Metode Pembedahan Laparoskopi - Pusat Fertilitas Bocah Indonesia
Laparoskopi

PEMBEDAHAN INVASIVE MINIMAL LAPAROSKOPI

Pembedahan dengan laparoskopi adalah pembedahan yang dilakukan dengan sayatan yang kecil di dinding perut, selanjutnya pembedahan dilakukan melalui sayatan yang kecil tersebut dengan menggunakan alat khusus.

Dibandingkan dengan pembedahan konvensional (laparotomi) yang memerlukan sayatan pada dinding perut mencapai 10 cm, pada pembedahan laparoskopi sayatan yang diperlukan hanya 1 cm.

Pada metode pembedahan ini, pasien berada dalam anestesi umum. Kemudian sayatan sebesar 1 cm dilakukan di dinding perut dekat pusar, kemudian melalui dinding perut tersebut dimasukkan gas CO2 ke dalam rongga perut sehingga tercipta ruang dalam perut sehingga operasi dapat dilakukan.

Selanjutnya dimasukkan teleskop yang sudah dihubungkan dengan sistem kamera “high definition” melalui sayatan kecil di dinding perut tersebut, sehingga organ dalam perut (rahim, saluran telur, indung telur, usus, hati) dapat dilihat dengan jelas melalui TV monitor.

Kemudian pembedahan dilakukan melalui 2 atau 3 sayatan kecil (0,5 cm) di sisi kiri dan kanan bawah perut dengan menggunakan instrumen khusus laparoskopi dan electrosurgery.

PEMBEDAHAN YANG DAPAT DILAKUKAN DENGAN LAPAROSKOPI

Hampir semua jenis penyakit kandungan dapat dilakukan dengan metode laparoskopi. Metode ini dapat digunakan untuk tindakan diagnostik (untuk melihat dan mencari penyebab infertilitas dan nyeri panggul) dan untuk terapi (pengangkatan penyakit).

Untuk terapi atau pengobatan, laparoskopi dapat digunakan untuk:

  • pengangkatan kista ovarium (laparoskopi kistektomi)
  • pengangkatan indung telur dan saluran telur (laparoskopi salpingo-oophorektomi)
  • pengangkatan myoma (laparoskopi myomektomi)
  • pengangkatan rahim (laparoskopi histerektomi)
  • operasi kasus-kasus endometriosis, mulai dari yang simpel sampai kompleks

APA KEUNTUNGAN PEMBEDAHAN LAPAROSKOPI?

Rasa nyeri yang lebih minimal

karena pembedahan dilakukan dengan sayatan yang kecil, maka kerusakan jaringan dan otot juga lebih sedikit sehingga rasa nyeri yang ditimbulkan akan lebih minimal.

Penyembuhan yang lebih cepat

dengan sayatan yang kecil tersebut, maka umumnya pasien sudah dapat kembali beraktifitas normal dalam waktu 1 sampai 2 minggu.

Masa rawat di rumah sakit lebih pendek

Karena sayatan yang kecil sehingga trauma pada kulit dan jaringan lebih minimal, maka pembedahan dengan laparoskopi umumnya hanya memerlukan 1 hari perawatan pasca operasi. Pembedahan konvensional (laparotomi) biasanya memerlukan perawatan sampai 3 hari pasca operasi.

Akurasi yang lebih baik

Karena menggunakan kamera high definition dan pembesaran gambar, maka lapangan operasi menjadi lebih jelas sehingga tindakan pembedahan menjadi lebih akurat. Hal ini sangat penting pada kasus-kasus infertilitas.

Perlekatan organ dalam pasca operasi lebih minimal

Karena tangan dokter bedah tidak masuk ke dalam rongga perut pasien dan penggunaan instrumen khusus laparoskopi yang canggih, maka perlekatan organ dalam pasca operasi lebih minimal, sehigga nyeri kronik pasca operasi lebih sedikit dan memberi dampak positif pada fertilitas.

Infeksi yang lebih sedikit

Karena rongga perut tidak dibuka lebar dan organ dalam perut tidak terpapar ke dunia luar seperti pada pembedahan konvensional (laparotomi), pada pembedahan laparoskopi (sayatan 1 cm), maka resiko untuk terjadi infeksi pasca operasi lebih kecil.

APA RESIKO PEMBEDAHAN DENGAN LAPAROSKOPI?

Walaupun sayatan sangat kecil (1 cm), tindakan pembedahan ini mempunyai resiko operasi yang sama dengan pembedahan konvensional (laparotomi). Selain itu, pembedahan ini juga banyak menggunakan electrosurgery, sehingga mempunyai  resiko untuk terjadi cedera organ dalam akibat electrosurgery (resiko 0,3%). Pada beberapa kasus, kadang-kadang tindakan pembedahan laparoskopi dapat berubah menjadi pembedahan konvensional (laparotomi).

No Comments

Leave a Reply