Kelenjar Prostat: Anatomi, Fungsi, dan Kelainan yang Berhubungan

Kelenjar Prostat

Kelenjar prostat memproduksi cairan yang melindungi dan menutrisi sel sperma.

Prostat adalah kelenjar terbesar di dalam sistem reproduksi pria. Kelenjar ini berada tepat di bawah kandung kemih dan berperan dalam memproduksi dan menyempurnakan kandungan semen (air mani). Prostat mengeluarkan zat-zat yang memungkinkan semen tetap dalam kondisi cair, sehingga sel sperma mampu mengalir di sepanjang saluran reproduksi wanita dan berpotensi membuahi sel telur.

Anatomi kelenjar prostat

kelenjar prostat

Prostat adalah organ lunak yang ukurannya kurang lebih sebesar buah kenari atau bola pingpong dengan berat sekitar 30 gram. Lokasinya berada tepat di bawah kandung kemih dan di depan rektum. Oleh sebab itu, kelenjar prostat bisa diraba dengan memasukkan jari ke dalam rektum dan menekannya ke arah depan tubuh. 

Organ yang berbentuk seperti kerucut ini mengelilingi uretra, saluran yang membawa urin dari kandung kemih ke luar tubuh. Bagian dasar prostat mengelilingi leher kandung kemih, dan bagian puncaknya berada di bawah sfingter uretra eksterna.

Prostat dikelilingi oleh jaringan fibrosa yang mengandung serat otot dan disebut kapsul. Adanya kapsul ini membuat prostat terasa elastis, kenyal dan lembut saat disentuh. 

Dahulu, prostat dibagi menjadi empat lobus anatomis (inferoposterior, inferolateral, superomedial, dan anteromedial) berdasarkan letak uretra dan duktus ejakulatorius yang melaluinya. Namun sebenarnya, yang lebih bermakna secara klinis adalah pembagian prostat sesuai empat zona histologisnya. Zona-zona tersebut adalah:

  • Zona sentral

Zona ini mengelilingi duktus ejakulatorius dan membentuk sekitar 25 persen dari total massa prostat. Duktus ejakulatorius mengalirkan cairan ke uretra dalam posisi oblik (miring) sehingga tidak mungkin ada aliran balik (refluks) urin.

  • Zona perifer

Zona ini membentuk sebagian besar massa prostat (sekitar 65 persen) dan terletak di posterior (belakang). Saluran pada kelenjar-kelenjar di zona ini mengaliran cairan secara vertikal ke dalam uretra. Ini mungkin menjelaskan mengapa ada kecenderungan kelenjar ini mengalami refluks urin. Ini juga yang menjelaskan tingginya insiden peradangan akut dan kronis di bagian ini. Zona perifer prostat adalah area yang utamanya teraba saat dokter melakukan pemeriksaan colok dubur.

  • Zona transisi

Ini adalah bagian prostat yang mengelilingi uretra, membentuk kurang lebih 5-10 persen massa prostat. Ini adalah satu-satunya zona prostat yang terus bertumbuh sepanjang hidup. Inilah mengapa kelenjar pada zona transisi adalah kelenjar yang biasanya mengalami pembesaran dan disebut dengan hiperplasia prostat jinak (benign prostatic hyperplasie/BPH). Beberapa struktur berbentuk tabung yang melalui zona ini adalah uretra dan kedua duktus ejakulatorius.

Zona anterior

Zona ini, yang disebut juga dengan stroma fibromuskular, dibentuk oleh jaringan otot dan fibrosa (berserat). Bagian ini sebenarnya merupakan hasil interaksi kelenjar prostat yang bermula di sekitar uretra selama embriogenesis (proses perkembangan janin), yang pada akhirnya membentuk sfingter uretra interna dan eksterna.

Fungsi kelenjar prostat

Sebenarnya, pria tidak memerlukan prostat untuk hidup. Namun, kelenjar ini penting untuk kesuburan pria. Secara spesifik, prostat berfungsi untuk:

  • Membantu produksi semen

Fungsi utama prostat adalah menambahkan cairan prostat ke dalam semen. Prostat menyumbang 20–30 persen dari total volume semen. Sisanya, berasal dari vesikula seminalis (50–65 persen) dan testis (5 persen). Kelenjar ini menjadi penting karena mengeluarkan larutan alkali (basa) yang melindungi sel sperma di lingkungan vagina yang asam. 

Cairan prostat bertindak sebagai penyeimbang keasaman vagina, sehingga meningkatkan umur sperma di dalam saluran reproduksi wanita dan memberi waktu lebih lama bagi sel sperma untuk membuahi sel telur.

