Kenapa Saat Berhubungan Sakit? Ini Penyebab yang Harus Anda Ketahui!

kenapa saat berhubungan sakit

Melakukan hubungan intim bagi pasangan suami istri merupakan hal yang wajar. Namun apa jadinya jika saat berhubungan, Anda merasakan sakit pada bagian organ intim? Rasa sakit saat berhubungan intim ini disebut dengan dispareunia. Hal ini bisa disebabkan oleh beberapa faktor kenapa saat berhubungan sakit.

Apa Itu Dispareunia?

Dispareunia merupakan istilah untuk nyeri berulang di area genital atau di dalam panggul sebelum, selama, atau setelah melakukan hubungan seksual. Dispareunia juga dapat memengaruhi pria namun biasanya lebih sering terjadi pada wanita terutama untuk wanita terutama jika pertama kali berhubungan.

Wanita yang mengalami dispareunia biasanya mengalami nyeri pada vagina, klitoris, atau labia. Hal tersebut yang menyebabkan sakit perut pada saat berhubungan. Terdapat beberapa penyebab dispareunia.

Penyebab Dispareunia pada Wanita

Penyebab kenapa saat berhubungan sakit kemungkinan bisa berbeda bagi setiap orang. Hal ini bisa disebabkan pada saat melakukan hubungan intim, vagina tidak memiliki pelumas yang cukup. Selain itu, rasa nyeri saat berhubungan juga bisa disebabkan oleh penyakit tertentu.

Berikut beberapa penyebab dispareunia:

1. Vaginismus

Vaginismus merupakan kondisi otot vagina tertutup saat melakukan hubungan seks sehingga penetrasi sulit dilakukan. Kontraksi otot-otot inilah yang menyebabkan hubungan seksual terasa lebih menyakitkan.

Wanita yang mengalami vaginismus juga bisa mengalami kesulitan saat pemeriksaan ginekologi dan pemasangan tampon. Berbagai gejala pun bisa menyebabkan vaginismus.

Jika vagina terlalu tegang atau kering maka dapat menyebabkan sakit saat berhubungan seperti ada yang mengganjal.

2. Infeksi vagina

Infeksi vagina bisa menjadi salah satu penyebab kenapa saat berhubungan sakit. Hal ini disebabkan oleh infeksi jamur pada area vagina yang menyebabkan nyeri pada saat melakukan hubungan intim.

3. Trauma atau cedera pada vagina

Setiap trauma pada daerah vagina dapat menyebabkan dispareunia. Hal ini bisa disebabkan karena riwayat operasi panggul atau cedera akibat kecelakaan.

Hubungan seksual yang menyakitkan juga sering terjadi setelah melahirkan. Beberapa penelitian menunjukkan banyak wanita yang mengalami dispareunia pasca persalinan.

4. Endometriosis

Endometriosis adalah kondisi di mana tumbuhnya jaringan di luar rahim. Hal ini bisa menyebabkan rasa wanita merasakan nyeri perut bawah saat berhubungan.

5. Penyakit radang panggul

Penyakit radang panggul dapat menyebabkan jaringan yang ada di dalam panggul meradang dan makin buruk. Terlebih saat melakukan hubungan seks akan membuat kondisi makin parah yang menyebabkan rasa nyeri.

6. Faktor psikologis

Selain karena penyakit tertentu, dispareunia bisa disebabkan oleh beberapa kondisi psikologis, seperti: cemas berlebihan dan stres. Kecemasan, ketakutan, hingga depresi dapat mengganggu gairah seksual yang menyebabkan vaginismus pada wanita.

Selain itu, kondisi stres dapat menyebabkan otot-otot panggul menyempit dan menyebabkan rasa tidak nyaman pada saat berhubungan. Kondisi ini dapat menyebabkan rasa sakit pada saat melakukan hubungan suami istri.

7. Infeksi saluran kemih (ISK)

Pada beberapa kasus, penetrasi penis ke dalam vagina dapat menyebabkan iritasi pada saluran maupun kandung kemih. Infeksi saluran kemih (ISK) dapat disebabkan oleh infeksi bakteri, baik pada saluran kemih (uretritis) atau pada kandung kemih (sistitis). Iritasi kemudian memicu timbulnya rasa sakit setelah berhubungan intim.

8. Gangguan usus

Jika Anda pernah merasakan sakit perut saat berhubungan, bisa jadi penyebabnya adalah gangguan usus yang Anda alami. Hal ini bisa disebabkan oleh beberapa faktor:

  • Gas berlebihan pada usus
  • Sembelit
  • Iritasi usus besar

9. Penyakit menular seksual

Penyakit menular seksual dapat menyebabkan penis atau vagina terasa sakit setelah berhubungan. Tidak hanya pada organ intim, rasa sakit ini juga akan menjalar ke perut. Penyakit menular seksual yang dapat menyebabkan nyeri, di antaranya klamidia dan gonore.

nyeri saat berhubungan

Penyebab Sakit Saat Berhubungan pada Pria

Tidak hanya dialami wanita, sakit pada saat berhubungan juga bisa dialami pria. Berikut beberapa penyebab sakit saat berhubungan yang dapat dialami pria.

