Manfaat Vitamin C untuk Kesuburan Pria & Wanita

Konsumsi vitamin C secara rutin katanya dapat memperbaiki kesuburan pria maupun wanita. Benarkah manfaat vitamin C memengaruhi kesuburan?

Vitamin C atau asam askorbat merupakan zat gizi penting yang ditemukan dalam berbagai bahan pangan, khususnya buah dan sayur. Vitamin ini juga tersedia dalam bentuk suplemen.

Para pakar telah lama mengetahui bahwa vitamin C merupakan bahan baku penting untuk membentuk kolagen tubuh, yakni bahan dasar dari tulang, kulit, pembuluh darah, dan jaringan lainnya. Tubuh juga memerlukan vitamin C untuk menjalankan berbagai fungsi, seperti:

  • Memproduksi kolagen, L-carnitine, beberapa hormon dan zat kimia penting pada otak dan saraf. 
  • Membantu penyerapan zat besi.
  • Meningkatkan kekebalan tubuh dengan menstimulasi aktivitas sel darah putih.
  • Mempercepat penyembuhan luka.
  • Sebagai antioksidan, membantu menetralkan radikal bebas di dalam tubuh.

Manfaat vitamin C pada berbagai kondisi

Hasil studi menemukan bahwa vitamin C memiliki manfaat khususnya untuk kondisi-kondisi berikut:

  • Flu atau batuk pilek (common cold). Meski tidak mencegah infeksi, studi menemukan bahwa konsumsi vitamin C secara rutin dapat mengurangi keparahan dan durasi penyakit.
  • Kanker. Konsumsi makanan tinggi buah dan sayur dapat mencegah berbagai macam kanker, seperti kanker payudara, usus besar, dan paru.
  • Penyakit mata. Studi menemukan bahwa konsumsi suplemen vitamin C dalam kombinasi dengan vitamin dan mineral lain dapat mencegah perburukan gangguan penglihatan akibat age-related macular degeneration (AMD) dan katarak.

Di samping itu, konsumsi vitamin C secara rutin dapat meningkatkan pembakaran lemak saat berolahraga, sehingga membantu mempercepat penurunan berat badan. Sebaliknya, kekurangan vitamin C dapat menyebabkan peradangan gusi, kulit bersisik, mimisan, nyeri sendi dan penyakit scurvy.

Vitamin C dan kesuburan 

Di luar manfaat-manfaat yang telah disebutkan sebelumnya, manfaat vitamin C ternyata juga berperan penting terhadap kesuburan pria dan wanita. Vitamin ini sesungguhnya merupakan salah satu antioksidan terbanyak yang ditemukan dalam cairan sperma pria subur. Vitamin C menjaga sperma tetap sehat dengan cara melindungi DNA sperma dari radikal bebas. Dengan demikian, akan mengurangi risiko terjadinya kelainan genetik dan keguguran. Bukti-bukti yang mendukung hal ini, antara lain:

  • Studi pada pekerja industri di India menemukan bahwa konsumsi vitamin 1.000 mg sebanyak 5 kali seminggu selama 3 bulan bersifat protektif terhadap kerusakan DNA sperma akibat radikal bebas. Pada studi ini, suplemen vitamin C secara bermakna meningkatkan jumlah dan pergerakan sperma, dan mengurangi jumlah sperma dengan bentuk abnormal.
  • Studi pada 155 pria Iran pasca pembedahan varikokel menemukan bahwa kelompok yang mendapat dua dosis vitamin C 250 mg setiap hari selama 3 bulan mengalami perbaikan kualitas sperma secara bermakna, utamanya dalam hal pergerakan dan bentuk sperma. Meski demikian, jumlah sperma tidak terpengaruh.
  • Sebuah kajian studi di tahun 2016 menemukan bahwa konsumsi vitamin C dengan vitamin E pada pria meningkatkan jumlah, pergerakan, dan persentase sperma dengan DNA yang utuh.

Pada wanita, konsumsi vitamin C diketahui dapat mengurangi kerusakan radikal bebas yang mengganggu fungsi ovarium. Vitamin C juga membantu meningkatkan kadar hormon progesteron pada wanita dengan defek fase luteal. Adanya defek ini dapat mengganggu ovulasi dan proses implantasi.

buah vitamin c

Jumlah vitamin C yang diperlukan tubuh

Asupan vitamin C harian yang diperlukan untuk sebagian besar individu adalah 75–90 mg. Pada umumnya, usus akan menyerap vitamin C dari makanan hingga 100 mg per hari. Sekalinya telah ‘kenyang’ dengan vitamin C, sel-sel ini akan menutup pintunya dan tidak akan menyerap kelebihannya lagi.

Vitamin C bersifat larut air, dan tubuh tidak memproduksi maupun menyimpan vitamin ini. Oleh sebab itu, agar kadarnya tetap cukup, individu perlu mengonsumsi makanan kaya akan vitamin C setiap hari. Vitamin ini bisa ditemukan di dalam berbagai buah dan sayur, utamanya buah golongan sitrus, beri, kentang, paprika, kol, brokoli, dan bayam. 

Vitamin C juga tersedia sebagai suplementasi oral, dalam bentuk asam askorbat. Sebagian suplemen mengandung bentuk lain, seperti natrium askorbat, kalsium askorbat, atau asam askorbat dengan bioflavonoid. Apapun bentuknya, studi menemukan bahwa manfaatnya kurang lebih sama. Sebagai suplemen, vitamin C tersedia dalam bentuk kapsul, tablet kunyah, tablet effervescent, serbuk, dan cairan.

