Mioma Uteri Intramural, Ketika Kondisi Rahim Abnormal

Mioma Uteri Intramural, Ketika Kondisi Rahim Abnormal

Mioma uteri intramural adalah jenis mioma uteri, atau yang juga dikenal sebagai fibroid rahim, tumor ini tumbuh di dalam dinding otot rahim (miometrium). 

Mioma uteri intramural dapat berkembang di berbagai bagian dinding rahim dan dapat menyebabkan berbagai gejala tergantung pada ukuran, jumlah, dan letaknya. Cari tahu penyebab, risiko dan perawatan yang tepat untuk mioma uteri intramural

Baca Juga: Mengenal Operasi Miom, Apa Tujuan dan Risikonya?

Apa Itu Mioma Uteri Intramural?

Mioma intramural adalah jenis mioma uteri yang paling umum. Biasanya, mioma ini ditemukan selama pemeriksaan panggul rutin dan seringkali didiagnosis antara usia 30 hingga 40 tahun, meskipun tumor jinak ini dapat berkembang pada usia berapa pun.

Mioma intramural biasanya tidak berbahaya dan tidak selalu menimbulkan gejala. Namun, terkadang dapat menjadi masalah dan menyebabkan beberapa gejala yang mengganggu termasuk nyeri saat berhubungan seks. Mioma intramural juga kadang-kadang dapat menyebabkan masalah reproduksi.

Tanya Ferly tentang Promil?

New CTA WA

Jenis Mioma Uteri Intramural

Semua mioma uteri intramural tumbuh di dalam dinding rahim, di antara serat otot ini. Mioma uteri intramural diklasifikasikan berdasarkan lokasi pertumbuhan sebagai berikut:

  1. Mioma uteri intramural anterior tumbuh di dinding depan rahim.
  2. Mioma uteri intramural posterior tumbuh di dinding belakang rahim.
  3. Mioma uteri intramural fundus tumbuh di bagian atas rahim.

Di mana mioma muncul dapat menentukan dampaknya pada kesehatan Bunda dan juga perawatan yang tepat. Sebagai contoh, mioma uteri intramural yang besar di bagian bawah rahim dapat memengaruhi persalinan melalui jalan lahir.

Gejala Mioma Uteri Intramural

Beberapa orang dengan mioma uteri intramural dan jenis mioma uteri lainnya tidak memiliki gejala apa pun, sehingga sering kali penyakit ini tidak terdiagnosa di awal. 

Sekitar 80% wanita memiliki mioma saat mencapai usia 50 tahun. Namun, hanya 20% hingga 50% dari mereka yang memiliki mioma mengalami gejala yang memerlukan pengobatan.

Gejala mioma uteri intramural meliputi:

  1. Menstruasi yang berat, yang mungkin menyebabkan anemia.
  2. Bercak di antara menstruasi.
  3. Perut yang terasa penuh atau berat.
  4. Nyeri saat berhubungan seks.
  5. Nyeri punggung bawah.

Baca Juga: Miom Saat Hamil, Apakah Berbahaya?

Bagaimana Mioma Uteri Intramural Diobati?

Tidak selalu Banyak penderita mioma memerlukan pengobatan. Mioma tidak bersifat kanker dan jika tidak menimbulkan gejala, maka Bunda tidak perlu pengobatan yang serius. 

Namun, jika mioma tersebut menyebabkan nyeri, menstruasi berat atau infertilitas, bicarakan dengan dokter mengenai pengobatan untuk mioma yang tepat, terutama jika Bunda ingin menjalani promil. Berikut beberapa pengobatan untuk mioma uteri intramural:

1. Pengobatan Non-Bedah

Beberapa pengobatan bertujuan untuk mengendalikan gejala mioma. Ini dapat mencakup penggunaan kontrasepsi hormonal untuk mengurangi menstruasi yang berat atau nyeri.

Jika gejala mungkin berat, maka Bunda akan diarahkan untuk melakukan perawatan prosedur non-bedah, termasuk:

  • Uterine fibroid embolization (UFE), sebuah prosedur yang menghentikan aliran darah ke mioma, menyebabkannya menyusut atau hilang.
  • Myolysis, sebuah prosedur yang menggunakan sinar ultrasonik terfokus untuk menghancurkan mioma.

2. Konsumsi Obat

Agonis Gonadotropin-releasing Hormone (GnRH) adalah obat yang membuat tubuh Bunda masuk ke dalam keadaan yang mirip menopause. Hal ini dapat membuat mioma menjadi lebih kecil, meskipun efeknya hanya berlangsung selama  mengonsumsi obat tersebut.

Agonis GnRH dapat memiliki efek samping seperti:

  • Hot flash (sensasi panas tiba-tiba)
  • Kelelahan
  • Kenaikan berat badan
  • Kehilangan massa tulang
  • Memperburuk kondisi metabolik seperti diabetes

Karena efek samping ini, agonis GnRH biasanya hanya digunakan dalam jangka pendek. Obat ini juga sering diberikan sebelum operasi untuk membantu mengurangi durasi prosedur dan waktu di rumah sakit.

3. Perubahan Gaya Hidup

Mengurangi stres, menjaga berat badan yang sehat, serta membatasi konsumsi daging merah dan kedelai dapat membantu mencegah perkembangan miom.

4. Perawatan Bedah

Mioma uteri intramural kadang-kadang bisa sulit diobati dengan pilihan non-bedah. Oleh karena itu, bedah adalah pilihan terbaik bagi beberapa pasien. Prosedur yang paling umum adalah miomektomi

Operasi ini dapat dilakukan secara laparoskopi (melalui sayatan kecil) atau dengan sayatan penuh untuk mengangkat mioma sambil mempertahankan rahim. Ini dimaksudkan sebagai alternatif terhadap histerektomi, tindakan untuk mengangkat rahim. Histerektomi adalah pilihan lain untuk mengobati mioma.

Secara keseluruhan, mioma uteri intramural tidak berbahaya, meski dapat menyebabkan gejala yang tidak menyenangkan seperti menstruasi yang berat dan kesulitan hamil. Ada banyak pilihan pengobatan yang tersedia, bicarakan pada dokter mengenai perawatan yang tepat untuk menangani kondisi mioma uteri intramural yang Bunda alami. Jika Bunda merencanakan program hamil, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu terkait pengobatan dan perawatan yang akan dijalani, ya.

cheer

Jadwalkan Konsultasi

Jika Anda belum hamil setelah satu tahun usia pernikahan, kami menyarankan Anda untuk melakukan pemeriksaan kesuburan dengan spesialis fertilitas kami.

Buat janji konsultasi dengan menghubungi kami di (021) 50200800 atau chat melalui Whatsapp melalui tombol di bawah.

Referensi
  • Wu, G. et al. (2020). A Comparison of the Pregnancy Outcomes Between Ultrasound-Guided High-Intensity Focused Ultrasound Ablation and Laparoscopic Myomectomy for Uterine Fibroids: A Comparative Study. International Journal of Hyperthermia, 37(1), pp. 617–23. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/32525708/
  • Sohn, G. et al. (2018). Current Medical Treatment of Uterine Fibroids. Obstetrics & Gynecology Science, 61(2), pp. 192–201. https://www.hindawi.com/journals/ogi/
  • Cleveland Clinic (2020). Disease & Conditions. Uterine Fibroids.
  • Mayo Clinic (2021). Diseases & Conditions. Uterine Fibroids.
  • Mutch, D. & Biest, S. MSD Manual (Revised 2023). Uterine Fibroids.
Avatar photo
Share:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

doctors
Buat Janji