7 Komplikasi Kehamilan yang Paling Sering Terjadi, Sudah Tahu?

komplikasi-kehamilan

Pada dasarnya kehamilan berlangsung dalam kondisi normal. Namun, bagi beberapa wanita hamil bisa mengalami komplikasi atau masalah kesehatan yang cukup serius. Masalah kesehatan pada kehamilan ini bisa dialami ibu hamil dalam rangkaian trimester kehamilan.

Macam-Macam Komplikasi Kehamilan

Komplikasi kehamilan bisa terjadi akibat kondisi yang ada sejak sebelum hamil maupun setelah hamil.

Berbagai komplikasi yang dialami ibu hamil bisa berbeda masing-masing individu. Gejala hingga dampaknya pun bisa bervariasi, tergantung tingkat keparahan yang dialami.

Pada beberapa kasus terparah, komplikasi kehamilan ini bisa mengancam nyawa ibu, janin, maupun keduanya. Terkadang gejalanya kerap tidak disadari oleh ibu hamil.

Baca Juga : Apa itu hamil anggur ?

Berikut beberapa komplikasi kehamilan yang paling sering terjadi.

  • Anemia

Salah satu komplikasi yang paling sering dialami oleh ibu hamil adalah anemia. Anemia merupakan kondisi di mana jumlah sel darah merah lebih rendah daripada kadar pada normalnya.

Anemia terjadi karena kurangnya asupan zat besi atau folat pada tubuh ibu hamil. Zat besi dan asam folat diperlukan untuk membentuk hemoglobin yang berperan menyuplai oksigen untuk seluruh tubuh.

Justru yang terjadi adalah defisiensi besi. Selain itu, terdapat penyebab lain adalah perubahan hormon, genetik, gangguan pada sistem tubuh, penyakit ginjal, dan lainnya.

Ibu hamil yang mengalami komplikasi anemia dapat mengakibatkan bayi lahir prematur atau berat badan bayi di bawah rata-rata.

Gejala anemia ditandai dengan pusing, lelah, sulit konsentrasi, hingga sesak napas. Untuk meminimalisir komplikasi ini, Anda bisa mengatasinya dengan mengonsumsi makanan yang mengandung tinggi zat besi dan folat untuk meningkatkan produksi jumlah sel darah merah.

  • Preeklamsia

Selain anemia, preeklamsia menjadi salah satu kondisi komplikasi yang sering dialami oleh ibu hamil. Preeklamsia adalah kondisi meningkatnya tekanan darah dan kelebihan protein pada urine yang biasanya terjadi pada usia kehamilan lebih dari 20 minggu.

Baca Juga : Miom saat hamil, apakah berbahaya?

Belum diketahui penyebab pasti kondisi ini, namun diduga adanya kelainan pada perkembangan dan fungsi plasenta. Terdapat beberapa faktor risiko yang dapat memicu preeklamsia, seperti:

  • Obesitas atau berat badan berlebihan.
  • Memiliki riwayat diabetes, penyakit ginjal, hipertensi, atau penyakit autoimun.
  • Memiliki riwayat preeklamsia.
  • Kehamilan anak pertama.
  • Mengandung bayi kembar.

Preeklamsia Eklamsia bisa menimbulkan gejala berupa sakit kepala berlebihan, mual, muntah, mengalami gangguan penglihatan, nyeri pada bagian perut atas, hingga sesak napas.

Bila tidak segera ditangani, kondisi ini bisa menyebabkan komplikasi yang bahaya bagi ibu dan janin. Pada kasus terparah, komplikasi ini bisa mengancam nyawa keduanya.

  • Diabetes gestasional

Diabetes gestasional adalah diabetes yang dialami oleh ibu hamil. Kondisi ini terjadi ketika gula darah meningkat pada saat hamil. Ibu hamil yang mengalami diabetes gestasional bisa berisiko alami diabetes mellitus setelah hamil.

Diabetes gestasional bisa dialami oleh wanita hamil meski tidak memiliki riwayat diabetes sebelumnya. 

Risiko diabetes gestasional pada ibu hamil bisa bisa menyebabkan komplikasi lainnya seperti preeklamsia, kelahiran prematur, penyakit kuning, hingga berat badan bayi lebih besar sehingga menyulitkan persalinan.

Komplikasi ini umumnya dialami pada saat usia kehamilan memasuki trimester ketiga. Gejala yang paling umum dialami biasanya sering buang air kecil, sering merasa haus, dan tubuh lebih mudah lelah.

  • Hiperemesis gravidarum

Hiperemesis gravidarum adalah komplikasi kehamilan yang ditandai dengan muntah-muntah parah. Komplikasi ini mirip dengan morning sickness.

Bedanya, morning sickness hanya dialami pada awal-awal kehamilan hingga trimester pertama, sementara hiperemesis gravidarum terjadi pada akhir trimester pertama dan memuncak pada usia kehamilan 20 minggu bahkan berlanjut terus selama kehamilan.

Gejala hiperemesis gravidarum ini ditandai dengan mual yang tidak kunjung hilang, sering muntah dalam sehari, nafsu makan terganggu, berat badan turun, dehidrasi, dan pingsan.

