Tahap Perkembangan Embrio pada Bayi Tabung yang Harus Anda Ketahui

perkembangan embrio

Proses kehamilan diawali dengan terjadinya pembuahan sel telur oleh sperma. Apabila proses fertilisasi berhasil, maka sel telur yang dibuahi akan berkembang menjadi embrio. Kualitas embrio yang baik tentu akan berpengaruh terhadap keberhasilan kehamilan. Sebagai tahap awal perkembangan, masa embrio merupakan waktu yang krusial dalam proses kehamilan.

Apa Itu Embrio?

Proses pembuahan terjadi ketika sel telur dibuahi oleh sperma. Keberhasilan pembuahan ditandai dengan terlihatnya 2 pronuclear yang masing-masing membawa materi genetik dari ayah dan ibu. Fase ini disebut sebagai zigot. Zigot kemudian akan tumbuh berkembang dan mengalami pembelahan sel menjadi embrio. Masa embrio berlangsung hingga usia kehamilan 8 minggu. Selama proses bayi tabung, perkembangan embrio akan dipantau oleh embriolog klinis hingga embrio ditransfer atau dibekukan.

Penilaian Fertilisasi

Penilaian fertilisasi dilakukan pada 16-18 jam setelah tindakan. Fertilisasi normal dinilai dengan melihat dua pronuclear (PN) dengan dua badan polar. Jika hanya ditemukan satu atau 3 atau lebih, kemungkinan keberhasilan kehamilan rendah sehingga transfer zigot ini sebisa mungkin dihindari. Perbedaan ukuran PN dan variasi posisi berkorelasi dengan hambatan perkembangan dan kromosom aneuploid.

Tahap Pembelahan

Penilaian kualitas bergantung terutama pada evaluasi morfologi dari embrio di tahap pembelahan. Embriolog klinis dapat mengkorelasi gambaran yang terlihat dari mikroskop dengan potensi implantasi dari masing-masing embrio. Tahap pembelahan embrio dimulai dari tahap 2 sel hingga morula yang terdiri dari 8-16 sel.

Embrio yang berkualitas baik harus menunjukkan sinkronisasi dan kinetik pembelahan yang sesuai. Pada perkembangan embrio normal, pembelahan sel terjadi setiap 18-20 jam. Embrio yang membelah terlalu lambat atau terlalu cepat dapat disebabkan adanya gangguan metabolik dan/atau gangguan kromosom.

Setelah embrio mencapai tahap 8 sel, blastomer mulai menunjukkan peningkatan perlekatan antar sel yang mengawali proses kompaksi. Saat proses pembelahan ini dapat terjadi fragmentasi dimana sel membelah menjadi bagian kecil yang tidak fungsional. Tingginya angka fragmentasi berhubungan dengan kemampuan embrio untuk membelah.

Blastosis

Kultur hingga fase blastosis dilakukan untuk meningkatkan tingkat keberhasilan IVF karena seleksi embrio lebih baik setelah aktivasi genomic disertai sinkronisasi endometrial. Kultur blastosis juga digunakan untuk memilih embrio yang paling viable dan menurunkan insidens kehamilan multiple.

Pada fase blastosis ini dinilai derajat ekspansi sel, morfologi dari inner cell mass dan trophectoderm. Selanjutnya embrio dapat ditransfer ke dalam Rahim jika kondisi endometrium baik, atau dapat dibekukan untuk dapat ditransfer pada siklus berikutnya.

keraguan

Perkembangan Embrio yang Gagal Menjadi Penyebab Susah Hamil?

Proses kehamilan terjadi ketika sel telur yang dibuahi sperma menghasilkan embrio. Nantinya embrio akan berkembang menjadi janin namun jika embrio gagal berkembang maka kehamilan tidak terjadi atau kehamilan kosong.

Pada proses bayi tabung, perkembangan embrio dipantau di laboratorium sebelum dimasukkan ke dalam rahim pasien. Embriolog klinis akan memantau ketat media, gas, dan pH untuk memastikan kondisi yang optimal untuk perkembangan embrio. Selain itu, dapat dilakukan prosedur Laser Assisted Hatching (LAH) yakni penipisan atau pemecahan cangkang embrio dengan bantuan laser untuk meningkatkan keberhasilan implantasi embrio pada dinding Rahim.

Embirology Counseling di Bocah Indonesia

Jika Ayah Bunda sudah pernah mengikuti program hamil IVF di luar Bocah Indonesia, Ayah Bunda bisa konsultasikan bersama kami disini. Klik Button di bawah

  1. Rogers, Kara, Sapunar, Damir. Prenatal development. Encyclopedia Britannica, 19 Feb. 2020.
  2. Mahajan, Tanvi. Embryogenesis: a comprehensive review. February 2018 journal of entomology and zoology studies 6(01):1151-1153. 
  3. Patrick L. Ferree. Measuring time during early embryonic development. Semin Cell Dev Biol. 2016 Jul; 55: 80–88. Published online 2016 Mar 16. 
  4. Kathy K, Niakan. Human pre-implantation embryo development. Development. 2012 Mar 1; 139(5): 829–841. 
  5. Gardner, David K. Assessment of human embryo development using morphological criteria in an era of time-lapse, algorithms and ‘OMICS’: is looking good still important? Molecular Human Reproduction, Volume 22, Issue 10, October 2016, Pages 704–718.
  6. Gundela Meyer. Embryonic and Early Fetal Development of the Human Neocortex. Journal of Neuroscience 1 March 2000, 20 (5) 1858-1868.
  7. Sara DiCaglio. Staging Embryos: Pregnancy, Temporality and the History of the Carnegie Stages of Embryo Development. First Published March 31, 2017.
dr. Gito Restiansyah Wasian
Latest posts by dr. Gito Restiansyah Wasian (see all)
Share:
  • 176
    Shares

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

doctors

Silahkan isi data berikut untuk mengetahui Paket/Layanan yang cocok untuk Ayah/Bunda.

Cek layanan?
ferly slime