Pap Smear : Pengertian, Tujuan dan Kegunaan

Pap Smear

Pap smear adalah prosedur deteksi dini kanker serviks pada wanita. Pap smear atau tes Pap adalah salah satu cara untuk memeriksa sel-sel pada serviks (leher rahim). Istilah lain untuk pap smear adalah sitologi serviks.

Pap smear merupakan langkah pertama dalam mencegah dan mendeteksi dini kanker serviks. Prosedur ini menilai perubahan sel pada serviks, yang bisa berkembang menjadi kanker serviks.

Mengapa Pap smear?

Kanker serviks terjadi ketika sel-sel serviks menjadi abnormal dan mulai tumbuh di luar kendali. Sebagian besar kasus kanker serviks disebabkan oleh infeksi Human Papillomavirus (HPV), yang ditularkan selama aktivitas seksual. Virus ini menginfeksi sel serviks dan menyebabkan perubahan di dalamnya. 

Perubahan derajat tinggi pada sel serviks yang berkembang menjadi kanker biasanya memerlukan waktu 3 sampai 7 tahun. Deteksi dini melalui Pap smear dapat menilai perubahan ini sebelum menjadi kanker. Wanita dengan perubahan derajat rendah dapat diperiksa lebih sering untuk melihat apakah sel-selnya kembali normal. Sedangkan wanita dengan perubahan derajat tinggi bisa mendapat pengobatan dini untuk mengangkat sel-sel yang abnormal. 

Di Amerika Serikat, deteksi dini kanker serviks melalui pemeriksaan Pap smear terbukti menyelamatkan banyak nyawa. Dalam 30 tahun terakhir, jumlah kasus kanker serviks dan kematian akibat kanker ini telah menurun hingga setengahnya.

Tanya Ferly tentang Promil?

New CTA WA

Prosedur Pap smear

Pap smear dilakukan di ruang periksa dokter. Pemeriksaan ini biasanya dilakukan bersamaan

dengan pemeriksaan panggul. Prosesnya sederhana dan cepat. 

  1. Wanita diminta untuk membuka pakaian dari pinggang ke bawah dan selanjutnya menggunakan kain penutup atau handuk. 
  2. Wanita berbaring di meja periksa dengan posisi litotomi (seperti mau bersalin). Lutut ditekuk dan tumit ditempatkan pada penopang (stirrup).
  3. Dokter akan memasukkan spekulum ke dalam vagina. Alat yang berbentuk seperti cocor bebek ini berfungsi menekan dan menahan dinding vagina agar serviks dan bagian atas vagina bisa dilihat jelas. Saat spekulum dimasukkan, wanita dapat mengalami sensasi seperti ditekan di area panggul.
  4. Selanjutnya, dokter akan mengambil sampel sel serviks menggunakan sikat lembut dan alat pengikis (spatula). Biasanya, ini tidak sakit.
  5. Tergantung jenis Pap smear yang dipilih, dokter akan memindahkan sampel sel yang telah diambil dari serviks ke dalam wadah berisi cairan khusus untuk mengawetkan sampel (Pap smear liquid-based/thin prep) atau ke atas kaca objek (Pap smear konvensional).
  6. Sampel lalu dibawa ke laboratorium untuk diperiksa di bawah mikroskop. Pemeriksa akan mencari karakteristik sel yang mengindikasikan kanker atau kondisi prakanker.

Setelah Pap smear, wanita dapat melanjutkan aktivitas seperti biasa tanpa batasan tertentu.

Pap smear
  1. Pada Pap smear, dokter menggunakan spekulum vagina untuk menahan dinding vagina sehingga serviks bisa terlihat.
  2. Selanjutnya, sampel sel serviks diambil menggunakan sikat lembut dan spatula.
  3. Sampel yang telah diambil dimasukkan ke dalam wadah berisi cairan khusus atau dioleskan ke atas kaca objek lalu dikirim ke laboratorium.

Kapan harus Pap smear?

