Metode Pembedahan Laparoskopi : Prosedur dan Manfaatnya

prosedur-operasi-laparoskopi-di-bocah-indonesia

Pernahkah Anda mendengar bedah laparoskopi? Laparoskopi dilakukan untuk mengetahui kondisi pada organ perut atau panggul.

Pembedahan ini umumnya dilakukan untuk mendiagnosa maupun salah satu prosedur pengobatan terhadap gangguan ginekologi.

Bagaimana prosedur laparoskopi dilakukan? Apa saja indikasi prosedur ini dilakukan? Simak informasi selengkapnya.

Apa Itu Laparoskopi?

Laparoskopi adalah salah satu prosedur bedah minimal invasif yang dilakukan untuk mengakses bagian dalam rongga perut dan panggul dengan alat laparoskop. Laparoskop memiliki bentuk seperti tabung tipis yang disertai kamera dan cahaya pada bagian ujungnya.

Sesuai namanya, prosedur ini merupakan pembedahan dengan sayatan minimal. 

Jika umumnya, bedah konvensional memerlukan sayatan panjang, bedah laparoskopi hanya memerlukan sayatan kecil pada dinding perut di bawah pusar.

Prosedur ini dilakukan untuk keperluan diagnosis atau pengobatan sejumlah kelainan yang terdapat pada rongga perut dan panggul.

Prosedur ini juga bisa dilakukan untuk kebutuhan pengambilan sampel jaringan atau biopsi.

Laparoskopi terbagi menjadi dua, yakni laparoskopi diagnostik (LD) dan laparoskopi operatif (LO).  Bagaimana prosedur keduanya dilakukan?

Laparoskopi diagnostik (LD) merupakan tindakan yang dilakukan untuk mendapatkan informasi serta mendiagnosis akan adanya kelainan pada area perut dan panggul seperti kista, perlengketan, miom, ataupun fibroid.

Sementara itu, laparoskopi operatif (LO) merupakan tindakan pembedahan tingkat lanjut ketika ditemukan adanya gangguan medis pada area perut dan panggul.

Apa Tujuan Dilakukannya Laparoskopi?

Dokter akan melakukan tindakan operasi laparoskopi dengan tujuan:

  • Mengetahui penyebab rasa sakit pada pinggul.
  • Memeriksa kondisi pertumbuhan tumor di dalam perut atau panggul.
  • Mengambil sampel jaringan untuk pemeriksaan biopsi.
  • Mengetahui kondisi kemungkinan adanya kista, fibroid, infeksi, maupun perlengketan pada organ reproduksi yang menjadi penyebab seorang wanita susah hamil.
  • Mengobati kehamilan ektopik, endometriosis, hingga penyakit radang panggul.

Bagaimana Prosedur Laparoskopi Dilakukan?

Untuk pemeriksaan diagnostic atau simple procedure maka anestesi tidak akan diberikan. Sedangkan untuk tindakan operasi, maka maka pasien akan diberikan anestesi umum.

Selang kencing akan dipasang untuk menampung urin. Kemudian, alat untuk menggerakkan rahim selama operasi dipasang pada vagina. Setelah itu, dokter akan memasukan karbon dioksida (CO2) ke dalam rongga perut melalui alat khusus. 

Hal ini dilakukan untuk memudahkan dokter melihat organ reproduksi dan menghindari cedera. Gas CO2 akan dikeluarkan setelah prosedur selesai.

Dokter akan membuat sayatan sebesar 5 mm pada perut untuk memasukkan alat laparoskop. 

Nantinya, gambaran kondisi di dalam rongga perut melalui kamera pada alat laparoskop akan diproyeksikan ke layar TV agar dokter dapat melakukan diagnosis secara langsung.

Prosedur laparoskopi diagnostik biasanya akan memakan waktu 15 – 30 menit. Sementara prosedur laparoskopi operatif biasanya memakan waktu 2 – 4 jam tergantung kondisi pasien.

alat operasi laparoskopi

Persiapan Prosedur Laparoskopi

Jika Anda akan menjalani prosedur laparoskopi maka ada beberapa hal persiapan yang harus Anda perhatikan.

  • Anda akan diminta untuk mencukur bulu kemaluan sebelum prosedur.
  • Khusus untuk prosedur operatif, Anda akan diminta untuk puasa selama 6 – 8 jam.
  • Sebelum melakukan prosedur ini, Anda perlu meminum obat pencahar terlebih dahulu sebelum puasa.
  • Anda juga diminta untuk tidak berhubungan badan selama 4 hari sebelum tindakan laparoskopi dilakukan.

Pemulihan Pasca Operasi Laparoskopi

Pasca melakukan prosedur laparoskopi (terutama laparoskopi operatif), sebagian besar pasien akan diperbolehkan pulang beberapa jam setelah prosedur selesai dilakukan. 

