Pengalaman Bayi Tabung - Jatuh Bangun Perjuangan Menanti Buah Hati
pengalaman bayi tabung

Kisah Perjuangan Ayah Arfan dan Bunda Neli

Pengalaman Bayi Tabung Ayah Arfan & Bunda Neli: Jatuh Bangun Perjuangan Menanti Anak Pertama

Memiliki keturunan pasca menikah menjadi momok sendiri bagi setiap pasangan namun tidak bagi pasangan Arfan dan Neli. Pernah menjalani hubungan jarak jauh hingga kedua pasangan ini didiagnosis memiliki permasalahan pada infertilitas dan organ reproduksi mereka. Perjuangan keduanya pun berbuah manis setelah 6 tahun menikah melalui program hamil bayi tabung (IVF). Berikut pengalaman perjalanan bayi tabung bersama ayah Arfan dan bunda Neli.

Lika-Liku Perjuangan Dua Garis

Perjalanan Arfan dan Neli untuk mendapatkan keturunan tak semudah angan-angan mereka. Keduanya harus menjalani hubungan jarak jauh di awal-awal pernikahan mereka. Hingga akhirnya di tahun kedua pernikahan, Arfan dan Neli memutuskan untuk menjalani program hamil.

Lagi, perjuangan mereka tak terhenti sampai di situ. Arfan dan Neli harus menghadapi kerikil dalam perjalanan rumah tangga mereka. Setelah memutuskan ingin menjalani program hamil, sang suami, Arfan memeriksakan kondisi kesuburannya dengan melakukan analisa sperma. Arfan pun didiagnosa mengidap azoospermia. Azoospermia merupakan kondisi air mani yang tidak mengandung sperma pada saat ejakulasi.

Sang istri, Neli,  juga sempat didiagnosa mengalami sindrom ovarium polikistik (PCOS). PCOS merupakan gangguan hormonal yang menyebabkan ovarium membesar dengan kista kecil di tepi luar. Kondisi ini bisa menjadi salah satu faktor penyebab kesulitan hamil.

Keduanya memutuskan untuk menjalani perawatan dengan obat-obatan yang diberikan oleh dokter di sebuah rumah sakit. Merasa tidak puas karena tidak ada perkembangan yang signifikan, pasangan yang telah menikah selama 6 tahun ini memutuskan untuk melakukan konsultasi di Pusat Fertilitas Bocah Indonesia.

“Kalau si Ayah kan (didiagnosis) crypto, kalau saya sempat didiagnosa sama obgyn itu PCOS. Sempet dikasih obat juga tapi ya gitu-gitu aja. Terus akhirnya cari-cari info dari Instagram, ketemulah Bocah Indonesia,” ujar Neli.

Setelah memutuskan untuk pindah rumah sakit, baik Arfan dan Neli merasa puas dengan layanan lengkap yang diberikan Bocah Indonesia. Keduanya pun merasa lebih yakin dengan hasil tes yang dilakukan oleh para dokter spesialis dari Bocah Indonesia.

“Kayaknya enak gitu ketemu satu paket, ada dokter obgyn dan androloginya juga. Kalau sebelumnya cuma fokus untuk obgyn-nya aja, jadi yang baca analisa sperma itu dokter obgyn bukan andrologi,” tambah Neli.

Sempat didiagnosa mengidap azoospermia membuat Arfan sempat terpukul. Namun berkat dukungan sang istri dan kegigihan keduanya, membuat Arfan bangkit untuk melanjutkan ikhtiar mereka.

“Pasti (merasa) down ya tapi kembali lagi itu bagaimana kehendak Allah, ya cuma bagaimana manusianya berusaha aja. Insya Allah kalau kita mau berusaha pasti ada jalannya, Alhamdulillah akhirnya bisa,” kata Arfan.

Rasa takut sempat menghantui Neli dan Arfan, pasalnya pasangan yang telah menikah selama 6 tahun ini harus melalui proses panjang demi ikhtiar mereka. Meski sempat mengalami keterpurukan, bukti cinta Neli dan Arfan begitu kuat. Hal ini dibuktikan dengan dukungan penuh yang diberikan satu sama lain untuk melalui segala proses yang ada.

“Ini baru diagnosa manusia kok kenapa kita harus takut? Jadi, ya udah kita Bismillah aja, semoga ikhtiarnya diridhoi. Dulu pas awal-awal saya juga sempat down juga tapi nggak boleh karena harus semangatin suami. Istilahnya, nikah itu harus saling support satu sama lain. Jadi harus terima apa adanya,” kata Neli.

Memantapkan Pilihan Melalui Bayi Tabung

Kondisi Neli dan Arfan yang tidak memungkinkan keduanya menjalani kehamilan baik secara alami, maupun inseminasi (IUI), membuat pasangan yang telah menikah selama 6 tahun ini memilih jalan terakhir melalui program bayi tabung (IVF).