Cairan prostat juga mengandung protein dan enzim pendukung yang menutrisi sel sperma. Salah satu enzim yang penting, yakni prostate-specific antigen (PSA), yang membantu membuat semen lebih encer dan lebih cair. Adanya volume tambahan cairan prostat ke dalam semen ini memungkinkan sel sperma lebih lancar bergerak di dalam uretra dan lebih mudah dikeluarkan.

  • Menutup uretra saat ejakulasi

Saat ejakulasi berlangsung, prostat berkontraksi dan mengeluarkan cairannya ke dalam uretra. Di sini, cairan prostat bercampur dengan sel sperma dan cairan dari vesikula seminalis untuk membentuk semen, yang kemudian dikeluarkan dari tubuh. Ketika prostat berkontraksi, lubang antara kandung kemih dan uretra akan menutup, mendorong semen melaju lebih cepat. Itulah sebabnya, dalam kondisi normal, tidak mungkin pria buang air kecil dan ejakulasi secara bersamaan.

  • Metabolisme hormon

Prostat membutuhkan androgen atau hormon seks pria, seperti testosteron, untuk bisa berfungsi secara normal. Prostat mengandung enzim 5-alfa reduktase, yang mengubah testosteron menjadi bentuk aktifnya, yakni dihidrotestosteron (DHT). Hormon ini penting untuk perkembangan dan fungsi prostat yang normal. Pada remaja pria yang sedang pubertas, ini penting untuk perkembangan karakteristik seks sekunder, seperti rambut wajah.

Kelainan pada kelenjar prostat

Beberapa kelainan yang sering mengenai prostat, yakni:

  • Kanker prostat. Kanker ini adalah kanker kedua terbanyak yang mengenai pria. Kurang lebih 1 dari 8 pria mengalaminya. Rata-rata penderitanya terdiagnosis di usia 66 tahun.
  • Prostatitis atau peradangan prostat. Ini merupakan masalah saluran kemih yang tersering pada pria di bawah usia 50 tahun. Prostatitis bisa terjadi secara akut (tiba-tiba) maupun kronis. Yang akut, umumnya disebabkan oleh infeksi bakteri dan bisa dengan mudah sembuh melalui pemberian antibiotik.
  • Pembesaran prostat jinak atau benign prostatic hyperplasia (BPH). Kelainan ini menyebabkan prostat membesar, yang akhirnya menekan dan menghambat aliran uretra. Ini merupakan masalah prostat tersering pada pria di atas usia 50 tahun. Uretra yang menyempit dan berkurangnya kemampuan untuk mengosongkan kandung kemih memicu banyak masalah yang berhubungan dengan ini. Bila kelainan berlanjut, kandung kemih mungkin akan menjadi lebih lemah dan tidak dapat sepenuhnya mengosongkan urin. Pada kasus yang jarang, pembesaran prostat dapat membuat pria betul-betul tidak bisa buang air kecil dan memicu retensio urin. Kondisi ini merupakan kegawatdaruratan medis yang harus segera ditangani.

Kelainan pada prostat biasanya menyebabkan masalah yang berhubungan dengan proses berkemih. Ini dapat berupa:

  • Kontrol kandung kemih yang buruk, termasuk kebutuhan untuk sering buang air kecil.
  • Urgensi untuk berkemih, kadang-kadang jumlah urin hanya sedikit (anyang-anyangan).
  • Sulit saat memulai berkemih, harus menunggu beberapa saat sebelum urin keluar.
  • Pancaran urin lemah.

Kelainan prostat juga bisa menyebabkan gangguan pada fungsi seksual, infeksi saluran kemih, batu kandung kemih, dan pada kasus yang ekstrim, gagal ginjal.

Pemeriksaan pada kelenjar prostat

Kelainan pada prostat umumnya didiagnosis melalui pemeriksaan-pemeriksaan berikut:

  • Colok dubur. Melalui pemeriksaan ini, dokter memasukkan jari ke dalam rektum dan meraba prostat untuk mendeteksi benjolan, nodul, dan tanda-tanda kanker.

  • Prostate-specific antigen (PSA). Kadar PSA bisa dilihat dari pemeriksaan darah. Kadarnya yang tinggi (>4,0ng/mL) berhubungan dengan meningkatnya risiko kanker prostat.

  • Biopsi prostat. Pemeriksaan ini biasanya dilakukan bila dokter mencurigai adanya kanker. Untuk mengambil sampel jaringan prostat, dokter akan memasukkan jarum halus ke dalam prostat melalui rektum.