1. Reaksi alergi

Jika penis terasa nyeri, gatal, hingga panas setelah melakukan hubungan seks, mungkin hal ini disebabkan oleh reaksi alergi. Biasanya, reaksi alergi muncul akibat pemakaian alat kontrasepsi berupa kondom yang terbuat dari bahan lateks.

Namun menurut Asthma and Allergy Foundation America, kondisi ini bukan kondisi umum dan hanya kurang dari satu persen orang yang dilaporkan terhadap lateks.

2. Balanitis

Selain reaksi alergi, penyebab lain rasa sakit saat berhubungan pada pria adalah balanitis. Balanitis adalah kondisi peradangan yang terjadi pada kelenjar yang ada di kepala penis. Biasanya, balanitis disebabkan oleh infeksi jamur. Namun pada beberapa kasus, kondisi ini juga bisa diakibatkan oleh infeksi virus dan bakteri.

3. Prostatitis

Jika pria mengalami rasa sakit pada penis setelah berhubungan seks, hal ini bisa disebabkan oleh prostatitis. Prostatitis adalah kondisi ketika prostat mengalami peradangan. Akibatnya, setelah melakukan hubungan seks, kondisi tersebut makin parah dan menyebabkan rasa sakit.

Cara Mengatasi Rasa Sakit Saat Berhubungan

Untuk mengatasi rasa sakit pada saat berhubungan dapat dilakukan pemeriksaan ke dokter. Nantinya, dokter akan mengarahkan beberapa pemeriksaan, salah satunya lewat USG panggul. Prosedur USG panggul dilakukan untuk mencari penyebab rasa sakit pada saat berhubungan.

Selain melakukan pemeriksaan medis ke dokter, terdapat beberapa cara untuk mengatasi rasa sakit saat melakukan hubungan suami istri.

  • Terapi desensitisasi

Terapi desensitisasi merupakan bentuk latihan relaksasi vagina yang dapat mengurangi rasa sakit.

  • Konseling atau terapi seks

Jika Anda kerap merasakan sakit saat berhubungan selama beberapa waktu, Anda mungkin memiliki respon negatif terhadap rangsangan seksual bahkan setelah Anda melakukan perawatan. Hal ini bisa disebabkan kurangnya komunikasi yang terjalin antara Anda dengan pasangan.

Anda mungkin memerlukan bantuan untuk meningkatkan komunikasi dengan pasangan agar memulihkan keintiman seksual. Salah satu solusinya, melakukan konsultasi kepada seksolog untuk mengembalikan keintiman Anda dan pasangan. Selain itu, terapi perilaku kognitif juga dapat membantu dalam mengubah pola pikir dan perilaku negatif.

Cara Mencegah Rasa Sakit Saat Berhubungan

Jika Anda dan pasangan ingin melakukan hubungan suami istri tanpa rasa sakit maka Anda dapat mencegah risiko tersebut dengan beberapa cara.

Perhatikan posisi

Jika Anda mengalami rasa sakit pada saat berhubungan, cobalah untuk mengganti posisi yang berbeda. Hal tersebut untuk memberikan kenyamanan Anda dan pasangan saat melakukan hubungan.

Komunikasi

Salah satu penyebab kenapa saat berhubungan sakit adalah hilangnya gairah seksual Anda dengan pasangan. Oleh sebab itu, komunikasi yang baik antara Anda dan pasangan bisa meminimalisir hal tersebut.

Melakukan foreplay

Melakukan foreplay dapat membantu merangsang pelumasan alami organ intim Anda. Hal ini tentu dapat mengurangi iritasi yang dapat menyebabkan rasa sakit pada saat berhubungan.

Menggunakan pelumas

Jika rasa sakit berhubungan disebabkan karena iritasi yang disebabkan oleh vagina kering maka cara mengatasinya bisa menggunakan pelumas vagina. Terdapat berbagai macam pelumas yang bisa digunakan.

  1. Muhammad Tayyeb, Vikas Gupta. Dyspareunia. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing; 2021 Jan. URL.
  2. Steege, John F. MD. Evaluation and Treatment of Dyspareunia. Obstetrics & Gynecology: May 2009 – Volume 113 – Issue 5 – p 1124-1136. URL.
  3. LORI J. HEIM. Evaluation and Differential Diagnosis of Dyspareunia. Am Fam Physician. 2001 Apr 15;63(8):1535-1545. URL.
  4. Goetsch, M. F. (1999). Postpartum dyspareunia. An unexplored problem. Journal of Reproductive Medicine, 44 (11):963-8. URL.
  5. Sevgi O Aral. Chapter 17Sexually Transmitted Infections. Disease Control Priorities in Developing Countries. 2nd edition. URL.
  6. Esther Flanagan. Psychological treatment for vaginal pain: does etiology matter? A systematic review and meta-analysis. J Sex Med. 2015 Jan;12(1):3-16. URL.
  7. Tessa Crowley. Diagnosing and managing vaginismus. BMJ. 2009 Jun 18;338:b2284. URL.
Share:

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Reservasi