Mengenal Masa Gestasi dan Cara Menghitungnya

mengenal masa gestasi

Masa gestasi adalah periode antara pembuahan hingga persalinan. Pada masa inilah janin berkembang dan tumbuh di dalam rahim. Usia gestasi ini bisa dihitung sejak hari pertama haid terakhir (HPHT) atau dengan melakukan pemeriksaan USG.

Masa gestasi juga disebut sebagai usia kehamilan. Periode ini merupakan masa yang penting harus dipahami oleh Anda untuk memperkirakan kapan kemungkinan tanggal kelahiran, mengkaji pertumbuhan janin, hingga evaluasi kesehatan bayi ketika lahir.

Masa gestasional ini juga memiliki fungsi pedoman untuk menentukan mengenai perkembangan bayi sesuai yang diharapkan dan kapan waktu yang tepat untuk melakukan pemeriksaan prenatal tertentu. Lantas, bagaimana cara mengetahui usia gestasi?

Cara Menghitung Masa Gestasi Bayi

Proses terjadinya pembuahan sendiri sebenarnya sulit diketahui kapan pastinya. Dokter dapat menentukan masa gestasi dengan melihat siklus menstruasi ibu dan pemeriksaan melalui ultrasound (USG).

Menurut sebuah penelitian yang diterbitkan The American College of Obstetricians and Gynaecologists mengungkapkan jika terdapat cara mudah untuk menentukan usia gestasional dengan akurat.

Anda dapat mengetahui usia kehamilan dengan menggunakan USG embrio atau janin pada trimester pertama. Pada periode ini, USG akan mengukur panjang dari bagian atas hingga bagian bawah bokong bayi.

Pada usia kehamilan memasuki trimester akhir, USG akan mengukur bagian tertentu dari tubuh bayi, termasuk lingkar kepala, perut, dan tulang paha untuk memastikan pertumbuhan janin dan usia gestasional.

Sebagai salah satu cara menghitung masa gestasi berdasarkan HPHT. Untuk mengetahui apa itu masa gestasi, Anda perlu contoh sebagai berikut:

Jika HPHT Anda tanggal 11 November 2020 maka perkiraan masa gestasi adalah 16 Februari 2021 yakni 14 minggu.

Perlu diingat, usia gestasi dengan usia janin itu berbeda. Masa gestasi ditentukan berdasarkan HPHT, sedangkan usia janin terhitung sejak terjadinya pembuahan. Pembuahan sendiri terjadi pada saat wanita memasuki ovulasi sehingga usia janin menjadi dua kali lebih muda daripada usia gestasi.

Namun jika pada beberapa kasus pembuahan tidak diketahui maka dokter akan melakukan pemeriksaan USG.

Apakah Masa Gestasi Perlu Diketahui?

Masa gestasi penting diketahui untuk membantu memandu perawatan prenatal. Dengan mengetahui masa gestasi, maka dokter dapat menentukan beberapa hal berikut:

  • Mengkaji pertumbuhan janin.
  • Menjadwalkan dan evaluasi tes dan skrining prenatal.
  • Menentukan hari perkiraan lahir (HPL).
  • Merawat kondisi yang dapat menyebabkan kelahiran prematur dan postmatur.

Usia kehamilan yang dianggap cukup antara usia 39 hingga 40 minggu. Jika bayi lahir pada usia kehamilan 37 – 38 minggu maka dianggap lahir secara prematur. Sementara itu bayi yang lahir lebih dari 40 minggu dianggap lahir secara postmatur.

menghitung gestasi

Cara Menghitung Hari Perkiraan Lahir (HPL)

Salah satu tujuan mengetahui masa gestasi adalah dapat mengetahui hari perkiraan lahir (HPL). Cara menghitung HPL berdasarkan gestasi pin dapat dilakukan dengan cara berikut.

HPL = HPHT + 7 hari – 3 bulan + 1 tahun

Jika HPHT Anda jatuh pada 11 November 2020 + 7 hari = 18 November 2020 – bulan = 18 Agustus 2020 + 1 bulan = 18 Agustus 2021 (kira-kira usia gestasi 40 minggu).

Meski demikian, perhitungan ini tidak selalu menjadi patokan. Pasalnya, persalinan bisa datang lebih cepat atau sebaliknya menjadi lebih lambat.

