6 Jenis Vitamin Promil untuk Suami, Ayah Sudah Coba?

vitamin promil untuk pria

Vitamin promil untuk suami yang bisa dikonsumsi seperti asam folat, Coenzym Q10, Zinc, vitamin D, dan vitamin C.

Selain mengonsumsi makanan bergizi, mengubah pola hidup menjadi lebih sehat, mengonsumsi vitamin promil juga penting sebagai penunjang kehamilan. Vitamin untuk program hamil bisa membantu pasangan suami istri menyiapkan kondisi yang prima sebelum kehamilan serta kehamilan yang sehat.

Peran Penting Suami Mengonsumsi Vitamin Program Hamil

Mengonsumsi vitamin untuk program hamil tidak hanya dikonsumsi oleh wanita tetapi juga pria. Vitamin dapat membantu memenuhi kebutuhan nutrisi pada tubuh. Selain itu, mengonsumsi vitamin promil untuk pria juga dapat membantu meningkatkan kualitas sperma yang lebih baik.

Menurut jurnal yang diterbitkan Human Reproduction Update, jumlah sperma pria menurun hingga separuhnya dari 50 tahun lalu dan persentase sperma yang kurang baik lebih tinggi. Kondisi tersebut menyebabkan vitamin untuk program hamil sangat penting dikonsumsi.

Jurnal yang diterbitkan oleh The Lancet juga menjelaskan jika mengonsumsi nutrisi yang tepat sebelum masa kehamilan merupakan penting bagi pasangan suami istri. Konsumsi vitamin untuk program hamil juga memiliki fungsi untuk memenuhi kebutuhan nutrisi yang berperan dalam keberhasilan kehamilan.

Studi yang diterbitkan Reproductive Biomedicine Online menunjukkan jika asupan folat sangat penting bagi pasangan suami istri yang menjalani program bayi tabung (IVF).

Vitamin Program Hamil untuk Suami

Berikut jenis vitamin program hamil untuk pria yang dapat dikonsumsi untuk mendukung kehamilan.

  • Asam folat

Asam folat menjadi salah satu nutrisi yang penting untuk program hamil. Menurut American Pregnancy Association, diperlukan 400 mikrogram (mcg) asam folat atau vitamin B9 perharinya untuk mendukung kehamilan.

Asupan folat yang tercukupi pada tubuh memiliki manfaat untuk menghasilkan sperma yang sehat, mulai dari bentuk (morfologi) serta jumlahnya. Asam folat atau vitamin B9 dari bayam, hati sapi, daging ayam, telur, buncis, dan brokoli.

  • Coenzyme Q10

Coenzyme Q10 memiliki peranan penting sebagai antioksidan untuk mengatasi berbagai masalah kesehatan pada tubuh termasuk masalah kesuburan pada pria. Nutrisi ini memiliki manfaat untuk meningkatkan kualitas, jumlah, hingga motilitas atau pergerakan sperma.

Umumnya, Coenzyme Q10 dapat dikonsumsi melalui suplemen. Namun nutrisi tersebut juga bisa didapatkan dari sayuran hijau, ikan, daging merah, dan kacang kedelai.

  • Zinc

Kebutuhan mineral dalam tubuh juga penting, termasuk di antaranya zinc atau seng. Zinc memiliki manfaat untuk membantu meningkatkan pergerakan atau motilitas, dan jumlah sperma.

Selain itu, kadar zinc yang cukup dapat membangtu meningkatkan kadar hormon testosteron dan jumlah sperma yang diproduksi.

Jenis mineral ini umumnya didapatkan dari suplemen. Selain suplemen, zinc bisa didapatkan dari makanan seperti kacang-kacangan, biji-bijian, daging, telur, dan sayur-sayuran.

  • Vitamin D 

Tahukah Anda jika vitamin D menjadi salah satu vitamin yang perlu dikonsumsi saat promil? Vitamin D merupakan nutrisi yang diperlukan untuk meningkatkan kadar testosteron. Menurut sebuah studi yang diterbitkan Hormone and Metabolic Research, menjelaskan jika mengonsumsi vitamin D3 3.000 IU dapat meningkatkan kadar testosterone mencapai 25 persen.

Menurut studi lain, pria yang kekurangan asupan vitamin D cenderung memiliki kadar testosteron yang lebih rendah.

Selain itu, memenuhi asupan vitamin promil yang tinggi dikaitkan dengan motilitas atau pergerakan sperma namun masih diperlukan penelitian lebih lanjut.

  • Vitamin C 

Vitamin C memiliki manfaat untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Vitamin C memiliki peran sebagai antioksidan yang baik dalam meningkatkan kesuburan. Antioksidan pada vitamin C dapat mengatasi stres oksidatif yang bisa dialami oleh tubuh.

Stres oksidatif merupakan tingkat spesies oksigen reaktif berada di tingkat bahaya dalam tubuh. Jika tubuh mengalami stres oksidatif maka ada kemungkinan penyakit lebih mudah menyerang.

Menurut sebuah studi yang diterbitkan Genetic Testing and Molecular Biomaker, menunjukkan jika pria yang mengonsumsi asupan vitamin C 1.000 mg dua kali sehari dapat meningkatkan motil;itas atau pergerakan sperma lebih baik.

