Kisah Louise Brown, Bayi Tabung Pertama di Dunia

louise brown bayi tabung pertama

Louise Joy Brown adalah bayi tabung pertama di dunia yang lahir pada 25 Juli 1978. Kelahiran Louise Brown dilakukan melalui prosedur In Vitro Fertilization (IVF) di Rumah Sakit Umum Distrik di Manchester, Inggris.

Bayi tabung merupakan proses pembuahan sel telur yang dilakukan di luar tubuh. Proses pembuahannya dilakukan di laboratorium khusus. Prosedur bayi tabung telah dilakukan sejak tahun 1970-an. Setelah berbagai percobaan, akhirnya bayi tabung pertama Bernama Louise joy Brown.

Bayi Tabung Pertama di Dunia

Louise Brown merupakan anak dari pasangan Peter Brown dan Lesley. Louise Brown lahir melalui operasi Caesar dengan berat 2.600 gram. Sebelum memutuskan untuk melakukan prosedur bayi tabung, Lesley Brown mengalami infertilitas selama bertahun-tahun akibat saluran tuba yang tersumbat. Pasangan ini pun berusaha untuk kehadiran buah hati hingga akhirnya memutuskan untuk melakukan prosedur tersebut.

Peneliti medis dan ahli ginekolog yang menangani prosedur tersebut adalah Robert Edwards dan Patrick Steptoe. Keduanya bertemu dengan orang tua Brown pada tahun 1976. Sebelum memutuskan untuk melakukan prosedur eksperimental bayi tabung ini, pasangan Lesley dan Peter Brown telah melakukan program hamil secara alami namun gagal karena sumbatan tuba falopi yang dialami oleh Lesley.

Pada November 1977, Edwards dan Steptoe mengatur waktu isolasi, pembuahan, hingga implantasi sel telur dengan siklus ovulasi. Kemudian, Edwards dan Steptoe membantu Lesley untuk hamil melalui IVF.

Sel telur yang matang diambil dari ovarium dan dibuahi oleh sperma sang suami, Peter Brown, untuk dibuahi di laboratorium. Embrio hasil pembuahan sel telur dan sperma kemudian ditanamkan kembali ke dalam rahim Lesley.

Robert Edwards dan Patrick Steptoe dianggap sebagai pelopor bayi tabung (IVF). Keduanya mendapatkan penghargaan Nobel untuk fisiologi atau kedokteran 2010 atas karyanya dalam mengembangkan Teknik IVF. Kelahiran Louise menjadi pusat perhatian media di seluruh dunia. Hal ini tentu menimbulkan berbagai pertanyaan mengenai legalitas dan etika prosedur tersebut yang menimbulkan kontroversi pada saat itu.

Pada bidang ilmiah saat itu, kelahiran bayi tabung menjadi salah satu penemuan yang luar biasa dan dinilai membuka kemungkinan baru di masa depan. Namun beberapa tahun kemudian Lesley kembali melahirkan anak keduanya melalui prosedur bayi tabung, yang Bernama Natalie.

Meski kedua putri pasangan Peter Brown dan Lesley lahir melalui prosedur IVF, nyatanya keduanya berhasil mematahkan kekhawatiran mengenai bayi IVF yang tidak bisa lahir secara alami.

Pada tahun 1999, Natalie – putri kedua Lesley dan Peter Brown – berhasil hamil buah cintanya melalui program hamil alami. Hal ini juga terjadi pada Louise yang berhasil hamil secara alami dan melahirkan anaknya secara 2006 yang bernama Cameron John Mullinder.

louise joy brown

Bayi Tabung Pertama di Indonesia

Sementara itu, prosedur bayi tabung di Indonesia ada sejak tahun 1987. Seorang bayi yang dilahirkan melalui prosedur bayi tabung pertama pada tahun 1988 di Indonesia adalah Nugroho Karyanto pada tahun 1988.

Perkembangan program IVF yang semakin berkembang pesat di Indonesia hingga jumlah bayi tabung di Indonesia sendiri telah mencapai lebih dari 10.000 siklus.

Bayi Tabung Pertama di Bocah Indonesia

Teknologi IVF yang semakin berkembang juga telah melahirkan bayi tabung pertama Bocah Indonesia pada 2020 lalu.

Bayi tabung pertama di Bocah Indonesia lahir pada 11 Januari 2020 yang bernama Beatrice Zivara Pelita. Putri pertama pasangan dari Ricky Josua Sitohang dan Kartika Putri lahir dengan berat 3.450 gram dan tinggi badan 49 cm.

Beatrice Zivara Pelita lahir setelah 5 tahun penantian kedua orang tuanya. Beatrice lahir bertepatan dengan berdirinya Pusat Fertilitas Bocah Indonesia. Perjuangan Kartika Putri dan suami demi mendapatkan keturunan pun berjalan Panjang.

Sebelumnya, Kartika telah melakukan program hamil alami, melakukan terapi hormon, hingga program hamil berbantu inseminasi intrauterine (IUI) di rumah sakit lainnya. Namun, seolah Dewi Fortuna belum berpihak pada keduanya, program hamil yang dijalani gagal.

“Awalnya itu saya sudah program di beberapa rumah sakit dari program alami sampai terapi hormon sampai melakukan inseminasi. Tapi dari semua rumah sakit dan semua dokter yang saya jalani mungkin belum ada takdirnya jadi gagal semua tuh,” ujar Kartika Putri.

Sebelum memutuskan untuk “naik kelas” ke program hamil bayi tabung, Kartika dan suami memilih untuk rehat sejenak. Setelah mendapatkan rekomendasi dari kerabat, pasangan ini memutuskan untuk melakukan program bayi tabung di Pusat Fertilitas Bocah Indonesia.

“Setelah (semua gagal) itu saya sempat off. Dari pertama saya ke Bocah Indonesia tuh emang beda dari sebelum-sebelumnya karena saya merasa nyaman dengan pelayanannya. Mungkin itu faktor keberhasilan saya dalam menjalani bayi tabung,” tambahnya.

Setelah membaca kisah bayi tabung pertama di dunia, salah satu program hamil teknologi reproduksi berbantu yang telah mengalami perkembangan pesat. Hal ini membuktikan dengan menghasilkan lebih dari 5 juta bayi tabung di dunia. Bagaimana? Anda tertarik mencoba?

cheer

Jika Anda mencari alternatif program hamil berbantu, kami menyediakan layanan IVF untuk Anda. Silakan isi formulir di bawah. Tim kami akan segera menghubungi Anda!

Layanan IVF diperuntukkan bagi pasangan suami istri yang telah 1 tahun menikah belum memiliki keturunan dan juga memiliki masalah infertilitas. Jika Anda mengalami keduanya, segera konsultasikan bersama ahlinya!

  1. Wiweko, B., et al. 2020. Analysis of factors associated with ovarian reserve in a group of poor responders to in vitro fertilization: A cross-sectional study. Int J Reprod Biomed. 2020 Dec; 18(12): 1065–1072. 
  2. Kamel, R. M. 2013. Assisted Reproductive Technology after the Birth of Louise Brown. J Reprod Infertil. 2013 Jul-Sep; 14(3): 96–109.
bocah indonesia green
Share:
  • 176
    Shares

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

doctors
Reservasi