5 Hal Tentang Konsultasi Program Hamil yang Wajib Kamu Ketahui

Konsultasi program hamil

Konsultasi program hamil ketika pasangan suami istri ingin fokus menyiapkan hal-hal sebelum menjalani program hamil dan selama masa kehamilan.

Salah satu rangkaian yang dilakukan oleh pasangan suami istri yang ingin merencanakan program hamil adalah konsultasi program hamil. Konsultasi ini merupakan rangkaian pemeriksaan yang dilakukan secara menyeluruh oleh pasangan suami istri.

Konsultasi ini terdiri dari beberapa tahapan yang meliputi wawancara hingga pemeriksaan kondisi kesehatan pria maupun wanita.

Tujuan Konsultasi Program Hamil

Konsultasi program hamil dilakukan dengan dokter spesialis kandungan dan dokter spesialis kandungan andrologi. Konsultasi program hamil direkomendasikan bagi pasangan suami istri yang ingin memiliki keturunan namun belum berhasil hamil.

Konsultasi program hamil juga dilakukan bagi pasangan yang pernah mengalami keguguran sebelumnya. Tujuannya tentu ingin mengetahui kondisi kesehatan calon ibu agar bisa memaksimalkan program hamil berikutnya.

Tanya Ferly tentang Promil?

New CTA WA

1. Mengetahui kondisi masing-masing pasangan

Tujuan dari konsultasi program hamil ini dilakukan untuk mengetahui kondisi kesuburan masing-masing pasangan sebelum menjalani program hamil. Beberapa kondisi yang perlu diperiksa sebelum menjalani program hamil, seperti:

  • Penyakit menular seksual
  • Diabetes tipe 2
  • Kelainan genetik
  • Hipertensi
  • Kondisi bayi

Konsultasi ini juga memiliki tujuan untuk memeriksan kondisi bayi. Perkembangan bayi bisa diketahui saat pasangan suami istri melakukan konsultasi.

2. Perkembangan yang tidak normal

Tujuan dari konsultasi program hamil dilakukan juga bisa untuk mengetahui perkembangan pada janin yang tidak normal. Beberapa kondisi ini terkait perkembangan selama kehamilan apakah akan memengaruhi ke bayi atau tidak.

3. Cacat lahir

Untuk mengatasi bayi mengalami cacat lahir, Anda bisa mengetahui kondisi tersebut melalui konsultasi program hamil. Pemeriksaan ini dilakukan untuk mengetahui kondisi yang dapat dialami oleh janin. Cacat lahir bisa disebabkan oleh beberapa faktor, seperti faktor genetik, kromosom, lingkungan, gaya hidup tidak sehat, atau paparan obat dan bahan kimia.

4. Stunting

Stunting merupakan kondisi balita yang kekurangan gizi dalam jangka waktu yang panjang sehingga menyebabkan pertumbuhan pada anak menjadi terganggu. Kondisi ini bisa diketahui melalui konsultasi dengan dokter.

5. Kelahiran prematur

Kelahiran prematur juga bisa dilihat melalui konsultasi. Kondisi kelahiran prematur ini bisa disebabkan oleh beberapa faktor, seperti usia wanita pada saat hamil kurang dari 17 tahun, pernah mengalami aborsi atau keguguran, memiliki riwayat prematur, mengalami infeksi, komplikasi, hamil bayi kembar atau lebih, memiliki cairan ketuban yang berlebihan, hingga stres yang berlebihan baik karena aktivitas fisik.

6. Berat badan bayi lahir rendah

Berat badan bayi lahir rendah merupakan laju pertumbuhan janin serta durasi kehamilan. Bayi yang lahir dengan berat badan di bawah rata-rata umumnya terjadi karena belum cukup bulan untuk dilahirkan. Hal ini karena pertumbuhan janin saat di dalam rahim tidak optimal.

Sebelum Konsultasi untuk Program Hamil

Ada beberapa hal yang perlu disiapkan pasangan suami istri sebelum melakukan konsultasi program hamil, seperti:

  • Menjalani sejumlah vaksinasi
  • Mencatat siklus menstruasi untuk mengetahui masa subur wanita
  • Membuat daftar pertanyaan yang berkaitan seputar program hamil
  • Mencatat obat-obatan yang dikonsumsi
  • Membuat daftar pertanyaan seputar program hamil

Prosedur Konsultasi Program Hamil

Tujuan konsultasi program hamil untuk mengetahui kondisi kesehatan. Maka berbagai pemeriksaan akan dilakukan dengan berbagai metode, seperti wawancara, pemeriksaan fisik, hingga pemeriksaan lanjutan.

1. Wawancara

Pada tahap wawancara, dokter akan memberi pertanyaan terkait riwayat kesehatan pasien dan keluarga. Hal ini agar dokter dapat mendeteksi penyakit yang memiliki risiko menurun kepada anak. Melalui tahap ini, pasien juga bisa menjelaskan terkait keluhan yang dialami.