Keduanya memutuskan untuk memeriksakan kondisi mereka dengan para dokter spesialis dari Bocah Indonesia, dr. Tiara Kirana, Sp. And dan dr. Cynthia Agnes Susanto, BmedSc, Sp. OG. Sebelum memutuskan untuk memilih program bayi tabung, Neli dan Arfan sempat diyakinkan oleh kedua dokter tersebut.

“Pertama ya karena kondisi kita nggak bisa diinseminasi. Pihak dokter, baik dr. Tiara maupun dr. Cynthia udah menyatakan nggak bisa diinseminasi, jadi jalan terakhirnya itu IVF yang emang risikonya terlalu besar dan potensinya kecil. Bismillah ya, kita pengen banget ikhtiar,” lanjut Neli.

Kegigihan Arfan dan Neli membuat keduanya tidak peduli dengan hasilnya nanti. Arfan dan Neli berkeyakinan untuk melakukan usaha maksimal demi mendapatkan buah hati.

“Kita kan  cuma ikhtiar ya, kalau kita nggak ikhtiar itu yang salah. Soal hasil, kita udah ikhlas waktu itu. Allah yang menentukan, yang penting kita sudah menjalankan kewajiban sebagai manusia untuk ikhtiar,” lanjut Arfan.

Saat menentukan metode program hamil bayi tabung yang dipilih, ada beberapa tahapan yang harus dilalui, salah satunya adalah tindakan pengambilan sperma. Prosedur pengambilan sperma langsung dari saluran reproduksi. Baik dari epididimis (saluran penyimpanan dan pematangan sperma) maupun langsung dari testis. Prosedur tersebut dilakukan bila sperma dari cairan ejakulat/air mani terlalu sedikit atau bahkan kosong (azoospermia-cryptozoospermia).

Dalam kasus pasangan Arfan dan Neli, Arfan harus melalui Tindakan micro tese untuk pengambilan sperma dari saluran reproduksi. Rasa takut sempat menghampiri keduanya, namun berkat kegigihan Arfan dan Neli, pasangan ini berhasil menaklukan kekhawatiran tersebut.

“Sebenarnya saya udah pernah operasi varikokel, jadi ya deg-degan tapi (saya) udah pernah ada di situasi yang nggak beda jauh. Takut juga ada ada ya tapi Alhamdulillah lancar,” jelas Arfan.

Setelah proses IVF selesai hingga embrio transfer, pasangan ini begitu antusias menunggu hasil. Bahkan sang istri, Neli, rela melakukan istirahat total demi menjaga kandungannya. Perjalanan panjang yang dilalui Arfan dan Neli pun berbuah manis. Program hamil yang dijalani pasangan ini dinyatakan berhasil.

“Di awal-awal sih emang benar-benar dijagain banget, meminimalisir gerakan bedrest lagi,” ujar wanita berusia 31 tahun tersebut.

“Kebetulan hasilnya bagus sih, tiga ratus, luar biasa banget,” lanjutnya.

Baca Juga: 3 Cara Ampuh Agar Cepat Hamil Setelah Menikah

Dukungan Arfan dan Neli untuk Pasangan yang Masih Menanti Buah Hati

Keberhasilan yang diraih keduanya tak lepas dari proses panjang yang dilalui. Seolah ingin memberikan dukungan untuk pasangan lain, Arfan dan Neli turut memberikan pesan dan dukungannya kepada pasangan suami istri di luar sana yang masih berjuang demi menanti buah hati.

“Balik lagi ke (tujuan) dasarnya nikah untuk apa? Apakah kita nikah untuk punya anak atau segala macam? Saya waktu awal nikah, kita terima apa adanya. Kita pengen hidup berdua sama pasangan kita, kalau dikasih anak ya Alhamdulillah,” ucap Neli.

“Kalau pasangannya belum mau (promil), dikasih pengertian dikit-dikit tapi jangan dipaksain. Buat Bunda-Bunda yang di sana, pelan-pelan aja, kalau emang si Ayah belum mau (promil), dikasih arahan pelan-pelan tapi apapun hasilnya harus tetap diterima,” lanjutnya.

Selaras dengan sang istri, Arfan berharap untuk para Ayah di luar sana yang masih berjuang menanti kehadiran buah hati untuk selalu memberikan dukungan kepada istri mereka. Tak lupa, keduanya juga mengingatkan untuk menjalani pola hidup yang lebih sehat.

“Mungkin untuk Ayah-Ayah yang masih berjuang, kita nggak boleh egois ya. Selama ini kan (hanya menganggap) masalah fertilitas pada perempuan. Turunkanlah egonya sedikit. Periksakan lebih dini biar ketahuan, jangan gengsi atau gimana, itu bukan aib kok. Harus menurunkan egonya, saling support,” tutup Arfan.

“Kalau bisa dari awal jaga pola hidup sehat karena itu ngaruh banget ke sistem reproduksi kita,2 tutup Arfan dan Neli.

Referensi

Source Youtube Video by Pusat Fertilitas Bocah Indonesia. URL

No Comments

Leave a Reply