  • Ultrasonografi (USG) prostat. Pemeriksaan USG prostat disebut juga USG transrektal. Selama pemeriksaan, dokter akan memasukkan probe USG ke dalam rektum, memposisikannya dekat dengan prostat. Biopsi umumnya dilakukan dengan dipandu oleh USG ini.

CT scan/MRI prostat. Pemeriksaan ini dapat menunjukkan anatomi prostat dengan sangat detil, termasuk mengidentifikasi area yang diduga kanker.

Pilihan pengobatan pada kelainan kelenjar prostat

Pengobatan pada kelainan prostat bergantung pada penyebabnya. Secara umum, pilihan pengobatan mencakup:

  • Obat-obatan. Beberapa obat membantu melemaskan otot-otot di sekitar prostat dan kandung kemih sehingga membantu aliran urin. Antibiotik membantu mematikan bakteri penyebab infeksi dan peradangan. Jenis obat lainnya dapat membantu menurunkan produksi hormon yang menyebabkan prostat membesar.

     

  • Pembedahan. Pembedahan dapat mengangkat jaringan prostat yang menyumbat aliran urin. Pada kasus kanker, prostat mungkin diangkat seluruhnya melalui prosedur prostatektomi.

     

  • Radioterapi. Jenis terapi radiasi untuk kelainan prostat disebut dengan brakiterapi, yang merupakan radiasi internal. Dokter akan menempatkan benih radioaktif di dalam prostat dan benih-benih ini nantinya membantu melestarikan jaringan sehat di sekitarnya.

     

  • Latihan otot panggul. Latihan Kegel yang menyasar otot dasar panggul dapat membantu mengurangi atau menghilangkan kejang otot (spasme) pada prostatitis. 

Pada kasus kanker prostat, evaluasi berkala untuk penanda tumor, pemeriksaan radiologi dan biopsi setiap 1-3 tahun sekali diperlukan untuk memantau perkembangan penyakit.

Cara menjaga prostat agar tetap sehat

Agar prostat tetap sehat dan terhindar dari masalah, pria dapat melakukan cara-cara berikut.

  • Melakukan deteksi dini atau skrining prostat secara teratur. Deteksi dini umumnya dilakukan pada usia 50 tahun. Bila pria memiliki riwayat keluarga dengan kanker prostat, sebaiknya memulai skrining di usia yang lebih muda.
  • Berolahraga secara teratur. Individu yang lebih aktif secara fisik lebih kecil kemungkinannya mengalami BPH.
  • Mengonsumsi makanan sehat. Mengonsumsi buah, sayuran, dan protein dalam jumlah yang cukup dapat membantu meningkatkan kesehatan prostat.
  • Berhenti merokok. Studi menemukan bahwa merokok meningkatkan risiko pria mengalami kanker prostat.

Penutup

Pria memang bisa hidup tanpa prostat, namun organ ini penting untuk reproduksi. Bila Anda curiga ada masalah dengan prostat, segeralah berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan diagnosis yang akurat dan pengobatan yang tepat.

  • Bath M. The prostate gland. [Last updated 2019 Dec 04]. URL: https://teachmeanatomy.info/pelvis/the-male-reproductive-system/prostate-gland/
  • Cleveland Clinic. [Last reviewed 2022 Aug 8]. Prostate. URL: https://my.clevelandclinic.org/health/body/23965-prostate
  • Singh O, Bolla SR. Anatomy, Abdomen and Pelvis, Prostate. [Updated 2022 Jul 25]. In: StatPearls [Internet]. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing; 2022 Jan-. Available from: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK540987/.
  • MSD Manual. [Last reviewed 2021 Mar]. Male reproductive system. URL: https://www.msdmanuals.com/home/men-s-health-issues/biology-of-the-male-reproductive-system/male-reproductive-function
  • MSD Manual. [Last reviewed 2021 Mar]. Structure of the male reproductive system. URL: https://www.msdmanuals.com/home/men-s-health-issues/biology-of-the-male-reproductive-system/structure-of-the-male-reproductive-system
cheer

Jadwalkan Konsultasi

Jika Anda belum juga hamil setelah berupaya selama dua belas bulan atau lebih (atau enam bulan jika usia perempuan di atas 35 tahun), kami menyarankan Anda untuk melakukan penilaian kesuburan dengan spesialis fertilitas kami.

Jadwalkan konsultasi dengan menghubungi kami di (021) 50200800 atau dengan mengisi formulir melalui tombol dibawah.

Share:
  • 176
    Shares

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

doctors

Silahkan isi data berikut untuk mengetahui Paket/Layanan yang cocok untuk Ayah Bunda.

Reservasi