2. Pemeriksaan fisik

Pemeriksaan ini dapat dilakukan untuk mengetahui kondisi wanita siap menjalani masa kehamilan. Pemeriksaan fisik tersebut, meliputi pengukuran tinggi dan berat badan, pemeriksaan tekanan darah dan detak jantung, hingga pemeriksaan panggul dan payudara.

3. Pemeriksaan lanjutan

Pemeriksaan ini bertujuan untuk mendeteksi berbagai kondisi jika diperlukan. Pemeriksaan ini meliputi:

  • Tes urin dilakukan untuk memeriksa tanda-tanda infeksi saluran kemih.
  • Pap smear dilakukan untuk mendeteksi tumor atau kanker.
  • Pemeriksaan darah lengkap untuk mendeteksi adanya inkompatibilitas rhesus.
  • Pemeriksaan TORCH dilakukan untuk mendiagnosis penyakit yang memiliki risiko menular pada janin, seperti hepatitis B, herpes, rubella, dan toksoplasmosis.
  • USG, pemeriksaan ini dilakukan untuk mengetahui kondisi rahim, ovarium (indung telur), dan saluran indung telur.
  • Histerosapingografi (HSG), pemeriksaan ini dilakukan untuk mengetahui kondisi saluran indung telur dan rahim.
  • Analisa sperma, pemeriksaan ini dilakukan untuk mengecek kondisi sperma terkait bentuk, jumlah, dan pergerakan sperma.
  • Biopsi testis, pemeriksaan ini dilakukan dengan mengambil sampel jaringan untuk mengetahui tingkat produksi sperma.

Pertanyaan Pasien yang Sering Ditanya Terkait Seputar Program Hamil

konsultasi dokter program hamil

Ketika pasangan suami istri yang merencanakan program hamil biasanya memiliki banyak pertanyaan yang ingin diberikan kepada dokter saat konsultasi. Berikut beberapa pertanyaan yang biasa ditanyakan:

  • Berapa lama waktu untuk menjalani program hamil?
  • Apakah kondisi kesehatan sangat memengaruhi peluang hamil?
  • Kapan harus minum suplemen dan vitamin?
  • Seberapa sering harus melakukan hubungan suami istri?

Pertanyaan Dokter yang Ditanyakan untuk Pasien

Tidak hanya pasangan suami istri yang memiliki banyak pertanyaan untuk dokter. Ada beberapa pertanyaan yang umumnya juga kerap diberikan kepada pasangan yang melakukan konsultasi program hamil.

  • Pernah memiliki riwayat penyakit apa yang pernah dialami oleh oleh pasien, seperti diabetes, hipertensi, dan asma?
  • Pernah menggunakan alat kontrasepsi jenis apa?
  • Pernahkah mengonsumsi obat-obatan? Apa jenis obat-obatan yang dikonsumsi?
  • Apakah memiliki catatan vaksinasi, seperti vaksin cacar air, flu, hepatitis B, tetatus, rubella?
  • Apakah memiliki riwayat gangguan mental, seperti gangguan makan dan depresi?
  • Bagaimana gaya hidup yang dijalani, seperti asupan nutrisi dan aktivitas fisik?
  • Bagaimana riwayat kehidupan seksual yang dimiliki terkait mendeteksi penyakit menular seksual?

Konsultasi program hamil bisa Anda lakukan sesegera mungkin untuk mengetahui permasalahan terkait fertilitas dan solusi penanganannya.

cheer

Jadwalkan Konsultasi

Jika Anda ingin melakukan konsultasi program hamil, kami memiliki layanan untuk pemeriksaan Anda. Silakan isi formulir di bawah ini, tim kami segera menghubungi Anda.

Pemeriksaan kesuburan sejak dini cukup penting

Jadwalkan konsultasi dengan menghubungi kami di (021) 50200800 atau dengan mengisi formulir melalui tombol dibawah.

  • Sartika, A. N., dkk. (2021). Prenatal and postnatal determinants of stunting at age 0–11 months: A cross-sectional study in Indonesia. PLoS ONE 16(7): e0254662. 
  • Simone, J., et al. (2018). Models of HIV Preconception Care and Key Elements Influencing These Services: Findings from Healthcare Providers in Seven US Cities. AIDS Patient Care STDS. 2018 Jul 1; 32(7): 272–281. 
  • Nobles, C. J., et al. (2020). Preconception Blood Pressure and Its Change Into Early Pregnancy: Early Risk Factors for Preeclampsia and Gestational Hypertension. Hypertension. 2020 Sep;76(3):922-929. 
Avatar photo
Share:

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hari
Jam
Menit
Detik
doctors
Buat Janji