Keluar Lendir Seperti Putih Telur dari Vagina, Apakah Normal?

keluar lendir seperti putih telur

Pernahkah Anda mengalami keluar lendir seperti putih telur dari vagina? Jangan panik, kondisi ini merupakan salah satu bentuk keputihan normal. Keputihan adalah reaksi alamiah tubuh untuk mencegah bakteri pada vagina, menjaga pH vagina, dan melembapkan vagina.

Lantas, apakah keluar lendir seperti putih telur menandakan suatu kondisi tertentu? Simak penjelasannya berikut.

Mengenali Keputihan Bening

Keputihan memiliki warna yang berbeda-beda, mulai dari warna bening, putih susu, hingga kuning kehijauan. Warna keputihan bening atau seperti putih telur ayam mentah merupakan warna cairan keputihan normal.

Keputihan yang normal ditandai dengan cairan yang bening, cair, tidak berbau, dan tidak menyebabkan gatal. Kondisi keputihan dapat terjadi akibat perubahan hormonal selama siklus haid, kehamilan, stres, alat kontrasepsi, hingga aktivitas seksual.

Kondisi ini terjadi ketika adanya peningkatan hormon estrogen di dalam tubuh wanita. Hal ini menyebabkan leher rahim lebih banyak mengeluarkan lendir.

Cairan bening tersebut memiliki tekstur berair, basah, dan tidak kental. Lendir ini juga membantu sperma bergerak bebas dan berenang menuju leher rahim (serviks). Jika Anda dan pasangan ingin melakukan hubungan suami istri maka ini merupakan waktu yang tepat untuk meningkatkan peluang kehamilan.

Seorang wanita mengalami keputihan bening biasanya pada siklus bulanan tiba. Umumnya, keluar lendir seperti putih telur ini terjadi pada masa ovulasi. Masa ovulasi merupakan masa yang paling subur untuk wanita. Keputihan bening ini akan menghilang dengan sendirinya pada hari ke-15 hingga ke-28 siklus.

Ciri-Ciri Lendir Serviks Saat Masa Subur

Ketika tubuh wanita akan mendekati masa subur, terdapat peningkatan hormon estrogen pada tubuh wanita. Bagaimana cara mengetahui cairan lendir serviks yang keluar menandakan masa subur?

Cairan lendir ini memiliki warna putih bening seperti putih telur ayam mentah. Lendir ini juga memiliki tekstur yang licin, berair, namun tidak kental.

Jika Anda mengalaminya, bisa jadi ini menandakan Anda tengah berada di masa subur.

Keluar Lendir Seperti Putih Telur pada Saat Hamil, Apakah Normal?

Keputihan bening nyatanya juga bisa dialami oleh wanita hamil. Volume cairan yang keluar pun bisa dibilang lebih banyak daripada biasanya. Kondisi ini terjadi akibat adanya perubahan hormon dalam tubuh.

Jika Anda tengah hamil dan mengalami keluarnya cairan keputihan bening dari vagina maka Anda tidak perlu khawatir. Keputihan pada saat hamil kerap terjadi mengingat kondisi hormonal pada saat hamil berubah.

Namun jika keputihan menunjukkan warna kuning hingga kecokelatan harus segera diperiksakan. Bisa jadi ini menunjukkan kondisi medis tertentu.

Penyebab Keputihan

Keputihan pada wanita bisa disebabkan oleh beberapa kondisi, seperti:

Proses membersihkan tubuh secara alami. Keputihan dengan kondisi ini biasanya memiliki warna bening atau putih, tidak berbau, tidak menyebabkan rasa gatal dan nyeri.

Infeksi jamur. Biasanya kondisi ini menyebabkan keputihan berwarna putih susu yang disertai rasa gatal, teksturnya kental dan menggumpal, rasa gatal, serta menimbulkan rasa panas dan perih.

