Apakah Prosedur Kuret Memberikan Efek Samping?

kuret adalah

Kuret adalah prosedur medis yang dilakukan setelah wanita mengalami keguguran pada usia kehamilan trimester pertama. Prosedur ini dilakukan untuk membersihkan rahim dari jaringan abnormal.

Istilah kuret mungkin sudah tidak asing lagi bagi wanita. Kuretase atau yang dikenal dengan kuret merupakan prosedur membersihkan rahim dari jaringan abnormal menggunakan alat berbahan logam atau metode penyedotan (suction) menggunakan alat khusus.

Kuret memiliki istilah medis yang disebut dilation and curettage (D&C). Prosedur ini dilakukan di mana serviks atau leher rahim dilatasi sehingga lapisan rahim (endometrium) dapat dikikis dengan kuret untuk mengatasi jaringan abnormal tersebut.

Pembersihan jaringan abnormal pada rahim penting dilakukan agar tidak menimbulkan masalah medis di kemudian hari.

Pada saat prosedur ini dilakukan pasien akan diberikan anestesi agar tubuh rileks. Dokter juga akan melebarkan leher rahim menggunakan alat yang disebut laminaria. Ketika leher rahim terbuka sekitar 4 cm, dokter akan membersihkan lapisan serta isi rahim Anda.

Mengenal Fungsi Kuret

Jika kuret dikenal sebagai prosedur medis untuk membersihkan rahim setelah keguguran, nyatanya metode ini dapat dilakukan untuk menangani kondisi medis tertentu. Biasanya, prosedur ini dilakukan pada wanita dengan kondisi, seperti:

  • Mengalami pendarahan abnormal dari rahim.
  • Mengalami pendarahan setelah menopause.
  • Terdapat sel endometrium abnormal yang ditemukan saat pemeriksaan pap smear.
  • Dengan diagnosis, penyakit atau kelainan seperti di bawah ini:
  • Hiperplasia endometrium.
  • Kanker rahim.
  • Miom.
  • Polip rahim.
  • Pertumbuhan jaringan abnormal di rahim.

Selain untuk membersihkan jaringan abnormal pada rahim, proses kuret dilakukan untuk beberapa kondisi seperti:

  • Membersihkan polip pada rahim atau leher rahim yang bersifat jinak.
  • Membersihkan plasenta pasca persalinan.
  • Mengeluarkan jaringan abnormal akibat hamil anggur.
  • Mengatasi pendarahan yang terjadi setelah melahirkan.

Risiko dan Efek Samping Kuret

Sama seperti prosedur medis lainnya, meski kuretase dilakukan untuk membersihkan jaringan abnormal dari dalam rahim namun prosedur ini bisa menimbulkan sejumlah risiko dan efek samping. Terdapat beberapa efek samping, seperti:

  • Kram atau nyeri perut.
  • Pendarahan ringan pada vagina atau flek.
  • Jika Anda mendapatkan bius total seperti pusing, mual, dan muntah.

Pada kasus tertentu, tindakan kuret dapat menimbulkan risiko komplikasi kesehatan seperti:

  • Kerusakan pada leher rahim.
  • Perdarahan hebat.
  • Adanya robekan pada rahim.
  • Terdapat infeksi pada rahim.
  • Adanya jaringan parut pada dinding rahim.
efek samping kuret

Bagaimana Jika Mengalami Keguguran Tanpa Dikuret?

Tujuan dilakukannya kuret sendiri untuk mengangkat jaringan abnormal yang tersisa di rahim pasca terjadinya keguguran. Kondisi rahim setelah keguguran tanpa kuret bisa memicu kondisi komplikasi yang berbahaya pada tubuh ibu. Terlebih jika usia kehamilan di atas 10 minggu. Hal ini lantaran jaringan abnormal masih tertinggal di dalam rahim.

Sementara itu, sebaliknya kondisi rahim setelah kuret tentu lebih baik karena jaringan abnormal yang tersisa di rahim telah dibuang atau dibersihkan.

Kapan Boleh Berhubungan Setelah Kuret?

Mengingat prosedur kuret adalah salah satu proses pembedahan maka tentu terdapat masa penyembuhan yang memakan waktu. Hal ini tentu berdampak pada aktivitas seksual Anda dan pasangan.

Untuk mencegah terjadinya infeksi, dokter akan menganjurkan waktu minimal 2 minggu masa pemulihan pasca kuret selesai hingga dapat dipastikan proses pendarahan telah selesai pada sepenuhnya.

Namun yang perlu diingat, waktu yang tepat bagi masing-masing pasangan berhubungan setelah kuret berbeda satu sama lain. Hal ini tergantung pada tingkat keparahan dari perdarahan yang terjadi.

