Tahapan dan Konsultasi Program Hamil yang Penting Dilakukan

konsultasi-program-hamil

Ketika Anda dan pasangan merencanakan program hamil, tentu ada beberapa tahapan yang harus dilakukan, seperti konsultasi hingga pengecekan kesehatan organ reproduksi. Tahapan ini penting dijalani agar program hamil yang akan dijalani tepat.

Baca Juga : Layanan Program Hamil Bayi Tabung IVF di Bocah Indonesia

Tujuan dan Indikasi Konsultasi Sebelum Promil

Sebelum Anda memutuskan untuk melakukan konsultasi terkait program hamil yang akan dijalani, Anda harus mengetahui kondisi kesuburan Anda terlebih dahulu. 

Konsultasi program hamil ini dianjurkan bagi Anda yang telah menikah dan merencanakan program hamil.

Konsultasi program hamil juga dapat dilakukan oleh pasangan sehat yang merencanakan program hamil lebih awal. Konsultasi ini perlu dilakukan di awal terutama jika Anda mengalami keguguran.

Tanya Ferly tentang Promil?

New CTA WA

Beberapa indikasi yang membuat Anda memerlukan konsultasi program hamil, seperti:

  • Diabetes tipe 2
  • Infeksi menular seksual (HIV)
  • Terdapat kelainan genetik
  • Memiliki tekanan darah tinggi (hipertensi)

Selain itu, konsultasi program hamil ini juga bertujuan untuk mencegah beberapa kondisi yang dapat mempengaruhi kondisi janin atau bayi, seperti:

  • Cacat lahir
  • Bayi lahir prematur
  • Perkembangan janin yang tidak normal
  • Stunting
  • Berat badan lahir bayi rendah

Prosedur Tahapan Program Hamil ke Dokter

Konsultasi program hamil dilakukan untuk mengetahui kondisi kesehatan keduanya terutama pada organ reproduksi. 

Berbagai tahapan promil dilakukan sebagai rangkaian pemeriksaan, mulai dari wawancara terkait riwayat kesehatan, pemeriksaan fisik, hingga pemeriksaan lanjutan.

Wawancara

Pada tahap wawancara, pemeriksaan ini dilakukan dengan memberikan pertanyaan seputar keluhan pasien atau riwayat penyakit pasien maupun keluarga. Pertanyaan terkait riwayat kesehatan yang akan diberikan dokter pada pasien, seperti:

  • Penyakit yang pernah atau sedang diderita
  • Jenis alat kontrasepsi yang pernah digunakan
  • Pernah atau tidak menjalani tindakan medis pada organ reproduksi
  • Jenis obat-obatan yang sedang dikonsumsi
  • Riwayat aktivitas seksual untuk mendeteksi infeksi menular seksual
  • Gaya hidup pasien

Pemeriksaan Fisik

Pemeriksaan fisik dilakukan untuk memastikan kondisi pasien siap untuk memulai program hamil. Terdapat beberapa rangkaian pemeriksaan fisik, seperti:

  • Pengukuran tinggi dan berat badan
  • Melakukan pemeriksaan pada tanda-tanda vital, seperti tekanan darah dan detak jantung
  • Pemeriksaan payudara dan panggul

Pemeriksaan Lanjutan

Pemeriksaan lain yang dilakukan adalah pemeriksaan lanjutan. Pemeriksaan ini dilakukan untuk mengetahui apakah ada kondisi atau penyakit yang dialami.

  • USG transvaginal. Pemeriksaan ini dilakukan untuk melakukan  untuk mengetahui kondisi rahim, leher rahim dan leher rahim.
  • Histerosalpingografi (HSG). Pemeriksaan ini dilakukan untuk memeriksa kondisi saluran indung telur (ovarium) dan rahim. Pemeriksaan ini dilakukan jika diperlukan untuk mengetahui kondisi rahim dan ovarium lebih lanjut.
  • Selain bertujuan untuk mendeteksi kondisi organ intim pada wanita, konsultasi program hamil juga bisa dilakukan untuk mengecek kondisi kesehatan pada pria. Beberapa pemeriksaan lanjutan yang diperlukan, seperti:
  • Analisis sperma. Prosedur ini merupakan salah satu rangkaian pemeriksaan awal kesuburan pada pria. Analisis sperma dilakukan untuk menghitung jumlah, bentuk, hingga pergerakan sperma.
  • Biopsi testis. Pemeriksaan ini dilakukan jika diperlukan untuk mengetahui tingkat produksi sperma. Prosedur ini dilakukan dengan mengambil sampel jaringan testis. Selanjutnya sampel jaringan yang telah diambil akan diperiksa di laboratorium.
  • DNA fragmentation index (DFI). Pemeriksaan ini merupakan indikator untuk melihat kualitas sperma. Biasanya DFI dilakukan untuk menganalisis kerusakan DNA pada sperma.

Setelah Konsultasi Promil

Setelah melakukan pemeriksaan umum, konsultasi, dan pemeriksaan lanjutan maka dokter akan menjelaskan hasil pemeriksaan kepada pasien. Selanjutnya dokter akan melakukan beberapa hal, seperti:

  • Menjelaskan terkait kondisi pasien berdasarkan hasil pemeriksaan yang telah dilakukan.
  • Menyarankan pengobatan atau terapi untuk gangguan infertilitas yang dialami baik pada pria maupun wanita.
  • Menyarankan program hamil untuk pasien yang tepat berdasarkan hasil pemeriksaan, seperti inseminasi buatan atau bayi tabung.

Jika Anda dan pasangan merencanakan program hamil, tidak hanya melakukan konsultasi namun juga ada beberapa upaya yang bisa dilakukan oleh pasangan suami istri, seperti:

  • Mengkonsumsi makanan dengan gizi lengkap dan seimbang.
  • Mengkonsumsi asam folat.
  • Menjaga berat badan ideal.
  • Berhenti mengkonsumsi minuman yang mengandung alkohol, merokok, atau mengkonsumsi obat-obatan terlarang.

Tahapan program hamil di atas bisa dilakukan bagi pasangan suami istri yang merencanakan program hamil. 

Melalui tahapan program hamil ke dokter, Anda dan pasangan bisa mendapatkan penanganan dan program hamil yang tepat.

cheer

Jadwalkan Konsultasi

Jika Anda belum juga hamil setelah berupaya selama dua belas bulan atau lebih (atau enam bulan jika usia perempuan di atas 35 tahun), kami menyarankan Anda untuk melakukan penilaian kesuburan dengan spesialis fertilitas kami.

Jadwalkan konsultasi dengan menghubungi kami di (021) 50200800 atau dengan mengisi formulir melalui tombol dibawah.

  • Sartika, A. N., et al. (2021). Prenatal and postnatal determinants of stunting at age 0–11 months: A cross-sectional study in Indonesia. PLoS ONE 16(7): e0254662.
  • Committee of the American Society for Reproductive Medicine. Diagnostic evaluation of the infertile female: a committee opinion. Fertil Steril. 2015;103(6): e44-50.
  • American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG). Infertility Workup for the Women’s Health Specialist.
Avatar photo
Share:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

doctors
Buat Janji