6 Penyebab Program Bayi Tabung Gagal yang Harus Anda Ketahui!

penyebab-bayi-tabung-gagal

Bayi tabung atau in vitro fertilization adalah proses pembuahan sel telur dan sperma yang dilakukan di luar tubuh atau laboratorium. Proses pembuahan terjadi ketika sperma yang telah diambil dari Ayah akan disuntikkan ke sel telur yang telah diambil oleh Bunda. 

Proses ini dilakukan di laboratorium khusus. Selanjutnya, sel telur yang berhasil dibuahi akan menjadi embrio. Perkembangan embrio akan dipantau hingga hari kelima. Jika embrio dinyatakan matang maka akan ditransfer ke dalam rahim Bunda.

Penyebab Bayi Tabung Gagal

Meski memiliki kesempatan berhasil yang cukup tinggi, ada beberapa faktor yang dapat menyebabkan program bayi tabung Anda gagal, yakni usia sel telur, respons tubuh Bunda, kualitas embrio kurang baik, kelainan kromosom pada embrio, gaya hidup yang tidak sehat, serta disfungsi implantasi.

1. Usia sel telur

Salah satu penyebab gagalnya bayi tabung adalah usia sel telur. Usia sel telur bergantung pada usia Bunda yang menjadi faktor kualitas dan kuantitas.

Baca Juga : Posisi Tidur Setelah Embrio Transfer

Sel telur Bunda akan menurun kualitasnya ketika menginjak usia 35 tahun. Kondisi ini tentu mempengaruhi peluang kehamilan Bunda.

2. Respons tubuh

Program bayi tabung juga harus selaras dengan respons tubuh Bunda. Jika respons tubuh tidak sejalan selama menjalani siklus program bayi tabung maka kemungkinan kegagalan pun bisa terjadi.

3. Kualitas Embrio Kurang Baik

Kualitas embrio sangat mempengaruhi keberhasilan bayi tabung. Kualitas embrio yang baik tentu memiliki peluang keberhasilan yang tinggi. Terkadang embrio tidak dapat ditanam kembali ke dalam rahim karena embrio tidak berkembang atau cacat.

Namun, embrio juga bisa terlihat sehat di laboratorium namun saat ditanam ke dalam rahim, embrio memiliki cacat yang menyebabkan mati dan tidak dapat tumbuh.

Berdasarkan jurnal yang diterbitkan oleh Journal of Assisted Reproduction and Genetics, Assisted hatching tingkatkan implantasi dan kualitas embrio dapat dilihat dari sejumlah parameter, seperti perkembangan, morfologi, genetik, hingga metabolisme.

4. Kelainan Kromosom Pada Embrio

Faktor lain yang menyebabkan kegagalan bayi tabung adalah embrio yang memiliki kelainan kromosom. Kondisi yang sering terjadi yakni abnormalitas kromosom yang menyebabkan kegagalan implantasi dan keguguran selama proses bayi tabung berlangsung.

Baca Juga : Perkembangan Embrio Pada Bayi Tabung

Kelainan kromosom pada embrio ini bisa diturunkan dari salah satu orang tua, kelainan sel telur Bunda atau kelainan kromosom pada sel sperma Ayah.

5. Gaya Hidup yang Tidak Sehat

Gaya hidup bagi pasangan suami istri yang sedang menjalani program hamil bayi tabung sangat berpengaruh. Memiliki berat badan berlebihan, merokok, atau mengonsumsi alkohol dapat menyebabkan gagalnya program bayi tabung yang dijalani.

6. Disfungsi Implantasi

Disfungsi implantasi atau gagalnya penempelan embrio dapat menyebabkan program bayi tabung gagal. Penempelan embrio merupakan proses penting untuk proses mendapatkan kehamilan. 

Baca Juga : 5 Jenis Asupan Makanan Agar Embrio Menempel

Pasalnya embrio yang menempel pada dinding rahim nantinya akan berkembang menjadi janin. Jika embrio tidak berhasil menempel pada dinding rahim maka program bayi tabung dinyatakan gagal.

Tips Sukses Bayi Tabung

Program bayi tabung menjadi alternatif bagi pasangan suami istri yang ingin memiliki keturunan namun tak kunjung berhasil meski telah mencoba program hamil alami hingga inseminasi buatan. Program hamil ini memiliki prosedur yang tidak sederhana serta melalui proses yang panjang.

Berikut beberapa tips untuk Ayah Bunda agar program bayi tabung yang dijalani berhasil:

  • Gaya Hidup Sehat

Penting bagi Bunda untuk tetap menjaga berat yang ideal serta menjaga pola hidup yang sehat dengan mengonsumsi makanan bergizi serta olahraga teratur. Gaya hidup yang sehat dapat membantu meningkatkan keberhasilan bayi tabung.

  • Menggunakan Embryo Glue

Salah satu penunjang keberhasilan bayi tabung bisa dibantu dengan penggunaan embryo glue. Sesuai namanya, embryo glue berperan sebagai lem yang membantu embrio menempel pada dinding rahim. Prosedur ini tentu dilakukan saat proses penanaman embrio pada program bayi tabung.

Embryo glue ini berisi senyawa hyaluronan konsentrasi tinggi dan albumin manusia rekombinan. 

Menurut penelitian yang diterbitkan The Cochrane Database of Systematic Reviews, peluang kehamilan meningkat menjadi sebesar 19% dari 3.200 IVF pada saat penanaman embrio.

Penelitian lain yang diterbitkan Springer Nature, embryo glue juga dapat meningkatkan kehamilan terhadap wanita yang mengalami kegagalan bayi tabung berulang.

  • Konsumsi Suplemen

Ayah Bunda juga bisa meningkatkan peluang keberhasilan bayi tabung dengan mengonsumsi suplemen, vitamin D salah satunya. 

Vitamin D memiliki peran dalam meningkatkan keberhasilan bayi tabung (IVF). Hal ini lantaran wanita yang memiliki kadar vitamin D yang rendah memiliki risiko tingkat kehamilan yang lebih rendah pula.

Bayi tabung memiliki kemungkinan terjadinya risiko kegagalan. Namun jika Anda pernah mengalami kegagalan bayi tabung, jangan menyerah dan putus asa.

Anda bisa meningkatkan peluang keberhasilan dan melakukan evaluasi dengan layanan embryology counseling.

Layanan Embryology Counseling di Bocah Indonesia

Jika Anda mengalami kegagalan bayi tabung, kami memiliki layanan yang tepat untuk Anda. Silakan isi formulir di bawah ini, tim kami segera menghubungi Anda.

Mengalami kegagalan bayi tabung bukan berarti Anda tidak dapat hamil di kemudian hari. Segera konsultasikan pada dokter untuk evaluasi penyebab kegagalan bayi tabung Anda.

bocah indonesia green
Share:
  • 176
    Shares

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

doctors

Silahkan isi data berikut untuk mengetahui Paket/Layanan yang cocok untuk Ayah/Bunda.

Buat Janji?