Baca Juga : Peran Penting Hormon Beta-hCG

Belum diketahui pasti mengenai penyebab komplikasi ini namun diduga faktor risikonya diduga karena kadar hormon pada saat kehamilan.

Jika Anda mengalami hiperemesis gravidarum maka segera periksakan diri ke dokter agar mendapatkan penanganan yang tepat, ibu hamil tetap mendapat cairan dan nutrisi tambahan lainnya.

  • Eklampsia

Eklampsia adalah komplikasi kehamilan yang ditandai dengan tekanan darah tinggi dan kejang yang dialami ibu hamil pada saat sebelum, selama, atau pasca persalinan. Eklampsia bisa menyebabkan ibu hamil mengalami kejang, perasaan gelisah berat, hingga hilang kesadaran.

Meski jarang terjadi, komplikasi ini bisa dialami wanita pada usia kehamilan 20 minggu atau lebih. 

Bagi ibu hamil yang mengalami eklampsia maka harus segera mendapat penanganan yang tepat. Jika tidak maka dapat membahayakan bagi ibu dan janin.

  • Solusio plasenta

Solusio plasenta adalah komplikasi kehamilan di mana sebagian atau seluruh plasenta lepas dari rahim sebelum bayi lahir. Jika kondisi ini terjadi maka dapat menyebabkan asupan oksigen dan nutrisi terhambat.

Belum diketahui pasti mengenai penyebabnya namun faktor yang diduga dapat memicu komplikasi ini adalah trauma fisik dan tekanan darah tinggi.

Gejala solusio plasenta ditandai dengan sakit perut, pendarahan pada vagina, hingga kontraksi. Jika plasenta terlepas sebagian atau seluruhnya maka diperlukan persalinan dini.

  • Plasenta previa

Plasenta previa adalah komplikasi yang terjadi ketika setengah atau sebagian plasenta menutupi jalan lahir karena posisinya berada di bawah rahim. Kondisi ini umumnya terjadi pada trimester awal kehamilan.

Hingga kini belum diketahui penyebab pastinya namun terdapat beberapa faktor risiko yang bisa memicu seperti rahim abnormal dan kehamilan anak kembar.

Kondisi ini ditandai dengan pendarahan pada vagina. Jika pendarahan ringan maka Anda disarankan untuk istirahat total. Namun, jika pendarahan yang terjadi cukup berat maka prosedur operasi caesar akan diperlukan.

Bagaimana Mencegah Komplikasi Kehamilan?

Agar proses kehamilan dapat dialami dengan normal, Anda dapat melakukan beberapa langkah untuk mencegah terjadinya komplikasi pada kehamilan, seperti:

  • Mengonsumsi makanan kaya akan nutrisi.
  • Melakukan olahraga atau aktivitas fisik yang dianjurkan oleh dokter secara rutin.
  • Konsumsi asam folat secukupnya pada masa persiapan kehamilan hingga pada saat hamil.
  • Hindari merokok, konsumsi alkohol, hingga obat-obatan terlarang.
  • Melakukan pemeriksaan kehamilan ke dokter secara rutin.

Beberapa komplikasi di atas dapat Anda cegah dengan melakukan langkah-langkah tersebut. Jika Anda mengalami gejala komplikasi, segera periksakan diri ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

cheer

Komplikasi kehamilan bisa menakutkan, tetapi juga umum terjadi. Pelajari tentang komplikasi kehamilan yang paling umum dan cara mengelolanya.​

Untuk permasalahan komplikasi, Anda bisa menghubungi kami untuk konsultasi. Tim kami akan segera menghubungi Anda lebih lanjut.

Apa Itu Layanan Bocah 4 Langkah?

Layanan B4L atau Bocah 4 Langkah merupakan langkah awal pemeriksaan komprehensif bagi Anda dan pasangan yang belum pernah melakukan pengecekan kondisi kesuburan.

Pemeriksaan ini terdiri dari:

  • Konsultasi bersama dokter spesialis obgyn.
  • USG transvaginal.
  • Konsultasi bersama dengan dokter spesialis andrologi.
  • Analisa sperma.

Pemeriksaan ini dianjurkan bagi Anda dan pasangan yang belum pernah melakukan pemeriksaan kesuburan sebelumnya.

Layanan ini merupakan pilihan tepat bagi Anda yang ingin melengkapi keromantisan dalam rumah tangga. Memulai langkah optimis menuju dua garis. Segera periksakan kondisi kesuburan Anda dnegan layanan Bocah 4 Langkah (B4L).

Baca selengkapnya untuk info lebih lanjut di bawah ini atau hubungi melalui WhatsApp.

Layanan Bocah 4 Langkah (B4L) Bocah Indonesia

Layanan Bocah 4 Langkah (B4L) merupakan layanan kesuburan yang belum pernah melakukan pengecekan kesuburan sebelumnya. Dimana bertujuan untuk mengecek kesuburan dari Ayah dan Bunda.

bocah indonesia green
Share:
  • 176
    Shares

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

doctors

Silahkan isi data berikut untuk mengetahui Paket/Layanan yang cocok untuk Ayah/Bunda.

Cek layanan?
ferly slime