mereka.

“Doa kami kini berubah. Dulunya, berikan kami buah hati. Kini, ya Allah, kuatkan dia agar bisa terus tumbuh menjadi kebanggaan kami. Bimbing kami agar bisa menjadikan darah daging kami kuat fisiknya, tulus baktinya, dan kokoh takwanya,” – Natta Reza

Share:

One Response

  1. Maya Afriani berkata:

    Selamat buat kak natta dan kak wardah..
    Perjuangan akhirnya terkabulkan doa2 nya..
    Melihat kak wardah sudah poritif rasanya dalam hati.. Andai saja saya dan suami memiliki punya banyak uang.. Rasanya pengen berikhtiar melalui bocah indonesia yang seperti kak natta dan kak wardah sudah jalani..
    Karna saya dan suami juga menantikan buah hati sudah 3.5 tahun menanti.. dan sudah berusaha berobat kemana2 semampu kami sesuai dengan keadaan ekonomi kami.. Namun untuk proses yg lebih mendetail lagi dalam pemeriksaan medis untuk promil kami belum mampu.. ????

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Reservasi