6 Makanan Pantangan Endometriosis yang Harus Anda Hindari

makanan pantangan endometriosis

Endometriosis adalah kondisi di mana terdapat pertumbuhan jaringan di luar rahim. Kondisi ini bisa menjadi salah satu penyebab masalah infertilitas pada wanita. Sayangnya, belum diketahui pasti penyebab endometriosis ini. Salah satu faktor risiko seorang wanita mengalami endometriosis adalah dari faktor makanan. Menjaga pola hidup sehat memang salah satu kunci menjaga kesehatan. Untuk mencegah risiko gangguan ini, ternyata ada beberapa makanan pantangan endometriosis yang harus Anda hindari. Apa saja jenis makanan yang perlu dihindari? Simak penjelasannya.

Makanan Pantangan Endometriosis

Salah satu faktor risiko seorang wanita bisa mengalami endometriosis adalah faktor makanan atau gaya hidup. Setiap asupan makanan yang dikonsumsi perlu diperhatikan kandungan nutrisinya agar baik bagi kesehatan.

Setiap mengonsumsi asupan makanan yang sehat maka dapat membantu mengatasi rasa sakit dan peradangan yang disebabkan oleh endometriosis. Pasalnya, gaya hidup yang tidak sehat dapat meningkatkan risiko dan memengaruhi perkembangan kondisi ini. Terdapat 5 jenis makanan pantangan endometriosis yang harus Anda hindari jika ingin mencegah risiko endometriosis.

1. Makanan yang mengandung lemak trans

Salah satu pantangan makanan yang harus Anda hindari adalah makanan yang mengandung lemak trans. Jenis makanan ini jika dikonsumsi secara berlebihan dapat menimbulkan beberapa risiko penyakit, seperti meningkatkan kolesterol jahat, diabetes, hingga peradangan.

Menurut sebuah studi yang diterbitkan Human Reproduction pada 2010 lalu, menemukan tingkat diagnosis endometriosis lebih tinggi pada wanita yang mengonsumsi makanan mengandung banyak lemak trans.

Lemak trans sendiri terdapat pada makanan yang digoreng, camilan, makanan yang dipanggang, hingga makanan cepat saji.

2. Daging merah berlemak

Mengonsumsi daging merah berlemak memang bisa meningkatkan risiko penyakit tertentu, termasuk salah satunya endometriosis. Sebuah studi yang diterbitkan Ginekologia Polska, terjadi peningkatan risiko perkembangan endometriosis pada wanita yang mengonsumsi daging merah berlebihan.

3. Makanan yang mengandung gluten

Salah satu makanan yang perlu dihindari oleh wanita dengan endometriosis adalah makanan mengandung gluten. Sebuah studi yang diterbitkan Ginekologia Polska, yang melibatkan 207 wanita dengan endometriosis menunjukkan 75 persen diantaranya mengalami penurunan rasa sakit setelah melakukan diet gluten.

Sebuah studi lain yang diterbitkan Minerva Chirurgica, menunjukkan jika 75 persen dari 156 wanita yang menjadi bagian dari penelitian tersebut mengalami penurunan gejala nyeri setelah melakukan diet gluten selama 12 bulan.

Beberapa makanan yang mengandung gluten tinggi, seperti: roti, pasta, gandum, sereal, kue (cookies dan pastry). Sebaiknya hindari konsumsi makanan gluten untuk meminimalisir rasa nyeri akibat endometriosis.

4. Makanan tinggi FODMAP

FODMAP merupakan singkatan dari jenis-jenis karbohidrat, seperti fermentable oligosaccharides, disaccharides, monosaccharides and polyols atau oligosakarida, disakarida, monosakarida, dan poliol. Jenis-jenis karbohidrat tersebut merupakan karbohidrat yang sulit diserap usus kecil sehingga menyebabkan masalah pada pencernaan.

Sebuah studi yang diterbitkan The Australian and New Zealand Journal of Obstetrics and Gynecology (ANZJOG) menemukan jika wanita yang mengalami sindrom iritasi usus besar dan endometriosis efektif lebih rendah setelah menerapkan diet terhadap makanan FODMAP.

5. Makanan yang mengandung estrogen tinggi

Wanita yang mengalami endometriosis disarankan untuk menghindari konsumsi makanan yang mengandung estrogen tinggi, seperti kedelai (tahu dan tempe). Pasalnya, endometriosis merupakan kondisi di mana kadar estrogen pada tubuh wanita berlebihan.

6. Alkohol

Seorang wanita yang minum alkohol memiliki risiko lebih tinggi mengalami endometriosis. Pada wanita yang mengalami infertilitas, risiko endometriosis lebih tinggi dialami oleh yang mengonsomsi alkohol dibandingkan dengan yang tidak.

makanan banyak serat

Makanan yang Baik Dikonsumsi Bagi Wanita dengan Endometriosis

Jika Anda diharuskan untuk menghindari beberapa jenis makanan di atas, ada beberapa jenis makanan yang sebaliknya Anda harus konsumsi untuk membantu mengatasi peradangan endometriosis.  Makanan yang baik dikonsumsi adalah makanan padat nutrisi dan gizi seimbang, terutama yang mengandung nabati, vitamin, dan mineral.

