6 Manfaat Bersepeda Bagi Kesehatan Tubuh dan Efek Sampingnya

manfaat bersepeda

Bersepeda adalah salah satu jenis olahraga yang memberikan sejumlah manfaat bagi kesehatan. Terlebih pada saat pandemi covid-19, olahraga ini menjadi populer kembali. Lantas, apa saja manfaat bersepeda bagi tubuh?

Manfaat Bersepeda

Selain berlari, bersepeda juga merupakan salah satu olahraga kardio yang baik bagi kesehatan. Pasalnya, olahraga ini baik untuk membakar kalori dalam tubuh. Olahraga yang bisa dilakukan oleh anak-anak hingga dewasa ini bahkan memiliki sejumlah komunitas yang mana para anggotanya merupakan pecinta olahraga bersepeda.

Berikut beberapa manfaat bersepeda bagi kesehatan.

1. Mencegah penyakit kardiovaskular 

Salah satu manfaat bersepeda adalah mencegah penyakit kardiovaskular. Olahraga bersepeda dapat meningkatkan fungsi jantung, menjaga kesehatan paru-paru, hingga pembuluh darah. Olahraga ini dapat meningkatkan otot jantung sehingga dapat mencegah penyakit kardiovaskular.

Sebuah studi pada tahun 2017 yang diterbitkan British Medical Journal mengungkapkan ketika bersepeda ke tempat kerja dapat memberikan manfaat kesehatan yang penting bagi tubuh, salah satunya meningkatkan fungsi kardiovaskular.

Selain itu, hasil penelitian tersebut juga menunjukkan bahwa bersepeda tidak hanya baik bagi kesehatan kardiovaskular namun juga mencegah risiko kanker.

2. Menjaga tekanan darah 

Salah satu manfaat yang Anda dapat dari olahraga sepeda adalah membantu menurunkan tekanan darah tinggi. Tekanan darah tinggi atau juga yang disebut sebagai hipertensi adalah salah satu risiko penyebab penyakit kardiovaskular.

Dalam sebuah penelitian yang diterbitkan Medicina (Kaunas), bersepeda dapat membantu mengurangi tekanan darah selama periode tertentu. Selain itu, studi lain yang diterbitkan Journal of Clinical and Diagnostic Research menyatakan jika bersepeda adalah metode yang efektif untuk menurunkan tekanan darah bagi penderita diabetes 2.

3. Menjaga berat badan

Salah satu manfaat bersepeda bagi wanita adalah dapat membantu menjaga berat badan. Hal ini tentu menjadi salah satu olahraga yang paling digemari oleh wanita. Pasalnya, selain menyehatkan, olahraga ini membantu wanita untuk tetap menjaga berat badan impiannya.

Sebuah penelitian pada tahun 2019 yang diterbitkan Medicina (Kaunas) menunjukkan bahwa bersepeda dapat membantu mengurangi lemak tubuh dan berat badan. Bersepeda selama 1 jam dipercaya dapat membakar 300 – 600 kalori pada tubuh. Hal ini membuat berat badan tetap terjaga dengan baik. Namun Anda juga perlu mendampinginya dengan mengonsumsi makanan sehat untuk menjaga berat badan ideal.

4. Menurunkan tingkat stres 

Salah satu manfaat bersepeda adalah dapat menurunkan tingkat stres. Bersepeda dapat melepaskan hormon endorfin dalam tubuh sehingga dapat membantu menurunkan tingkat stres pada tubuh yang membuat diri Anda menjadi lebih baik.

Selain itu, bersepeda juga membantu mengembangkan konsentrasi serta meningkatkan fungsi kognitif bagi orang dewasa. Anda dapat meluangkan waktu selama 10 menit untuk bersepeda agar dapat merasakan salah satu manfaat baiknya ini.

5. Meningkatkan fungsi otot dan sendi

Salah satu manfaat bersepeda bagi kesehatan adalah dapat memperkuat otot-otot kaki, paha, betis, bahu, pinggul, dan lengan. Selain itu, olahraga ini juga baik untuk sendi-sendi Anda. Namun, perlu diperhatikan untuk meminimalisir cedera, pastikan Anda melakukan pemanasan terlebih dahulu.

6. Menjaga kesehatan paru-paru 

Bersepeda juga dapat membantu meningkatkan kesehatan kardiorespirasi. Sebuah studi yang diterbitkan Scandinavian Journal of Medicine & Science in Sports pada tahun 2011, mencatat bahwa bersepeda selama sekitar 170-250 menit per minggu dapat sangat meningkatkan kesehatan paru-paru.

Sebuah jurnal yang diterbitkan Breathe (Sheff) menekankan bahwa olahraga seperti bersepeda penting untuk menjaga paru-paru tetap sehat baik bagi orang dengan dan tanpa kondisi paru-paru.

Penelitian lainnya juga mencatat bahwa aktivitas fisik dapat membantu sistem kekebalan tubuh untuk melindungi seseorang dari infeksi saluran pernapasan, seperti SARS-CoV 2 yang menyebabkan COVID-19.

efek samping bersepeda pada pria

Adakah Efek Samping Bersepeda Bagi Kesuburan Pria?

Selain memberikan sejumlah manfaat bagi kesehatan, nyatanya bersepeda bisa memengaruhi kondisi kesuburan bagi pria. Terlebih bagi pasangan suami istri yang tengah merencanakan program hamil. Pasalnya, bagi pria yang telah memeriksakan diri dan memiliki kualitas sperma terganggu disarankan untuk menghentikan kegiatan bersepeda selama program hamil.