Sebagai cara untuk mendeteksi dini kanker serviks, Pap smear bisa dilakukan secara sendiri atau bersama dengan tes HPV (co-testing). Waktu yang tepat untuk melakukannya bergantung pada usia dan riwayat kesehatan wanita. Secara umum, Pap smear direkomendasikan untuk mulai dilakukan saat wanita memasuki usia 21 tahun.

  • Wanita usia 21-29 tahun harus melakukan Pap smear setiap 3 tahun. Tes HPV dapat dipertimbangkan untuk wanita berusia 25-29 tahun, namun Pap smear lebih dipilih. Pap smear tidak disarankan bila wanita berusia di bawah 21 tahun, meski sudah aktif secara seksual. Namun, wanita direkomendasikan untuk menjalani skrining infeksi menular seksual setiap tahun bila telah aktif secara seksual. 
  • Wanita usia 30-65 tahun memiliki tiga opsi pemeriksaan, yakni:
    • Melakukan Pap smear dan tes HPV (co-testing) setiap 5 tahun.
    • Menjalani Pap smear saja setiap 3 tahun.
    • Menjalani tes HPV saja setiap 5 tahun.

Bila wanita memiliki faktor risiko tertentu, dokter mungkin menyarankan untuk lebih sering Pap smear tanpa memandang usia. Faktor-faktor risiko ini mencakup:

  • Diagnosis kanker serviks atau Pap smear yang menunjukkan sel prakanker.
  • Paparan dietilstilbestrol (DES) sebelum lahir.
  • Infeksi Human Immunodeficiency Virus (HIV).
  • Sistem kekebalan yang melemah akibat transplantasi organ, kemoterapi, atau penggunaan kronis obat kortikosteroid.
  • Riwayat merokok.

Kapan bisa berhenti melakukan Pap smear?

  • Setelah histerektomi total, yakni operasi pengangkatan rahim sekaligus leher rahim. Bila histerektomi dilakukan pada kondisi non-kanker, seperti mioma rahim, Pap smear rutin dapat dihentikan. Tetapi bila histerektomi dilakukan pada kondisi prakanker atau kanker serviks, Pap smear tetap harus dilanjutkan.
  • Usia tua. Secara umum, wanita dapat berhenti melakukan Pap smear pada usia 65 tahun. Syaratnya:
    • Tidak memiliki riwayat perubahan sel serviks sedang hingga berat maupun kanker serviks, dan
    • Memiliki tiga hasil Pap smear negatif secara berturut-turut atau dua hasil tes HPV negatif berturut-turut, atau dua hasil co-testing negatif berturut-turut, dalam 10 tahun terakhir. Pemeriksaan yang terakhir harus dilakukan dalam waktu 3 atau 5 tahun terakhir, tergantung jenis pemeriksaan.

Bagaimana bila hasil Pap smear tidak normal?

Banyak wanita memiliki hasil skrining kanker serviks yang abnormal. Meski demikian, hasil abnormal tak selalu berarti wanita mengalami kanker. Ingat bahwa perubahan sel serviks seringkali kembali normal dengan sendirinya. Bilapun tidak, membutuhkan waktu beberapa tahun untuk berubah menjadi kanker. 

Hasil Pap Smear yang abnormal dapat berupa:

  • ASC-US. Ini adalah hasil Pap smear abnormal yang paling umum. Artinya, telah ditemukan perubahan pada sel serviks. Perubahan tersebut hampir selalu merupakan tanda adanya infeksi HPV. ASC-US adalah singkatan dari atypical squamous cells of undetermined significance atau sel skuamosa atipikal dengan signifikansi yang belum ditentukan. Skuamosa merujuk kepada jenis sel yang meliputi serviks.
  • LSIL. Ini berarti sel serviks menunjukkan perubahan yang sedikit abnormal. LSIL biasanya disebabkan oleh infeksi HPV yang seringkali hilang dengan sendirinya. LSIL adalah singkatan dari low-grade squamous intraepithelial lesion atau lesi intraepitel skuamosa derajat rendah.
  • HSIL. Ini menunjukkan perubahan pada serviks yang lebih serius daripada LSIL. Perubahan ini lebih banyak dikaitkan dengan kondisi prakanker dan kanker. HSIL adalah singkatan dari high-grade squamous intraepithelial lesion atau lesi intraepital skuamosa derajat tinggi.
  • ASC-H. Ini berarti telah ditemukan perubahan pada sel serviks yang meningkatkan kewaspadaan akan adanya HSIL. ASC-H adalah singkatan dari atypical squamous cells, cannot exclude HSIL atau sel skuamosa atipikal, tidak dapat menyingkirkan HSIL.
  • AGC. Ini berarti perubahan ditemukan pada sel-sel kelenjar yang meningkatkan kewaspadaan akan adanya kondisi prakanker atau kanker. Sel kelenjar adalah jenis sel yang menutupi bagian dalam serviks (endoserviks). Sel kelenjar juga ada di dalam rahim. AGC adalah singkatan dari atypical glandular cells atau sel kelenjar atipikal.

Bila hasil Pap smear tidak normal, tes ulangan atau tambahan diperlukan untuk mengetahui apakah betul terdapat perubahan derajat tinggi atau kanker. Bila hasil tes lanjutan menunjukkan perubahan derajat tinggi, wanita mungkin memerlukan prosedur untuk mengangkat sel-sel yang abnormal ini.

Seberapa akurat hasil Pap smear?

Seperti tes laboratorium lainnya, hasil Pap smear tak selalu akurat. Terkadang, hasilnya abnormal padahal sel-selnya normal. Inilah yang disebut dengan positif palsu. Sebaliknya, Pap smear juga bisa tidak mendeteksi sel abnormal meski sebenarnya ada. Inilah yang disebut dengan negatif palsu.

Faktor-faktor yang membuat hasil Pap smear tidak akurat, antara lain:

  • Terlalu sedikit sel di dalam sampel.
  • Sel-sel abnormal tidak cukup banyak untuk dipelajari.
  • Adanya infeksi atau darah dapat menyembunyikan sel-sel abnormal.
  • Douching atau obat-obatan vagina dapat menghilangkan atau mengencerkan sel-sel abnormal.

Oleh sebab itu, untuk mencegah hasil positif palsu atau negatif palsu, wanita harus menghindari douching, hubungan intim, penggunaan obat-obat vagina atau produk kewanitaan selama 2 hari sebelum Pap smear. Dan meski wanita dapat melakukan Pap smear saat sedang menstruasi, sebaiknya jadwalkan di lain waktu. Menstruasi dapat memengaruhi akurasi hasilnya.

Penutup

Mendeteksi perubahan sel-sel serviks dengan Pap smear adalah langkah pertama dalam mencegah perkembangan kanker. Dengan demikian, seorang wanita berpeluang lebih besar untuk sembuh atau bebas dari kanker serviks.

cheer

Jadwalkan Konsultasi

Jika Anda belum hamil setelah satu tahun usia pernikahan, kami menyarankan Anda untuk melakukan pemeriksaan kesuburan dengan spesialis fertilitas kami.

Buat janji konsultasi dengan menghubungi kami di (021) 50200800 atau chat melalui Whatsapp melalui tombol di bawah.

  • American College of Obstetricians and Gynecologists. [May 2021]. Cervical cancer screening. FAQ 085. URL: https://www.acog.org/womens-health/faqs/cervical-cancer-screening
  • Feldman S, Good A, Peipert JF. Patient education: cervical cancer screening (beyond the basics). In: UpToDate, Post, TW (Ed), UpToDate, Waltham, MA, 2023.
  • Kitchen FL, Cox CM. Papanicolaou smear. In: StatPearls, 2022. URL: https://www.statpearls.com/ArticleLibrary/viewarticle/26590
  • Mayo Clinic. [June 18, 2022]. Pap smear. URL: https://www.mayoclinic.org/tests-procedures/pap-smear/about/pac-20394841.
Share:

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

doctors
Buat Janji