Kapan Waktu yang Tepat Program Hamil Setelah Kuret?

Menurut World Health Organization (WHO), disarankan untuk melakukan program hamil minimal 6 bulan pasca kuret atau keguguran. Sedangkan menurut American Pregnancy Association, waktu yang baik untuk melakukan program hamil setelah keguguran menunggu siklus menstruasi aman setidaknya 2 – 3 periode menstruasi.

Pasca keguguran, tubuh Anda membutuhkan beberapa waktu agar kondisi rahim pulih dan menguatkan lapisan endometrium dalam rahim.

Namun, jika Anda ingin melakukan program hamil kembali, pastikan untuk konsultasi dengan dokter terlebih dahulu. Pasalnya, sebelum menjalani program hamil terdapat persiapannya masing-masing. Anda disarankan untuk menunggu hingga gejala akibat keguguran seperti rasa sakit hingga pendarahan berhenti untuk mencegah terjadinya infeksi.

Bagaimana Cara Agar Cepat Hamil Setelah Kuret?

Pasca melakukan kuret akibat keguguran tentu menimbulkan rasa tidak nyaman hingga traumatis. Meski begitu, Anda tetap bisa melakukan program hamil setelah kondisi rahim dan tubuh pulih dan siap hamil kembali.

Berikut beberapa cara yang bisa Anda lakukan agar cepat hamil setelah kuret.

1. Konsultasi pada dokter

Melakukan konsultasi pada dokter penting dilakukan untuk mengetahui kesiapan kondisi tubuh untuk kembali menjalani masa kehamilan. Terlebih jika Anda mengalami keguguran hingga melakukan prosedur kuret sebelumnya mengingat kondisi rahim harus dipersiapkan lebih baik.

2. Pola makan dengan gizi seimbang

Konsumsi makanan dengan gizi seimbang dapat membantu program hamil pasangan berhasil. Makanan yang baik untuk dikonsumsi sayuran, buah-buahan, protein, hingga makanan yang memiliki kandungan zat besi. Jika diperlukan, Anda dapat mengonsumsi vitamin untuk meningkatkan kesuburan.

3. Olahraga teratur

Salah satu cara untuk meningkatkan peluang hamil adalah melakukan olahraga yang teratur. Aktivitas fisik bisa membantu meningkatkan kesuburan. Namun perlu diingat untuk tidak melakukan olahraga yang berlebihan. Beberapa jenis olahraga yang baik untuk program hamil adalah berjalan kaki, berenang, atau jogging. Lakukan olahraga minimal 3 kali dalam seminggu.

4. Kelola stres dengan baik

Stres bisa menjadi salah satu pemicu dari berbagai penyakit, termasuk membuat pasangan sulit hamil. Stres yang berlebihan dapat memengaruhi kondisi kesuburan lantaran berpengaruh pada hormon dan ovulasi.

Jika Anda pernah mengalami kuret akibat keguguran, jangan khawatir. Anda tetap bisa melakukan program hamil kembali ketika kondisi tubuh sudah siap. Pastikan untuk melakukan konsultasi agar persiapan menjalani program hamil lebih baik.

cheer

Jadwalkan Konsultasi

Jika Anda belum juga hamil setelah berupaya selama dua belas bulan atau lebih (atau enam bulan jika usia perempuan di atas 35 tahun), kami menyarankan Anda untuk melakukan penilaian kesuburan dengan spesialis fertilitas kami.

Jadwalkan konsultasi dengan menghubungi kami di (021) 50200800 atau dengan mengisi formulir melalui tombol dibawah.

  1. Cooper, D. B., Menefee, G. W. Dilation and Curettage. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing; 2022 Jan-. 
  2. Ramos, Z. G., et al. 2021. The emotional responses of women when terminating a pregnancy for medical reasons: A scoping review. Midwifery Volume 103, December 2021. 
  3. Bigelow, J. L., et al. 2007. Does Dilation and Curettage Affect Future Pregnancy Outcomes? Ochsner J. 2007 Winter; 7(4): 173–176. 
  4. Rafi, J., Khalil, H. 2014. Expectant Management of Miscarriage in View of NICE Guideline 154. Journal of Pregnancy, 2014, 1–4. 
  5. American Pregnancy Association. D&C Procedure After a Miscarriage.
bocah indonesia green
Share:
  • 176
    Shares

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

doctors

Silahkan isi data berikut untuk mengetahui Paket/Layanan yang cocok untuk Ayah/Bunda.

Cek layanan?
ferly slime