Meski tidak ada penelitian jelas mengenai larangan bersepeda, namun menurut dr. Tiara Kirana, Sp.And, mengungkapkan, jika terdapat penelitian yang menunjukkan kadar sperma akan menurun kualitasnya pada pria yang melakukan kegiatan bersepeda.

“Tidak ada penelitian yang menyebutkan dengan jelas bahwa bersepeda itu dilarang bagi pria yang tengah menjalani program hamil. Namun, ada penelitian yang menunjukkan bahwa kadar sperma menurun kualitasnya pada pria yang melakukan aktivitas bersepeda cukup berat,” ujar dr. Tiara Kirana, Sp.And, dokter spesialis andrologi di Pusat Fertilitas Bocah Indonesia.

Menurut dr. Tiara, hal ini dapat disebabkan jika seorang pria melakukan olahraga bersepeda lebih dari 30 menit dengan radius yang cukup jauh. Pasalnya, bersepeda dapat memberikan tekanan intratestikular atau tekanan di dalam testis yang tinggi sehingga dapat meningkatkan suhu pada testis. Hal ini dapat mengganggu proses produksi sperma itu sendiri.

“Misalnya, bersepeda melebihi setengah jam dengan radius yang cukup jauh. Sama halnya dengan pemakaian celana ketat. Bersepeda dapat memberikan tekanan intratestikular atau tekanan di dalam testis yang tinggi menyebabkan panas dari buah zakar yang cukup tinggi sehingga akhirnya mengganggu proses (produksi) sperma itu sendiri,” tambahnya.

Tips Aman Bersepeda

Bersepeda merupakan salah satu olahraga yang memberikan sejumlah manfaat bagi kesehatan. Jika Anda ingin melakukan olahraga sepeda, mungkin Anda dapat mencoba beberapa tips berikut agar organ reproduksi tetap terjaga.

  • Pilihlah jok sepeda yang lebar dengan bantalan yang ekstra serta tidak memiliki “hidung” berbentuk persegi panjang agar mengurangi tekanan pada perineum.
  • Gunakan celana yang nyaman dipakai. Hindari menggunakan celana ketat yang dapat meningkatkan suhu pada testis.
  • Jika Anda gemar melakukan aktivitas bersepeda setiap hari, coba kurangi intensitas bersepeda Anda.
  • Selain bersepeda, Anda dapat mencampur rutinitas olahraga Anda dengan olahraga lainnya, seperti jogging, berenang, dan bentuk latihan aerobik lainnya.

Kesimpulan

Olahraga bersepeda memang bermanfaat bagi kesehatan namun bagi pria yang tengah menjalani program hamil dan memiliki kualitas sperma yang terganggu, disarankan untuk berhenti sementara selama program hamil. Jika parameter sperma pria dalam kondisi baik maka tidak ada larangan untuk bersepeda namun disarankan agar dibatasi frekuensinya.

dr. Tiara Kirana, Sp.And

Tidak ada penelitian yang menyebutkan dengan jelas bahwa bersepeda itu dilarang bagi pria yang tengah menjalani program hamil. Namun, ada penelitian yang menunjukkan bahwa kadar sperma menurun kualitasnya pada pria yang melakukan aktivitas bersepeda cukup berat.
seminar
cheer

Jadwalkan Konsultasi

Jika Anda belum juga hamil setelah berupaya selama dua belas bulan atau lebih (atau enam bulan jika usia perempuan di atas 35 tahun), kami menyarankan Anda untuk melakukan penilaian kesuburan dengan spesialis fertilitas kami.

Jadwalkan konsultasi dengan menghubungi kami di (021) 50200800 atau dengan mengisi formulir melalui tombol dibawah.

  1. Morales, Carlos A Celis; Lyall, Donald M; Welsh, Paul. Association between active commuting and incident cardiovascular disease, cancer, and mortality: prospective cohort study. BMJ 2017; 357:j1456.
  2. Jhingan, Ashok; Jhingan, Ram Mohan. Effect of Cycling on Glycaemia, Blood Pressure, and Weight in Young Individuals with Type 2 Diabetes. J Clin Diagn Res. 2017 Jul; 11(7): OC09–OC11.
  3. Chavarrias, Manuel; Vivas, Jorge Carlos; Mateo, Daniel Collado; Gómez, Jorge Pérez. Medicina (Kaunas). 2019 Aug; 55(8): 452. 
  4. Leyland, Louise-Ann; Spencer, Ben; Beale, Nick. The effect of cycling on cognitive function and well-being in older adults. PLoS One. 2019; 14(2): e0211779. 
  5. Da Silveira, Matheus Pelinski; Fagundes, Kimberly Kamila da Silva; Bizuti, Matheus Ribeiro. Physical exercise as a tool to help the immune system against COVID-19: an integrative review of the current literature. Clin Exp Med. 2020 Jul 29: 1–14. 
  6. Your lungs and exercise. Breathe (Sheff). 2016 Mar; 12(1): 97–100. 
  7. Oja, P; Titze, S; Bauman, A. Health benefits of cycling: a systematic review. Health benefits of cycling: a systematic review. Scandinavian Journal of Medicine & Science in Sports, 21(4), 496–509.
Share:

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Reservasi