Maka dari itu, penelitian ini menunjukkan jika vitamin C dapat membantu meningkatkan kesuburan pada pria yang mengalami stres oksidatif sehingga menyebabkan kondisi infertilitas.

  • Selenium 

Sumber antioksidan lainnya juga bisa terpenuhi oleh selenium. Kadar selenium yang rendah pada pria dapat menyebabkan penurunan pada kualitas serta pergerakan sperma.

Sebuah studi yang diterbitkan International Journal of General Medicine, menyebutkan jika selenium dapat membantu meningkatkan pergerakan maupun tingkat pembuahan yang lebih tinggi.

Cara Menjaga Kesuburan Suami

Selain mengonsumsi vitamin promil, pria juga perlu menjaga beberapa aspek lainnya seperti gaya hidup, menjaga kesehatan organ reproduksi, hingga menghindari aktivitas lain yang dapat memengaruhi organ reproduksi.

  • Pola hidup sehat

Salah satu langkah penting dalam menjaga kesuburan adalah mengubah pola hidup menjadi lebih sehat, termasuk di antaranya pola makan. Mengonsumsi makanan dengan gizi seimbang memberikan manfaat untuk memenuhi asupan nutrisi yang diperlukan tubuh.

Perbanyak konsumsi sayuran, buah-buahan, jamur, sereal gandum utuh, hingga jenis makanan lainnya. Tidak hanya wanita, pria juga perlu menjaga berat badan ideal agar kualitas sperma tetap terjaga dengan baik. Hindari merokok, konsumsi alkohol, serta zat lainnya yang berbahaya.

Selain itu, istirahat yang cukup juga memengaruhi kesuburan pria. Idealnya, orang dewasa membutuhkan waktu 7 – 9 jam istirahat per harinya.

  • Hindari aktivitas yang membuat suhu testis panas

Suhu testis harus terjaga dalam kondisi yang normal atau dingin. Hal ini lantaran, suhu panas pada testis bisa memengaruhi proses produksi sperma. Beberapa kondisi yang membuat testis panas, antara lain:

  • Berendam di air panas
  • Kebiasaan memangku laptop di paha
  • Bantalan panas
  • Mengenakan celana ketat
  • Kurangi bersepeda selama program hamil

Disarankan untuk melakukan olahraga secara rutin namun sebisa mungkin hindari olahraga bersepeda. Terlalu sering bersepeda dapat menyebabkan banyaknya gesekan yang bisa meningkatkan suhu pada testis. Terlebih pada saat bersepeda, pria mengenakan celana ketat yang dapat memengaruhi kondisi reproduksi sperma.

  • Lingkungan kerja yang sehat

Lingkungan kerja yang baik juga memengaruhi kondisi kesuburan. Menurut National Institute of Occupational Safety and Health, paparan beberata zat tertentu dapat memengaruhi kualitas serta kuantitas sperma.

Beberapa zat berbahaya tersebut, seperti:

  • Merkuri
  • Nikel
  • Timbal
  • Pestisida
  • Benzena
  • Radiasi
  • Pupuk kimia
  • Petrokimia
  • Etilena glikol eter

bagi pria yang ingin memulai promil, tidak hanya mengonsumsi vitamin promil namun harus disertai pola hidup yang sehat. Hal ini tentu untuk menyiapkan kondisi yang prima pada masing-masing pasangan agar peluang kehamilan semakin tinggi.

Colagar, A. H., et al. (2009). Zinc levels in seminal plasma are associated with sperm quality in fertile and infertile men. Nutr Res. 2009 Feb;29(2):82-8. 

Calvo, N. M., et al. (2019). Paternal preconception folate intake in relation to gestational age at delivery and birthweight of newborns conceived through assisted reproduction. Reprod Biomed Online. 2019 Nov;39(5):835-843. 

Stephenson, J., et al. (2018). Before the beginning: nutrition and lifestyle in the preconception period and its importance for future health. The Lancet, 391(10132), 1830–1841. doi:10.1016/s0140-6736(18)30311-8  

Levine, H., et al. (2017). Temporal trends in sperm count: a systematic review and meta-regression analysis. Human Reproduction Update, Volume 23, Issue 6, November-December 2017, Pages 646–659. 

Buhling, K., et al. (2019). Influence of oral vitamin and mineral supplementation on male infertility: a meta-analysis and systematic review. Reprod Biomed Online. 2019 Aug;39(2):269-279. 

Pilz, S., et al. (2011). Effect of vitamin D supplementation on testosterone levels in men. Horm Metab Res. 2011 Mar;43(3):223-5. 

Vani, K., et al. (2012). Clinical relevance of vitamin C among lead-exposed infertile men. Genet Test Mol Biomarkers. 2012 Sep;16(9):1001-6. 

Moslemi, M. K., Tavanbakhsh, S. (2011). Selenium–vitamin E supplementation in infertile men: effects on semen parameters and pregnancy rate. Int J Gen Med. 2011; 4: 99–104. 

bocah indonesia green
Share:
  • 176
    Shares

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

doctors

Silahkan isi data berikut untuk mengetahui Paket/Layanan yang cocok untuk Ayah Bunda.

Reservasi