Berapa jumlah vitamin C yang harus dikonsumsi?

Berdasarkan hasil berbagai studi, untuk memberikan efek positif pada kualitas sperma, pria perlu mengonsumsi vitamin C sebanyak 2 kali 1.000 mg per hari selama 2 bulan berturut-turut. Namun, pada wanita, dosis 500 mg per hari sudah cukup untuk memberikan perbaikan pada kadar hormon progesteron. Khususnya, pada wanita yang mengalami defek fase luteal atau sedang menjalani siklus bayi tabung.

Dosis maksimum vitamin C dari suplemen adalah 2.000 mg per hari. Secara umum, konsumsi vitamin C lebih dari 1.000 mg per hari dapat memicu diare dan rasa tidak nyaman di saluran cerna. Bila konsumsinya sangat berlebihan, maka dapat memicu batu ginjal (batu oksalat).

Penggunaan suplementasi vitamin C perlu lebih hati-hati pada individu dengan hemokromatosis herediter, di mana terjadi gangguan penyerapan zat besi. Individu dengan kondisi ini dapat mengalami kerusakan jaringan bila mengonsumsi vitamin C terlalu banyak. Vitamin C juga dapat berinteraksi dengan obat-obatan kemoterapi.

Apakah individu yang merokok perlu mengonsumsi vitamin C lebih banyak?

Studi menemukan bahwa tingkat infertilitas pada pria dan wanita yang merokok dua kali lipat lebih besar ketimbang yang bukan merokok. Risiko infertilitas ini semakin besar dengan semakin banyaknya jumlah rokok yang dihisap setiap hari. Mengapa demikian? Ini karena merokok dan paparan polutan lain, dapat memicu stres oksidatif yang menghasilkan radikal bebas. 

Radikal bebas selanjutnya dapat merusak DNA sperma dan sel telur sehingga mengganggu proses pembuahan. Kalaupun terjadi pembuahan, embrio yang terbentuk bisa jadi tidak berkembang dengan baik sehingga akhirnya mengalami keguguran. Proses kehamilan bisa juga terhenti oleh karena radikal bebas membuat kondisi dinding rahim tidak reseptif untuk terjadinya implantasi.

Diketahui bahwa individu yang merokok cenderung memiliki kadar vitamin C yang lebih rendah ketimbang yang tidak. Sebaliknya, kadar radikal bebas jauh lebih tinggi di dalam tubuhnya. Oleh sebab itu, pria maupun wanita yang merokok disarankan untuk mengonsumsi ekstra vitamin C sebanyak 35 mg setiap harinya.

Individu yang merokok cenderung memiliki kadar vitamin C yang lebih rendah ketimbang yang tidak, akibat kadar radikal bebas yang lebih tinggi dalam tubuhnya. Oleh sebab itu, individu yang merokok disarankan untuk mengonsumsi ekstra vitamin C sebanyak 35 mg setiap harinya. Dalam kadar yang cukup, vitamin C akan mampu menetralkan radikal bebas yang bersifat merusak ini. 

Kesimpulan

Vitamin C mungkin paling dikenal sebagai vitamin untuk meningkatkan kekebalan tubuh. Namun, tak banyak yang tahu kalau manfaat vitamin C ini terbukti memperbaiki kesuburan baik pada pria maupun wanita. Bila Anda sedang mencoba untuk hamil, sekarang saatnya untuk menambahkan vitamin ini ke dalam asupan sehari-hari. Konsumsi vitamin C dalam kadar yang cukup dapat mengoptimalkan peluang Anda untuk mencapai kehamilan yang sukses.

cheer

Jadwalkan Konsultasi

Jika Anda belum juga hamil setelah berupaya selama dua belas bulan atau lebih (atau enam bulan jika usia perempuan di atas 35 tahun), kami menyarankan Anda untuk melakukan penilaian kesuburan dengan spesialis fertilitas kami.

Jadwalkan konsultasi dengan menghubungi kami di (021) 50200800 atau dengan mengisi formulir melalui tombol dibawah.

  1. National Institutes of Health. Vitamin C Health Professional Fact Sheet
  2. Ahmadi S, Bashiri R, Ghadiri-Anari A, Nadjarzadeh A. Antioxidant supplements and semen parameters: An evidence based review. Int J Reprod Biomed. 2016;14(12):729-736.
  3. Cyrus A, Kabir A, Goodarzi D, et al. The effect of adjuvant vitamin C after varicocele surgery on sperm quality and quantity in infertile men: a double blind placebo controlled clinical trial. Int Braz J Urol 2015;41(2):230-238.
  4. Vani K, Kurakula M, Syed R, Alharbi K. Clinical relevance of vitamin C among lead-exposed infertile men. Genet Test Mol Biomarkers. 2012;16(9):1001-1006. doi:10.1089/gtmb.2012.0027.
  5. Henmi H, Endo T, Kitajima Y, Manase K, Hata H, Kudo R. Effects of ascorbic acid supplementation on serum progesterone levels in patients with a luteal phase defect. Fertil Steril. 2003;80(2):459-461. doi:10.1016/s0015-0282(03)00657-5.
  6. Ruder EH, Hartman TJ, Reindollar RH, Goldman MB. Female dietary antioxidant intake and time to pregnancy among couples treated for unexplained infertility. Fertil Steril. 2014;101(3):759-766. doi:10.1016/j.fertnstert.2013.11.008.
Share:
  • 176
    Shares

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

doctors

Silahkan isi data berikut untuk mengetahui Paket/Layanan yang cocok untuk Ayah/Bunda.

Cek layanan?
ferly slime