1. Makanan berserat

Anda disarankan untuk mengonsumsi makanan yang mengandung serat. Makanan yang mengandung serat dapat membantu tubuh untuk membuang hormon estrogen yang berlebihan. Selain itu, makanan dengan tinggi serat dapat meringankan perut kembung pada saat menstruasi.

Beberapa makanan yang mengandung serat, seperti alpukat, pisang, brokoli, wortel, apel, buah beri, dan jenis kacang-kacangan.

2. Makanan yang mengandung zat besi

Jenis makanan yang dapat dikonsumsi adalah makanan yang mengandung zat besi. Pasalnya, selain nyeri haid yang berlebihan juga terkadang wanita dengan endometriosis mengalami pendarahan yang berlebihan. Nah, jenis makanan ini dapat menggantikan zat besi yang hilang akibat pendarahan.

Beberapa jenis makanan yang mengandung zat tinggi adalah sayuran hijau, ikan, ayam tanpa kulit, telur, susu, dan kacang almond.

3. Makanan yang mengandung antioksidan

Menurut para peneliti, mengungkapkan wanita yang mengalami endometriosis tidak mendapatkan antioksidan yang cukup. Mengonsumsi makanan dengan antioksidan yang tinggi dapat membantu pengobatan endometriosis. Beberapa makanan yang mengandung antioksidan tinggi, seperti hati sapi, bayam, wortel, mangga, ubi, buah citrus (jeruk dan lemon).

4. Asam lemak omega-3

Makanan yang bisa Anda konsumsi untuk membantu mengatasi endometriosis adalah makanan yang mengandung omega-3. Asam lemak omega-3 memiliki sifat antiradang yang dapat meringankan gejala nyeri haid dan rasa sakit yang diakibatkan endometriosis. Beberapa makanan yang mengandung asam lemak omega-3 adalah ikan salmon, ikan kod, ikan tunda, biji chia, dan alpukat.

Cara untuk Mencegah Risiko Endometriosis

Selain menghindari pantangan makanan endometriosis, Anda bisa melakukan beberapa cara untuk meminimalisir risiko dengan beberapa cara yang bisa Anda lakukan di rumah. Terdapat beberapa cara yang bisa Anda lakukan, seperti:

  • Yoga
  • Meditasi
  • Olahraga

Menjalani gaya hidup yang lebih sehat seperti mengonsumsi makanan dengan nutrisi seimbang, hindari mengonsumsi alkohol dan merokok serta perbanyak konsumsi sayur dan buah.

Penutup

Meski belum ada penyebab pasti endometriosis namun beberapa faktor risiko, seperti faktor keturunan, faktor makanan, hingga faktor perlu Anda perhatikan. Walaupun endometriosis bisa diatasi dengan pembedahan namun risiko kekambuhan tetap bisa terjadi. Pastikan untuk menjalani pola hidup yang lebih sehat, olahraga yang teratur, serta periksakan diri ke dokter jika Anda mengalami nyeri haid berlebihan hingga mengganggu aktivitas.

cheer

Jadwalkan Konsultasi

Jika Anda belum juga hamil setelah berupaya selama dua belas bulan atau lebih (atau enam bulan jika usia perempuan di atas 35 tahun), kami menyarankan Anda untuk melakukan penilaian kesuburan dengan spesialis fertilitas kami.

Jadwalkan konsultasi dengan menghubungi kami di (021) 50200800 atau dengan mengisi formulir melalui tombol dibawah.

  1. Parazzini, F., et al. A metaanalysis on alcohol consumption and risk of endometriosis. Research General Gynecology, Volume 209, Issue 2, P106.E1-106.E10, August 01, 2013. 
  2. Thylan, S. (1995). Endometriosis and moderate alcohol use. American Journal of Public Health, 85(7), 1021–1022. 
  3. Marziali, M., Gluten-free diet: a new strategy for management of painful endometriosis related symptoms? Minerva Chir. 2012 Dec;67(6):499-504. 
  4. Moore, J. S., et al. Endometriosis in patients with irritable bowel syndrome: Specific symptomatic and demographic profile, and response to the low FODMAP diet. Australian and New Zealand Journal of Obstetrics and Gynecology, Volume 57, Issue 2 p. 201-205. 
  5. Missmer, S. A., et al. A prospective study of dietary fat consumption and endometriosis risk. Human Reproduction, Volume 25, Issue 6, 1 June 2010, Pages 1528–1535. 
  6. Przondziono, J. J., et al. Influence of diet on the risk of developing endometriosis. Ginekologia Polska, Vol 88, No 2 (2017). 
  7. Bonocher, C. M., Endometriosis and physical exercises: a systematic review. Reproductive Biology and Endocrinology, volume 12. 
  8. Cabrera, J. M., Women with endometriosis improved their peripheral antioxidant markers after the application of a high antioxidant diet. Reproductive Biology and Endocrinology volume 7.
bocah indonesia green
Share:
  • 176
    Shares

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

doctors

Silahkan isi data berikut untuk mengetahui Paket/Layanan yang cocok untuk Ayah/Bunda.

Cek layanan?
ferly slime