  • Peradangan vagina (vaginitis).
  • Infeksi bakteri pada vagina (vaginosis bakterial).
  • Infeksi menular seksual.
  • Kondisi medis tertentu, seperti peradangan serviks, penyakit radang panggul, atau kanker serviks.

Perlu diketahui, keputihan merupakan hal alamiah yang terjadi kapan saja tanpa kondisi tertentu. Jika Anda mengalami keluar lendir seperti putih telur setelah buang air kecil yang disertai nyeri, bisa jadi ini merupakan suatu gangguan. Hal ini lantaran, dalam kondisi normal air seni tidak disertai lendir.

Kondisi tersebut bisa disebabkan oleh beberapa hal, seperti mengalami infeksi saluran kemih hingga adanya penyakit infeksi menular seksual.

Jika kondisi ini terjadi maka Anda bisa segera melakukan pemeriksaan ke dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Kapan Harus Melakukan Pemeriksaan ke Dokter?

Anda bisa melakukan pemeriksaan ke dokter spesialis kandungan jika mengalami keputihan yang disertai dengan rasa gatal, volume yang berlebihan, disertai bau tidak sedap dan amis.

Selain itu, gejala lainnya yang menandakan Anda harus segera melakukan pemeriksaan ke dokter adalah rasa nyeri pada saat buang air kecil, serta perut bagian bawah terasa sakit.

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, gejala-gejala tersebut bisa menimbulkan kondisi medis tertentu yang memerlukan pemeriksaan atau tindakan lebih lanjut.

Tips Menjaga Kebersihan Organ Intim

Menjaga kebersihan organ intim merupakan hal yang penting agar kesehatannya terjaga. Selain itu, hal ini untuk membantu mengatasi keputihan yang dialami oleh wanita.

  • Gunakan pakaian dalam yang nyaman dan mudah menyerap keringat.
  • Hindari menggunakan pakaian dalam yang masih basah karena bisa menyebabkan organ intim menjadi lembap.
  • Jika pakaian dalam basah maka segera ganti dengan yang kering.
  • Hindari penggunaan sabun pembersih organ intim yang mengandung pewangi.
  • Hindari menahan kencing terlalu lama.
  • Mengonsumsi air putih yang cukup.

Nah, jika Anda mengalami keluar lendir seperti putih telur tidak perlu khawatir. Hal ini merupakan kondisi normal yang terjadi jika disertai dengan bau tidak sedap, menimbulkan rasa gatal, dan rasa nyeri. Pastikan untuk selalu menjaga kebersihan organ intim agar tetap berada di kondisi kering dan tidak lembap.

cheer

Jika Anda mengalami lendir keluar secara berlebihan dengan beberapa gejala, kami menyediakan pemeriksaan kesuburan untuk Anda. Isi formulir di bawah ini, tim kami segera menghubungi Anda!

Lendir seperti putih telur ini memiliki tekstur yang lebih pekat disertai beberapa gejala tertentu, sebaiknya segera lakukan pemeriksaan ke dokter untuk mengetahui penyebabnya.

  1. Han, L., Taub, R., Tensen, J. T. 2017. Cervical mucus and contraception: what we know and what we don’t. Contraception, 96(5), 310–321. 
  2. Spense, D., Melville, C. 2007. Vaginal discharge. BMJ. 2007 Dec 1; 335(7630): 1147–1151. 
  3. Hoeker, E. E., et al. 2013. Cervical mucus monitoring prevalence and associated fecundability in women trying to conceive. Fertility and Sterility, 100(4), 1033–1038.e1. 
  4. Najmabadi, S., et al. 2021. Cervical mucus patterns and the fertile window in women without known subfertility: a pooled analysis of three cohorts. Human Reproduction, Volume 36, Issue 7, July 2021, Pages 1784–1795.
bocah indonesia green
Share:
  • 176
    Shares

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

doctors

Silahkan isi data berikut untuk mengetahui Paket/Layanan yang cocok untuk Ayah/Bunda.

Cek layanan?
ferly slime