Cara lain mengetahui HPL lebih akurat adalah melalui pemeriksaan USG pada trimester pertama. Selanjutnya, Anda dapat melakukan pemeriksaan kondisi kehamilan ke dokter kandungan secara rutin.

Cara Menjaga Kehamilan dengan Tepat

Seiring pertambahan usia maka kehamilan pun semakin dijaga. Hal ini lantaran terdapat beberapa masalah yang dapat mengintai pada saat kehamilan, seperti hipertensi gestasional dan diabetes gestasional.

Jika kondisi tersebut tidak dapat dikontrol maka dapat menyebabkan risiko kelahiran prematur, berat badan lahir bayi rendah, hingga preeklampsia. Maka untuk menjaga kehamilan Anda tetap sehat, terdapat beberapa cara yang dapat dilakukan.

1. Mengonsumsi makanan bergizi

Ibu hamil dianjurkan untuk mengonsumsi makanan yang mengandung gizi seimbang. Hal ini lantaran nutrisi yang terkandung pada makanan juga disalurkan pada janin untuk tumbuh kembangnya. Makanan bergizi yang harus dikonsumsi para ibu hamil adalah sayuran, buah-buahan, biji-bijian, daging, ikan tanpa merkuri, yoghurt, dan susu rendah lemak.

Pastikan mengonsumsi makanan yang matang dan hindari makanan mentah karena dikhawatirkan mengandung bakteri yang dapat berbahaya bagi kehamilan.

2. Minum air putih yang cukup

Seorang ibu hamil harus tetap menjaga cairan pada tubuhnya terlebih ketika terdapat kondisi dengan berbagai gejala kehamilan yang membuat tidak nyaman. Mengonsumsi air putih yang cukup minimal 8 gelas sehari bisa memberikan tambahan energi dan terhindar dari sembelit yang kadang dialami oleh ibu hamil.

3. Olahraga secara teratur

Meski dalam kondisi hamil namun bukan berarti hanya bermalas-malasan. Sebaiknya, melakukan olahraga secara teratur. Anda dapat melakukan olahraga ringan agar sirkulasi darah tetap lancar. Olahraga ringan yang dapat Anda lakukan, seperti jalan kaki, senam ibu hamil, atau berenang selama 30 menit per hari.

Perlu diingat untuk menghindari olahraga berat dan berlebihan yang dapat membuat Anda kelelahan karena dapat menyebabkan risiko pada kehamilan.

4. Tidur yang cukup

Cara lain untuk menjaga kehamilan yang sehat adalah waktu tidur yang cukup. Waktu tidur yang cukup dapat memberikan energi dan membantu mengatasi rasa lelah yang sering dialami oleh ibu hamil. Memiliki waktu tidur yang cukup dapat membuat Anda menjadi lebih segar pada pagi hari. Hindari mengonsumsi kafein, alkohol, maupun merokok demi kesehatan janin Anda.

Sudah tahu kan, apa itu masa gestasi dan bagaimana cara menghitungnya? Jangan lupa untuk menerapkan cara menjaga kesehatan kehamilan agar tumbuh kembang janin tetap terjaga.

cheer

Jadwalkan Konsultasi

Jika Anda belum juga hamil setelah berupaya selama dua belas bulan atau lebih (atau enam bulan jika usia perempuan di atas 35 tahun), kami menyarankan Anda untuk melakukan penilaian kesuburan dengan spesialis fertilitas kami.

Jadwalkan konsultasi dengan menghubungi kami di (021) 50200800 atau dengan mengisi formulir melalui tombol dibawah.

  1. Wegienka, G., & Baird, D. D. (2005). A Comparison of Recalled Date of Last Menstrual Period with Prospectively Recorded Dates. Journal of Women’s Health, 14(3), 248–252. 
  2. Insoft, R. M., Todres, I. D. 2009. CHAPTER 2 – Growth and Development. A Practice of Anesthesia for Infants and Children (Fourth Edition). 
  3. Naidu, K., Fredlund, K. L. Gestational Age Assessment. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing; 2022 Jan.
bocah indonesia green
Share:
  • 176
    Shares

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

doctors
Reservasi