Selanjutnya, dokter mungkin akan memberikan obat untuk mengatasi nyeri atau mual untuk 24 jam pasca operasi. Dalam waktu 48 jam, Anda sudah diperbolehkan untuk makan dan beraktivitas seperti biasa.

Pada periode penyembuhan pasca prosedur operasi, apabila Anda mengalami ketidaknyamanan pada area abdomen setelah prosedur, terutama jika Anda mengalami nyeri hebat, pendarahan hebat, atau demam tinggi, maka segera konsultasikan dengan dokter atau Anda datang kembali ke rumah sakit.

Selanjutnya, Anda dapat melakukan kontrol pasca operasi satu minggu setelah prosedur dilakukan.

Apa Saja Manfaat Prosedur Laparoskopi?

Seiring berkembangnya teknologi, prosedur pembedahan kini memberikan sejumlah manfaat bagi para pasiennya, termasuk pada prosedur laparoskopi. Terdapat beberapa manfaat dari prosedur ini, di antaranya:

1. Proses penyembuhan lebih cepat

Salah satu manfaat prosedur bedah laparoskopi adalah proses penyembuhannya menjadi lebih cepat. Hal ini membuat pasien bisa melakukan aktivitas pasca 48 jam setelah tindakan operasi dilakukan.

2. Minim risiko nyeri

Laparoskopi merupakan prosedur bedah minimal invasif. Tindakan pembedahan yang dilakukan dengan sayatan kecil ini maka kerusakan jaringan dan otot juga lebih sedikit sehingga nyeri yang ditimbulkan akan lebih sedikit.

3. Minim risiko infeksi

Pemberian sayatan yang yang cukup kecil membuat rongga perut tidak terbuka longgar sehingga organ dalam perut minim terpapar udara. Pada bedah laparoskopi, sayatan yang diberikan sebesar 5 mm sehingga risiko infeksi pasca operasi lebih minim.

Selain itu, Anda juga minim dari risiko bekas luka pasca operasi karena sayatan yang diberikan selama prosedur cukup sedikit.

4. Masa perawatan lebih cepat

Jika Anda ingin melakukan prosedur laparoskopi maka Anda tidak perlu khawatir dengan masa perawatan pasca operasi. Pasalnya, masa perawatan setelah prosedur tidak memakan waktu yang lama.

Pasien biasanya akan diperbolehkan pulang beberapa jam setelah tindakan selesai dilakukan. Anda juga dapat beraktivitas dan makan seperti biasa setelah 48 jam atau 2 hari pasca operasi.

Apakah Operasi Laparoskopi Aman?

Umumnya, komplikasi jarang sekali terjadi dan seringkali tidak serius. Risiko komplikasi yang terjadi, seperti cedera pada rahim, kandung kemih, atau pembuluh darah. Jika Anda mengalami kondisi tersebut maka Anda dapat segera konsultasikan ke dokter.

Risiko komplikasi ini dapat meningkat bila Anda memiliki riwayat operasi abdomen berulang, obesitas, dan adhesi panggul. Kemungkinan komplikasi lainnya juga bisa terjadi yang disebabkan dari reaksi anestesi yang diberikan kepada Anda.

Penutup

Prosedur laparoskopi merupakan bedah minimal invasif yang dilakukan dengan beberapa indikasi medis tertentu. Meski jarang sekali terjadi namun terdapat beberapa risiko komplikasi pasca operasi.

Sebelum Anda memutuskan untuk melakukan prosedur ini, diskusikan terlebih dahulu bersama pasangan juga dokter yang menangani Anda agar prosedur pembedahan dapat berjalan dengan lancar.

cheer

Jadwalkan Konsultasi

Jika Anda belum juga hamil setelah berupaya selama dua belas bulan atau lebih (atau enam bulan jika usia perempuan di atas 35 tahun), kami menyarankan Anda untuk melakukan penilaian kesuburan dengan spesialis fertilitas kami.

Jadwalkan konsultasi dengan menghubungi kami di (021) 50200800 atau dengan mengisi formulir melalui tombol dibawah.

  1. Mahran, A., et al. Does laparoscopy still has a role in modern fertility practice? Int J Reprod Biomed. 2017 Dec; 15(12): 787–794. 
  2. The American College of Obstetricians and Gynecologists. Laparoscopy. 
  3. Navez, B., Navez, J. Laparoscopy in the acute abdomen. Best Pract Res Clin Gastroenterol. 2014 Feb;28(1):3-17. 
  4. Buia, A., Stockhausen, F., Hanisch, E. Laparoscopic surgery: A qualified systematic review. World J Methodol. 2015 Dec 26; 5(4): 238–254.
bocah indonesia green
Share:
  • 176
    Shares

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

doctors

Silahkan isi data berikut untuk mengetahui Paket/Layanan yang cocok untuk Ayah/Bunda.

Cek layanan?
ferly slime